Pertemuan Perdana Ekskul Jurnalistik Hadirkan Para Alumnus MTsN 7 Kediri

Kab. Kediri. 13/8/2022. Kegiatan ekstrakulikuler jurnalistik MTsN 7 Kediri telah dilangsungkan kembali setelah siswa kelas 7 dan 8 mengisi poling pilihan untuk mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler beberapa waktu yang lalu. Kegiatan ekstra perdana diikuti oleh 51 peserta, terdiri dari pengurus, peserta lama dan baru, dimulai sejak pukul 12.15 WIB hingga 14.00 WIB. Terlepas dari itu, hadir pula alumnus MTsN 7 Kediri yang dulu aktif sebagai jurnalis media Teropong madrasah, yang sengaja hadir menyemangati adik-adik alumninya. 

Kegiatan tersebut dipandu oleh M. Maghfur Qumaidi selaku koordinator pembina jurnalistik.

Dia menyatakan agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Karena banyak dari kegiatan ini menghasilkan siswa-siswa berprestasi. 

"Kakak-kakak yang ada di depan ini adalah di antara jurnalis yang berprestasi, yang sekarang melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Ada yang memenangkan lomba karya tulis ilmiah, lomba menulis cerpen, puisi, dan menulis novel," ungkap Maghfur.

"Kemarin kalian menerima daftar penawaran buku. Inilah penulisnya," ucap guru IPS itu sambil menunjuk Niha Hanum Salsabila penulis novel setebal 400 an halaman, dengan harga 145.000.

Maghfur juga menandaskan bahwa untuk program kita tahun ini bukan hanya jurnalis tulis, tapi juga jurnalis videografi. 

"Kalian akan dilatih menjadi presenter," tandas Maghfur dihadapan anak-anak jurnalis.

Dinda Auliya Astari, juga memberi motivasi tentang asyiknya mengikuti kegiatan jurnalistik, dan dia pun punya prestasi karena aktif di jurnalistik. Niha Hanum Salsabila juga memberi semangat pada anggota baru untuk giat mengikuti kegiatan jurnalistik. Demikian pula Hafidz yuzinarahmah juga memberikan motivasi senada.

Oktiana Fitria Candra Vinata kelas 9 sekretaris tim memberi syarat untuk menulis 150 kata bagi calon jurnalis baru.

"Ini hanya latihan untuk mengukur kemampuan, bukan tes. Saya tidak mengadakan tes. Karena nanti akan saya sesuaikan dengan hobi dan kemampuannya masing-masing. Misalnya yang suka nulis, akan saya jadikan penulis berita. Misalnya ada yang suka presentasi, akan saya latih menjadi presenter dan misalnya ada yang suka foto-foto, akan saya kembangkan di fotografi, dan lain-lain.  Jadi asal kalian aktif, maka kemampuan kalian akan berkembang," pungkas Maghfur.

Setelah menerima penjelasan semua diminta untuk menulis berita atau cerita, dan dikumpulkan paling lambat hari Minggu.

Setelah kegiatan usai seluruh anggota pulang ke rumah masing-masing.


Reporter        : Ananda Dwi Nabila Hasna

Penulis berita: Camila Fadhilah Arifin

Fotografer      : Avansa Syahputra Pratama, Muhammad Ihsan Al Khamid

Editor               : Nuzulin Ladayka Nur

1 Comments

  1. In 1476, a printing press was developed in England by William Caxton. Stephen Day was the best teapots with infuser primary to construct a printing press in North America, at Massachusetts Bay in 1628, and helped set up the Cambridge Press. Before inventing the printing press in the 1440s, Gutenberg had worked as a goldsmith. The skills and information of metals that he realized as a craftsman were crucial to the later invention of the press.

    ReplyDelete
Previous Post Next Post