May 2022

Setelah tanggal 21 Mei 2022 dilaksanakan tes peserta masuk untuk program kelas reguler kelas 7 tahun pelajaran 2022/2023, hari ini diumumkan. Dalam pengumuman yang tertuang dalam Surat Keputusan kepala Madrasah Nomor: 034 Tahun 2022, tentang Hasil Tes Penerimaan Peserta Didik Baru Jalur Reguler Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Kediri Tahun Pelajaran 2022/2023, diumumkan sejumlah 211 dinyatakan diterima, 12 dinyatakan cadangan, 68 peserta dinyatakan tidak lolos. Selain itu terdapat 3 peserta yang bebas test karena prestasi yang dimiliki, yaitu atas nama Muhammad Bahrul Hikam, Naila Lutfiah, dan Arina Filmuna. Masing-masing dari MI Sultan Agung, MI GUPPI Roudhotut Tolibin, dan MI Nurul Huda.

SK Kepala Madrasah tentang PPDB

Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I., kepala MTsN 7 Kediri saat ditemui di ruang kerjanya menyatakan, bahwa Penerimaan siswa baru jalur reguler di MTsN 7 Kediri, diupayakan mendapat siswa-siswa yang unggul. Hasil Tes Seleksi PPDB tahun pelajaran 2022 2023 merupakan sebuah upaya dan jerih payah yang luar biasa dari semua panitia dan peserta semoga hasilnya membawa barokah.

Lampiran Pengumuman PPDB 

Pengumuman Lengkap PPDB bisa dilihat di Grup 

Sementara itu Muksin Zeni Supraba, Waka Kesiswaan dan sekaligus ketua panitia menyatakan, "Sebenarnya pihak madrasah ingin menerima semua peserta tes calon siswa baru, dikarenakan kapasitas atau rombel yang tidak mencukupi. Maka bagi siswa yang tidak diterima bisa mencari sekolah atau  madrasah yg diinginkan.

Sekali lagi dari pihak madrasah menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. "Semoga yang tidak diterima segera mendapatkan sekolah yang baik," tandasnya.

Muh. Hudlori, S.Ag,. M.Pd.I., salah satu calon wali murid, menyampaikan rasa senangnya karena anaknya bisa diterima di MTsN 7 Kediri. Dia juga mendoakan untuk madrasah, guru-guru, dan muridnya mendapatkan berkah dalam segalanya.

Demikian pula ungkap Dr. Fuad Faizi, MA. Dosen  IAIN Cirebon, yang  pernah menempuh pendidikan doktoral di Belanda, dalam program kerjasama Indonesia-Belanda. "Alhamdulillah, Anak saya bisa diterima di MTsN 7 Kediri," ungkapnya melalui wawancara virtual.


Reporter, Penulis, dan editor: Tim Jurnalistik

Minggu, 22 Mei 2022 MTsN 7 Kediri melaksanakan tes penerimaan peserta didik baru untuk program kelas reguler. Tes tersebut berlangsung mulai pukul 07.15 WIB hingga pukul 10.00 WIB, bertempat di gedung MTsN 7 Kediri. Para pendaftar tidak hanya berasal dari kabupaten kediri, tapi dari berbagai kabupaten lain, bahkan terdapat peserta terjauh yang berasal dari Banjarmasin Kalimantan.

Di hadapan ratusan peserta, Muhammad Zainuddin S.Pd., M.Pd.I. selaku kepala madrasah menyampaikan jumlah peserta yang telah daftar pada program reguler kali ini sebanyak 315 siswa, dan hanya akan diambil 215. Zainuddin mengingatkan agar semua peserta mengerjakan soal dengan sungguh sungguh. 

Pengarahan dari Kepala Madrasah dan Panitia Test PPDB

Di sela-sela kegiatan tes yang sedang berlangsung, saat wawancara dengan tim jurnalis, Zainuddin berharap penjaringan siswa baru melalui seleksi PPDB Tahu 2022/2023 di jalur reguler juga unggulan di MTsN 7 Kediri pada bulan mei peserta tes diharapkan benar-benar melaksanakan tes dengan sebaik-baiknya agar bisa diterima menjadi siswa MTsN 7 Kediri.

Peserta test menerima pengarahan

Sebelum masuk ruangan yang telah ditentukan, Nurul Latifal H.SS, M.PD. I. selaku koordinator tes memberikan pengarahan teknik pelaksanaan tes. Nurul juga mengarahkan para peserta agar pada peserta untuk segera menuju ruang masing - masing, untuk segera mengerjakan tes dengan baik. Dalam tes ini menggunakan media handphone atau laptop. 

Peserta dari Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan

Wali murid pengantar siswa berharap agar anaknya kelak mengerti lebih dalam tentang agama, akhlak dan mendapatkan pengetahuan yang lebih sepadan dengan akhlaknya. 

"Kualitas sekolah yang bagus dan memiliki sarana yang mumpuni untuk anak saya,,sekaligus juga dengan pendidikan agama yang sangat baik," ujar Devi, salah satu wali murid.

Peserta mengerjakan soal test ujian

Usai kegiatan berlangsung, Muksin Zeni Supraba selaku ketua panitia menyampaikan harapannya,  "Semoga bisa tersaring apa yang diharapkan oleh madrasah yaitu dalam bidang akademik dan non akademik untuk kemajuan madrasah, dan tetap berlomba-lomba dalam belajar karena persaingan keras di dalam kelas antara pelajar dari berbagai sekolah di kabupaten kediri." 

Peserta mengerjakan soal test ujian


Muksin menambahkan bahwa persiapan yaitu kepanitian dan juga pengawasan dalam ruang ujian, dan teknis dalam pengerjaan serta apel pagi untuk brifing calon peserta agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

"Besok akan diumumkan melalui web madrasah, media sosial, dan wa grup peserta," pungkas Waka bidang kesiswaan tersebut.

Usai mengikuti tes, Dinar, salah satu peserta tes mengungkapkan perasaannya yang campur aduk, antara senang, deg-deg an dan antusias. 

Peserta usai mengerjakan soal test ujian


Beberapa peserta lain juga mengatakan akan ketakutannya dan penasaran akan hasil akhir dari tesnya. Berharap semoga dapat diterima disekolah ini, karena minatnya untuk bersekolah di sini sangat besar.

Setelah melaksanakan tes para peserta dapat meninggalkan madrasah, dan menuju rumah masing-masing. 


Reporter         :Muhammad Ihsan Al Khamid

Fotografer      : Avansa Syaputra Pratama

Penulis berita : Camilla Fadhiilah Arifin

Editor                 Nuzulin Ladayka Nur

Sabtu, 21 Mei 2022, kepala MTsN 7 Kediri didampingi empat wakil kepala Madrasah telah melangsungkan wisuda Purna siswa MTsN 7 Kediri. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Pare. Acara dimulai sejak pukul 08.00, dan dihadiri oleh siswa kelas 9 dan wali murid, para tamu undangan terdiri muspika, perwakilan SD MI, Komite, dan pihak-pihak terkait.

Siswa didampingi wali murid usai menerima  penghargaan dari Bapak Kepala Kemenag kab Kediri.

Dalam sambutanya Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I. menyampaikan jumlah wisudawan purna siswa MTsN 7 Kediri angkatan 27 sebanyak 358 siswa. Dia juga mengucapkan terimakasih  seluruh kepada mitra kerja yang mendukung kemajuan pendidikan di madrasah. 

Kepala MTsN 7 Kediri didampingi wakil Kepala Madrasah.

Usai kegiatan wisuda, Zainuddin juga menyampaikan bahwa sebagian besar anak-anak sudah banyak yang di terima pada jenjang yang lebih tinggi, yang istimewa ada siswa kita diterima di MAN IC Pasuruhan . Sedangkan yang lain di MAN 1 Kota Kediri, MAN 2 Kota Kediri, dan masih banyak lagi di MAN lain dan SMA. 

Wisudawan dan wisudawati MTsN 7 Kediri


Zuhri, S.Ag.M.Si., menandaskan tentang  harapan semua MTs yang ada di kediri termasuk MTsN 7 Kediri harus menjadi madrasah yang unggul. Karena madrasah itu merupakan salah satu warisan untuk perjuangan rasulullah dan membuat karakter anak-anak yang tawaduk, inilah yang tidak bisa diimbangi oleh sekolah yang lain. 

Selain itu Kepala Kemenag kab Kediri juga menyampaikan bahwa MTsN 7 Kediri telah berhasil melahirkan penulis-penulis, mungkin tidak banyak dimiliki oleh sekolah lain. Sebelum itu dia juga memberi motivasi, bahwa "Suatu saat kalian lah yang akan berdiri di depan menggantikan saya, untuk itu belajar dengan sungguh-sungguh dan berdoa."

Pasukan pembuka kegiatan dari Pramuka (Matsanetu)

Dalam acara tersebut Madrasah juga memberikan kepada penghargaan pada siswa-siswi madrasah yang berprestasi diantaranya :

Peringkat 1 paralel kelas unggulan diraih oleh Ahmad Walid Amirudin kelas 9J.

Peringkat 2 paralel kelas unggulan diraih oleh Dania kelas 9A, dan 

Peringkat 3 paralel kelas unggulan diraih oleh Isna Ariefatul Muhima kelas 9B

Peringkat 1 paralel kelas reguler diraih oleh Dio Farel Andika Septia Nuyono Kelas 9J, Peringkat 2 paralel kelas reguler dengan diraih oleh Jingga Zaskia kelas 9j, dan Peringkat 3 paralel kelas reguler diraih oleh Zahra Putri Namira kelas 9J.

Kategori penulis novel terbaik,  ber-ISBN dengan jumlah halaman 623, yang diterbitkan oleh Telaga Ilmu diraih oleh Niha Hanum Salsabila kelas 9D

Kategori menyelesaikan hafalan Al-Qur'an 26 juz diraih oleh Alma Husna Mafaza kelas 9B.

Kategori telah diterima di madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Pasuruan, 

Kategori juara 3 kompetisi sains madrasah online IPS terpadu terintegrasi tingkat kabupaten 2021. Ketiga kategori tersebut disabet oleh Dania kelas 9A.

"Kalau kamu ingin jadi orang sukses, hidupmu sukses, bacakan Alfatihah semua gurumu dan orang tuamu" Pesan K.H. Ma'sum Syafaat dalam mauidzah hanasah memberikan ijazah agar apa yang dicita-citakan, sebelum menutupnya dengan do'a.

Salah satu wisudawan diwisuda

Selaku ketua panitia, Sahroeni, S.Pd., M.Si., ditemui usai kegiatan berlangsung menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu mensukseskan acara hari ini. Waka kurikulum MTsN 7 Kediri itu juga menambahkan, 

"Saya berharap anak-anak dapat melanjutkan pada jenjang yang lebih tinggi, demi kehidupannya yang lebih baik." 

Reporter dan penulis berita: Oktiana Fitria Candra Vinata, Milda Aliya Febriana, Nuzulin Laidayka Nur.

Fotografer. : Putri Chakiki

Editor          : Oktiana Fitri Candra Vinata dan tim jurnalis.

 Setelah sejak hari Senin yang lalu pembelajaran dilakukan secara daring melalui e-learning maupun WhatsApp, hari ini dimulai pembelajaran tatap muka. 

Pimpinan Apel, Muksin Zeni Supraba, S.Ag.


Kegiatan masuk hari ini, semua siswa dan siswi  ber-halal bihalal dengan bapak dan ibu serta staf madrasah. Kegiatan berlangsung di lapangan depan masjid gerbang timur.

Para siswi bersamaan dengan ibu-ibu guru


Muksin Zeni Supraba, S.Ag, selaku pembina apel menyampaikan bahwa untuk hari ini semua aktifitas madrasah akan dimulai.  Kelas 7 dan kelas 8 setelah bersalam-salaman, bersih-bersih nanti langsung KBM seperti biasa. Sedangkan untuk kelas 9, nanti akan disampaikan tentang info tentang kegiatan akhir, diantaranya tentang wisuda.

"Tunggu nanti kami akan rapat dulu," ungkap wakasis MTsN 7 Kediri tersebut.

Usai apel semua peserta diminta untuk membentuk formasi berjajar. 

Setelah bersalaman dengan bapak-bapak guru, Siswa saling bersalaman

"Siswa laki-laki, nanti bersalaman dengan bapak-bapak guru. Siswa perempuan nanti bersalaman dengan ibu-ibu guru," ungkap Azmil Amin, S.Ag., koordinator agama, yang memimpin kegiatan tersebut.

Semua siswa pun bersalaman, dengan diiringi bacaan shalawat yang dilantunkan oleh ust. Abid Darmawan.

Reporter, penulis, dan editor : Tim Jurnalistik.

Keluarga besar MTsN 7 Kediri hari ini menyelenggarakan halal bihalal sekaligus pembinaan. Acara yang bertempat di kediaman Juaini, S.Pd., guru MTsN 7 Kediri tersebut dihadiri oleh kepala kantor Kementerian Agama kabupaten Kediri Dr. Zuhri, S.Ag.,M.Si., didampingi oleh bagian urusan kepegawaian, Risa Andriani dan Humas, Paulo.  

Dr. Zuhri, S.Ag., M.Si.
 Kepala Kantor Kemenag Kab. kediri

Selain itu juga dihadiri oleh para ASN yang pernah berdinas di MTsN 7 Kediri (Alumni) yang saat ini berdinas di satker lain di kementerian agama kabupaten, maupun  maupun kota Kediri. Di antaranya Mantan Kasi Pendma, KH. Drs. Imam Maksum, M.Pd.I., Kepala MTsN 2 Kota Kediri Drs. Hadi Suseno, M.Pd., Kepala MTsN 3 Kediri  Siti Aliyah, S.Pd., M.Pd.I., kaur Tata Usaha MTsN 6 Kediri Iwan Fachrudin, S.Pd.I., Tata Usaha MTsN 6 Kediri, Murniati. Terlepas dari itu guru yang purna tugas juga turut dalam kegiatan tersebut, di antaranya H. Sugiharto, M.Pd.I., dan Tamiran S.Pd.

Guru MTsN 7 Kediri yang saat ini Berdinas di satker lain

Acara yang berlokasi di desa Krenceng itu meski sederhana, namun nampak meriah. Sejak para tamu berdatangan langsung disambut alunan musik dan lagu yang dilantunkan oleh para artis MTsN 7 Kediri, di antaranya Junaidah, Yunike Claradya Vimannora, Danil Prayitno, Muslimah,  dan lain-lain. Lebih lagi sang tuan rumah sangat akrap menyapa para undangan menjadikan suasana lebih semarak.

Bersama Guru purna tugas (Tamiran dan Sugiharto)

Setelah kegiatan yang diawali dengan tahlil oleh H. Sugiharto dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan Ust Wahyudi Al Amin, Dr. Zuhri, S.Ag., M.Si. menyampaikan beberapa pesan di antaranya tentang bagaimana kita harus bersikap, yakni agar tidak gampang menganggap salah terhadap orang lain, juga jangan mem-bit'ah-bit'ah-kan terhadap perilaku siapa pun.

Bersama Pengurus Komite Madrasah

Dia juga mengingatkan perjuangan wali songo dalam menyebarkan agama Islam melalui budaya, dengan mengutip tembang yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga.

"Lir ilir.. lir ilir 

Tandure wis sumilir

Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar

Cah angon-cah angon

Penekno blimbing kuwi

Lunyu-lunyu penekno 

Kanggo mbasuh dodotiro

Dodotiro-dodotiro

Kumitir bedhah ing pinggir

Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore."

Dari tembang itu, dia memaknai bahwa dalam belajar betapa pun sulitnya, harus tetap ditempuh untuk masa depan.

Sebelum menutup mauidhoh-nya kepala Kantor Kemenag asal Jawa Tengah itu berpesan untuk saling memaafkan.

Keluarga besar MTsN 7 Kediri

Muhammad Zainuddin, S.Pd.,M.Pd.I., Kepala MTsN 7 Kediri juga berpesan agar dihari Fitri ini menjadi moment penting untuk saling memaafkan sehingga semua kembali Fitri, karena semua sudah saling memaafkan.

Kepala Kantor, Kepala Madrasah bersama guru putri 

Usai kegiatan yang ditutup doa oleh Gus Mahfud pengasuh pondok pesantren Sunan Giri Kwagean itu, para hadirin beramah tamah menikmati hidangan dengan penuh keakraban. Irama lagu pun kembali didendangkan untuk menyemarakkan kegiatan tersebut.


Reporter, penulis, editor: Tim Jurnalistik.

  Idulfitri menjadi moment penting bagi umat Islam untuk saling berkunjung dan saling memaafkan. Suasana Fitri tersebut dimanfaatkan oleh seluruh civitas MTsN 7 Kediri untuk berkunjung di lingkungan madrasah dan pondok pesantren. Kegiatan tersebut dimulai tepat pukul 09.00 WIB.

KH. Maksum Syafaat, Pondok Pesantren Roudhotut Tolibin Kebonsari.

Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I kepala MTsN 7 Kediri menyatakan bahwa, silaturrahim di hari raya idul fitri di tetangga madrasah dan pondok pesantren merupakan tradisi bagi keluarga besar MTsN 7 Kediri, menciptakan karakter yang baik tidak hanya saling memaafkan kan tetapi lebih dari itu, yakni kedekatan dan memasyarakatkan lembaga madrasah kepada masyarakat dan pondok pesantren di sekitar madrasah. Selain itu,  tentu juga  berharap mendapat keberkahan dari anjang sana tersebut. Doa dari para ulama dan Kyai pengasuh pondok pesantren merupakan motivasi kuat untuk meningkatkan ukuwah ini membangun madrasah yang lebih baik berakhlakul karimah.

"MTsN 7 Kediri  selama ini didukung oleh  banyak pondok pesantren dan selalu bekerjasama untuk mendukung kemajuan madrasah, terutama terkait dengan pembinaan keagamaan,  antara lain pondok pesantren Roudhotut Tolibin Kebonsari,  An Nur Kwagean,  Fatkhul Ulum Kwagean, Sunan Giri Kwagean, Roudhotul ulum kencong, dan beberapa pesantren lain," ungkap Zainuddin.

Gus Mahfud Pondok Pesantren Sunan Giri Kwagean.

Dalam anjang sana tersebut banyak mendapat petuah dan sekaligus ilmu dari para masyayeh. 

"Segala sesuatu harus menggunakan ilmu." Buka KH Maksum Syafaat pada semua yang hadir dalam anjang sana di kediamannya.

"Berdoa Kuwi Yo kudu gawe ilmu. Ya Allah  duh Gusti, panjengan panjangkan usia kulo untuk menambah pahala, ugi panjengan paringi rizki engkang katah mbten kanti rekoso,"  dawuh Gus Maksum Pengasuh pondok pesantren Roudhotut Tolibin Kebonsari.

KH. Abdul Hanan Ma'shum, Pondok Pesantren Fatkhul Ulum Kwagean.

Selain itu, Gus Mahfud pengasuh Pondok Pesantren Sunan Giri memberi amalan agar apa yang dicita-citakan mudah tercapai, yakni dengan membaca surat Fatihah 40 kali setelah shalat Magrib  dan melaksanakan shalat bakdiah dua rokaat, kemudian memohon hajat kepada Allah SWT.

KH. Jauharal Nehru Pondok Pesantren Roudhotul Ulum Kencong

Sementara itu Gus Mahu pengasuh pondok pesantren  Roudhotut Ulum sangat mendukung kegiatan pembelajaran di madrasah dan lebih tegas dalam pendidikan akhlak. Dia juga menyampaikan amalan-amalan agar semua siswa terketuk hatinya untuk rajin menuntut ilmu.

Kepala Desa Kencong

Kiyai Hanan Pengasuh pondok pesantren Fatkhul Ulum memberikan barokah doanya untuk kebaikan dan kemajuan madrasah.

Usai beranjang sana  ke beberapa pesantren, bapak ibu guru karyawan, mengunjungi bapak kepala desa, yang merupakan ketua komite MTsN 7 Kediri.

Kegiatan tersebut ditutup dengan anjang sana ke kediaman Waka Humas MTsN 7 Kediri, dan juga guru senior madrasah, Dra. Sri Ambarwati.

Reporter, Penulis, dan editor: Tim Jurnalistik

.

 Idulfitri menjadi moment penting bagi umat Islam untuk saling berkunjung dan saling memaafkan. Suasana Fitri tersebut dimanfaatkan oleh seluruh civitas MTsN 7 Kediri untuk berkunjung di lingkungan madrasah dan pondok pesantren.

KH. Maksum Syafaat, Ponpes Roudhotut Tolibin Kebonsari.

Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I kepala MTsN 7 Kediri menyatakan bahwa, silaturrahim di hari raya idul fitri di tetangga madrasah dan pondok pesantren merupakan tradisi bagi keluarga besar MTsN 7 Kediri, menciptakan karakter yang baik tidak hanya saling memaafkan kan tetapi lebih dari itu, yakni kedekatan dan memasyarakatkan lembaga madrasah kepada masyarakat dan pondok pesantren di sekitar madrasah. Selain itu,  tentu juga  berharap mendapat keberkahan dari anjang sana tersebut. Doa dari para ulama dan Kyai pengasuh pondok pesantren merupakan motivasi kuat untuk meningkatkan ukuwah ini membangun madrasah yang lebih baik berakhlakul karimah.

"MTsN 7 Kediri  selama ini didukung oleh  banyak pondok pesantren dan selalu bekerjasama untuk mendukung kemajuan madrasah, terutama terkait dengan pembinaan keagamaan,  antara lain pondok pesantren Roudhotut Tolibin Kebonsari,  An Nur Kwagean,  Fatkhul Ulum Kwagean, Sunan Giri Kwagean, Roudhotul ulum kencong, dan beberapa pesantren lain," ungkap Zainuddin.

Gus Mahfud Pondok Pesantren Sunan Giri Kwagean.

Dalam anjang sana tersebut banyak mendapat petuah dan sekaligus ilmu dari para masyayeh. 

"Segala sesuatu harus menggunakan ilmu." Buka KH Maksum Syafaat pada semua yang hadir dalam anjang sana di kediamannya.

"Berdoa Kuwi Yo kudu gawe ilmu. Ya Allah  duh Gusti, panjengan panjangkan usia kulo untuk menambah pahala, ugi panjengan paringi rizki engkang katah mbten kanti rekoso,"  dawuh Gus Maksum Pengasuh pondok pesantren Roudhotut Tolibin Kebonsari.

KH. Abdul Hanan Ma'shum, Pondok Pesantren Fatkhul Ulum Kwagean.

Selain itu, Gus Mahfud pengasuh Pondok Pesantren Sunan Giri memberi amalan agar apa yang dicita-citakan mudah tercapai, yakni dengan membaca surat Fatihah 40 kali setelah shalat Magrib  dan melaksanakan shalat bakdiah dua rokaat, kemudian memohon hajat kepada Allah SWT.

KH. Jauhal Nehru Pondok Pesantren Roudhotul Ulum Kencong

Sementara itu Gus Mahu pengasuh pondok pesantren  Roudhotut Ulum sangat mendukung kegiatan pembelajaran di madrasah dan lebih tegas dalam pendidikan akhlak. Dia juga menyampaikan amalan-amalan agar semua siswa terketuk hatinya untuk rajin menuntut ilmu.

Kepala Desa Kencong

Kiyai Hanan Pengasuh pondok pesantren Fatkhul Ulum memberikan barokah doanya untuk kebaikan dan kemajuan madrasah.

Usai beranjang sana  ke beberapa pesantren, bapak ibu guru karyawan, mengunjungi bapak kepala desa, yang merupakan ketua komite MTsN 7 Kediri.

Repoter, Penulis, dan editor: Tim Jurnalistik

.


Pada, Minggu/01/Mei/2022 merupakan hari merupakan malam takbir yang menandai berakhirnya bulan Ramadan, dan dimulai 1 Syawal  dirayakan umat Islam sebagai hari raya Idul Fitri.  Di malam suara takbir bersautan. Tahun lalu malam takbir berbeda dengan tahun ini. Dimana 2 tahun yang lalu kaum muslim merayakan malam takbir dan hari raya ditengah pandemi covid-19 sehingga segala aktivitas  dilakukan terbatas, bahkan mudik atau pulang kampung pun tidak diperbolehkan.


 Padahal mudik memang kebiasaan atau khas para muslim yang kembali ke tempat asalnya untuk merayakan hari raya bersama dengan keluarga masing-masing.   Dan Alhamdulillah nya pada tahun ini covid-19 sudah menghilang dan aktivitas mudik pun juga terlaksana seperti layaknya dulu. Kegiatan di hari raya juga dilaksanakan dengan meriah tanpa ada batas-batas waktu. 


Kendaraan-kendaraan pribadi seperti mobil dan motor kembali banyak memadati jalan-jalan raya. Apalagi dimalam takbir ini, banyak orang yang merayakan dengan cara berkeliling dengan membawa obor, hingga membawa mobil seperti pawai. Karena, dimalam takbir ini merupakan hari penutupan bulan Ramadhan, dimana besok semua umat muslim tidak lagi melaksanakan ibadah puasa. Ditahun ini, semua muslim sangat gembira menanti hari raya dimana semuanya berkumpul dan saling meminta maaf. Semoga di hari raya kedepannya seluruh umat Muslim dapat merayakannya dengan meriah lagi. 

Penulis:  Zarit Salsabilah Azzahro

Editor  : Tim Jurnalistik

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget