Malaysia dan Indonesia hampir menjadi satu bangsa

 


Assalamu'alaikum wr.wb

Shalom

Om Swastiyastu

Sotthi Hottu

Wei De Dong Tian

Halo teman-teman ^_^

Kalian tahu nggak, kalau sebenarnya Malaysia dan Indonesia dulu mau jadi satu negara lho... bukan hanya Malaysia, bahkan Singapura dan Brunei Darussalam. Namun karena terjadi suatu masalah, akhirnya persatuan negara-negara tersebut tidak jadi dilakukan. Mau tau kisah lengkapnya? Simak terus ya ^_^


Dikutip Dari Chanel Hipotesa : 

Sebenarnya sejak negara Indonesia masih berupa kerajaan-kerajaan atau bisa disebut Nusantara, Indonesia dan Malaysia sudah menjalin hubungan sangat erat dengan Malaysia melalui Kerajaan Sriwijaya dari Indonesia dan Melaka dari Malaysia. Di Nusantara kerajaan-kerajaan ini tidak menghitung kekuasan melalui wilayah, namun melalui pengikut. Maka terjadilah hubungan yang sangat dekat antara kerajaan Sriwijaya Dan kerajaan Melaka, lalu terjadilah penjajahan. 

Pada zaman penjajahan, mereka mulai mengenal konsep batas wilayah. Konsep batas wilayah ini terjadi karena Inggris ingin menandingi Belanda yang mempunyai pusat perdagangan di Batavia (Sekarang menjadi Jakarta), karena pada saat itu Batavia menjadi wilayah kekuasaan Belanda. Lalu kedua negara ini menandatangani perjanjian yang di sebut Anglo Dutch Treaty pada 1824. Hal Inilah yang menyebabkan mulainya konsep perbatasan wilayah, Inggris di Malaysia dan Belanda di Nusantara. Lalu seorang warga Inggris bernama James Brooke menjadi raja di Wilayah yang kita kenal sekarang sebagai Sarawak dan sabah di kuasai oleh perusahaan North Borneo Company.  

Tahu kah kalian mengapa banyak etnis India dan China di Malaysia? Karena pada masa itu Inggris mendatangkan Kuli dan pekerja asing dari Tiongkok dan India yang berjumlah jutaan. Hal ini membuat bangsa Melayu semakin ditindas penjajah Inggris. Lama kelamaan para pribumi Melayu mulai curiga kepada pendatang India dan Tiongkok. Mereka merasa bahwa pendatanglah yang diuntungkan dalam penjajahan ini. 

Setelah beberapa kerajaan di Nusantara dan Melayu runtuh, pemuda Melayu dan Indonesia menjalin hubungan yang membuat Solidaritas antara pemuda pemuda melayu dan indonesia semakin erat dengan ditambahnya ideologi Nasionalisme serta aliran pemikiran anti imperialisme atau anti penjajahan. Para pemuda Malaysia dan Indonesia pun menjalin organisasi bersama di Universitas Al- Azhar (Kairo) dan Universitas Sultan Idris Training College (Malaysia). Disana banyak pemuda Indonesia dan Melayu yang menjalin organisasi bersama. Kemudian tumbuhlah gagasan-gagasan persatuan dan ide-ide lainnya. Ada yang menghendaki persatuan atas dasar Agama Islam, sampai persatuan dibawah Sosialisme dan Nasionalisme. 


Ibrahim Yacob pendiri dari Organisasi Persatuan Muda Melayu menginginkan  bukan hanya kemerdekaan dari inggris, namun juga menginginkan bersatu dengan Indonesia atas dasar kejayaan kerajaan Kuno seperti Sriwijaya dan atas dasar Nasionalisme. Kemudian pada 12 Agustus 1945, bertemulah Ibrahim Yacob dengan Soekarno - Hatta. Mereka Bertemu di BPUPKI dan di pertemuan yang singkat itu mereka menyetujui kemerdekaan yang diberikan oleh Jepang mencakup Indonesia, Malaya, dan bahkan sampai Borneo Utara lho... Wow! Namun karena kekalahan Jepang pada Perang Dunia ke 2, mimpi itupun Kandas. Terjadilah Vacum kekuasaan dan kekacauan di Nusantara. Sebenarnya Soekarno berpegang teguh kepada janji Jepang yang akan memberikan kemerdekaan Indonesia, tetapi kelompok pemuda mendesak agar kelompok tua segera memproklamasikan kemerdekaan. Inilah yang menyebabkan persatuan antara kedua bangsa ini tidak dapat di capai. Jepang belum sempat mengatur persatuan antara Malaysia dan Indonesia. Jadi jangan kira proklamasi yang terburu-buru hanya memunculkan dampak positif, negatifnya juga ada. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia diumumkan, Malaysia pun tertinggal. 


Sangat disayangkan sekali, padahal apabila Rencana persatuan sudah disusun dengan matang, mungkin kita sekarang bisa bersatu dengan Malaysia, Eits... belum tentu. Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, Indonesia harus berhadapan dengan agresi militer Belanda dan ditambah pula dengan kekalahan Kepang. Kemungkinan Setelah Jepang kalah, Indonesia akan dijajah penjajah lama kita, yaitu Belanda. 


Terima kasih ya sudah membaca artikel ini ^_^


Tetap berada di rumah dan apabila ingin pergi jangan lupa cuci tangan dan memakai masker. 


Wassalamualaikum wr.wb

Shalom

Om Swastiastu

Sotthi Hotu

Wei De Dong Tian


Sumber : Chanel Youtube Hipotesa. Judul Sejarah Ganyang 

Malaysia part 1

Daftar pusaka :

A Short History of Malaysia Penulis : Virginia Matheson Hooker Nusa dan Bangsa Melayu Penulis : Ibrahim Yaacob Indonesia and Malay Students in Cairo in the 1920’s Penulis : William R, Roff The Politics of Indonesia-Malaysia Relations Penulis : Joseph Chunyong Liow

Penulis artikel: Eky-9C

Editor: Din-8I

Post a Comment

[blogger]

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget