January 2022

Rabu,  19 Januari 2022 Komite MTsN 7 Kediri menyerahkan gedung baru yang berfungsi sebagai Meeting Room kepada kepala MTsN 7 Kediri. Pembangunan gedung yang dibangun memakan waktu 3 bulan tersebut telah siap pakai. Gedung tersebut berada di lantai dua sebelah timur, tepatnya di atas kantin madrasah, dan berada di antara ruang kelas. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus komite, dewan guru, dan pegawai madrasah.

Menurut Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I, "bahwa gedung tersebut sebenarnya sudah direncanakan lama, bersamaan dengan pembangunan ruang kelas baru. Namun, sambil menunggu pendanaan gedung ini baru terealisasi sekarang."  Dia juga menyatakan, pembangunan ini dilaksanakan sekalian, karena bersamaan dengan gedung dari PUPR. "Sekalian, mengubah tata letak gedung, dan perubahan sarana prasarana," ucapnya. 

Zainuddin berharap gedung ini dapat dimanfaatkan dengan baik, untuk keperluan pendukung pendidikan.

Diawal sambutanya Zainnudin juga menyatakan kegembiraannya karena seluruh unsur komite madrasah dapat hadir, hanya dia menyesal karena ketua H. Mohammad Rifaim, yang seharusnya menyerahkan gedung ini telah menghadap illahi. Zainudin juga mengingatkan tentang jasa-jasa bapak Rifaim dalam mendampingi MTsN 7 Kediri.

Nurhadi Wiyono, Pengawas Komite Madrasah yang mewakili pengurus menyatakan tentang kekurangan pengurus komite yang belum bisa memberikan banyak, namun dia berharap gedung baru ini membawa manfaat untuk perkembangan dan kemajuan madrasah.

Sebagai penutup KH Mahfudz, mengingat tentang bagaimana dirinya dan Bapak H. Rifaim menjadi komite madrasah sejak tahun 2007. Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Giri itu juga memberi mauidhoh agar jariah yang sudah ada tetap dipelihara, karena pahalanya akan terus mengalir. Ibarat pohon akan terus berbuah selama pohonnya masih hidup.

Acara tersebut diakhiri dengan pemotongan tumpeng yang berjumlah 7 buah, dan dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis dari komite kepada Kapala madrasah.

"Ini jumlah tumpengnya 7 karena namanya MTsN 7 Kediri, " kelakar Zainuddin.


Reporter : Zarit Salsabila 

Editor      : Elhala Nur Habibah

 


Oleh: M. Maghfur Qumaidi

Toleransi dan sikap terbuka telah menjadi budaya masyarakat Bali sejak lama, bahkan mungkin bersamaan dengan adanya masyarakat Bali itu sendiri Menurut beberapa sumber, bahwa agama-agama yang ada di pulau Bali bisa hidup berdampingan. Mereka bisa saling menghormati dan memahami setiap keyakinan yang dipeluk oleh orang lain.

Masyarakat yang berbeda keyakinan saling bahu membahu  dalam beraktivitas, bahkan terkait dengan upacara keagamaan. Ada kejadian yang sangat menarik ketika agama Islam melaksanakan shalat Idul Fitri, bersamaan dengan hari besar agama Nasrani. Pemeluk agama Nasrani rela mengundurkan waktunya, karena memahami bahwa pelaksanaan shalat Id waktunya harus tepat dan tidak dapat ditunda. Demikian pula masyarakat Hindu memahami tentang makanan apa yang tidak boleh dimakan oleh umat Islam. Maka dalam upacara keagamaan makanan yang diantar pada orang lain yang berkeyakinan muslim juga menyesuaikan.


 Umat Hindu tidak memberikan makanan yang mengandung unsur babi, karena memahami bahwa bahwa babi tidak boleh dikonsumsi oleh umat muslim.

Demikian pula ketika terjadi hari raya Nyepi, dalam ajaran Hindu, umat Islam juga menyesuaikan untuk tidak menyalakan lampu.

Namun, ada hal yang lebih penting dari itu selain agama terdapat konsep ideal hidup bermasyarakat di Bali sebagai filosofi dari karma marga yang bersumber dari sistem nilai budaya dan adat istiadat masyarakat Bali untuk dapat hidup rukun. Menyama braya di sini juga memiliki makna plural, yakni menghargai perbedaan dan menempatkan orang lain sebagai keluarga.

Dengan nilai-nilai budaya tersebut, masyarakat pulau Dewata, meski mereka mempunyai keyakinan yang berbeda tidak mengagungkan ego mayoritas, dan menganggap bahwa kerena mayoritas harus diutamakan, dan merasa paling dihormati.

04 Januari 2022. MTsN 7 Kediri  mengadakan pembukaan program  magang untuk Mahasiswa IAIN Kediri. Kegiatan  tersebut di laksanakkan mulai pukul 07.53 WIB sampai pukul 09.03 WIB, serta dihadiri Kepala madrasah, wakil kepala madrasah, kepala urusan tata usaha, guru pamong, pembimbing, dan 37 Mahasiswa.

Dalam sambutannya, kepala MTsN 7 Kediri, Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I, menyampaikan ucapan terima kasih karena kepercayaan yang diberikan IAIN Kediri kepada MTsN 7 Kediri. Dia juga menyatakan, "Mahasiswa dan mahasiswi dari IAIN Kediri yang masuk dalam program magang di MTsN 7 Kediri akan mendapatkan bimbingan, arahan dan bantuan untuk menuntaskan kuliah. Untuk administrasi tidak perlu dipikirkan akan dibantu Tata Usaha dan Abdul Kholiq S.Ag." 

Usai sambutan Zainuddin melafadzkan kalimat basmalah, sebagai tanda kegiatan Magang telah dibuka. Santak semua yang hadir bertepuk tangan.

Ahmad Syamsudin, M.Kom., selaku dosen pembimbing menyampaikan, "Dari kampus sendiri, sudah belajar banyak. Sekarang, mahasiswa dan mahasiswi harus belajar langsung dari madrasah untuk program magang." Dia juga menyebutkan beberapa kota tempat mahasiswa IAIN Kediri melaksanakan program magang, di antaranya: Kediri, Blitar, Nganjuk, Malang dan Ngawi. 

Ucapan terima kasih Karena mendapat izin dan kesempatan disampaikan oleh ketua Magang. Dia mengharapkan teguran jika ada kesalahan. "Karena kami masih baru," ujarnya.

Sebelum  Muksin Zeni Supraba membacakan doa dalam acara tersebut,  Sahroeni, S.Pd, M.Si, Waka Kurikulum MTsN 7 Kediri memberikan pengarahan tentang teknis magang 1, 2, dan 3 dari mata pelajaran yang ada. Dia berpesan agar Mahasiswa magang Untuk aktif mengisi absen kehadiran dan ikut menyambut kedatangan siswa.

"Rekan mahasiswa dan mahasiswi saya harapkan ikut serta memantau pada jam pelajaran ke satu dalam membaca Al-Qur'an," ucap perempuan yang disapa akrab Bu Eni.

Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan yang sangat ketat, mengingat virus covid-19, masih harus diwaspadai.


Reporter     : Zarit Salsabila Azzahro

Kameramen: Elhala Nur Habibah

Editor          : Erni Kurniawati.

MTsN 7 Kediri menggelar Upacara Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama Republik Indonesia ke-76 Pada hari  Senin, 3 Januari 2022.  Upacara tersebut di ikuti oleh seluruh Guru, karyawan, dan pengurus OSIS.  Untuk peserta didik yang lain mengikuti secara daring melalui youtube.

Untuk Hari Amal Bakti  kali ini bertema "Transformasi Layanan Umat." Dengan tema tersebut diharapkan seluruh institusi di lingkungan Kementerian Agama menjadi lebih baik.

Dalam upacara terebut, Muksin Zeni Supraba, membacakan pidato Menteri Agama. Dalam pidato tersebut, Gus Yaqud menyampaikan “Di usia yang ke-76 ini, Kementerian Agama harusterus berbenah. Prestasi yang telah diraih harus dipertahankan. Dan secara bersamaan, perlu terusberinovasi untuk mewujudkan Kementerian Agama yanglebih baik. Untuk itu, jadikan agama sebagai inspirasi.Jadikan agama sebagai penggerak yang dapat meningkatkan daya kreativitas.  Selain itu, jadikan pula Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama, yaitu Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab, dan Keteladanan,  menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi saudara sekalian selaku Pegawai Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama.”

Menteri Agama dalam pidatonya yang disampaikan oleh Muksin juga menyampian “Apa yang kemudian menjadi tagline Peringatan Hari Amal Bakti ke-76 Kementerian Agama, yaitu

Transformasi Layanan Umat akan dengan cepat dan mudah dilakukan. Transformasi yang dimaksud meliputi perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta peningkatan sarana dan prasarana atau infrastruktur yang mempercepat dan mempermudah kinerja Kementerian Agama dalam memberikan layanan kepada masyarakat.”

Saat ditemui oleh jurnalis Teropong Madrasah, Muksin Zeni mengatakan, "Semakin lebih kokoh kesatuan dan persatuan khususnya umat Islam dan seluruh Nusantara terutama dalam hal prestasi untuk ditingkatkan lebih dan ke jenjang internasional,"  

Reporter     : Elhana Nurhabibah

Kameramen: Puri Chakiki

Editor          : Erni Kurniawati

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget