March 2022

Pramuka MTsN 7 Kediri, gudep 0307-0308 kembali menggelar kegiatan Persami. Kegiatan tersebut merupakan pertama kalinya setelah pandemi covid-19, yang berlangsung lebih dari dua tahun.

Acara dibuka sejak  pukul 14.30 WIB, pada hari Sabtu lalu. Persami diikuti oleh seluruh anggota Pramuka MTsN 7 Kediri, pembina, dan alumni ekstra Pramuka.

Setiap anggota pramuka harus melalui  proses penempuhan SKU baik tingkat Ramu dan Rakit.

Pelantikan  dimulai pukul 23.30 WIB. Namun mereka tetap bersemangat, meski malam semakin larut, dan lelah dengan berbagai aktivitas. Dalam pelantikan  para penggalang Ramu dan Rakit  membaca janji Tri Satya, kemudian penyematan tanda penggalang Ramu dan penggalang, dan diiringi lagi syukur.

Selepas pelantikan, semua diwajibkan membasuh muka dengan air yang sudah disediakan dan membaca "Basmallah 7x."

"Apa yang dilakukan tersebut untuk membersihkan pikiran kita. Janganlah kita menoleh kebelakang, setelah kita dilantik. Tapi kita sebagai seorang Pramuka kita harus menatap ke depan untuk menuju lebih baik," ungkap Yudianto selaku pembina pramuka. 

Pukul 01.30 WIB, semua dibangunkan dari tidurnya, mereka disuruh berkumpul di tengah lapangan, dan diberi pengarahan untuk memecahkan teka teki. 

Teka teki tersebut berisikan petunjuk letak kaos, semua lampu yang ada di padamkan, dan hanya diberikan penerangan sebuah lilin. Lilin itu harus tetap menyala dari awal pencarian sampai kembali ketempat awal. Untuk menemukan kaos memakan waktu 2 jam.

Selepas kaos PDL ditemukan, semua mengucapkan ikrar janji dengan posisi jongkok dan maju ke depan untuk disirami air yang berisikan bunga, dengan tetap diiringi lagu syukur. 

"Makna siraman menurut adat Jawa sebenarnya membersihkan diri bagi calon anggota Pramuka untuk memasuki babak baru yaitu Pramuka penggalang.  Sebagian besar masyarakat Jawa percaya bahwa upacara siraman akan meluruhkan noda-noda di masa lalu. Diharapkan dengan upacara siraman, dapat lebih siap memasuki hal baru untuk perubahan dan melupakan noda-noda yang tertoreh di masa lalu," ucap Yudianto.



Akhir acara semua mandi dan mengenakan kaos PDL dilanjukan dengan senam bersama, bakti sosial, makan bersama, dan upacara penutupan.

Reporter: Erni Kurniawati

Editor.     : Tim Jurnalistik

 Oleh: Putri Chakiki

Tanpa terasa beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Bulan penuh keberkahan dan ampunan bagi kita semua. Ramadhan seperti tamu istimewa yang begitu ditunggu-tunggu kedatangannya. Kedatangannya membawa berbagai kebaikan, keberkahan, rahmat yang berlimpah, serta ampunan atas segala dosa dan kesalahan. Setiap amal perbuatan dilipatgandakan pahalanya, ibadah sunah dipandang nilainya seperti ibadah wajib, ibadah wajib diberikan ganjaran berlipat-lipat. Segala doa pasti didengar oleh Allah. Bahkan, di dalamnya juga terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yaitu malam lailatul qadar.


Keberkahan kemuliaan di dalam bulan Ramadhan adalah bahwa pintu-pintu surga terbuka dan pintu-pintu neraka tertutup serta syaithan-syaithan diikat. Dengan demikian, Allah Ta'ala telah memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk masuk surga dengan ibadah dan amal shalih yang mereka perbuat pada bulan Ramadhan. Maka dari itu, bulan suci Ramadhan hendaknya disambut dengan penuh persiapan. Inilah sebulan lamanya kita akan membersihkan diri dari segala dosa dan maksiat. Hati kita juga akan terus ditempa untuk menjadi semakin dekat kepada Allah SWT. Menyambut Ramadhan juga hendaknya ingat pada momen Ramadhan lalu. Ingatkan kita ketika menjalani detik-detik akhir Ramadhan tahun lalu. Kita ramai berdoa dan berharap, semoga diberi kesempatan oleh Allah untuk bertemu Ramadhan selanjutnya.


Terlepas dari itu semua, mari bersuka cita menyambut bulan yang dikhususkan untuk kita selaku umat Rasulullah SAW. Bulan yang membuat malaikatpun sampai iri terhadap berlipat gandanya pahala yang diberikan untuk setiap kebaikan yang dilakukan. Akan tetapi, perasaan bahagia tetap tidak boleh menghilangkan sisi kritis kita kepada keadaan, bumi yang sedang dilanda pandemi. Mudah-mudahan keadaan ini tidak mengganggu peningkatan kualitas ibadah kita dan justru menambah khusu’ dalam pelaksanaannya


Bulan ramadhan sudah selayaknya diisi dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat untuk orang lain dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah dan menyempurnakan ibadah, bukan bulan yang dijadikan alasan untuk bersantai dan bermalas-malasan. Salah satu kegiatan positif yang bisa dilakukan di bulan Ramadhan ialah mengaji atau membaca Al Qur’an bersama, hal itu bisa dilakuakn bersama keluarga. membaca Al Qur’an bersama akan menjadikan kita lebih berilmu sebab akan saling mengingatkan jika ada kekurangan atau kesalahan dan dapat memahami maknanya bersama-sama.


bersedekah di bulan Ramadhan yang bisa dilakukan ialah dengan memotivasi sesama untuk memperbanyak sedekah dan menyalurkan sedekah tersebut kepada yang membutuhkan seperti fakir miskin dan anak anak yatim piatu yang kekurangan, tentu saja boleh untuk mendahulukan orang terdekat atau tetangganya terlebih dahulu sebagai wujud keutamaan bersedekah kepada yang terdekat dahulu.


Sudah selayaknya bulan Ramadhan digunakan untuk berdoa, kita bisa memotivasi teman teman kita untuk mendoakan kebaikan satu sama lain atau mendoakan saudara saudara kita sesama muslim yang mungkin saat ini sedang dalam kondisi susah karena berada dalam bencana,sehingga mereka tidak bisa menjalankan ibadah di bulan ramadhan senyaman kita.tidak semua orang memiliki kemudahan untuk makan dan minum seperti kita, banyak orang di luar sana yang bahkan masih merasa lapar ketika waktunya berbuka puasa karena tidak ada yang bisa dimakan sama sekali, sebab itu jika memang kita mampu, luangkan rezeki untuk berbagi kepada sesama yang kekurangan.


Ada atau tidaknya pandemi ini, Ramadan harus tetap dapat dimaknai sebagai bulan suci yang membawa banyak keberkahan. Hal yang perlu dipersiapkan dalam menyambut bulan Ramadan agar kegiatan ibadah maupun kegiatan rutin sehari-hari dapat dilaksanakan dengan baik.


Dengan melakukan ziarah ke makam keluarga kita yang sudah meninggal dan mendoakan agar diampuni segala dosa-dosanya, diterangkan dan diluaskan alam kuburnya serta diberikan tempat yang layak disisi Allah SWT. Saling meminta maaf dan memaafkan kepada kedua orangtua, saudara, kerabat, dan teman-teman kita. Hal ini perlu dilakukan agar kita memasuki bulan ramadhan dengan kebersihan jiwa, ketenangan hati, keikhlasan dan kekhusuan semata hanya ingin mengharapkan keridhaan dari Allah SWT.

Selamat datang Bulan Ramadhan, selamat datang bulan yang penuh berkah bulan yang mana telah diturunkan bagi kita Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan tuntunan kebahagiaan.

MAN Insan Cedekia menjadi idaman bagi siswa MTs untuk tempat melanjutkan pendidikan. Namun, seleksi yang super ketat tidak semua siswa MTs bisa melanjutkan di lembaga pendidikan tersebut. 

Dania adalah salah satu siswi MTsN 7 Kediri yang beruntung, karena berkesempatan melanjutkan di MAN Insan Cedekia.

"keinginan saya tiba-tiba, dan baru kelas 9 ini," ucapnya saat ditemui pada waktu istirahat pelajaran setelah jam ke empat.

Gadis sederhana itu memang tidak banyak berbicara, namun prestasinya luar biasa,  dia adalah pemenang KSM IPS tingkat kabupaten 2020.

"Siswa-Siswinya di sana banyak yang berprestasi, sehingga saya tertarik untuk melanjutkan di madrasah itu. Saya benar-benar tidak menduga bisa diterima di MAN IC, karena banyak yang menginformasikan masuk ke madrasah itu sulit," tutur bungsu dari empat bersaudara itu dengan mata berbinar  tidak bisa menutupi rasa syukurnya.

Dalam belajar Dania juga punya trik khusus agar materi yang dipelajarinya dapat diserap dengan baik.

"Jangan tunda belajar, apalagi kalau lagi mut,   karena sekali ditunda maka keinginan belajar itu akan hilang," ungkap putri pasangan Masruhan dan Aning Nurul Badriah itu.

"Singkirkan Hp saat membaca buku, karena bila membawa Hp maka lebih banyak melihat HP-nya, dari pada bukunya," lanjutnya.

Terlepas dari itu, gadis Taurus itu juga banyak belajar dari video-video bimbel ruang guru, untuk materi MM, IPA, IPS, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia.

"Saya belajar mulai bakda Maghrib hingga jam 9," ungkapnya dengan nada datar.

Gadis yang bercita-cita ingin menjadi ahli Geofisika itu, mempunyai cara belajar yang unik dalam belajar. Selain membaca berulang-ulang  dan menandai kata-kata kunci yang dianggap penting, dia juga mengaitkan istilah-istilah materi IPA dengan nama orang yang dikenalinya.

"Terus kalau ingin mudah menghafal versi Dania sendiri itu, dengan cara  mengaitkan dengan sesuatu, apalagi seperti menghafal istilah-istilah itu lebih mudah jika dikaitkan dengan nama-nama orang yang dikenal," jelas gadis pemilik nama 5 huruf itu.

"Contohnya kayak hafalan materi IPA, jenis cacing itu kan ada yang namanya cacing platyhelminthes berupa cacing pipih. Nah itu Dania kaitkan dengan nama kakak, karena namanya Helmi, jadi kalau ada pertanyaan istilahnya cacing pipih itu pokoknya ingat Kak Helmi (platy-helmi-nthes), " ucapnya.

"Kalau untuk pelajaran IPS, saya lebih mudah menggunakan singkatan-singkatan, misalnya pada materi geografi dan sejarah, tentang masa pembentukan bumi.  Nah itu pake huruf depannya seperti ARPAMENO (Arkeikum, Paleozoikum, Mesozaikum, dan Neozoikum)" jelas siswi 9 A tersebut.

Penulis/ Editor : Tim Jurnalis

Minggu, 13 Maret 2022 MTsN 7 Kediri melaksanakan tes penerimaan peserta didik untuk program kelas unggulan. Tes tersebut berlangsung mulai  pukul 07:30 WIB hingga pukul 10:00 WIB.

Dalam sambutanya,  Muhammad Zainuddin S.Pd., M.Pd.I. selaku kepala Madrasah menyampaikan jumlah peserta yang telah daftar pada program kelas unggulan kali ini sejumlah 157 siswa, dan hanya akan diambil 107. Zainuddin mengingatkan agar semua peserta mengerjakan soal dengan sungguh-sungguh.

Di sela-sela kegiatan tes yang sedang berlangsung, saat wawancara virtual dengan tim jurnalis, Zainuddin berharap mendapatkan siswa-siswi yang unggul dalam prestasi, karena persaingan di dunia pendidikan semakin tinggi. Dengan rekrutmen siswa unggul ini diharapkan dapat mempercepat  dan memperbanyak prestasi di MTsN 7 Kediri.

“Dengan keterbatasan kuota pada program unggulan ini, para peserta test agar menggunakan kesempatan sebaik baiknya, mengerjakan soal test dengan teliti, agar bisa diterima di MTsN 7 Kediri," ungkap Zainuddin.

Sebelum masuk ruangan yang telah ditentukan, Nurul Latifatul H, S.S, M.Pd.I. selaku koordinator tes memberikan pengarahan teknis pelaksanaan tes.Nurul juga mengarahkan para peserta agar para peserta untuk  menuju ruang  masing-masing, untuk segera  mengerjakan tes dengan baik. Dalam tes kali ini menggunakan media handphone atau laptop. 

Terlepas dari itu Nunik, wali murid pengantar siswa berharap, agar sekolah ini dapat mengantarkan siswa siswinya menjadi lebih sholeh nan sholehah.” 

“Menurut saya sekolah ini bagus, karena di samping kegiatan akademik terdapat beberapa kegiatan non-akademik. Selain itu, lingkungan madrasah ini terlihat asri dengan banyak tanaman," ujar wali siswa lain.

Di sela-sela kegiatan  Muksin Zeni Supraba, menyapaikan, "Harapan dari madrasah dan kami, harus terseleksi dengan baik, serta ekstra ketat karena untuk mendapatkan siswa yang sebaik mungkin dari jalur prestasi." Dia juga berharap dari sekian banyak siswa yang daftar, bisa terseleksi semaksimal mungkin. " 98% peserta hadir mengikuti tes program kelas unggulan,” pungkasnya.

Usai mengikuti Maulida, salah satu peserta tes mengungkapkan perasaan, "Campur aduk, antara senang dan antusias. 

Setelah melaksanakan tes para peserta dapat meninggalkan madrasah, dan menuju rumah masing-masing.

Reporter.   :Ely Nuraini 

Fotografer : Avansa Syaputra Pratama, Ardino Prahastanto 

Penulis berita : Nuzulin Ladayka Nur 

Editor.               : Ely Nuraini

 Rabu, 09 Maret 2022 MTsN 7 Kediri melaksanakan kegiatan diklat jurnalistik menghadirkan pemateri dari  Jawa Pos Radar Kediri. Kegiatan tersebut dalam rangka membekali tim jurnalis madrasah tentang ilmu kejurnalistikan. Kali ini harian Radar Kediri menghadirkan dua pemateri, Heri Muda Setiawan dan Arif Hanafi. Peserta yang hadir merupakan jurnalis baru yang beberapa bulan lalu telah terpilih dan lolos seleksi sebagai tim jurnalis Teropong Madrasah, koran digital MTsN 7 Kediri. Acara dimulai pada pukul 08.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB, digelar di ruang meeting room madrasah.

Dalam sambutannya  Muhammad Zainuddin S.Pd., M.Pd.I. mengatakan bahwa,

"Karena siswa siswi MTsN 7 Kediri setiap tahunnya ganti, jadi kita akan mengadakan Diklat seperti ini juga untuk anak-anak jurnalis yang baru nanti. Kita harus memperbanyak tim jurnalis agar kita bisa menulis berita setiap hari." 

SelanjutnyaHeri Muda Setiawan sebagai predatur menjelaskan mengenai apa itu jurnalis dan kejurnalistikan.

Kata Heri Muda Setiawan "Menulis itu gampang dan tidak sulit sama sekali. Asal terus menulis pasti akan lebih mudah dan lebih cepat untuk menulis sebuah berita atau artikel." 

Pada penulisan berita juga dibutuhkan wawancara untuk mengetahui informasi informasi yang lebih dalam. Dalam melakukan sebuah wawancara dibutuhkan pertanyaan. Pertanyaan yang akan diajukan harus menyangkut dan menggunakan rumus 5W+1H, yaitu what, who, when, why, where, dan how.

 Arif Hanafi sebagai fotografer, menjelaskan"Bahwa dalam mengambil foto memerlukan dasar-dasar yang harus dikuasi dan dipahami seperti ekspresi, komposisi, angel, dan kreatif." 

Di sela-sela menjelakan materi, Heri Muda Setiawan dan Arif Hanafi memberikan pada dorprize kepada para anggota jurnalis yang berhasil menjawab pertanyaan dari keduanya.

Usai kegiatan berlangsung, Maghfur pembina jurnalis mengatakan bahwa dengan bertambahnya ilmu diharapkan dapat menulis dengan baik dan benar. Harapannya jurnalis akan semakin produktif untuk menyuguhkan berita pada para pembaca.

Reporter: Putri Chakiki, Sofi Aulia Kirana, Rensi Dwi Handayani 

Fotografer: Erni Kurniawati 

Penulis berita:Nuzulin Ladayka Nur 

Editor: Rofi Nuril 'Aisy

 Jum'at 4 Maret 2022. Acara isra' mi'raj kembali diselenggarakan secara bersama-sama setelah dua kali absen akibat pandemi COVID-19. Acara tersebut dimulai pada pukul 07.00 - selesai. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa dan dewan guru MTsN 7 Kediri. Acara yang digelar di Pondok Pesantren Roudhotul Ulum Desa Kencong dilaksanakan dengan khikmat, semua peserta mengikuti acara demi acara hingga usai.

Dalam kegiatan tersebut diawali dengan lantunan  ayat-ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh ananda Layinatul kelas 9 H. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan kepala madrasah yaitu Muhammad Zainuddin S. Pd., M.Pd.I yang memberikan sambutan tentang jadwal try out dan beberapa ujian yang akan dihadapi siswa siswi kelas 9. dilanjutkan dengan istighosah yang di pimpin oleh Nurul Abit Darmawan salah satu guru MTsN 7 Kediri. 

"Salah satu tujuan memperingati isra mi'raj yaitu agar _lebih rajin sholat_ karena rajin dapat menjauhkan kita dari ma'siat. saat perjalan Nabi Muhammad SAW yang diutus Allah menunaikan shalat 5 waktu beliau bertemu dengan para Nabi mulai dari langit pertama hingga langit ketujuh, yaitu Nabi Nabi Adam As, Nabi Harun As, dan Nabi Isa As, Nabi Idris As, Nabi Musa As, Nabi Ibrahim As" salah satu dawuh K.H Wifaqul Ahmadi. Beliau juga berkata, "Terima kasih untuk siswa siswi MTsN 7 Kediri Karena telah berkenaan hadir di pondok pesantren ini".

Reporter: Rofi' Nuril 'Aisy, Zarit Salsabila Azzahro, Niha Hanum Salsabila

Penulis berita: Putri Chakiki

Kameramen.  : Erni Kurniawati 

Editor.             : Tim Jurnalis





Editor:

 Kamis, 3 Maret 2022. Rutinan Istighotsah kembali diselenggarakan setelah beberapa kali tidak diselenggarakan akibat meruaknya pandemi Covid-19. Acara yang dihadiri oleh seluruh wali kelas 9 ini dimulai pada pukul 18.00 hingga 20.00 WIB, yang  diselenggarakan di aula MTsN 7 Kediri. Istighotsah dipimpin langsung oleh KH. Maksum Syafa'at pengasuh Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin Kebonsari. Banyaknya peserta yang hadir berjumlah 142 orang.

Istighotsah ditujukan untuk siswa-siswi kelas 9 yang akan menghadapi ujian kelulusan agar dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan nilai terbaik, serta sukses dalam menjalani masa depannya.

Muhammad Zainuddin S. Pd., M. Pd.I selaku kepala madrasah memberikan sambutan yang berisi tentang jadwal try out dan beberapa ujian yang akan dihadapi siswa siswi kelas 9. 

"Acara yang diadakan pada tanggal 1 Sya'ban malam Jum'at diprediksi merupakan salah satu hari baik dikarenakan hari ini merupakan hari dimana kanjeng nabi Muhammad SAW bahagia," ujar KH. Maksum. Beliau mendoakan agar siswa siswi kelas 9 MTsN 7 Kediri dapat mendapatkan menyelesaikan ujian kelulusan yang akan dihadapi berjalan dengan lancar. Beliau juga berharap semoga para generasi penerus bangsa ini dapat menjadi seseorang yang berguna bagi bangsa maupun agama serta tidak luput dari jalan Allah SWT.

"Tujuan dari diadakannya istighosah untuk memohon kepada Allah SWT semoga siswa kls 9 diberi kelancaran dan kesuksesan dalam menghadapi ujian akhir. Selain itu memohon kepada Allah SWT agar diberi ilmu yang bermanfaat, rizki yang barokah, bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya, dan diberi kesehatan jasmani dan rohani serta bahagia dunia dan akhirat," jelas Abdul Kholiq sebagai tim penanggung jawab.

Repoter         : Zarit Salsabila Azzahro, Putri Chakiki

Kameramen : Erni Kurnia

Penulis.          : Niha Hanum Salsabila.   

 Editor.           : Putri Chakiki





MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget