February 2022

 MTsN 7 Kediri, 27 Februari 2022. Setelah kegiatan olahraga dan seni yang dilaksanakan hari Sabtu 26 Feruari 2022 kemarin, berikutnya hari Minggu 27 Februari 2022 diselenggarakan olimpiade. Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 400 peserta dari SD dan MI di kabupaten Kediri.

Zainuddin S.Pd., M.Pd.I selaku Kepala Madrasah memberikan pengarahan kepada seluruh peserta olimpiade sebelum kembali di ruangan masing-masing. 

“Saya harap-kan kehadiran peserta olimpiade kali ini dapat memberikan semangat kegiatan olimpiade dan perkembangan madrasah untuk menjadi keluarga besar, berterima kasih karena sudah berpartisipasi menjadi peserta olimpiade yang telah ikut menyemarakan kegiatan ini. Kalian semua merupakan peserta yang luar biasa di masa pandemi yang memberikan dampak untuk pendidikan di Indonesia,” kata Zainuddin. Dia juga  menyampaikan permintaan maaf maaf kala pelayanan kurang karena keterbatasan teknis.

Muksin Zeni Supraba S.Ag selaku Waka Kesiswaan memberikan pengarahan. Olimpiade hari ini sekitar 400 peserta dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), IPA, IPS dan Matematika. Selain itu, ada hadiah berupa piagam, piala serta uang pembinaan untuk juara 1 hingga 3. Sedangkan, juara 4 hingga 6 mendapatkan piagam dan piala. Peserta yang mendapatkan juara 1 hingga 10 dalam olimpiade mata pelajaran Matematika dan IPA akan bebas tes untuk masuk jalur unggulan, 11 hingga 34 bebas tes untuk masuk jalur regular. Peserta yang mendapatkan juara 1 hingga 6 dalam olimpiade mata pelajaran IPS dan PAI akan bebas tes untuk masuk jalur unggulan, 7 hingga 16 bebas tes untuk masuk jalur regular. 

“Jika ingin melanjutkan ke MTsN 7 Kediri, daftar ulang dimulai dari 1 hingga 4 maret. Untuk PPDB unggulan 1-9 Maret 2022, sedangkan PPDB regular 16-19 Mei 2022,” imbuh Muksin Zeni. 

Nurul Latifatul H, S.S, M.Pd.I selaku  koordinator olimpiade, menyampikan “Setelah upacara selesai, peserta diharapkan masuk ke ruangan masing-masing dan menerima kartu peserta yang tertera username dan password. Olimpiade menggunakan hp, benar mendapatkan nilai 4, salah mendapatkan nilai -1 dan jika tidak dijawab mendapatkan nilai 0.”

Peserta kembali ke ruang masing-masing dengan arahan dari OSIS (Organisasi  Siswa Intra Sekolah). Partisipasi dari madrasah, ada 8 anak dari OSIS yang handle serta 7 anak umum yang ikut berpartisipasi. Terdapat 15 ruangan oimpiade yang harus dijaga dan diawasi. Ada juga dari pihak madrasah, polisi lingkungan. 

"Dalam acara milad yang berjalan 2 hari mulai kemarin sampai dengan hari ini berjalan lancar, 5 polisi lingkungan bertugas sesuai kebutuhan dari gerbang depan hingga belakang tentunya semua sesuai protokol kesehatan untuk meminimalisir penyebaran covid-19 serta mengkoordinasikan parkir. Kesan dari kegiatan milad ini, alhamdulillah bisa berjalan lancar dan sesuai dengan rancangan yang telah di buat," ucap Abda Ibad Abadan selaku ketua Polisi Lingkungan.

“Kendala yang ada dari kegiatan olimpiade, ada beberapa siswa yang belum masuk grup, terlambat datang dan masalah wifi. Dari tata tertib olimpiade sendiri, jika ada ketentuan atau peraturan yang tidak diperbolehkan nilai akan dikurangi bahkan yang paling kejam diskualifikasi,” Zeni berucap dengan salah satu pewawancara.

Operator serta pengawas dari MTsN 7 Kediri mengalami kendala yang cukup umum seperti hp dari peserta kepenuhan memori, paket data masih digunakan karena sistem per ruang ada wifi yakni sistem online dengan jaringan lokal no internet, sistem yang berbeda jika tahun kemarin full daring sekarang semi online. Operator ada 5, Hendra Adi Kusuma, S.Pd, Muhammad Syahrizal Firdaus, S.Pd, Septa Hendrawan Sugito, S.Pd.I, M. Fatichur Roziq, M.Pd dan Isrofil Ammar, S.Pd.I. 

Hedi Pramuktiono, S.Kom, salah satu pengawas raung mengatakan, “Saya harapkan untuk ruang 12 yang saya awasi untuk dikerjakan dengan benar, jika belum lolos tetap semangat, mungkin saja belum menyiapkan secara maksimal sehingga posisi tersingkir karena rival yang berat.”

Kepala Madrasah memberi tanggapan, pesan dan kesan untuk kegiatan olimpiade hari ini. “Penerimaan siswa baru program unggulan jalur olimpiade, mendapat siswa unggul dalam bidang olimpiade karena semakin kini semakin banyak siswa siswi hebat, perlunya kita merekut melalui milad. Sesuai motto Kemenag “Hebat bermartabat, mandiri berprestasi dan berkelas dunia, mereka yang memiliki prestasi dan juara akademik berusaha mewujudkan anjuran dari Kemenag,” ucap Zainuddin saat diwawancarai salah satu tim jurnalis MTsN 7 Kediri. 

Setelah dari pihak madrasah ada dari pihak luar seperti polisi dan wali pengantar peserta olimpiade.

Wali pengantar, salah satu pewawancara dari tim jurnalis MTsN 7 kediri mencari narasumber untuk wali pengantar. Isma, seorang guru dari SD Islam Annahal Semanding yang menunggu siswa dan siswi ikut olimpiade PAI. Isma mengatakan, “Tidak ada kendala, berjalan lancar. Harapan untuk anak didiknya, dapat masuk ke MTsN 7 Kediri serta tambah ilmu pengetahuan.”

Terlepas kesiapan panitia, madrasah juga mengundang Polsek Kepung,” kami diundang untuk bertugas untuk mengamankan, agar kegiatan berjalan lancar, teratur, serta terkontrol. Kami bertugas mulai pukul 07.00 Wib hingga kegiatan selesai,” ucap salah satu anggota Polsek Kepung.

Olimpiade selesai sekitar pukul 10, peserta olimpiade sudah mulai keluar dari ruangan. Adinda dari Sd Asmorobangun 3 yang mengikuti olimpiade IPA mengatakan, “Olimpiade lancar, lumayan sulit soal-soalnya jika mendapatkan golden ticket akan diambil karena mengikuti olim keinginan sendiri.” 

Setelah kegiatan selesai maka peserta meninggalkan madrasah, dan tepat pukul 16.00 WIB semua lomba di umumkan. Semua peserta bisa melihat di media sosial madrasah.

Reporter      : Tim Jurnalis

Kameramen: Tim Jurnalis

Editor           : Tim Jurnalis


 Sabtu 26 Februari 2022 MTsN 7 Kediri mengadakan kegiatan KOSSMAMA (Kompetisi Sains Olahraga Madrasah) dalam rangka Milad MTsN 7 Kediri yang ke 27. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 07.30 WIB. Adapun ajang yang dilombakan pada hari pertama adalah olahraga dan seni, yang diikuti oleh 109 peserta. Untuk yang terdiri dari  bulu tangkis putri 11 peserta, badminton putra 24 peserta, tenis meja putri yang berjumlah 9 peserta, tenis meja putra yang berjumlah 15 peserta, catur dengan jumlah 8 peserta  MTQ yang berjumlah 9 peserta, singer berjumlah 17 peserta,  robotik berjumlah 2 peserta,  dan menulis cerita pendek sejumlah 16 peserta. 


Muhammad Zainuddin, S.Pd.,M.Pd.I mengatakan, bahwa untuk menyemarakkan acara milad madrasah, kita menyelenggarakan event-event olahraga dan seni, untuk memberi kesempatkan untuk bertanding bagi siswa SD/ MI. Selain itu, madrasah juga memberi kesempatan untuk para juara bergabung di MTsN 7 Kediri.

"Jumlah peserta yang mengikuti KOSSMAMA pada milad ke-27 kali ini yang mengikuti perlombaan olahraga dan seni sebanyak 109 peserta. Jumlah terbanyak ada di cabang bulutangkis putra 24 dan bulutangkis putri 10 dengan total 34 peserta dan rata-rata peserta yang mengikuti lomba merupakan pelajar dari MI, " ujar Dra. Sri Ambarwati, Ketua Panitia Milad  saat diwawancarai oleh tim jurnalistik.

Pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan di berbagai titit di madraah, di antaranya, Singger berada di ruang room meeting madrasah, tenis meja berada di aula, MTQ berada di Musalla, robotik dan menulis cerita di gedung baru utara, sedangkan untuk bulu tangkis berada di balai desa Kencong.

“Pada perlombaan cerpen berhubung siswa-siswi yang mengikuti perlombaan tersebut merupakan siswa-siswi SD/MI maka tema yang ditentukan yaitu dengan tema bebas.  Kriteria penilaian pada cerpen di antaranya judul apakah sesuai dengan konten atau isi tulisan, alur cerita, ketokohan, dan bahasa yang digunakan,” ujar Maghfur salah satu juri lomba menulis cerita.  “Karena masih tingkat sekolah dasar, dan kami tidak ingin memberatkan peserta, maka panitia memberi kebebasan untuk menggunakan laptop atau ditulis tangan,” imbuhnya.

"Peserta pada tahun sekarang memang luar biasa, terutama pada laki-laki juga bagus yang perempuan bagus, teknik dan karakter vokalnya pun juga bagus semua saya sebagai juri juga lumayan susah untuk menentukannya," ucap Adam selaku juri perlombaan singer. "Persiapan dari madrasah terutama yaitu mempersiapkan audio, kedua tempat. Dan untuk penilaian di antaranya vokal, penampilan dan pembawaannya." Tambahnya.

"Disuruh oleh guru, padahal gak bisa nyanyi. Rasanya grogi dan gemetar. Tapi alhamdulilah pelaksanaannya lancar," ucap salah satu peserta singer usai tampil.

Sementara itu untuk MTQ , Muhammad Arwani salah satu juri MTQ Mengatakan, untuk kualitas peserta yang ikut tergolong bagus-bagus untuk tingkat SD atau MI, bahkan untuk yang juara 1 putra putri bisa dikategorikan berlevel provinsi.. Namun,  cukup disayangkan peserta yang ikut MTQ kurang banyak, mungkin ada beberapa faktor, selain karena masih dlm suasana pandemi, juga mungkin karena  promosi yang kurang.  “untuk kategori penilaian terdiri dari bdang tajwid, lagu, dan adab,” pungkasnya.

Untuk pertandingan buku tangkis, diikuti oleh 24 pesrta laki-laki dan 10 perempuan. “Tenis meja menggunakan sistim gugur, sehingga yang kalah langsung tersingkir. Point' yg digunakan adalah 21. Jika peserta yang mencapai point' 21 duluan, berarti menang,” ujar Isrofil Amar juri lomba tenis meja.

Pada pertandingan tenis meja putra, yang membuat istimewa ada salah satu siswi yang ikut menjadi juri yaitu Heris Sofi yang pernah meraih kejuaraan pada bidang ini dengan Tingkat Provinsi.


Menurut Ali Mashar, salah satu juri tenis meja, bahwa “Mengikuti ajang milad yang pasti ingin sekolah di MTsN 7 kediri, namun ada juga hanya ingin mengasah skill cabor tenis meja. Dia juga mengungkapkan untuk cabor tenis meja di ikuti beberapa SD dan MI, salah satunya kemarin ada yang juara tingkat provinsi ikut ambil bagian ikut dalam acara Milad MTsN 7 kediri ini, dan  berhasil sebagai juara di cabang tenis meja putri atas nama Silwa Adiba.” 


Reporter      : Tim Jurnalis

Kameramen: Tim Jurnalis

Editor           : Tim Jurnalis

 Sabtu, 19 Februari 2022. Setelah mahasiswa magang melaksanakan presentasi yang dilaksanakan pada hari Jumat 18 Februari 2022 yang lalu, berakhir pula kegiatan magang 1, 2, dan 3, yang dilaksanakan mahasiswa IAIN Kediri di MTsN 7 Kediri. Bersamaan dengan itu, maka berakhir pula kegiatan magang di madrasah yang berada di jalan Kebonsari no 1 Kencong Kepung. Sabtu, 19 Februari 2022 dilaksanakan perpisahan. Acara yang bertempat di meeting room madrasah tersebut dihadiri oleh kepala MTsN 7 Kediri, Waka madrasah, dosen pembimbing, guru pamong, dan seluruh peserta magang.

Dalam sambutannya Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I, berharap kerjasama dengan IAIN tetap berjalan dengan baik, sehingga kami dipercaya untuk ikut dalam program-program di IAIN Kediri. Zainuddin juga menyampaikan permohonan maafnya jika belum mampu melayani mahasiswa dengan baik. Namun, madrasah tetap akan melayani dengan baik apabila ada kekurangan data. 

"Kami akan lebih senang lagi bila di antara mahasiswa ada yang kembali untuk mengadakan penelitian sebagai tugas akhir Skripsi, karena selama ini banyak mahasiswa yang penelitian dari berbagai perguruan tinggi," imbuh Zainudin.

Sementara itu Ahmad  Syamsuddin, M.Kom, dosen pembimbing magang mengucapkan rasa terima kasihnya karena mahasiswanya diberi kesempatan selama 40 hari  untuk mengeksplorasi dan belajar bersama di dunia nyata sekolah dengan berbagai macam dinamikanya serta berbagai macam keadaan. Syamsuddin juga berharap kerjasama tersebut dapat berlanjut. "kami senang sekali mendapat sambutan yang luar biasa di sini," pungkasnya sebelum mengakhiri sambutannya.

Sementara itu Sahroeni, S.Pd., M.Si., Waka kurikulum, sekaligus koordinator guru pamong,   memberikan laporan tentang pelaksanaan kegiatan magang 1, 2, dan 3 telah berjalan dengan baik. Eni menyampaikan tentang pelaksanaan magang presentasi berbeda antara magang 1, 2, dan 3. Untuk magang tiga lebih disempurnakan, karena dilengkapi dengan kritik dan saran sehingga dapat melengkapi laporannya. Dia juga menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada para peserta karena mereka telah sungguh-sungguh melaksanakan kegiatan tersebut, bahkan ada mahasiswa yang telah mengajar dengan dilengkapi metode pembelajaran. 

Para mahasiswa magang mengungkapkan perasaannya ketika mengajar di MTsN 7 Kediri dan perasaan ketika akan berpisah dengan anak didik. "Alhamdulillah ini pengalaman pertama untuk mengajar sebuah studi akademik di sekolah. sebelumnya saya pernah mengajar di bimbel tapi itu non formal. Baginya ini adalah pengalaman berharga. 

"Mau ngak mau  harus berpisah, ketika ada pertemuan pasti ada perpisahan," ungkap Achmad Fahrizza Mardyansah ketua mahasiswa program magang.



Para mahasiswi magang IAIN kediri banyak mendapatkan ilmu yang sebelumnya belum didapatkan di kampus. Mereka  sangat bersyukur karena di MTsN 7 Kediri, karena di madrasah tersebut siswanya  banyak mempunyai  prestasi baik akademik maupun non akademik.

Isma Lutfiana Fatkiyah mahasiswa magang 2, juga turut memberikan pesan kesan, "MTsN 7 Kediri membawa perkembangan bagi peserta magang, dan kami juga memiliki pengalaman yang sangat baik. Tentunya kita tidak bisa mengambil pelajaran semua yang ada di MTsN 7 Kediri, mengingat sangat banyak ilmu yang berada di madrasah ini.  "Siswa-siswanya yang baik-baik.  Semoga  madrasah ini menjadi madrasah  yang berkualitas, lebih tangguh."

Sebelum ditutup dengan doa oleh ustaz Muksin Zeni Suprana, mahasiswa mahasiswa magang memberikan cindera mata, yang disampaikan oleh guru pembimbing dan perwakilan mahasiswa.


Reporter:  Vina (8C), Milda (8B) , Erika (8H), Erni (8J)

Penulis: Vina (8C), Milda (8B)

kameramen: kiki (8D)

Editor    : Tim Jurnalistik

 Jumat, 18 Februari 2022.  Program magang 2 dan 3 IAIN Kediri berlangsung sejak 3 Januari sampai 19 Februari 2022. Kegiatan tersebut diikuti diikuti oleh 13 mahasiswa. Hari ini mereka melaksanakan presentasi tentang hasil laporan magang.    Acara yang berlangsung di meeting room MTsN 7 Kediri tersebut selain diikuti oleh mahasiswa kegiatan presentasi  didampingi oleh para guru pamong dari MTsN 7 Kediri, yang terdiri dari guru mapel PAI, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan matematika. 

Dalam sambutanya Sahroeni, S Pd., M.Si, Waka kurikulum MTsN 7 Kediri, sekaligus sebagai koordinator magang, menyampaikan rasa syukurnya karena madrasah  dapat memberikan kontribusi dalam menyiapkan pendidik dan tenaga kependidikan yang siap meningkatkan kualitas pendidikan. Diharapkan mereka dapat menjadi pendidik yang kompeten dan profesional.

Terkait dengan presentasi Sahroeni memberi pengarahan tentang mekanisme, di antaranya mahasiswa diminta untuk  memaparkan landasan teori, temuan di lapangan, dan sekaligus memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut. "Setelah presentasi harap guru pamong memberi pertanyaan, saran, kritik, dan masukan," ucapnya.

Setelah kegiatan berlangsung Azmil Amin, S.Ag. selaku guru pamong PAI ketika wawancara online mengatakan, bahwa program magang banyak membantu para mahasiswa calon guru. Karena mereka banyak memperoleh pengalaman di lapangan secara langsung. Mereka mengetahui secara langsung tantangan yang dihadapi dalam dunia Pendidikan zaman ini, harapannya mereka harus bisa memberikan solusinya dari tantangan tersebut.

Muchamad Machsun, salah satu peserta program magang 2, dari Prodi  Manajemen Pendidikan Islam, menyampaikan, dia telah mendapat banyak pengalaman berharga, di antaranya Ilmu dan pengalaman manajerial dalam sebuah unit PTSP yg belum pernah diketahui sebelumnya. Serta Pembentukan karakter seorang leader dalam unit kantor membutuhkan ketelatenan, kesabaran dan disiplin waktu kerja.

"Benar-benar saya mendapat ilmu baru di madrasah ini,  terutama terkait dengan Emis dan simpatika," ucap mahasiswa semester tujuh tersebut.

Reporter : Putri Chakiki

Editor.     : Oktiana Fitria Candra Vinata

 

Kamis, 10 Februari 2022 MTsN 7 Kediri kedatangan tamu dari MTsN 4 Nganjuk dalam rangka studi banding Adiwiyata dan Literasi. Kegiatan yang dipusatkan di meeting room MTsN 7 Kediri diikuti oleh kepala MTsN 4 Ngajuk dan 6 orang fungsionaris madrasah. Acara itu berlangsung kurang lebih 3 Jam.

Dalam sambutanya Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I, menyatakan ucapan terimakasih yang sebesar-sebesarnya, karena mau berkunjung bersilaturahim di madrasah kecil yang berlokasi di pinggir sawah. Zainuddin memaparkan tentang 9 program unggulan madrasah, di antara program Adiwiyata dan Literasi yang digulirkan pada tahun 2018. Program Adiwiyata saat ini mencapai Nasional, dan Literasi tidak hanya menulis buku ISBN, namun juga telah berkembang pada tulisan digital, dan berkolaborasi dengan program washatiyah atau moderasi beragama. Demikian juga program Adiwiyata telah menelurkan program baru yang dikemas dalam program madrasah anti sampah plastik.

Pernyataan  Zainuddin, disambut baik oleh Lukman Afif, kepala MTsN 4 Ngajuk, yang menyampaikan rasa kagumnya pada MTsN 7 Kediri, yang program dan prestasi-prestasinya yang luar biasa.  

Usai sambutan dari kedua kepala madrasah, Muhammad Zainuddin menyerahkan kenang-kenangan buku karya siswa dan guru, dan juga karya program Adiwiyata.


Kegiatan tersebut juga  diikuti oleh tim Literasi, Tim Adiwiyata, anak-anak jurnalis, penulis, dan duta Adiwiyata MTsN 7 Kediri. Dua tim tersebut mempresentasikan program dan kegiatan yang selama ini telah berjalan.

Tri Lestasi selaku ketua tim, memaparkan tentang tahap-tahap Adiwiyata mulai dari persiapan Adiwiyata tingkat kabupaten hingga tingkat Nasional. Juga tentang pembiasaan- pembiasaan yang dilakukan oleh siswa, bagaimana mereka menjaga lingkungannya baik di madrasah maupun di rumah. Guru matematika itu juga menjelaskan tentang kelengkapan portofolio yang dibutuhkan untuk mempersiapkan Madrasah Adiwiyata mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat nasional.

M. Maghfur Qumaidi salah satu pembina Madrasah Literasi memberikan pemaparan tentang program literasi madrasah. Dia menyoroti tentang kondisi klasik tingkat literasi negara  kita yang masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

Maghfur juga menjelaskan tentang jenis-jenis literasi mulai literasi baca, tulis, digital, numerasi, dan lain-lain.

"Berliterasi itu yang penting menghasilkan karya, sehingga literasi bukan sebagai wacana atau sekadar bahan diskusi, 'ucap guru penulis 34 judul buku itu.

Maghfur juga menambahkan bahwa literasi di MTsN7 Kediri selalu merambah pada hal-hal baru. Saat ini Tim literasi bukan hanya mengembangkan menulis buku-buku ber-ISBN yang umum saja,  namun lebih dikhusukan pada buku-buku Islami dan moderasi. Selain itu jurnalistik yang dikembangkan juga bukan jurnalistik tempel di mading, melainkan jurnalistik digital, dengan menyajikan berita-berita secara online, sehingga setiap peristiwa dapat dibaca oleh publik secara langsung. Majalah didik Islam juga terus berupaya ditingkatkan kualitasnya, dan mengurangi plagiasi, harapannya tahun depan ber-ISSN. 

Program SKAL di Madrasah juga tidak lagi membuat paper tetapi menulis tentang wisata atau tempat-tempat yang dijadikan sebagai obyek SKAL. "Dari pada ditugasi membuat Paper 30 halaman, setelah itu sia-siap, lebih baik anak-anak diberi tugas menulis 300 sampai dengan 400 kata, setelah itu dijadikan buku antologi. Karya itu nanti bisa jadi bahan bacaan literasi baca adik kelasnya atau orang lain,"  imbuh Maghfur,

Guru yang aktif di IGMPL Jatim itu, juga memaparkan, bahwa anak-anak harus dimotivasi dengan moto-moto yang menarik, " Menulislah Suatu saat bukumu yang akan membawamu, bukan kamu yang akan membawa bukumu," moto itu ternyata telah terbukti ada dua siswa kami yang dijadikan instruktur pemateri nasional, artinya dengan buku itulah, dia akhirnya mendapatkan kesempatan untuk tampil di hadapan publik. 

Saat ini, moto itu berubah, "Muda Kaya dengan Pena," artinya kemampuan menulis ini dapat menjadi bekal menuju kemandirian. Mereka kita kenalkan platform-platform digital, yang mendapatkan bayaran dari tulisannya. "Itu sama dengan tulisan yang ada dalam video itu,  suatu saat kata-kata itulah yang akan menghidupi dirinya," ucap Maghfur sambil menunjuk video yang terpampang di layar.


Istiqomah, korlap Tim Adiwiyata di sela-sela presentasi literasi, juga menambahkan bahwa saya tadi melihat apa yang disampaikan Pak Maghfur tentang kepala madrasah menulis, pengawas menulis, guru menulis, dan siswa menulis. Sesungguhnya dalam Adiwiyata juga seperti itu, ada kepala madrasah menanam, guru menanam, siswa menaman, dan bahkan tidak hanya di lingkungan madrasah, tapi juga di rumah. 

Tri lestasi juga menambahkan bahwa apa yang dipamerkan di depan adalah karya anak-anak, jadi ketika saya beritahu ada kunjungan mereka ada yang menawarkan ceks pisang, ujarnya.

Usai sela dari keduanya Maghfur melanjutkan bahwa, "Kami akan berusaha menerbitkan buku secara gratis, sebab kami tidak ingin menghambat anak-anak untuk berkreasi lewat buku-buku, dan kami sudah bekerjasama dengan penerbit tersebut. Alhamdulilah kini anak-anak bisa menulis sebanyak-banyak tanpa dibebani oleh biaya sepeser pun. Kami membuat tim penerbitan di interen madrasah, yang terdiri dari pembimbing, editor, layout, dan penelaah."

"Insyallah, buku-buku cerita Islami akan segera terbit," pungkasnya.


Reporter. : Zarit Salsabila Azzahro, Putri Chakiki

Kameramen: Erni Kurniawati

Editor.           : Nuzulin Ladayka Nur







 

Rabu, 5 Februari 2022. Ekstrakulikuler Jurnalistik teropong madrasah mengadakan pemilihan pengurus baru. Kegiatan tersebut digelar mengingat masa bakti pengurus lama telah habis untuk menduduki masa jabatannya. Acara tersebut dihadiri oleh 34 anggota tim jurnalis, mulai kelas 7 sampai dengan kelas 9. Pelaksanaanya berlangsung di masjid MTsN 7 Kediri.

   Menurut Elhala Nur Habibah, salah satu pengurus lama, bahwa pemilihan pengurus harus segera dilaksanakan, agar kegiatan jurnalistik aktif kembali, sebab pengurus lama mayoritas merupakan kelas 9, yang sebentar lagi mengikuti ujian akhir, dan ingin berkonsentrasi untuk belajar.
   Pendapat senada juga  disampaikan Dinda Aulia Yuli Astari, bahwa dia ingin konsen pada ujian akhir, sehingga perubahan struktur harus segera dilaksanakan



   Acara berlangsung sangat demokratis dan dramatis. Setelah para kandidat menyampaikan visi misi, dan juga tanya jawab dengan para anggota, Nuzulin Ladayka Nur kelas 7C  mendominasi perolehan suara dengan jumlah suara 16 pemilih. Dia berhasil mengalahkan kandikdat  lain, di antaranya Putri Chakiki dengan perolehan 8 suara, Raihan 6 suara,  Okti 2 suara, Erni 2 suara,  Rofi Nuril dan Avansa 0 suara.

   Pemilihan yang dipimpin oleh Zarit Salsabila Azzahro itu akhirnya menetapkan Nuzulin Ladayka Nur sebagai ketua dan Putri Chakiki sebagai wakil ketua tim Jurnalis pada periode 2022/2023. Kemudian keduanya bersama tim lain melengkapi formasi kepengurusan tim jurnalistik pada periode tersebut.



 "Sebenarnya saya telah membaca potensi yang luar biasa pada seluruh anggota tim, dan ingin menyimpan anak kelas 7 agar muncul tahun depan. Kejadian ini benar-benar luar biasa, potensi-potensi kepemimpinan itu tak bisa dibendung, dan muncul pada hari ini," ungkap Maghfur selaku pembina jurnalis. Dia juga berpesan meski dipimpin kelas 7, anggota yang berada di kelas 8 diharapkan tetap semangat dan kompak, karena ini adalah tim, yang tidak bisa bekerja sendiri. Demikian pula kelas 9, agar ikut membimbing adik-adiknya.

   Muksin Zeni Suprana, selaku Waka kesiswaan berpesan agar jurnalis untuk lebih aktif, dan proaktif terhadap kegiatan-kegiatan di kejurnalistikan. Sebagai pengurus baru juga harus mampu membuat program mengerakkan anggotanya.

Reporter: Zarit Salsabillah Azzahro
Editor: Niha Hanum Salsabila

Senin, 31 Januari 2022. Seperti biasa, setiap hari Senin  seluruh civitas MTsN 7 Kediri mengadakan upacara. Namun kali ini berbeda, bapak kepala madrasah memberikan penghargaan kepala seluruh siswa siswi madrasah yang berprestasi, baik bidang akademik maupun non akademik. Prestasi tersebut meliputi Penulis Cerita Islami, Porseni dan Juara paralel pemilik jumlah nilai tertinggi.  Tsanawiyah Negeri 7 Kediri.

Dalam amanatnya Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I., menyatakan tentang rasa bangganya pada prestasi yang diperoleh para siswa madrasah. "Oleh karena itu, adanya penghargaan ini marilah kita gunakan sebagai motivasi untuk meningkatkan dan memperbanyak prestasi kita dalam lingkup Kabupaten, Provinsi, Nasional bahkan Internasional." ucap-Nya.



Momen penting pada hari ini juga membantu mengedepankan madrasah lebih maju, lebih berprestasi seperti perkataan Kementerian Agama RI. 

"Madrasah hebat bermartabat, Madrasah mandiri berprestasi, Madrasah digital dan Madrasah Go Internasional. Dengan harapan untuk mewujudkan bersama-sama serta mendukung program yang memiliki peluang besar." pesan Zainuddin.

Selain itu, dia juga mengingatkan, bahwa

Indonesia masih pada angka naik turun, pandemi covid-19 masih beredar. Sebagai kepala Zainuddin megintruksikan kepada seluruh siswa/siswi, bapak dan ibu guru, karyawan/karyawati serta mahasiswa dan mahasiswi magang dari IAIN Kediri. 

Tetap menjaga protokol kesehatan. Agar masker jangan sering dilepas, rajin mencuci tangan atau menggunakan handsanitizer karena ada beberapa informasi dari sekolah atau madrasah lain terjalani lockdown kembali. 

"Oleh karena itu, mari kita menjaga kesehatan diri. Supaya madrasah kita masih bisa menjalankan kegiatan belajar mengajar tatap muka dan terhindar dari dampak covid-19." pesan kedua dari Zainuddin tentang pandemi covid-19 yang masih merajalela.

Sebelum menutup amanat, Zainuddin berterima kasih kepada para pengurus OSIS dan semua bapak dan ibu guru sebagai bentuk Nasionalisme karena upacara serta kegiatan penghargaan. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada bapak ibu yang telah membimbing siswa siswi hingga mendapatkan prestasi yang membanggakan.

Niha Hanum Salsabilla salah satu siswa penulis mengatakan "Saya merasa sangat bersyukur karena Allah telah mengijabah doa-doa yang saya panjatkan selama ini. Mampu menyelesaikan buku pertama saya merupakan kebahagiaan tersendiri untuk saya. Dan terimakasih juga kepada bapak ibu guru, orang tua, dan teman-teman yang telah memberikan saya apresiasi hingga sampai sejauh ini. Terimakasih juga kepada MTsN 7 Kediri sebagai wadah untum saya mewujudkan salah satu cita-cita yang telah hampir saya gapai, menerbitkan buku."

Satu siswi juara paralel, Dania dari kelas sembilan unggulan (A).

"Semoga bisa seterusnya ada kegiatan memberi penghargaan seperti itu supaya siswanya tambah semangat serta kesan untuk kegiatan ini, senang sekali dan merasa bangga karena belum itu yang pertama kali." pesan dan kesan yang disampaikan oleh Dania.

Jibril Adam Faizuna. Juara pada bidang porseni yakni KSM se-Kabupaten.





"Ya, pastinya seneng dan bangga banget. Saya semakin termotivasi melihat banyak temen-temen lain yang berprestasi. Berterima kasih kepada Bapak Kepala Madrasah yang sudah memberikan penghargaan serta kepada para guru pembimbing dan teman-teman yang sudah mendukung saya selama ini. Tidak lupa bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang besar ini kepada saya." ucap Jibril pada wawancara saat usai kegiatan penghargaan.

Perwakilan Juara Lomba Moderasi Beragama oleh Imelda Raya Ariyanto kelas sembilan (A). Kesan yang diberikan oleh Imel, "Kaget dan sangat senang karena bisa memenangkan Lomba pada Hari Santri menyangkut moderasi beragama."

Adapun pemenang lomba tersebut, antara lain, 

Puisi Moderasi

Rayya Letisya 7c

Rachmad Pradana 9h

Gusti Rahma 9f

Poster Moderasi

Imelda 9a

Nadya S 8h

Maulida 8e

Diba'iyah

Alma Husna dkk 9b

Aiera dkk 7j

Aisyah dkk 7e

Senin, 31 Januari 2022. Seperti biasa, setiap hari Senin  seluruh civitas MTsN 7 Kediri mengadakan upacara. Namun kali ini berbeda, bapak kepala madrasah memberikan penghargaan kepala seluruh siswa siswi madrasah yang berprestasi, baik bidang akademik maupun non akademik. Prestasi tersebut meliputi Penulis Cerita Islami, Porseni dan Juara paralel pemilik jumlah nilai tertinggi.  Tsanawiyah Negeri 7 Kediri.

Dalam amanatnya Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I., menyatakan tentang rasa bangganya pada prestasi yang diperoleh para siswa madrasah. "Oleh karena itu, adanya penghargaan ini marilah kita gunakan sebagai motivasi untuk meningkatkan dan memperbanyak prestasi kita dalam lingkup Kabupaten, Provinsi, Nasional bahkan Internasional." ucap-Nya.

Momen penting pada hari ini juga membantu mengedepankan madrasah lebih maju, lebih berprestasi seperti perkataan Kementerian Agama RI. 

"Madrasah hebat bermartabat, Madrasah mandiri berprestasi, Madrasah digital dan Madrasah Go Internasional. Dengan harapan untuk mewujudkan bersama-sama serta mendukung program yang memiliki peluang besar." pesan Zainuddin.

Selain itu, dia juga mengingatkan, bahwa

Indonesia masih pada angka naik turun, pandemi covid-19 masih beredar. Sebagai kepala Zainuddin megintruksikan kepada seluruh siswa/siswi, bapak dan ibu guru, karyawan/karyawati serta mahasiswa dan mahasiswi magang dari IAIN Kediri. 

Tetap menjaga protokol kesehatan. Agar masker jangan sering dilepas, rajin mencuci tangan atau menggunakan handsanitizer karena ada beberapa informasi dari sekolah atau madrasah lain terjalani lockdown kembali. 

"Oleh karena itu, mari kita menjaga kesehatan diri. Supaya madrasah kita masih bisa menjalankan kegiatan belajar mengajar tatap muka dan terhindar dari dampak covid-19." pesan kedua dari Zainuddin tentang pandemi covid-19 yang masih merajalela.

Sebelum menutup amanat, Zainuddin berterima kasih kepada para pengurus OSIS dan semua bapak dan ibu guru sebagai bentuk Nasionalisme karena upacara serta kegiatan penghargaan. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada bapak ibu yang telah membimbing siswa siswi hingga mendapatkan prestasi yang membanggakan.


Pernyataan dari siswa maupun siswi yang mendapatkan prestasi akademik dan non akademik. Satu siswi penulis, Niha Hanum Salsabilla mengatakan "Saya merasa sangat bersyukur karena Allah telah mengijabah doa-doa yang saya panjatkan selama ini. Mampu menyelesaikan buku pertama saya merupakan kebahagiaan tersendiri untuk saya. Dan terimakasih juga kepada bapak ibu guru, orang tua, dan teman-teman yang telah memberikan saya apresiasi hingga sampai sejauh ini. Terimakasih juga kepada MTsN 7 Kediri sebagai wadah untum saya mewujudkan salah satu cita-cita yang telah hampir saya gapai, menerbitkan buku."

Satu siswi juara paralel, Dania dari kelas sembilan unggulan (A).

"Semoga bisa seterusnya ada kegiatan memberi penghargaan seperti itu supaya siswanya tambah semangat serta kesan untuk kegiatan ini, senang sekali dan merasa bangga karena belum itu yang pertama kali." pesan dan kesan yang disampaikan oleh Dania.


Jibril Adam Faizuna. Juara pada bidang porseni yakni KSM se-Kabupaten.

"Ya, pastinya seneng dan bangga banget. Saya semakin termotivasi melihat banyak temen-temen lain yang berprestasi. Berterima kasih kepada Bapak Kepala Madrasah yang sudah memberikan penghargaan serta kepada para guru pembimbing dan teman-teman yang sudah mendukung saya selama ini. Tidak lupa bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang besar ini kepada saya." ucap Jibril pada wawancara saat usai kegiatan penghargaan.

Perwakilan Juara Lomba Moderasi Beragama oleh Imelda Raya Ariyanto kelas sembilan (A). Kesan yang diberikan oleh Imel, "Kaget dan sangat senang karena bisa memenangkan Lomba pada Hari Santri menyangkut moderasi beragama."


Senin itu, senin yang paling membanggakan dan penghargaan yang sangat berarti untuk memotivasi seluruh siswa dan siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Kediri.  

Reporter. : Elhala Nur Habibah

Editor.      : Tim Jurnalistik






MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget