Teropong Madrasah

Latest Post

 19 Oktober 2021, hari ini kepala MTsN 7 Kediri telah melantik  pengurus OSIM periode 2021/2022,  pelantikan tersebut  bertempat di aula madrasah. Acara yang dilaksanakan secara terbatas itu dihadiri oleh jajaran Waka madrasah dan beberapa orang guru, serta 30 siswa dari pengurus OSIM lama dan baru.  

"Mudah mudahan OSIS yang baru ini lebih baik dari tahun sebelumnya dan memberikan prestasi sebanyak banyaknya," ujar Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I. dalam sambutannya.

Dia juga menyatakan, bagi pengurus OSIS  yang melanggar peraturan, akan diberi sanksi keras, lebih daripada siswa siswi yang lainnya.

Pelantikan OSIM kali ini cukup singkat, hanya berlangsung 1,5 jam, dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 08.30 WIB. Kegiatan rutin ini tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya, karena masih dalam suasana Pandemi.

"Harapan kami setelah ini, bisa mewujudkan visi dan misi yang pernah kami janjikan saat menjelang pemilihan ketua OSIM tempo hari," ungkap Jibril.

Pelantikan OSIM merupakan rutinitas biasa. Tujuan pelantikan ini untuk memperkuat kinerja pengurus OSIS. Harapanya setelah pelantikan, pengurus baru siap menjalankan program-program OSIM untuk periode 2021/2022. 

"Harapan saya  OSIM ini lebih baik dari pada yang sebelumnya, lebih produktif, inovatif, dan kreatif," ungkap Mukhsin Zeni, Waka kesiswaan.

Jibril Adam Faizuna, dan Haiden adalah ketua dan wakil ketua OSIM yang baru pada periode tahun 2021/2022. Keduanya memiliki tanggung jawab yang besar dalam menjalankan roda organisasi intra siswa madrasah. 

Reporter: Erni Kurniawati dan Naila

Kameramen: Hafidz Zuyyinarrahmah

Editor            : Dinda Aulya Zuli Astari

Kegiatan PTMT di MTsN 7 Kediri tidak hanya berada di dalam kelas tetapi juga berada di luar ruangan, di antaranya  menguatkan karakter moderasi beragama dan peduli lingkungan. 

Kamis, 14 Oktober 2021 melaksanakan kegiatan kerja bakti, yang biasanya dilaksanakan setiap hari jumat, biasa disebut kegiatan jumat bersih. Untuk kali ini dilakukan pada hari kamis,  agar terjadi keseimbangan kegiatan KBM di dalam kelas. 



Kerja bakti tersebut dikomando oleh waka Sarpras Abdul Kholik dan ketua Adiwiyata Tri Lestari. Siswa dibagi habis ke seluruh pojok madrasah. Sebagian guru mendampingi siswa di halaman depan, tengah, samping, dan belakang. Sedangkan guru yang lain membersihkan ruang guru. Begitu juga  staf tata usaha juga membersihkan kantor PTSP. 

Tujuan kerja bakti ini untuk menguatkan karakter siswa dalam menumbuhkan sikap Tasamuh, Awlawiyah dan Qudwah, sikap toleransi saling membantu, bekerja sama, mendahulukan yang utama.  Artinya mendahulukan kepentingan umum untuk menjaga kebersihan madrasah secara bersama-sama dan menjadi pelopor yang baik, tanpa menunggu perintah  dengan ikhlas. Kerja bakti ini dilakukan demi tercapainya tujuan bersama lingkungan madrasah yang bersih sehat dan terbebas dari sampah plastik. 

Reporter : Muhammad Zainuddin

Editor.     : Maghfur


Selasa, 13 Oktober 2021. Kemarin (12 Oktober 2021) Kepala MTsN 7 Kediri, Muhammad Zainuddin telah melaksanakan PKKM (Penilaian Kinerja Kepala Madrasah). Kegiatan tersebut dihadiri  dua orang asesor dari Kementerian Agama, Dra. Elok Farida, M.Pd.I, dan Nurul Faiqotul, M.Pd.I. Penilaian tersebut dimulai sejak pukul 07.30 WIB, bertempat di ruang barat PTSP.

Dalam pernyataannya Elok Farida mengatakan, bahwa tujuan PKKM adalah untuk untuk mengetahui efektifitas kinerja kepala madrasah, meningkatkan semangat dan kinerja kepala madrasah, melakukan pembinaan dan yang paling penting adalah promosi jabatan.

Sebelum itu Muhammad Zainuddin memaparkan capaian-capaiannya selama memimpin MTsN 7 Kediri, diantaranya tentang 9 program unggulan, yang terdiri dari Madrasah Adiwiyata, Madrasah Literasi, Madrasah Digital, Madrasah Ramah anak, madrasah sehat, Madrasah Siaga Kependudukan, Madrasah Washatyah, Madrasah Riset,  dan Madrasah Bilingual. Dia juga menyampaikan tentang kronologis program-program tersebut, hingga mencapai prestasi yang cukup membanggakan, mulai tingkat kabupaten hingga internasional.

Zainuddin juga menyatakan, bahwa keberhasilan yang dicapai ini bukan semata-mata kemampuan dirinya, namun juga semangat yang tinggi dari seluruh komponen madrasah untuk ikut bersama-sama memajukan madrasah. "Sengaja dalam kegiatan ini saya mengajak Waka, guru, dan staf, karena hasil kerja kepala madrasah berada di tangan bapak ibu semua," ungkapnya. "Meski kami berusaha melengkapi instrumen, mungkin masih banyak kekurangan, untuk itu kami  mohon bimbingan dari ibu-ibu asesor bilamana masih ada kekurangan," Sambungnya.


Dalam pelaksanaan PKKM kedua asesor memeriksa semua dokumen yang diperlukan untuk penilaian. Dokumen-dokumen telah di siapkan oleh Tim yang sejak beberapa minggu yang lalu. Usai pemeriksaan dokumen Elok memberikan penilaian yang luar biasa. “Kalau toh ada kekurangan itu wajar, saya berharap dalam akreditasi madrasah yang akan datang MTsN 7 Kediri mendapatkan nilai baik sekali,” pungkasnya.



Nurul Faiqotul, juga memberikan penilaian yang sangat luar biasa, karena semua dokumen yang disiapkan sesuai dengan standar yang menjadi acuan penilaian. “Saya adalah asesor tahun lalu, dan catatan kekurangan semua sudah dilengkapi,” ucapnya dengan wajah semringah. “Rasanya saya tidak ingin memeriksa, karena gambaran sekilas sangat baik, setelah saya cek, ternyata benar-benar lengkap,” ungkap perempuan itu dengan wajah berbinar dan penuh semangat. 

Sahroeni selaku ketua Tim PKKM menyatakan penilaian Kinerja terdiri dari empat komponen, antara lain, Usaha pengembangan madrasah, pelaksanaan tugas managerial, pengembangan kewirausahaan, supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan. Selain itu Waka kurikulum itu juga mengungkapkan bahwa untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan program ini dibutuhkan keterlibatan semua pihak. "Di sini semua kami libatkan, terutama pihak yang terkait langsung dalam penanganan program-program madrasah. Semakin banyak yang terlibat atau melihatkan diri semakin baik. Ini juga merupakan salah satu bentuk loyalitas guru dan karyawan kepada madrasah." ucapnya.



Usai kegiatan berakhir Zainuddin menyerahkan buku karyanya yang berjudul Madarasah Anti sampah plastik Penyumbang kelestarian lingkungan, dan 5 buku karya siswa yang berjudul  Destinasi wisata bumi Kediri jilid 1 dan 2, serta dari kitab kuning kitab klasik untuk Islam lebih moderat.

Reporter : Sri Ambarwati, Niha Hanum            kamerawan : Raygita 

Editor.      :  Maghfur, Rahma 






 Sabtu, 02 Oktober 2021. MTsN 7 Kediri mengadakan pemilihan ketua OSIS dan wakil ketua OSIS yang dilaksanakan secara langsung di Aula madrasah yang berada di lantai dua madrasah. Semua siswa siswi MTsN 7 Kediri mengikuti acara pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS. Kegiatan ini diadakan pada pukul 07.30-11.30 WIB. Bagi siswa siswi yang mencoblos pasangan calon OSIS, sebelum memasuki ruangan siswa siswi wajib menggunakan handsanitizer.


Siswa siswi mengambil kertas pemilihan OSIS di meja guru selesai mengambil kertas OSIS siswa siswi ke bilik 1, 2, dan 3 untuk mencoblos pilihan OSIS yang terbaik.

Defa Azalina adalah salah satu murid yang berhasil diwawancarai mengatakan "Acara tersebut berjalan dengan lancar tetapi dia belum mengenal salah satu pasangan kandidat tersebut alhamdulillahnya dia sudah melihat mereka  dari youtube MTsN 7 Kediri dia juga mengatakan insyaallah dia sudah memilih yang terbaik, harapannya untuk calon ketua OSIS dan wakil ketua OSIS adalah bisa memajukan MTsN 7 Kediri ini"



“Alhamdulillah acara hari ini berjalan dengan lancar, mulai dari penjaringan lewat tes tulis sampai dengan wawancara OSIS kemarin” ujar Sri Poerwati.



“Untuk kendalanya InsyaAllah tidak ada, kalau belum pandemi kemarin kan lebih meriah dan dapat mempersingkat waktu karena bisa dengan serentak memilih secara bersamaan, tapi kalau sekarang karena ada pandemi kegiatan ini menjadi dibatasi dan kita masih harus mematuhi prokes akhirnya ada pembagian jadwal pencoblosan, mungkin kalau tidak ada pandemi kegiatan ini bisa terlaksana lebih cepat, waktu paling lama mungkin sekitar satu hari” lanjutnya.

Kenapa 3 anak ini menjadi kandidat?

“Karena sesuai dengan kualifikasi yang dijaring mulai dari tes tulis sampai dengan tes wawancara insyaallah enam orang ini memiliki kompetensi yang kita butuhkan sebagai kandidat” jawab Sri Poerwati. 

Pemilihan OSIS dilaksanakan pada hari sabtu dan rabu. Bagi kelas 7 dan 9 pada hari sabtu dan kelas 8 pada hari rabu. Pemilihan OSIS. Pemilihan akan berlanjut hari rabu dan akan diumumkan siapa yang terpilih menjadi OSIS di MTsN 7 Kediri

Penulis: Vina 8C, Aisy 8B

Editor  : Kiki 8D

Kameramen; Kiki

1 Oktober 2021. Keterbatasan lokasi karena tumpukan material, proses rehap gedung baru, tidak mengurangi semangat civitas MTsN 7 Kediri untuk melaksanakan upacara bendera memperingati hari kesaktian Pancasila. Untuk menyiasati keterbatasan lokasi, serta dalam rangka PTM terbatas,  format upacara dengan metode luring dan daring. Untuk Bapak dan ibu guru, staf tata usaha, dan wakil-wakil siswa melaksanakan upacara langsung di halaman madrasah, sedang siswa-siswa lain melalui jaringan youtobe. Agenda yang bertajuk  “Selamat Memperingati Hari Kesaktian Pancasila Sebagai Wujud Kita Terhadap Wawasan Kebangsaan Dan Patriotisme, Indonesia Tangguh Berlandaskan Pancasila.” tersebut dimulai pukul 07.00 WIB.

Kepala Madrasah Muhammad Zainuddin bertindak sebagai isnpektur upacara, adapun yang bertugas dalam kegiatan tersebut, antara lain:  Pemimpin Upacara; Nova Cena Ary Sasongko (9H), Pengibar Bendera; Nadya Nahda Desiana (9C), Nabiha Ayu Mardhatillah (9C), Amanda Salsabila Kumala Santy (9J), Protokol: Shery Oktavia Widyadhari (8C) Pembawa teks Pancasila: Rizqi Vickatia Pradana (8G), Pembaca Ikrar Pancasila : Abda Ibad Abadan  (9H), Pembaca Naskah UUD 1945: Zarit  Salsabillah Azzahro (9I),  dan Dirigen: Fredlina Farah (9I), dan Pembaca Doa;Irfan Almuradif (8A).

Dalam amanatnya, Zainuddin menyampaikan, bahwa Kesaktian pancasila telah teruji dengan peristiwa besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yaitu G30S/PKI. Pancasila  sebagai ediologi bangsa tidak tergoyahkan. Saat ini dibutuhkan semangat Patriotisme dan Wawasan kebangsaan untuk menumbuh kembangkan nilai-nilai pancasila agar tidak tergerus oleh isu-isu yang  radikal membenturkan agama dan pancasila. “Perlu di ingat bahwa pancasila tidak bisa di benturkan dengan agama karena pancasila terpadu dengan agama, nilai-nilai agama  terimplementasi pada 5 sila pancasila, Pancasila sebagai dasar negara mengayomi dan melindungi umat beragama untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya,” ungkapnya.  

“Beragama yang benar sudah jelas juga mengamalkan pancasila, Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa menuntun kita untuk menjalankan Agama dengan baik dan benar, secara otomatis akan menjiwai ke 4 sila dibawahnya yaitu kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah dan keadilan. Habluminaalloh dan hablumminannas tercapai,” tambah Zainuddin. 

“MTsN 7 Kediri dengan program Madrasah wasathiyah, sangat tepat untuk menumbuhkan wawasan kebangsaan dan patriotisme mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan NKRI, karena nilai-nilai islam wasathiyah jika di terapkan dengan baik dan benar dapat menjadi pertahanan untuk menjaga ke utuhan NKRI, seperti Tawazun (berkeseimbangan), toleransi (tasamuh), tidak diskriminasi (musawah) dan muwathonah (mengakui keberadaan negara). Pasti tercipta Indonesia tangguh berlandaskan Pancasila. NKRI harga mati,” kata zainuddin sebelum mengakhiri amanatnya.

Peringatan Hari kesaktian Pancasila ini sangat penting, untuk generasi muda saat ini, agar nilai-nilai Pancasila tetap dijiwai. Sebab banyak generasi muda saat ini yang mulai melupakan nilai-nilai luhur pancasila, ucap Juaini, guru PKN MTsN 7 kediri, usai pembubaran upacara tepat pukul 08.00 WIB.

Reporter: Sri Ambarwati (Humas)

Editor      : Maghfur




MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget