November 2021

Minggu, 28 November 2021, Telah dilaksanakan kegiatan penghijauan dengan penanaman pohon di Embung Guarejo, Desa Rarokan, kecamatan Tarokan. Acara tanam pohon  tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Kediri,

Dalam sambutannya Mbak Dewi mengucapkan  terimakasih kepada semua yang hadir dalam kegiatan tersebut. "Semoga menjadi amal baik," ungkapnya. Dia juga berharap,  tanaman  produktif tersebut,  selain untuk mencegah erosi dan mengatur tata air, juga bermanfaat bagi masyarakat.

 Wakil bupati perempuan pertama di kabupaten Kediri itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada civitas akademika MTsN 7 Kediri, terutama bagi siswa-siswanya karena ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.  "Saya harapan anak-anak tetap semangat, berprestasi, dan selamat atas prestasi yang diraih sebagai sekolah Adiwiyata Nasional. Kegiatan Adiwiyata saya harapkan bukan hanya di sekolah saja, namun juga di lingkungan rumahnya masing-masing," ujarnya .

Perempuan yang akrab disapa Mbak Dewi itu juga secara simbolis menyumbangkan pohon Alpokat untuk di tanam di lokasi tersebut.

Kegiatan penanaman pohon itu dikuti kurang lebih 300 orang, yang terdiri dari anggota masyarakat dan  instansi-instansi di lingkungan pemerintah Kabupaten  Kediri, antaranya Dinas Lingkungan Hidup,  Dinas Kehutanan, BPBD KEDIRI,  dan lain-lain. Selain itu MTsN 7 Kediri,  juga mengirim pembina beserta anggota  Adiwiyata, Pramuka, dan  OSIM.

 Lokasi penanaman pohon tersebut  tersebut dipilih karena  Embung yang  merupakan  tempat penampungan air hujan (embung)  yang  kontur tanahnya berbukit-bukit  dan berbatu.

"Tempat ini rawan longsor,  sehingga perlu  penghijauan," ujar Juaini, S.Pd., salah satu pembina saka Kalpataru  Pramuka Kab  Kediri.

"Pohon yang ditanam, antara lain mangga, alpukat, manggis, durian, dan lain-lain," ungkap Ali Mashar, salah satu pembina Adiwiyata MTsN 7 Kediri.

Muhammad Zainuddin, SPd, M.Pd.I, Kepala MTsN 7 Kediri, saat diwawancai secara virtual, mengucapkan terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup karena diikutsertakan dan diberi kesempatan untuk turut berpartisipasi menanam  pada hari pohon se-Indonesia,  bersama Ibu Wakil Bupati Kediri.

Reporter           : Agus, Ali Mashar, Juaini.

Penulis Berita: Maghfur

Fotografer.      : Yudianto, Rahmat.

Editor.              : Tim Jurnalistik

 Sabtu, 27 November 2021. Hari ini telah dilaksanakan Vaksinasi tahap dua di MTsN 7 Kediri. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula madrasah. Pelaksanaan vaksisnasi  terbagi menjadi tiga sesi.  Sesi pertama dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB untuk kelas 7,  pukul 10.30 WIB untuk kelas 8, dan pada pukul 12.00 WIB untuk kelas 9. Selain siswa madrasah, vaksinasi juga diikuti oleh keluarga besar MTsN 7 Kediri. Adapun yang terlibat dalam program ini selain dari Puskesmas Keling, juga dibantu oleh bapak ibu guru dan karyawan, serta pengurus OSIM. 

Dalam pernyataannya petugas kesehatan dari Puskesmas Keling mengatakan bahwa vaksin kedua sangat penting, ibaratnya vaksin pertama adalah pondasi sedangkan vaksin kedua adalah pemantapan, mulai tumbuhnya antibodi. "Vaksin merupakan persyaratan tatap muka, semua siswa harus tervaksin," ungkapnya.


Menurut Abdul Kholik, S.Ag., M.Pd.I. Waka Sarana sekaligus ketua Gugus Penanggulan Covid MTsN 7 Kediri,  bahwa sasaran vaksin tahap dua ini adalah suruh Siswa madrasah sebanyak 1.050. Namun, tidak menutup kemungkinan, jumlah tersebut bisa berkurang, karena ada siswa yang sudah melaksanakan vaksin, mungkin di pondok atau dilingkungan rumahnya. 

Untuk Sarana dan prasarana sudah kami persiapkan sejak kemarin, dibantu guru, karyawan, dan OSIM." Ungkapnya. "Kami juga menyediakan tempat UKS, barangkali ada yang membutuhkan, mungkin sakit, trauma, dan lain-lain," imbuhnya.

Abda Ibad Abadan, sejak kemarin bersama tim OSIM juga menyiapkan tempat, termasuk penataan bangku dan lain-lain.

"Iya saya kemarin juga membantu menata dan membersihkan ruangan," ujar Sigit, yang biasa bertugas sebagai keamanan madrasah.

Sementara itu Indra Kurniawan, S.E. Kaur Tata Usaha, yang sejak vaksinasi Covid pertama terlibat langsung dalam mempersiapkan, demikian pula dalam pelaksanaan Vasinasi tahap dua ini, menyatakan bahwa persiapan ini sudah empat hari yang lalu, termasuk siapa-siapa saja yang ditunjuk sebagai personil yang membantu pelaksanaan vaksinasi. "Untuk persiapan Administrasi, peserta vaksinasi harus membawa fotocopy kartu keluarga, serta kartu yang pernah diberikan pada saat vaksin satu," ucap K.TU yang pernah berdinas di Pendma Kantor Kemenag Kabupaten Kediri itu.

Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I. mengharapkan setelah adanya vaksin ini  Memantabkan madrasah untuk membuka PTM 100% dan menjadi persyaratan dalam semua kegiatan Madrasah seperti Perkemahan, Bakti sosial,  dan Studi Kenal Alam Lingkungan. Dengan kartu vaksin semua akan mendapatkan Kenyamanan di luar daerah dengan membawa bukti Vaksin ke dua dan aplikasi Peduli lindungi.

Pernyataan senada juga disampaikan Sahroeni, S.Pd., M.Si. Waka Kurikulum menyatakan harapannya karena antibodinya sudah bagus, maka bisa masuk ful 100%, dengan tidak PTMT  dan menggunakan sistim dua shif lagi. Sehingga pembelajaran dilaksanakan secara normal. "Katanya anak-anak pingin masuk normal lagi ya, dan pulang setengah dua," ucapnya pada tim jurnalis. 

Muksin Zeni Supraba, S.Ag. Waka Kesiswaan menyatakan, "Dengan adanya vaksin tahap dua ini, kita menjadi tidak khawatir akan penularan Covid sehingga kegiatan pembelajaran tidak lagi daring, namun bisa dilaksanakan secara luring. Demikian pula kegiatan yang terkait kesiswaan bisa berjalan dengan baik.

Dalam pelaksanaan Vaksin tahap dua ini juga dihadiri petugas dari Koramil, Hasrudin, "Saya sebagai petugas protokol Covid,  bukan petugas keamanan, tapi ingin memantau dan mendata yang sudah tervaksin berapa dan yang belum berapa. Selain itu juga mengawal program pemerintah, agar berjalan dengan baik."

Usai vaksin bebeapa peserta dimintai tanggapan mengatakan “Vaksinasi Tahap I tidak ada reaksi apapun, namun pada Vaksinasi hari ini reaksi nyeri,” ujar Sinta kelas 7F. “Vaksinasi bulan kemarin terasa sakit, vaksinasi hari ini tidak terasa sakit,” tanggap Kendra kelas 8G. Banyak siswa yang merasa lega karena kegiatan vaksinasi hari ini, siswa tidak khawatir dan berani untuk berinteraksi kepada sesama.


Reporter       : Elhala Nur Habibah,  Oktiana                              Candra Vinata, Zarit Salsabila                             Azzahro

Kameramen: Putri Chakiki, Erni Kurniawati

Editor.            : Niha Hanum Salsabila

Kamis, 25 November 2021, MTsN 7 Kediri berpartisipasi aktif menanam pohon di hutan bersama RPH (Resort Pemangkuan Hutan) Jatirejo. Di Areal Perhutanan Sosial PMDH Wonojoyo, Desa Krenceng, Kecamatan Kepung. Acara ini dihadiri oleh Masyarakat Desa Krenceng, Dinas Kehutanan, Tim MTsN 7 Kediri, yang terdiri dari Kepala Madrasah, Waka Humas, Waka Kesiswaan, Ketua Tim Adiwiyata, Pembina Pramuka, Pembina Saka Kalpataru, dan perwakilan siswa MTsN 7 Kediri.

Untuk perwakilan siswa diambil dari 20 Pokja Hutan, 10 anggota Pramuka, dan 2 anggota Osis. Kegiatan menanam pohon ini di lakukan pada pukul 07.30 WIB. 

Setiap tanggal 21 November diperingati Hari Pohon Sedunia. Namun hari tersebut bertepatan dengan hari Minggu, dan masih diadakan Penilaian Akhir Semester sehingga Kegiatan Penanaman Pohon diadakan pada Kamis, 25 November 2021. MTsN 7 Kediri melakukan kerjasama Lintas Sektoral dengan Perhutani, Pemerintah Desa Krenceng, dan Kementerian Agama Kabupaten Kediri. Kegiatan ini diadakan untuk membiasakan siswa-siswi peduli terhadap lingkungan. MTsN 7 Kediri berkontribusi dengan menanam hampir 100 pohon. Tri Lestari menjelaskan bahwa dengan mananam pohon ini banyak sekali yang didapatkan, seperti menghasilkan oksigen, dan mengurangi dampak terjadinya banjir.

Pohon yang ditanam adalah Pohon Balsa dan Pohon Jati. Juaini mengatakan bahwa Pohon Jati yang ditanam merupakan jenis Pohon Jabon (Jati Kebon) yang cepat dipanen paling cepat 4 tahun, sedangkan Pohon Balsa nantinya dapat digunakan sebagai industri triplek. Lahan yang digunakan dalam kegiatan ini disediakan oleh Dinas Kehutanan di petak 23 are, seluas 53 meter, 1 hektar. Lahan ini nantinya akan digunakan sebagai perkemahan nasional dan dirawat oleh masyarakat desa hutan. 

Muhammad Zainuddin selaku Kepala MTsN 7 Kediri berterimakasih kepada pimpinan Perhutani Pare dan Kepala Desa Krenceng, karena telah memberi kesempatan pada madrasah untuk berpartisipasi dalam melestarikan lingkungan dengan menanam pohon Balsam dan Jabon di lahan hutan perhutani. Dia juga menyampaikan bahwa, "Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita dan seluruh siswa MTsN 7 Kediri dalam membentuk karakter peduli lingkungan dan pelestarian hutan." 



Kegiatan ini diikuti sekitar 30 siswa MTsN 7 Kediri dan selesai pada pukul 09.00 WIB. 


Penulis.        : Dinda Aulya Zuli Astari (9i)

Kameramen: Zarit Salsabilah Azzahro (9i)

Reporter.       : Putri Chakiki (7D)

                          Elhala Nur Habibah (9A)

Kamis, 25 November 2021. Meski agenda di MTsN7 Kediri hari ini cukup padat, namun tetap semangat melaksanakan upacara memperingati Hari Guru Nasional. Upacara dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB hingga 08.00 WIB. Upacara diikuti oleh seluruh guru dan karyawan. 

Upacara hari ini cukup istimewa, mengingat semua petugas upacara dari unsur guru. Yunike Claradya Vimannora, S.Pd., bertugas sebagai pembaca protokol upacara, Septa Hendrawan Sugito, S.Pd.I. bertindak sebagai komandan upacara, Dra. Sri Purwati bertugas sebagai pembawa naskah Pancasila, Junaidah, S.Pd., M.Pd.I, bertugas sebagai pembaca naskah UUD 1945, dan Sofwan Hafidz, S.Pd. bertugas sebagai pembaca doa. Sedangkan yang bertindak sebagai inspektur upacara Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I. kepala MTsN 7 Kediri.

Sebagai inspektur upacara, Zainuddin memberikan amanat  bahwa peran guru sangat penting dalam mencerdaskan anak bangsa. Juga guru merupakan jalan bagi peserta didik untuk mencapai kesuksesan. Guru juga diharapkan untuk lebih menguatkan nilai-nilai wasathiyah kepada para siswa.

Menurut  Zainuddin,  HGN  tahun 2021 bertema guru peduli cerdaskan anak bangsa, bagaimana kepedulian guru lebih ditingkatkan lagi secara ikhlas dan lebih bertanggung jawab untuk meningkatkan kecerdasan anak bangsa. Dalam hari guru nasional ini memang diutamakan untuk membangkitkan  kembali gairah guru untuk mengajar dan mendidik siswa.  Karena selama pandemi kegiatan pembelajaran diadakan secara daring.

Sementara itu, Dra. Rofiah guru senior yang mengajar puluhan tahun itu, saat ditemui crew jurnalis usai mengikuti upacara, menyatakan bahwa Peringatan hari ini sangat istimewa bagi guru, karena guru sebagai penuntun atau pengantar pendidik untuk menuju ke jenjang yang lebih baik. Dengan rangkulan bapak/ibu guru anak-anak bisa terarah untuk mencapai cita-citanya. Anak-anak generasi milenial ini diharapkan dapat menjadi mercusuar dunia.

Penulis dan reporter: Niha Hanum Salsabila

Kameramen: Erni Kurniawati

Editor: Oktiana Fitria Candra Vinata

 Kamis, 25 November. Hari ini merupakan hari ke dua pengambilan sampel Swab PCR di MTsN 7 Kediri, dari 3 hari yang direncanakan. Kegiatan tersebut  berlangsung di MTsN 7 Kediri di aula. Swab  dimulai pada pukul 09.30 WIB sampai 10.20 WIB.  Sasaran Swab adalah siswa-siswi juga guru madrasah.

   Acara berlangsung lancar. Namun sebagian besar siswa mengaku deg-degan. Urutan Swab diambil sesuai dengan data absensi yang telah disiapkan.

   Menurut Putri Nur Fadhilah, salah satu siswa yang menjadi sampling Swab "Sensasi rasanya agak geli," ucapnya sambil membayangkan ketika lubang hidungnya dimasuki alat Swab.  Dia juga mengaku seperti ingin muntah. Sedangkan menurut Imelda, "Saya sama sekali tidak merasakan sakit. Namun tetap sedikit tegang," ujarnya sambil tersenyum, melihat kawan-kawannya yang masih menjalani Swab.

   Anis Dwi Rahayu, salah satu petugas kesehatan memaparkan bahwa tujuan diadakannya Swab adalah untuk evaluasi  karena akan diadakannya tatap muka, jangan sampai ada yang positif. Adapun sekolah yang menjadi sasaran Swab sementara ini masih MTsN 7 Kediri dan SDN 1 Brumbung.

   Abdul Khalik menerangkan bahwa SWAB di MTsN 7 Kediri dilaksanakan mulai hari Rabu, 24 November 2021 sampai hari Jumat, 26 November 2021. Sasarannya adalah 104 sebagai perwakilan siswa, sedangkan 3 sebagai perwakilan guru dan karyawan MTsN 7 Kediri.

Penulis/Reporter : Niha Hanum Salsabila

Editor: Oktiana Fitria Candravinata

Kameramen: Erni Kurniawati

 Oleh : Putri Chakiki

Guru....

Kau tuntun langkahku tiada ragu

Kau bimbing diriku dengan ilmu

Kau ajariku banyak hal yang belum ku tau

Kau selalu kobarkan semangat dalam jiwaku


Guru....

Kau sinari jalanku

Kau terangiku dengan lentera ilmumu

Tuk bisa meraih cita-cita dan harapanku

Demi bekal masa depanku


Guru....

Darimu aku mengenal banyak warna

Dengan goresan tinta juga dengan kata-kata

Kau buat hidupku sarat makna

Dengan prestasi tuk bisa berjaya


Guru....

Tiada kata yang pantas ku ucapkan

Atas jasa yang kau berikan

Hanya ucapan terimakasih yang bisa kuucapkan

Jasa-jasamu tak kan pernah kulupakan


Terimakasih guruku......

Oleh : Putri Chakiki

Guru adalah salah satu  profesi yang sangat mulia di muka bumi ini. Meskipun hanya bergelar sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, namun mereka selalu berjuang untuk mencerdaskan anak bangsa. Mereka telah membuka wawasan kita tentang dunia yang sangat luas ini. Mereka juga yang telah mengajarkan kita membaca, menulis dan berhitung. Tanpa didikan dari guru, kita tidak mungkin bisa membaca dan menulis serta bisa mencapai keberhasilan dalam belajar. 

Guru juga mempunyai tanggung jawab untuk mendidik siswanya, tak hanya dari sisi akademi, namun juga agar mempunyai sikap dan berperilaku baik. Itulah mengapa sebagai murid, kita perlu selalu menghormati guru dan memuliakan mereka. Begitu besar jasa mereka terhadap kehidupan kita. Jika tidak ada guru, sebuah bangsa tidak akan pernah memiliki pemuda yang berprestasi. Selamanya kita akan berhutang jasa kepada guru-guru kita.

Meskipun anak-anak didik mereka kelak akan melupakan mereka, guru akan tetap gigih melaksanakan tugasnya yang begitu mulia untuk membentuk calon-calon pemimpin yang hebat dan berwawasan luas. Mereka tak akan lelah mengabdi dan tak akan lelah mengamalkan ilmunya hingga usia senja menghampiri mereka.

Guru dalam filosofi Jawa berarti "digugu dan ditiru." Seorang guru merupakan sosok yang harus ‘'digugu’' artinya dipatuhi atau didengar dan ‘'ditiru’' yang berarti patut dicontoh atau diteladani. Guru tidak hanya seorang yang luas ilmu pengetahuannya dan mengajar dalam ruang pembelajaran. Guru bisa diartikan sebagai orang yang mengajarkan segala sesuatu, meskipun itu hanya satu huruf. Pengalaman bermanfaat yang mampu mengajari diri kita menjadi lebih baik juga dapat disebut sebagai guru.

Seperti semboyan dari Ki Hajar Dewantara "ing ngarso sungtulodo, ing madyo mangun karso, Tutwuri Handayani" yang artinya "ketika di depan memberi teladan, ketika di tengah memberi semangat, ketika di belakang memberi dorongan dan motivasi".

Profesi seorang guru, terutama di masyarakat desa termasuk profesi yang dihormati.

Guru mempunyai kedudukan yang tinggi di masyarakat, bahkan ketika telah pensiun pun Ia tetap dianggap sebagai sosok yang serba tahu dan menjadi tempat bertanya warga di sekitar tempat tinggalnya. 

Guru juga dinilai sebagai sosok yang berakhlak mulia dan bisa menjadi contoh bagi semua orang. Guru juga dinilai berperan penting dalam mencerdaskan putra-putri bangsa ini. Tanpa guru, tak akan ada kemajuan bangsa ini. Maka, guru pun dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Gelar yang spesial, gelar yang hebat, gelar bukan sembarang gelar yang bisa diraih oleh profesi lainnya.

"Guru yang hebat akan terus menginspirasi murid-muridnya untuk bisa berkembang dengan sendirinya."

Selamat hari guru nasional 25 November 2021.

Terimakasih atas bimbingan dan ilmu yang telah kau ajarkan kepada kami.

Rabu, 24 November 2021. Hari ini telah dilaksanakan Sosialisasi Dirjen Pendidikan Islam nomor 1843 tahun 2021 Tentang Juknis dan Instrumen PKG untuk seluruh anggota KKM MTsN 7 Kediri. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu ruang MTsN 7 Kediri. 

Peserta yang terdiri dari Kepala Madrasah,  Waka Kurikulum, dan operator  dari 11 madrasah  anggota KKM tersebut dihadiri oleh Dra. Elok Farida, M.Pd.I, Pengawas Madrasah Kemenag Kabupaten Kediri sebagai pemateri.

Dalam kegiatan yang dimoderatori oleh Sahroeni, S.Pd., M.Si. Waka Kurikulum MTsN 7 Kediri tersebut, Elok Farida menyampaikan tentang penilaian kinerja guru. Beliau menyatakan PKG merupakan sistem penilaian yang dirancang untuk mengidentifikasi kemampuan guru dalam melaksanakan tugas utamanya. Melalui pengukuran terhadap penguasaan yang tunjukkan dalam unjuk kerjanya. 

Elok juga menyampaikan bahwa prinsip pelaksanaan PKG harus obyektif, adil, transparan, partisipatif, terukur, dan berkelanjutan.

Sementara itu dalam pembukaannya, Muhammad Zainuddin, sebagai Ketua KKM memberi semangat pada peserta untuk mengikuti sosialisasi tersebut, mengingat ada hal yang baru terkait dengan PKG. PKG ini penting bagi madrasah, mengingat untuk menilai kemampuan guru dalam menerapkan semua kompetensinya.

Usai pelaksanaan Sosialisasi PKG bagi madrasah anggota KKM, perempuan yang akrab disapa Bu Elok juga memberikan sosialisasi dan sekaligus pembinaan secara khusus kepada guru MTsN 7 Kediri, agar semua guru memahami komponen yang akan dinilai dalam PKG. Mengingat tim penilai PKG sudah melaksanakan penilaian pada pertengahan November 2021, maka diharapkan segera diimputkan dalam aplikasi PKG yang baru.  "Pengisiannya mudah,   mungkin untuk input data penilaian per guru cukup 10 menit selesai, nanti agar dipandu Waka Kurikulum," ujarnya. "Kapan tim penilai mulai mengimputkan data, Bu?" tanyanya pada perempuan yang biasa disapa Bu Eni itu. "Mulai dari sekarang," jawabnya.

Reporter : Yunike Claradya Vimannora

Editor.     : Rika Andriani





15 November 2021. Setelah beberapa waktu yang lalu MTsN 7 Kediri melaksanakan simulasi, hari  ini Madrasah menyenggarakan PAS CBT. Pelaksaan PAS menggunakan protokol kesehatan secara ketat, dan berlangsung dua shift, tiap ruang berkapasitas 20 anak. 

“Shift pertama dimulai pukul 06.45 WIB diakhiri pukul 09.00 WIB dan untuk shift dua mulai pukul 10.25 WIB hingga 13.25 WIB untuk hari ini 98.82% siswa hadir, dan 6 siswa tidak hadir. Ketidakhadiran mereka, sesuai keterangan wali kelas dikarenakan sakit,” ungkap Muhlishotin, S.Ag., M.Pd.I. selaku sekretaris panitia PAS CBT.

"Untuk memperlancar pelaksanaan CBT setiap kelas didampingi operator ruang, untuk  ruang 1 sampai 5 saya sendiri, ruang 6, 7, dan 8, Pak Septa, ruang 9 sampai 13, Pak Fatik, ruang 14 sampai 17, Pak Amar, dan selebihnya ruang 18 sampai 22, Pak Hendra,”  ucap Muhammad Syahrizal Firdaus, S.Pd.

PAS CBT tidak ada intruksi khusus dari kementerian agama, namun merupakan bentuk kreativitas dan inovasi MTsN 7 Kediri.

“Kita harus berinovasi, untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi, harapannya siswa lebih familiar dengan teknologi. Selain itu dengan PAS CBT ini lebih efesien dan praktis, nilai siswa dapat diketahui secara langsung, dan hasilnya lebih akurat,” ungkap Sahroeni, S.Pd., M.Si, waka kurikulum sekaligus ketua panitia PAS CBT. 

Dia juga mengungkapkan, bahwa PAS CBT merupakan konsekuensi logis dari madrasah yang sudah dicanangkan sebagai madrasah digital. “Dengan PAS CBT, akan menghemat waktu dan tenaga guru dalam proses persiapan maupun setelah ujian,” tambah guru IPS itu. 

“PAS CBT lebih ramah lingkungan karena dapat mengurangi penggunaan kertas, dan secara tidak langsung juga mendukung program adiwiyata,” pungkas perempuan yang akrab disapa Bu Eni itu.

Pada saat ujian berlangsung, peserta nampak antusias, mereka memakai handphone yang dibawa dari rumah. Ketika ditanya oleh seorang pengawas, mereka senang dengan pelaksanaan ujian dengan sistem tersebut.

“Sangat enak, Pak. Alhamdululillah lancar, internetnya juga sejak awal langsung tersambung. Ini saya sudah selesai meski waktu masih lama,” ucap Abda Ibad Abadan, siswa kelas 9H.

“Kalau mengerjakan dari rumah, pasti lebih enak lagi, Pak,” ucap Hilmi Firmansyah dalam ruangan yang sama.


Reporter : M. Maghfur Qumaidi

Editor      : Suryani

 Jumat, 12 November 2021. Sebagai implementasi madrasah digital, MTsN 7 Kediri hari ini melaksanakan  pelatihan Rapor Digital Madrasah. Kegiatan yang bersifat intern tersebut, dilaksanakan di ruang guru pada pukul 07.30 sampai 10.00 WIB, dan diikuti oleh semua guru.

Dalam pembukaan kegiatan, Sahroeni, S.Pd., M.Si. Waka kurikulum MTsN 7 Kediri,  menyampaikan bahwa pelatihan ini diadakan sebagai upaya percepatan penguasaan digitalisasi nilai rapor. Dengan RDM diharapkan nilai hasil ujian siswa dapat segera diakses dengan cepat, sehingga setelah ujian berlangsung Wali kelas segera bisa mencetak nilai rapor, untuk itu saya berharap agar kegiatan ini diikuti dengan sungguh-sungguh, dan mulai PAS pada semester ini sudah dapat diterapkan.

Meski mengalami gangguan jaringan internet. Namun acara tetap bisa berlangsung.

Muhammad  Syahrizal Firdaus, S.Pd., menjelaskan tahap-tahap penggunaan aplikasi RDM, mulai dari login hingga proses pengaksesan nilai siswa.  Rizal menyatakan bahwa  aplikasi ini tidak sulit, sehingga semua guru mata pelajaran dapat menggunakannya. Dengan catatan akses internet juga lancar. RDM bisa dikerjakan dimana saja, termasuk menggunakan handphone. Namun, sebaiknya menggunakan laptop agar tampilan RDM penuh. Tugas wali kelas adalah memantau guru mapel yang sudah maupun belum mengumpulkan nilai usai ujian berlangsung.

 


Dra. Rofiah sangat serius mengikuti kegiatan tersebut. "Pak Bagaimana seandainya pada saat mengakses belum selesai ngantuk, dan laptop ikut mati?" tanya guru senior itu pada pemateri. "Kalau laptop mati, dan belum sempat save, otomatis akan hilang. Untuk itu bapak ibu sebelum keluar aplikasi ini harap selalu save, agar data tidak hilang.

"Bapak ibu, kami silakan konsultasi pada tim apa bila ada kesulitan, selain ke saya bisa ke Pak Fatik dan Pak Amar," pungkasnya.

Reporter : M. Maghfur Qumaidi

Editor.      : Erri Novia Fepbianty

Sabtu, 6 November 2021. Pelaksanaan Penilaian Akhir Semester akan segera dilaksanakan. Hari ini MTsN 7 Kediri bersiap dengan sistem digital, memanfaatkan perangkat handphone. 

"Sistem digital sebenarnya bukan hal baru, karena selama Pandemi pembelajaran juga menggunakan digital melalui e-learning. Namun, kita perlu uji coba sistem untuk mengetahui apakah perangkat yang digunakan benar-benar siap. Kalau pun ada masalah agar bisa diperbaiki jauh-jauh hari. Harapannya pada saat pelaksanaan tidak mengalami masalah," ungkap Waka kurikulum MTsN 7 Kediri, Sahroeni, S.Pd., M.Si.

Syahrizal Firdaus, kepala Lab Komputer menyampaikan, “insyaallah tidak banyak kendala, kalau toh ada masalah mungkin pada jaringan internet, itu pun nanti bisa diatasi. Insyaallah hari pelaksanaan siap.” 

"Perangkat handphone juga berpengaruh, kalau hp keluaran baru insyaallah lancar, tapi kalau jadul yang agak sulit, tapi semua bisa diatasi," ucap Fatik salah satu tim CBT madrasah sambil berjalan mengecek menuju kelas-kelas yang siswanya mengalami kendala.

Simulasi berlangsung dengan lancar, kegiatan ini dilaksanakan pada saat KBM jam pertama sampai jam ke tiga, dengan didampingi bapak ibu guru yang mengajar pada jam tersebut. Setelah simulasi selesai pelajaran dilanjutkan seperti biasa.

Salah seorang siswa mengatakan, "Ujian menggunakan CBT lebih menyenangkan, daripada memakai kertas. Setelah ujian usai kita bisa bermain-main hp." Satu kelas pun tertawa mendengar alasan itu.

Reporter : Tim Jurnalistik

Editor      : M. Maghfur Qumaidi

Sabtu, 6 November 2021. Pengurus  OSIM MTsN 7 Kediri yang beberapa hari yang lalu dilantik oleh kepala Madrasah, Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I. hari ini digembleng dalam Latihan Dasar Kepemimpinan di Makodim 0809 Kediri.  Kegiatan yang  dijadwalkan mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB, diikuti oleh 47 peserta, yang terdiri dari 31 peserta pengurus baru dan 16 peserta pengurus lama.

“Kami bertugas mendampingi adik-adik, dalam pelatihan ini,” ujar Abda salah satu pengurus lama, yang hingga kini masih aktif mendampingi pengurus baru. Selain pengurus lama, dalam LDK juga didampingi oleh pemateri dari bapak ibu guru, antara lain; Syamsudin, Septa Hendrawan S, dan Isnaini Rizka Fariyanti,

"Madrasah sudah bekerjasama dengan MAKODIM 0809 Kediri sejak beberapa tahun yang lalu," ungkap Kepala Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I. Dia menyampaikan, “LDK OSIM,  Latihan Dasar Kepemimpinan membutuhkan karakter disiplin yang kuat, tertib dan bertanggung jawab. KODIM tempat kehidupan sosial yang tertib, teratur, terjadwal dan selalu patuh dan taat kepada pimpinan, maka sangatlah tepat jika KODIM dijadikan tempat untuk menggodok siswa atau pengurus OSIM agar berkarakter yang disiplin, taat dan tertib.” Selain itu menurutnya,  bahwa kehidupan dan kinerja yang ada di Makodim dapat menjadi alternatif untuk membentuk karekter yang unggul, kuat, disiplin, dan patriotis untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan RI.


Muksin Zeni Suprana, S.Ag. membenarkan pernyataan Kepala Madrasah, bahwa dengan adanya kegiatan ini diharapkan OSIM menjadi lebih solid dalam menjalankan roda organisasi, selain itu juga untuk memperkuat jiwa dan raga, serta siap menampung aspirasi dari rekan-rekannya. “Materi-materi dalam LDK ini mengarah pada pembentukan karakter kepemimpinan dan keorganisasian, di antaranya tentang kedisiplinan, keadminitrasian, program kerja, kepemimpinan, dan out bond LBB. Untuk materi-materi di atas akan disampaikan oleh bapak ibu guru yang ditunjuk, sedangkan khusus untuk out bond LBB langsung dilatih  oleh personel dari Kodim O8O9."  Muksin sebagai Wakasis dan  pengarah kegiatan juga menandaskan, agar  pelatihan ini dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, supaya mendapat ilmu yang bermanfaat, sehingga bisa  menjadi bekal di madrasah maupun masyarakat.

Sofwan Hafiz, S.Pd, selaku ketua panitia kegiatan itu, telah menyiapkan program sejak beberapa hari yang lalu, menyampaikan, bahwa, “Anak-anak sejak awal sudah siap, dan mereka semangat dengan kegiatan ini. Namun, saya berpesan kepada mereka untuk tetap disiplin, dan mengikuti semua arahan dan intruksi dari para pemateri," ucap Hafidz. Guru mapel Fikih itu juga menekankan agar para peserta selain membawa perlengkapan untuk pelatihan juga membawa perlengkapan salat. “Karena gemblengan dalam pelatihan ini, bukan hanya terkait fisik dan mental semata, namun juga spiritual,” tandasnya.

Sementera Kapten Bangun Budi Adi, Pasiter KODIM 0809 Kediri berpesan kepada seluruh peserta untuk menjaga kekompakan, karena sebagai penerus bangsa harus kuat.

Repoter      : Sri Ambarawati

Editor          : M. Maghfur Qumaidi

Kamerawan: Hendra Adi

 

Jumat, 5 November 2021. MTsN 7 Kediri  memperingati Hari Puspa dan Satwa Nasional. Kegiatan tersebut dikonsentrasikan di halaman depan madrasah, dengan tetap menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Apel langsung dipimpin oleh kepala madrasah  Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I.  Dalam pernyataannya Zainuddin menyampaikan, bahwa sebagai seorang muslim wajib


moderat yang merupakan pengejawantahan Islam rahmatan lil alaamin. Artinya Islam merupakan Rahmad bagi seluruh alam, untuk itu sebagai umat muslim harus memahami bahwa sebagai wujud bukti kecintaan terhadap ajaran Islam adalah dengan mencintai alam seisinya, termasuk tumbuh-tumbuhan dan hewan atau satwa. 



Selain itu dia juga menyampaikan, "bahwa apa yang kita lakukan hari ini adalah juga untuk anak cucu dan cicit kita, agar mereka dapat menikmati keindahan flora dan fauna."

Dia juga mengungkapkan, "Peringatan ini sebagai wujud cinta kita, sekaligus merupakan bukti nyata bahwa kita sangat memperhatikan lingkungan," ucapnya.

Usai sambutan kepala madrasah menerima bunga dan hewan dari siswa yang secara simbolis diserahkan oleh ketua kelas, yang kemudian diserahkan kembali kepada wali kelas untuk diadakan tindak lanjut.

Selain itu kepala madrasah secara simbolis juga melepas ikan di kolam, dengan harapan dapat memperindah lingkungan madrasah.


Reporter : Muhammad Zainuddin

Editor.     : M. Maghfur Qumaidi

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget