Sahabat tak Terlihat

Sahabat tak terlihat~

"Ami yuk sarapan dulu, sini!" Panggil bundaku yang sedang menyiapkan makan untuk keluarga kami. Kami adalah keluarga yang sangat bahagia. Keluarga kami harmonis. Aku sangat menyayangi keluarga kecilku. Setelah kami sarapan aku di antar ayahku ke sekolah. Sekolahku lumayan jauh dari rumah namun dekat dengan kantor ayah. Sesampainya di halaman sekolah, aku turun dari mobil, menutup pintu, lalu melambaikan tangan ku ke ayah.

Di sekolah, aku sangat bahagia karena aku memiliki teman yang sangat baik kepadaku namanya Rani dan Septi. Namun akhir akhir ini ada sesuatu yang menggangu proses belajarku. Seperti beberapa saat aku bisa melihat makhluk yang tak bisa dilihat oleh temanku. Namun itu hanya beberapa saat saja. Mereka semua akan hilang beberapa saat kemudian. Aku juga melihat ada dua sosok anak perempuan sebaya yang selalu melambai kepadaku. Anak itu seakan ingin mengajakku bermain bersama mereka. "Kriiiinggg..." Bel istirahat berbunyi. Aku segera mengajak Rani dan Septi menuju ke kantin. Sesampainya di kantin. Aku, Rani dan Septi segera membeli makanan yang kami sukai. Setelahku menaruh sepiring nasi pecel di tempat yang di duduki Rani dan Septi. Anak itu memanggilku lagi. Aku merasa penasaran dan langsung meninggalkan Rani dan Septi. Anak itu segera mengajakku ke suatu tempat setelah ku dekati dia. Dia mengarahkan ku ke hutan kecil belakang sekolah. Lalu mengajakku bermain. Rani dan Septi ternyata mengikutiku sedari tadi. Mereka melihatku. Dan menganggap ku anak aneh. Aku tidak memperdulikan mereka. Aku seperti terhipnotis oleh kedua anak itu. "Kriiiinggg..." Bel masuk berbunyi. Aku langsung kaget dan segera berlari ke kelas.
Ternyata Rani dan Septi telah menyebarkan berita itu. Teman teman sekelasku menganggapku anak aneh dan tidak boleh di temani lagi.
Sejak saat itu aku kehilangan dua temanku Rani dan Septi. Namun sebaliknya aku selalu ke hutan belakang sekolah untuk menemui dua anak itu. Ternyata nama mereka adalah Alexa dan Agisha. Mereka dulunya sahabat sejati di sekolahku. Namun mereka mengalami kecelakaan ketika mereka berangkat bersama. Mobil yang mereka tumpangi terlindas oleh truk. Pengemudi truk itu mengantuk dan kehilangan keseimbangan untuk mengemudi. Supir kendaraan yang mereka tumpangi bisa menyelamatkan diri, tetapi Alexa dan Agisha tidak terselamatkan. Mereka juga berpesan untuk memberi tahu keluarga mereka bahwa kedua anak itu sudah bahagia di dunia yang sekarang mereka tempati.
Ternyata keluarga mereka bekerja di perusahaan ayahku. Aku segera tahu karna mereka yang memberi tahuku saat aku berlibur di kantor ayah. Kini mereka menjadi sahabatku. Mereka selalu melindungi ku saat semua orang merundungku. Mereka kini yang bisa menghiburku saat aku tidak ada teman. Dan setiap bel istirahat berbunyi aku segera menuju hutan itu lagi. Atau sebaliknya Alexa dan Agisha lah yang akan menyusulku.
Ternyata bundaku mengetahui kabarku di sekolah. Aku bermain dengan anak yang tak terlihat. Bunda langsung mengatur jadwal dengan terapisku. Aku langsung dibawa menuju ke tempat terapisku. Dan menganjurkan obat obat kepadaku. Itu sama sekali tidak menolongku. Bundaku putus asa. Tapi aku suka dengan kehidupan ku yang sekarang. Aku tidak kesepian. Tetapi beberapa saat aku akan menjerit ketakutan. Saat aku melihat sosok dengan wajah rata atau malah kepala yang sudah retak.
Namun di sekolah aku tak kesepian lagi. Meskipun teman teman di kehidupan nyata menghindari kontak dengan ku. Hanya beberapa saja tapi mereka malah menertawakan ku dan merundungku dengan hal hal yang tidak pernah kulakukan. (Rah 7D)
Editor: Din 7i
Labels:

Post a Comment

Bagus menarik looo,,, jadiin buku kayaknya seru banget

[blogger]

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget