October 2021

Kamis, 28 Oktober 2021. Di MTsN 7 Kediri telah diadakan  kegiatan Sosialisasi Lomba Sekolah Siaga Kependudukan, pada pukul 08.30 sampai 11.00 WIB. Acara tersebut diikuti oleh 30 siswa, dan didampingi oleh guru pembina SSK MTsN 7 Kediri, untuk pemateri berasal dari BKKBN tim SSK Kabupaten Kediri.


Dalam Pernyataannya saat membuka acara Muksin Zeni Supraba Wakil kepala bidang kesiswaan menyampaikan beberapa motivasi kepada siswa agar semangat untuk mengikuti lomba tersebut, "Madrasah kita adalah satu-satunya madrasah yang di tunjuk sebagai sekolah siaga kependudukan di kantor kementerian agama kab |Kediri," ungkapnya.

Riffa Hanidah memaparkan mengenai kepenulisan artikel yang berkaitan dengan adanya lomba SSK. Dia menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan kepenulisan. Dari menulis artikel di media sosial, tahap-tahap menulis, penggunaan bahasa, isi yang dimuat dalam artikel. Selain itu, juga memberikan tips dalam menulis artikel. 


Riffa  Hanidah juga menekankan kembali bahwa MTsN 7 Kediri merupakan satu-satunya sekolah yang menjadi Sekolah Siaga kependudukan yang lahir pada tahun 2019. Pengetahuan mengenai kependudukan sangat penting, sebab akan memengaruhi kehidupan di masa yang akan datang. 

Sementara Aprilia Indra Aziza mengatakan bahwa dirinya bangga dengan MTsN 7 Kediri merupakan sekolah SSK, sebab tidak semua kecamatan yang ada di kabupaten kediri memiliki Sekolah Siaga Kependudukan. Aprilia Indra Aziza juga menegaskan mengenai kependudukan bahwa keluarga ideal bukan 2 anak cukup, melainkan 2 anak lebih sehat.


Dua pemateri itu menjelaskan materi dengan sangat gamblang. Setelah selesai menyampaikan materi, peserta diberi kesempatan untuk menanyakan sesuatu yang belum jelas.  Ada seorang anggota yang hadir bertanya kepada narasumber. Dia menanyakan “Apakah semua anggota wajib mengikuti lomba SSK?”

Pertanyaan yang dilontarkan kemudian dijawab oleh Rifa. “Baik, ini adalah pertanyaan yang sangat menarik. Tidak semua harus mengikuti lomba. Tetapi hanya dipilih perwakilan dari sekolah. Setiap sekolah hanya berkesempatan mengirimkan 1 artikel, namun jika sekolah tersebut adalah SSK, bisa mengirimkan 2 artikel. 1 artikel dari perwakilan PIK-R dan 1 lagi perwakilan dari anggota SSK” ungkap Bu Rifa.


Sebelum kegiatan berakhir M. Maghfur Qumaidi, salah satu pembina mengingatkan terutama untuk kelas 7, yang baru saja diajarkan tentang demografi kependudukan, terkait dengan ledakan jumlah penduduk, serta faktor-faktor yang menyababkan jumlah penduduk yang sulit terkendali, di antaranya tentang pernikahan anak yang marak terjadi, dan memandang semakin banyak anak semakin banyak rezeki, selain itu juga faktor budaya yang tumbuh di masyarakat juga menjadi pemicu populasi jumlah penduduk yang sulit dibendung.

Kegiatan berakhir pada pukul 11.00 WIB. Dari pihak tim BKKBN memberikan konsumsi kepada para peserta SKK. Mereka memberikan camilan dan makanan berupa nasi kotak. "Alhamdulillah dapat uang saku," ucap salah seorang peserta dengan wajah berbinar.

Reporter   : Isna - Sofi

Editor        : Kiki

Fotografer: Sofi

 Minggu, 24 Oktober 2021. Tanggal 23 Oktober 2021MTsN 7 Kediri melaksanakan pembinaan sekaligus penelitian moderasi beragama untuk guru, karyawan, dan siswa di madrasah. Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Muqowim, S.Ag., M.Ag. Dosen Universitas Negeri Islam Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kehadirannya bersama Zuadatul Husna, dan salah seorang mahasiswanya.

Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I, selaku kelapa madrasah memberikan sambutan dengan memaparkan tentang program-program madrasah yang telah dicanangkan dan sedang dilaksanakan, di antaranya, tentang madrasah Washatiyah. Selain itu Zainuddin juga memaparkan tentang gerakan penyebaran Nilai-nilai Islam washatiyah di intern madrasah, juga di luar madrasah. Bentuk gerakan itu di antaranya mengajak guru untuk mengamalkan dengan menulis artikel-artikel moderasi beragama


.Azamil Amin sebagai Ketua Tim NISWA, menyatakan “Implementasi moderasi beragama di sekolah umum mungkin berbeda dengan di madrasah, mengingat madrasah itu homogen, sehingga relatif tidak ada permasalahan, sehingga bentuk penguatan Niswa yaitu dengan mengajak siswa untuk bersama-sama menanamkan nilai-nilai Islam moderat dengan berbagai kreasi, di antaranya mengadakan lomba-lomba atau kegiatan-kegiatan keagamaan, dan juga melakukan kolaborasi dengan tim literasi untuk kegiatan menulis cerita tentang Islam moderasi.” 


“Sebenarnya tujuan utama kami ingin silaturahim ke MTsN 7 kediri, dan belajar bersama, ujar Muqowim sebelum memaparkan materinya. Kemudian dia menyampaikan tentang makna Islam Washatiyah dengan mengimplementasikan tujuh nilai Islam Washatiyah di antaranya  1. Tawassut, posisi di jalur tengah dan lurus.  2. I'tidal, berperilaku proporsional dan adil dengan tanggung jawab. 3. Tasamuh, mengakui dan menghormati perbedaan dalam semua aspek kehidupan. 4. Syura, bersandar pada konsultasi dan menyelesaikan masalah melalui musyawarah untuk mencapai konsensus. 5. Islah, terlibat dalam tindakan yang reformatif dan konstruktif untuk kebaikan bersama. 6. Qudwah, merintis inisiatif mulia dan memimpin untuk kesejahteraan manusia. 7. Muwatonah, mengakui negara bangsa dan menghormati kewarganegaraan.



Usai pengarahan Dosen Universitas Negeri Islam Sunan Kalijaga Yogyakarta itu, melakukan wawancara kepada beberapa guru, dan peserta didik yang tergabung dalam penulis moderasi dan Penulis Cerita Islam sebagai sampel penelitiannya. Pertanyaan dalam penelitiannya seputar implementasi nilai-nilai washatiyah baik dari sisi manajemen madrasah dan aplikasi pembelajaran untuk guru mata pelajaran untuk peserta didiknya.

“Tetaplah menjadi madrasah yang kreatif, tetaplah terus menjadi juara di bidangnya masing-masing setiap anak itu mempunyai kreatifitas masing-masing,” pesannya untuk MTsN 7 Kediri. “Be your self,” pungkasnya. 


Setelah acara selesai kepala madrasah muhammad Zainuddin meyerahkan karya kolabarasinya bersama bapak kepala kemenag kabupaten Kediri bersama tin Niswa, serta penulis menyerahkan buku yang di tulim BMKK bimbingan ustaz Arwani, S.Ag. juga buku karya siswa dengan tema budaya Bali.

Reporter   : Avansa 

Fotografer: Ely

 Editor       : Ray

 Minggu, 24 Oktober 2021. Tanggal 23 Oktober 2021MTsN 7 Kediri melaksanakan pembinaan sekaligus penelitian moderasi beragama untuk guru, karyawan, dan siswa di madrasah. Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Muqowim, S.Ag., M.Ag. Dosen Universitas Negeri Islam Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kehadirannya bersama Zuadatul Husna, dan salah seorang mahasiswanya.

Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I, selaku kelapa madrasah memberikan sambutan dengan memaparkan tentang program-program madrasah yang telah dicanangkan dan sedang dilaksanakan, di antaranya, tentang madrasah Washatiyah. Selain itu Zainuddin juga memaparkan tentang gerakan penyebaran Nilai-nilai Islam washatiyah di intern madrasah, juga di luar madrasah. Bentuk gerakan itu di antaranya mengajak guru untuk mengamalkan dengan menulis artikel-artikel moderasi beragama


.Azamil Amin sebagai Ketua Tim NISWA, menyatakan “Implementasi moderasi beragama di sekolah umum mungkin berbeda dengan di madrasah, mengingat madrasah itu homogen, sehingga relatif tidak ada permasalahan, sehingga bentuk penguatan Niswa yaitu dengan mengajak siswa untuk bersama-sama menanamkan nilai-nilai Islam moderat dengan berbagai kreasi, di antaranya mengadakan lomba-lomba atau kegiatan-kegiatan keagamaan, dan juga melakukan kolaborasi dengan tim literasi untuk kegiatan menulis cerita tentang Islam moderasi.” 


“Sebenarnya tujuan utama kami ingin silaturahim ke MTsN 7 kediri, dan belajar bersama, ujar Muqowim sebelum memaparkan materinya. Kemudian dia menyampaikan tentang makna Islam Washatiyah dengan mengimplementasikan tujuh nilai Islam Washatiyah di antaranya  1. Tawassut, posisi di jalur tengah dan lurus.  2. I'tidal, berperilaku proporsional dan adil dengan tanggung jawab. 3. Tasamuh, mengakui dan menghormati perbedaan dalam semua aspek kehidupan. 4. Syura, bersandar pada konsultasi dan menyelesaikan masalah melalui musyawarah untuk mencapai konsensus. 5. Islah, terlibat dalam tindakan yang reformatif dan konstruktif untuk kebaikan bersama. 6. Qudwah, merintis inisiatif mulia dan memimpin untuk kesejahteraan manusia. 7. Muwatonah, mengakui negara bangsa dan menghormati kewarganegaraan.



Usai pengarahan Dosen Universitas Negeri Islam Sunan Kalijaga Yogyakarta itu, melakukan wawancara kepada beberapa guru, dan peserta didik yang tergabung dalam penulis moderasi dan Penulis Cerita Islam sebagai sampel penelitiannya. Pertanyaan dalam penelitiannya seputar implementasi nilai-nilai washatiyah baik dari sisi manajemen madrasah dan aplikasi pembelajaran untuk guru mata pelajaran untuk peserta didiknya.

“Tetaplah menjadi madrasah yang kreatif, tetaplah terus menjadi juara di bidangnya masing-masing setiap anak itu mempunyai kreatifitas masing-masing,” pesannya untuk MTsN 7 Kediri. “Be your self,” pungkasnya. 


Setelah acara selesai kepala madrasah muhammad Zainuddin meyerahkan karya kolabarasinya bersama bapak kepala kemenag kabupaten Kediri bersama tin Niswa, serta penulis menyerahkan buku yang di tulim BMKK bimbingan ustaz Arwani, S.Ag. juga buku karya siswa dengan tema budaya Bali.

Reporter   : Avansa 

Fotografer: Ely

 Editor       : Ray

 Jumat, 22 Oktober 2021 MTsN 7 Kediri Melaksanakan upacara memperingati hari Santri Nasional. Upacara dilaksanakan di halaman depan madrasah, dimulai pada pukul 07.00-07.30 WIB, serta diikuti oleh civitas akademika MTsN 7 Kediri. Seluruh peserta upacara mengikuti dengan tertib dan khikmat.

 Upacara dipimpin oleh Nova Chena Arya Sasongko salah satu pengurus OSIS MTsN 7 Kediri. Setelah pengibaran bendera, Zarit Salsabilah Azzahro membacakan Teks UUD 1945, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ikrar santri Indonesia yang dipimpin oleh Abda Ibad Abadan yang diikuti seluruh peserta upacara. 

Dalam amanat menteri Agama yang dibacakan oleh Muhammad Zainuddin selaku inspektur upacara mengatakan bahwa santri mempunyai peran besar dalam perjuangan dan pembangunan bangsa, hingga saat ini pun Pesantren telah menunjukkan kiprahnya, lebih-lebih di era pandeni Covid-19, pendidikan di pesantren tetap berjalan.

Usai amanat dari pembina upacara, lagu Syubanul Walton menggema di lapangan uapacara. Lagu tersebut dinyanyikan oleh Tim paduan suara Osim MTsN 7 Kediri.

Muhammad Zainuddin. Kelala MTsN 7 Kediri, usai upacara saat ditemui tim jurnalistik Teropong madrasag, mengatakan, “Alhamdulillah upacara hari santri di MTsN 7 kediri dengan keterbatasan tempat alhamdulillah berjalan dengan lancar dan sukses. Terimakasih bagi panitia dan petugas upacara yang telah melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya” 

Usai kegitan upacara, seluruh bapak ibu guru dan petugas upacara melakukan tumbengan dan doa bersama. 

Penulis      : Vina, Kiki, Ais

Editor        : kiki

Kameramen: Kik

 19 Oktober 2021, hari ini kepala MTsN 7 Kediri telah melantik  pengurus OSIM periode 2021/2022,  pelantikan tersebut  bertempat di aula madrasah. Acara yang dilaksanakan secara terbatas itu dihadiri oleh jajaran Waka madrasah dan beberapa orang guru, serta 30 siswa dari pengurus OSIM lama dan baru.  

"Mudah mudahan OSIS yang baru ini lebih baik dari tahun sebelumnya dan memberikan prestasi sebanyak banyaknya," ujar Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I. dalam sambutannya.

Dia juga menyatakan, bagi pengurus OSIS  yang melanggar peraturan, akan diberi sanksi keras, lebih daripada siswa siswi yang lainnya.

Pelantikan OSIM kali ini cukup singkat, hanya berlangsung 1,5 jam, dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 08.30 WIB. Kegiatan rutin ini tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya, karena masih dalam suasana Pandemi.

"Harapan kami setelah ini, bisa mewujudkan visi dan misi yang pernah kami janjikan saat menjelang pemilihan ketua OSIM tempo hari," ungkap Jibril.

Pelantikan OSIM merupakan rutinitas biasa. Tujuan pelantikan ini untuk memperkuat kinerja pengurus OSIS. Harapanya setelah pelantikan, pengurus baru siap menjalankan program-program OSIM untuk periode 2021/2022. 

"Harapan saya  OSIM ini lebih baik dari pada yang sebelumnya, lebih produktif, inovatif, dan kreatif," ungkap Mukhsin Zeni, Waka kesiswaan.

Jibril Adam Faizuna, dan Haiden adalah ketua dan wakil ketua OSIM yang baru pada periode tahun 2021/2022. Keduanya memiliki tanggung jawab yang besar dalam menjalankan roda organisasi intra siswa madrasah. 

Reporter: Erni Kurniawati dan Naila

Kameramen: Hafidz Zuyyinarrahmah

Editor            : Dinda Aulya Zuli Astari

Kegiatan PTMT di MTsN 7 Kediri tidak hanya berada di dalam kelas tetapi juga berada di luar ruangan, di antaranya  menguatkan karakter moderasi beragama dan peduli lingkungan. 

Kamis, 14 Oktober 2021 melaksanakan kegiatan kerja bakti, yang biasanya dilaksanakan setiap hari jumat, biasa disebut kegiatan jumat bersih. Untuk kali ini dilakukan pada hari kamis,  agar terjadi keseimbangan kegiatan KBM di dalam kelas. 



Kerja bakti tersebut dikomando oleh waka Sarpras Abdul Kholik dan ketua Adiwiyata Tri Lestari. Siswa dibagi habis ke seluruh pojok madrasah. Sebagian guru mendampingi siswa di halaman depan, tengah, samping, dan belakang. Sedangkan guru yang lain membersihkan ruang guru. Begitu juga  staf tata usaha juga membersihkan kantor PTSP. 

Tujuan kerja bakti ini untuk menguatkan karakter siswa dalam menumbuhkan sikap Tasamuh, Awlawiyah dan Qudwah, sikap toleransi saling membantu, bekerja sama, mendahulukan yang utama.  Artinya mendahulukan kepentingan umum untuk menjaga kebersihan madrasah secara bersama-sama dan menjadi pelopor yang baik, tanpa menunggu perintah  dengan ikhlas. Kerja bakti ini dilakukan demi tercapainya tujuan bersama lingkungan madrasah yang bersih sehat dan terbebas dari sampah plastik. 

Reporter : Muhammad Zainuddin

Editor.     : Maghfur


Selasa, 13 Oktober 2021. Kemarin (12 Oktober 2021) Kepala MTsN 7 Kediri, Muhammad Zainuddin telah melaksanakan PKKM (Penilaian Kinerja Kepala Madrasah). Kegiatan tersebut dihadiri  dua orang asesor dari Kementerian Agama, Dra. Elok Farida, M.Pd.I, dan Nurul Faiqotul, M.Pd.I. Penilaian tersebut dimulai sejak pukul 07.30 WIB, bertempat di ruang barat PTSP.

Dalam pernyataannya Elok Farida mengatakan, bahwa tujuan PKKM adalah untuk untuk mengetahui efektifitas kinerja kepala madrasah, meningkatkan semangat dan kinerja kepala madrasah, melakukan pembinaan dan yang paling penting adalah promosi jabatan.

Sebelum itu Muhammad Zainuddin memaparkan capaian-capaiannya selama memimpin MTsN 7 Kediri, diantaranya tentang 9 program unggulan, yang terdiri dari Madrasah Adiwiyata, Madrasah Literasi, Madrasah Digital, Madrasah Ramah anak, madrasah sehat, Madrasah Siaga Kependudukan, Madrasah Washatyah, Madrasah Riset,  dan Madrasah Bilingual. Dia juga menyampaikan tentang kronologis program-program tersebut, hingga mencapai prestasi yang cukup membanggakan, mulai tingkat kabupaten hingga internasional.

Zainuddin juga menyatakan, bahwa keberhasilan yang dicapai ini bukan semata-mata kemampuan dirinya, namun juga semangat yang tinggi dari seluruh komponen madrasah untuk ikut bersama-sama memajukan madrasah. "Sengaja dalam kegiatan ini saya mengajak Waka, guru, dan staf, karena hasil kerja kepala madrasah berada di tangan bapak ibu semua," ungkapnya. "Meski kami berusaha melengkapi instrumen, mungkin masih banyak kekurangan, untuk itu kami  mohon bimbingan dari ibu-ibu asesor bilamana masih ada kekurangan," Sambungnya.


Dalam pelaksanaan PKKM kedua asesor memeriksa semua dokumen yang diperlukan untuk penilaian. Dokumen-dokumen telah di siapkan oleh Tim yang sejak beberapa minggu yang lalu. Usai pemeriksaan dokumen Elok memberikan penilaian yang luar biasa. “Kalau toh ada kekurangan itu wajar, saya berharap dalam akreditasi madrasah yang akan datang MTsN 7 Kediri mendapatkan nilai baik sekali,” pungkasnya.



Nurul Faiqotul, juga memberikan penilaian yang sangat luar biasa, karena semua dokumen yang disiapkan sesuai dengan standar yang menjadi acuan penilaian. “Saya adalah asesor tahun lalu, dan catatan kekurangan semua sudah dilengkapi,” ucapnya dengan wajah semringah. “Rasanya saya tidak ingin memeriksa, karena gambaran sekilas sangat baik, setelah saya cek, ternyata benar-benar lengkap,” ungkap perempuan itu dengan wajah berbinar dan penuh semangat. 

Sahroeni selaku ketua Tim PKKM menyatakan penilaian Kinerja terdiri dari empat komponen, antara lain, Usaha pengembangan madrasah, pelaksanaan tugas managerial, pengembangan kewirausahaan, supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan. Selain itu Waka kurikulum itu juga mengungkapkan bahwa untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan program ini dibutuhkan keterlibatan semua pihak. "Di sini semua kami libatkan, terutama pihak yang terkait langsung dalam penanganan program-program madrasah. Semakin banyak yang terlibat atau melihatkan diri semakin baik. Ini juga merupakan salah satu bentuk loyalitas guru dan karyawan kepada madrasah." ucapnya.



Usai kegiatan berakhir Zainuddin menyerahkan buku karyanya yang berjudul Madarasah Anti sampah plastik Penyumbang kelestarian lingkungan, dan 5 buku karya siswa yang berjudul  Destinasi wisata bumi Kediri jilid 1 dan 2, serta dari kitab kuning kitab klasik untuk Islam lebih moderat.

Reporter : Sri Ambarwati, Niha Hanum            kamerawan : Raygita 

Editor.      :  Maghfur, Rahma 






 Sabtu, 02 Oktober 2021. MTsN 7 Kediri mengadakan pemilihan ketua OSIS dan wakil ketua OSIS yang dilaksanakan secara langsung di Aula madrasah yang berada di lantai dua madrasah. Semua siswa siswi MTsN 7 Kediri mengikuti acara pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS. Kegiatan ini diadakan pada pukul 07.30-11.30 WIB. Bagi siswa siswi yang mencoblos pasangan calon OSIS, sebelum memasuki ruangan siswa siswi wajib menggunakan handsanitizer.


Siswa siswi mengambil kertas pemilihan OSIS di meja guru selesai mengambil kertas OSIS siswa siswi ke bilik 1, 2, dan 3 untuk mencoblos pilihan OSIS yang terbaik.

Defa Azalina adalah salah satu murid yang berhasil diwawancarai mengatakan "Acara tersebut berjalan dengan lancar tetapi dia belum mengenal salah satu pasangan kandidat tersebut alhamdulillahnya dia sudah melihat mereka  dari youtube MTsN 7 Kediri dia juga mengatakan insyaallah dia sudah memilih yang terbaik, harapannya untuk calon ketua OSIS dan wakil ketua OSIS adalah bisa memajukan MTsN 7 Kediri ini"



“Alhamdulillah acara hari ini berjalan dengan lancar, mulai dari penjaringan lewat tes tulis sampai dengan wawancara OSIS kemarin” ujar Sri Poerwati.



“Untuk kendalanya InsyaAllah tidak ada, kalau belum pandemi kemarin kan lebih meriah dan dapat mempersingkat waktu karena bisa dengan serentak memilih secara bersamaan, tapi kalau sekarang karena ada pandemi kegiatan ini menjadi dibatasi dan kita masih harus mematuhi prokes akhirnya ada pembagian jadwal pencoblosan, mungkin kalau tidak ada pandemi kegiatan ini bisa terlaksana lebih cepat, waktu paling lama mungkin sekitar satu hari” lanjutnya.

Kenapa 3 anak ini menjadi kandidat?

“Karena sesuai dengan kualifikasi yang dijaring mulai dari tes tulis sampai dengan tes wawancara insyaallah enam orang ini memiliki kompetensi yang kita butuhkan sebagai kandidat” jawab Sri Poerwati. 

Pemilihan OSIS dilaksanakan pada hari sabtu dan rabu. Bagi kelas 7 dan 9 pada hari sabtu dan kelas 8 pada hari rabu. Pemilihan OSIS. Pemilihan akan berlanjut hari rabu dan akan diumumkan siapa yang terpilih menjadi OSIS di MTsN 7 Kediri

Penulis: Vina 8C, Aisy 8B

Editor  : Kiki 8D

Kameramen; Kiki

1 Oktober 2021. Keterbatasan lokasi karena tumpukan material, proses rehap gedung baru, tidak mengurangi semangat civitas MTsN 7 Kediri untuk melaksanakan upacara bendera memperingati hari kesaktian Pancasila. Untuk menyiasati keterbatasan lokasi, serta dalam rangka PTM terbatas,  format upacara dengan metode luring dan daring. Untuk Bapak dan ibu guru, staf tata usaha, dan wakil-wakil siswa melaksanakan upacara langsung di halaman madrasah, sedang siswa-siswa lain melalui jaringan youtobe. Agenda yang bertajuk  “Selamat Memperingati Hari Kesaktian Pancasila Sebagai Wujud Kita Terhadap Wawasan Kebangsaan Dan Patriotisme, Indonesia Tangguh Berlandaskan Pancasila.” tersebut dimulai pukul 07.00 WIB.

Kepala Madrasah Muhammad Zainuddin bertindak sebagai isnpektur upacara, adapun yang bertugas dalam kegiatan tersebut, antara lain:  Pemimpin Upacara; Nova Cena Ary Sasongko (9H), Pengibar Bendera; Nadya Nahda Desiana (9C), Nabiha Ayu Mardhatillah (9C), Amanda Salsabila Kumala Santy (9J), Protokol: Shery Oktavia Widyadhari (8C) Pembawa teks Pancasila: Rizqi Vickatia Pradana (8G), Pembaca Ikrar Pancasila : Abda Ibad Abadan  (9H), Pembaca Naskah UUD 1945: Zarit  Salsabillah Azzahro (9I),  dan Dirigen: Fredlina Farah (9I), dan Pembaca Doa;Irfan Almuradif (8A).

Dalam amanatnya, Zainuddin menyampaikan, bahwa Kesaktian pancasila telah teruji dengan peristiwa besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yaitu G30S/PKI. Pancasila  sebagai ediologi bangsa tidak tergoyahkan. Saat ini dibutuhkan semangat Patriotisme dan Wawasan kebangsaan untuk menumbuh kembangkan nilai-nilai pancasila agar tidak tergerus oleh isu-isu yang  radikal membenturkan agama dan pancasila. “Perlu di ingat bahwa pancasila tidak bisa di benturkan dengan agama karena pancasila terpadu dengan agama, nilai-nilai agama  terimplementasi pada 5 sila pancasila, Pancasila sebagai dasar negara mengayomi dan melindungi umat beragama untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya,” ungkapnya.  

“Beragama yang benar sudah jelas juga mengamalkan pancasila, Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa menuntun kita untuk menjalankan Agama dengan baik dan benar, secara otomatis akan menjiwai ke 4 sila dibawahnya yaitu kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah dan keadilan. Habluminaalloh dan hablumminannas tercapai,” tambah Zainuddin. 

“MTsN 7 Kediri dengan program Madrasah wasathiyah, sangat tepat untuk menumbuhkan wawasan kebangsaan dan patriotisme mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan NKRI, karena nilai-nilai islam wasathiyah jika di terapkan dengan baik dan benar dapat menjadi pertahanan untuk menjaga ke utuhan NKRI, seperti Tawazun (berkeseimbangan), toleransi (tasamuh), tidak diskriminasi (musawah) dan muwathonah (mengakui keberadaan negara). Pasti tercipta Indonesia tangguh berlandaskan Pancasila. NKRI harga mati,” kata zainuddin sebelum mengakhiri amanatnya.

Peringatan Hari kesaktian Pancasila ini sangat penting, untuk generasi muda saat ini, agar nilai-nilai Pancasila tetap dijiwai. Sebab banyak generasi muda saat ini yang mulai melupakan nilai-nilai luhur pancasila, ucap Juaini, guru PKN MTsN 7 kediri, usai pembubaran upacara tepat pukul 08.00 WIB.

Reporter: Sri Ambarwati (Humas)

Editor      : Maghfur




MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget