May 2021

 


Hafidz Zuyyinarrahmah

Ini aku Rania, dan ini adalah ceritaku 10 tahun yang lalu. Masa itu, aku masih berumur 10 tahun. Masa dimana aku masih kanak-kanak dan masih polos. Aku juga belum tahu rasanya kasmaran. Aku adalah gadis yang penuh keceriaan, dan banyak berharap kepada masa depan yang cerah dan cita-cita yang semoga akan terwujud. 


Aku termasuk 10 besar anak yang pintar di kelas. Aku menghabiskan waktuku dengan belajar, membantu mama bekerja, dan juga bermain. Di umur segitu sangat wajar untuk bersenang-senang.

Aku memiliki banyak sekali teman di sekolah. Aku sangat suka sekali jajan. Itu membuatku sedikit gemuk. Haha, sedikit. Membuatku jadi anak yang mendominasi di sekolah. Kemana saja aku berjalan, guru guru selalu menyapaku. Begitu pula teman-temanku. Hidupku di sekolah dasar ini begitu menyenangkan. Aku dikerumuni oleh teman-teman yang menyayangiku. Aku juga pastinya menyayangi mereka kan.


Setelah dua tahun aku bersenang-senang, ini waktunya perpisahan. Ucapkan selamat tinggal dan sampai jumpa kepada teman-teman. Aku akan menjadi siswa sekolah menengah pertama. Teman teman juga, kami akan berpencar kesekolah yang sudah kami incar sejak lama. Aku cukup bahagia, teman-temanku diterima di sekolah yang mereka impikan. Kami semua merayakannya dengan wisuda. Kami diwisuda dengan menyewa gedung besar milik pemerintah. Untuk merayakannya, kami semua dibentuk dua kelompok dan membawakan lagu secara terpisah. Kelompok 1 menyanyikan lagu Indonesia jaya. Sedangkan kelompok dua bubuy bulan. Acara kelulusan berakhir dengan emosional. Isak tangis teman teman yang tak ingin berpisah, membuat suasana semakin haru.


Dua Minggu setelah diwisuda. Aku sudah mulai bersekolah di sekolah baruku. Di SMP Jaya. Aku mendapatkan kelasku dan aku pun langsung menghuni disana. Ini saatnya MOS. MOS ini adalah masa yang katanya menyenangkan dan menyeramkan. Aku anak yang selalu positif, aku ga terlalu memikirkan hal hal yang menyeramkan, yang mungkin akan terjadi. Masa ini cepat sekali berlalunya yaa.


Dua Minggu sudah berlalu, aku memang tidak memiliki teman dekat. Tapi semua teman kelasku menyukaiku. Mereka sangat ramah kepadaku. Walaupun aku sedikit kurang menyukai itu. Semua teman 


Sekelas ku memang ramah, tapi mereka seperti menjauhiku. Ah mungkin itu Cuma imajinasi ku saja. Aku terlalu melebih lebihkan. Pelajaran akan dimulai. Aku harus cepat cepat masuk gerbang sekolah supaya aku tidak ketinggalan dan dihukum. Aku pernah dihukum satu kali saat masih awal masuk sekolah ini. Dan itu membuatku deg-deg an, aku tak akan mengulanginya. Aku tidak mau, semoga saja begitu. Aku berlari sekencang mungkin hingga semua murid melihat dan menatapku, sudah biasa aku selalu menjadi pusat perhatian. Pelajaran dimulai dan berjalan seakan semuanya slow motion. Mana pelajaran pertama matematika, pagiku telah rusak.


Tibalah saat yang paling kami tunggu. Maksudnya, pelajaran bahasa Inggris. Aku sangat menyukai bahasa Inggris. Namun ntah mengapa, aku nggak jago jago juga dalam bahasa Inggris. Hehehe, walaupun aku memiliki nilai tertinggi dipelajaran ini, aku tak mau menyombongkan diri. Speakingku kurang di mapel ini. Itu membuatku kurang percaya diri. Kebanyakan teman temanku membenci mata pelajaran ini.  Istirahat Sudah menampakkan diri. Dengan diiringi bel aku memasukkan buku yang berserakan dimeja kedalam tas abu abuku. Walaupun sangat disayangkan pelajaran bahasa Inggris terasa begitu cepat, seperti aku kecewa tapi tidak juga. Teman teman terlihat membawa bekal. Sepertinya mereka sudah janjian untuk membawanya. Salah satu dari mereka tampak murung. Aku mendekati gerombolan mereka yang ingin makan bento. Aku duduk di samping anak itu. Dia Diana. 

“Bagaimana kalau kita kekantin saja?” tawarku kepada Diana. 

“Ah, baiklah,” ujar Diana.

Akupun berdiri dan mengajak Diana keluar. Aku berlari Diana mengikutiku dibelakang ku. 

“Hei hentikan, jangan membuat perhatian disini!” seru Diana sambil membisikkannya ditelinga ku. Oh kenapa? Gumamku. Tapi, baiklah untuk kali ini aku tak akan berlarian.


Kita sudah sampai di kantin. Beberapa kakak kelas ada di depanku. Mereka terlihat tinggi dan besar. Sepertinya aku saja yang kecil. Tapi, mereka tampak membicarakan kami. 

“Hahah kok bisa ya, dia berperilaku kekanak-kanakan, bagaimana bisa masuk sekolah elite ini?”

“Haduhh guru-guru gak becus deh menangani masalah ini!”

Ucap mereka lirih sambil tertawa seakan meremehkanku dan Diana.

“Eh awas dia dibelakangmu tuh,” seru salah satu dari mereka.

Bukannya mereka diam karna mengetahui keberadaanku, mereka malah menjauh dan mencaci ku. Sebenernya siapa mereka? Kok suka banget sih ngurusih hidup orang. Apa pekerjaan mereka begitu ya. Sepertinya Diana merasa kesal. Setelah mendapatkan apa yang ingin ia beli, dia langsung meninggalkanku begitu saja. Hah, aku tak begitu mengerti keadaan macam apa ini. Tapi jujur saja aku sedikit takut. Jantungku berdegup tak normal. Aku langsung cepat-cepat kembali ke kelas.


Sepertinya Diana sudah memberitahu kan kejadian tadi kepada teman teman sekelas. Saat aku masuk, ntah suasana apa lagi ini. Mereka melihatku seakan aku makhluk jahat asing yang berjalan melewati lorong panjang. Sepertinya kawanan itu sedang membicarakan ku, tentang masalah tadi. Padahal itu hanyalah masalah kecil. Mereka terlalu membesar-besarkannya. Siapa sebenarnya perempuan itu?


Editor: Niha Hanum Salsabila

 


 Kepung, 25 Mei 2020. Test PPDB MTsN 7 Kediri yang dilaksanakan kemarin (24 Mei 2021) secara online yang terdiri Test Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, dan keagamaan pada hari ini diumumkan. Test tersebut merupakan rangkaian PPDB sebelumnya, yakni jalur prestasi,  olimpiade, dan jalur  kelas unggulan. Sedangkan yang diumumkan hari ini merupakan jalur reguler. Jumlah pendaftar jalur ini berjumlah 360 peserta. Namun, yang berhasil lolos dan diterima di MTsN 7 Kediri hanya 170 peserta, dan cadangan sejumlah 20 peserta. 

"Jalur reguler memang biasanya peserta lebih banyak, karena tidak ada syarat khusus untuk mendaftar. Ini berbeda dengan jalur olimpiade yang harus mempunyai nilai raport yang tinggi serta merupakan siswa terbaik di kelasnya, misalnya rangking 1, 2, dan 3 atau siswa yang punya keunggulan prestasi tertentu. Jalur olimpiade atau lomba menulis telah diumumkan beberapa bulan lalu. Beberapa jalur PPDB sengaja dibuka untuk mewadahi potensi calon peserta didik," kata Muksin Zeni Supraba selaku ketua PPDB MTsN 7 Kediri.

"Sebenarnya, madrasah ingin menampung semua peserta, tapi karena kapasitas ruang dan peraturan pemerintah, terpaksa kita membatasi jumlah peserta didik, otomatis kita tak bisa menerima. Mohon maaf pada semua peserta yang belum lolos, semoga diterima di sekolah lain, yang kualitasnya tidak kalah dengan MTsN7 Kediri," Ujar Muhammad Zainuddin Kepala MTsN 7 Kediri.


Berikut Pengumuman PPDB Jalur Reguler MTsN 7 Kediri








Reporter : Putri Chakiki

Editor.  : Tim Jurnalistik




 


Kepung, 24 Mei 2021. Hari ini merupakan hari pertama pembelajaran tatap muka dilaksanakan meski terbatas. Kondisi ini Covid-19 yang masih rawan penyebarannya, menyebabkan  madrasah benar-benar melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Selain itu siswa yang masuk juga dibatasi perkelas hanya 16 peserta didik atau 50% dari jumlah siswa dalam satu kelas, dan setiap kelas disediakan hand sanitizer dan sarana cuci tangan.

Menurut Zainudin kepala MTsN 7 Kediri, bahwa semua syarat telah dipenuhi agar dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka.



     Disetiap kelas akan melaksanakan uji coba ini dengan bergilir. 

Kelas 7 A-K absen 1-16 pada tanggal 24- Mei-2021

Kelas 7 A-K absen 17-terakhir pada tanggal 25-Mei-2021

Kelas 7 A-K absen 1-16 pada tanggal 27- Mei-2021

Kelas 8 A-J absen 1-16 pada tanggal 28-Mei-2021

Kelas 8 A-J absen 17-terakhir pada tanggal 29-Mei-2021

Kelas 8 A-J absen 1-16 pada tanggal 30-Mei-2021


Semua siswa masuk seperti awal mula sekolah tatap muka. Berangkat sekolah sebelum dari pukul 06.45 WIB dan selesai pada pukul 09.30 WIB. Setiap kelas kegiatan di ruang kelas juga dilakukan dengan memakai masker dan berjaga jarak. Setiap 1 Kelas akan dibagi menjadi 2 kelas. Berhubung pada hari ini merupakan jadwal untuk anak kelas 7, beberapa pengurus OSIS MTsN 7 Kediri juga membantu membagikan almamater untuk seluruh siswa kelas 7.

Reporter : Zarit Salsabila Azzahro

Editor : Tim Jurnalistik

 


Assalamualaikum warahmatullah

Ramadhan 1442 Hijriah sudah memasuki hari ke-27, satu persatu hari-hari di bulan Ramadhan tahun ini telah meninggalkan kita semua, entah berapa amal sholeh yang telah tercatat di buku yang dibawa oleh Malaikat Hafadhah, atau justru amal buruk yang meramaikan isi buku itu. Ramadhan tahun ini mempunyai banyak nuansa baru, setelah lebih dari setahun manusia di seluruh penjuru bumi dihajar oleh virus Corona. Baik bagi mereka yang secara langsung terkena serangan virus ini atau yang mengalami dampak negatif dari wabah ini, seperti sektor Pendidikan, Ekonomi, Sosial dan lainnya.

     Salah satu nuansa baru yang ada pada Ramadhan tahun ini adalah sebuah festival da'i kita yang diadakan oleh kementrian agama kabupaten Kediri yang bekerja sama dengan stasiun TV yaitu Dhoho TV Kediri. Sebuah festival yang bergenre Dakwah yang bertujuan mencari bibit-bibit unggul dalam mendakwahkan Islam secara lisaniah, yang selanjutnya diharapkan mewujudkan generasi muda Islam yang mempunyai haliah yang beraroma Islamiyyah secara alami. MTsN 7 Kediri tak ketinggalan untuk mengirimkan delegasinya dalam festival itu, dengan tujuan utama untuk mencetak pondasi awal dari sebuah proses kesuksesan anak didik. 

     Ada dua anak yang mendapatkan amanah ini, mereka adalah Garnis Azalea dari kelas 9F dan Zarit Salsabillah dari kelas  8I. Dibawah kepercayaan dari pak Arwani, mereka berdua mendapatkan pengalaman tentang membuat materi dakwah yang  idealis dan kritis terhadap kondisi lingkungan sekitar. Dua teks pidato yang diberikan kepada kedua peserta di babak pertama adalah bertemakan nilai-nilai Islam moderat atau wasathiyah, ya sebuah tema yang lain dari pada yang lain, dari 40 peserta hanya dari MTsN 7 Kediri yang berani mendakwahkan nilai-nilai ini di hadapan juri dan ratusan ribu pemirsa Dhoho tv. Dan hasilnya Alhamdulillah dua delegasi dari MTsN 7 Kediri tersebut mampu lolos ke babak kedua festival Da'i Kita. Pada babak kedua yang diikuti oleh 30 peserta,masih dengan bimbingan dari pak Arwani salah satu guru Akidah dari MTsN 7 Kediri, calon Da'i milenial dari MTsN 7 Kediri mendapatkan latihan Khitobah dengan konten Dakwah yang lebih variatif dan santai, Alhamdulillah dari latihan tersebut nilai dua delegasi tersebut lebih baik dari pada penampilan perdana. Tetapi namanya perlombaan pasti ada yang menang dan yang kalah, dua delegasi tersebut berada di pihak yang kalah bersama 10 peserta lainnya, kekalahan tentu saja bukan sebuah harapan dari peserta lomba, tetapi hal itu harus diterima dengan lapang dada dan dijadikan sebagai sebuah bahan evaluasi baik bagi peserta maupun bagi pembimbing. Kekalahan dalam sebuah festival bukanlah akhir dari dunia, langit pun masih membiru dengan indahnya, sang Surya juga masih setia menyinari bumi. Pada akhirnya, kami dari tim Da'i Kita MTsN 7 kediri 1442 Hijriyah mengucapkan selamat kepada pemenang, semoga kemenangan para pemenang ini dapat menjadi bahan bakar dalam mensyiarkan Islam di lingkungan mereka masing-masing. Dan kepada semua peserta yang belum beruntung kami ucapkan terima takdir ilahi ini dengan hati yang lapang, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.., dan siapa tahu dengan menerima dengan ikhlas segala pemberian dari Sang Maha Segalanya baik itu hal yang menyenangkan atau hal pahit, kita diberi anugerah berupa mendapatkan malam seribu bulan atau Lailatul Qadar, karena keikhlasan adalah salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki di hati seseorang yang ingin memperoleh Lailatul Qadar 

التجربة هي خير الأساتذ 



Experience is the best 

Teacher 

Pengalaman adalah guru terbaik. karena pada hakikatnya Allah lah yang menjadi gurunya dan umat manusia sebagai murid dan pengalaman itu sebagai media pembelajarannya.

Wassalamu'alaikum warahmatullah.

Penulis: Muhammad Arwani-Zarit Sasabila Azzahro

Editor  : Putri Chakiki


Mulai tanggal 3 - 6 Mei MTsN 7 Kediri menjadi titik penyelerenggaraan peserta zoom sebuah acara Bimtek Pembelajaran Literasi dan Numerasi yang pesertanya dari MTsN 1, MTsN 5, MTsN 6, MTsN 7, tempatnya di ruang kelas paling barat bawah sebelah selatan tepatnya di kelas 9B. Dengan peserta yang berjumlah 25 guru dan 2 pengawas. Dan dari MTsN 7 kediri diwakili oleh Ambar, Luluk, Ninik, Istiqomah, Junaidah, dan Syamsudin.

“Merupakan suatu kehormatan MTsN 7 Kediri sebagai tempat lokasi Titik Zoom kegiatan Bimtek. Segala upaya telah saya siapkan untuk memperlancar kegiatan bimtek tersebut.” Itu hal yang disiapkan oleh Zainuddin selaku tuan rumah MTsN 7 Kediri.



Bermula dari undangan zoom dari kakanwil pada tanggal 1 Mei 2021. Akhirnya MTsN 7 kediri di tunjuk sebagai salah satu lokasi titik zoom dengan kode MTs_9_MTsN 7 Kediri, sebagai kegiatan Bimtek Numerasi dan Literasi Pembelajaran selama 4 hari.


Sebagian rangkuman yang disampaikan dalam Bimtek:

1. Mendidik siswa harus disesuaian dengan zamannya agar siswa merasa senang dan betah belajar dengan kita. Tumbuhkan pembelajaran yang menyenangkan, tanpa memberikan rasa takut dan kecemasan bahkan menimbulkan keengganan belajar.

 

2. Sesuai dengan harapan Menteri Pendidikan, Merdeka Belajar merupakan satu-satunya sistem yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan bangsa. Karena itulah, terdapat 4 pokok kebijakan merdeka belajar, yaitu Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.


3. Merdeka Belajar menjadi penopang pendidikan abad-21 yang meliputi 3 aspek, yaitu (a) landasan literasi, meliputi literasi, numerasi, literasi saintifik, ICT Literacy, Financial Literacy, dan Cultural and civic literacy; (b) empat kecakapan, yaitu berfikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaborasi; dan (c) kualitas karakter, meliputi rasa ingin tahu, kegigihan, inisiatif, adaptasi, kepemimpinan, kepedulian sosial dan budaya.


literasi dan numerasi merupakan komponen dasar yang harus dimiliki oleh siswa untuk mempelajari mata pelajaran lainnya. Literasi memiliki makna yang luas, yaitu kemampuan memahami, mengolah, dan menggunakan informasi secara cerdas untuk meningkatkan kualitas dirinya, berkontribusi dalam masyarakatnya, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan.


Kemampuan berliterasi informasi media dan teknologi, akan menjadikan diri kita sebagai insan yang bijak dalam menghadapi arus kemajuan teknologi tersebut. Belajar menelisik kebenaran suatu informasi dan media agar tidak terjebak pada info yang hoaks. Sehingga kita menjadi insan yang smart dalam menghadapi kedinamisan zaman.


Reporter : Putri Chakiki - Zarit Salasabila Azzahro

Editor      : Tim Jurnalistik

 


Niha Hanum Salsabila


   Hai semua, kali ini aku mau membagikan pengalaman pribadi yang benar-benar nyata aku alami. Ya memang ini kejadiannya Cuma beberapa detik atau menit aja sih. Tapi entah mengapa peristiwa itu aku ingat sampai sekarang.

   Nah, tanggal kejadiannya sih aku lupa ya. Tapi yang jelas waktu aku masih menempuh pendidikan di TK. Waktu itu kakak ku sedang menderita penyakit demam berdarah. Kakakku kan rawat inap di rumah sakit, jadi yang nunggu dia di sana tuh gantian. Pas waktu siang ibuku, terus malam ganti ayahku. Tapi aku nggak pernah pulang, jadi aku selalu di rumah sakit sama kakakku.

   Suatu hari, entah apa sebabnya aku pulang ke rumah. Sekitar pukul 12 siang aku pulang sama ibuku. Pas udah di rumah, kita kan bersih-bersih dulu. Setelah selesai mandi, bertepatan ibuku lagi berganti pakaian, aku pakai bedak di depan pintu kamar ibuku. Bedak yang aku pakai itu yang ada kacanya bulat, kalian tahu kan? Nah, seperti itu. Waktu aku sedang pakai bedak, tiba-tiba muka aku tuh hilang di kaca. Diikuti dengan munculnya sosok perempuan berambut hitam panjang yang tergerai lusuh. Matanya hanya terdapat warna hitam setitik, dan selebihnya putih semua. Wanita itu tampak tersenyum menyeringai menghadap ke arahku. Ia hanya lewat di dalam kaca beberapa detik atau menit saja. Namun yang terjadi padaku hanya diam mematung menatap wanita di dalam cermin itu. Rasanya seperti tersihir oleh wanita berbaju putih lusuh itu.

   Setelah wanita di dalam cermin itu menghilang, kesadaranku pun kembali. Tanpa ba-bi-bu, aku langsung menggedor-gedor pintu kamar ibuku sembari berteriak histeris memanggil ibuku. Ibuku pun membukakan pintu kamarnya. Aku langsung masuk dan menceritakan semua yang baru saja aku alami. Namun entah mengapa ibuku sama sekali tidak percaya akan apa yang aku katakan.

  Semenjak kejadian itu, aku benar-benar trauma dengan bedak yang memiliki cermin bulat seperti di kejadian itu. Kalaupun aku terdesak untuk menggunakan bedak seperti itu, aku akan mencari kaca lain. Asalkan jangan kaca bundar yang ada di dalam bedak itu.


Editor: Putri Chakiki

 


Oleh: Putri Chakiki

Setiap tanggal 2 Mei di peringati sebagai hari Pendidikan Nasional. Tanggal tersebut  bertepatan dengan hari lahir bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara. Dia adalah seorang Pahlawan Nasional yang berani menentang kebijakan Pemerintah Hindia Belanda pada masa itu. Kebijakan yang ditentang adalah tentang Pendidikan yang hanya bisa dirasakan oleh anak kelahiran Belanda atau anak dari golongan berada saja. Kritik yang di lakukannya membuat ia diasingkan ke Belanda. Setelah kembali ke Indonesia ia kemudian mendirikan sebuah Lembaga Pendidikan yang dikenal dengan nama Taman Siswa. Semboyan  Ki Hadjar Dewantara yang selalu kita ingat “Ing ngarsa sung tulodo, ing madya mangun karso, Tut Wuri Handayani” yang artinya “Di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberikan dorongan”.

Raden Mas Soewardi  Suryaningrat atau lebih dikenal dengan nama Ki Hadjar Dewantara lahir di Yokyakarta pada tanggal 2 Mei 1989. Dia a dibesarkan di lingkungan keluarga Kraton Yogyakarta. Ayahnya adalah Kanjeng Pangeran Aryo Suryaningrat dan Ibunya bernama Raden Ayu Sandiah. Suryaningrat sendiri merupakan anak dari Paku Alam ke III. Saat masih kecil Ki Hadjar Dewantara mrndapat julukan Denmas Jemblung karena saat kecil perutnya buncit. Ki Hadjar Dewantara meninggal di Yogyakarta pada tanggal 26 April 1959 di umur 69 Tahun. Dia merupakan tokoh Nasional yang perannya cukup penting dalam mengawali jejak Pendidikan di Indonesia.

Merdeka belajar adalah kemerdekaan dalam berpikir, dengan memberikan kesempatan belajar sebebas-bebasnya dan senyaman-nyamannya kepada siswa untuk belajar dengan tenang, santai tanpa stres dan tekanan dengan memperhatikan bakat alami yang mereka punyai, tanpa memaksa mereka mempelajari atau menguasai suatu bidang pengetahuan di luar hobi dan kemampuan mereka.

Editor: Jurnalistik





Hari ini adalah hari yang sangat sepesial, hari ini bertepatan dengan malam Lailatul Qadar. Apa saja ya yang akan ku lakukan pada hari ini. Aku bisa menebaknya, mungkin hari ini aku akan berdiam diri di kamar sambil menonton serial kartun favorit ku. Aku sudah menyiapkan list nya. Tapi sayang, karena aku puasa jadi aku tak bisa bersantai sambil makan sawi panggang mayones. 

Sembari aku menyalakan laptop, aku juga menyiapkan tempat tidur yang nyaman, membersihkannya dengan penuh perhatian. Selesai membersihkan, aku langsung duduk di pojok kasur bersenderkan dinding. Mendudukkan laptopku diatas pangkuanku, dan memencet tombol spasi untuk memulai film. 

Kali ini aku memilih film kartun dengan genre sad. Karna sedih akan membuatku tidak nafsu makan. Aku harap film ini membuatku sangat terpukul. Aku berekspektasi tinggi semoga ekspektasi ku tidak mengecewakanku. Aku menonton dengan seksama, supaya aku dapat vibe dari filmnya. Biar bisa nangis di scene yang menyedihkan.

 Oh ya, aku termasuk orang yang jarang sedih ataupun menangis. Karena, aku anak pertama, tips ku supaya kalian gak gampang sedih adalah, kalian harus lihat ke sisi positif dari suatu kejadian yang kalian anggap menyedihkan untuk diingat, seperti halnya putus cinta. Kalian harus melihat ke hal hal yang mungkin bermanfaat saat kalian putus cinta,oke! 

    Mungkin itu akan mengurangi beban kalian. Makanya gausah cinta cintaan. Tapi ya memang sih cinta itu wajar, tapi jangan berlebihan juga. Ga baik tau!

 Dimenit 13, menit-menit yang mulai terasa bawangnya. Aku rasa, ah tidak aku tidak akan menangis hanya karena film yang menceritakan hal sial seperti ini. Oh tidak, tidak bisa ku tahan. Air mata ku menetes tanpa kusadari. Huwaa, lemah sekali akuu, begini saja nangis. Tidak tidak aku tidak akan menyerah sampai disini. Hiyaaa, kukerahkan semua mental ku. 

 “oi fen!!” “huwaa siapa ituu!?!” aku terkejut mendengar suara sesosok, makhluk apa itu, jangan jangan itu arwah dari Kao.! 

 “emm halu lagi, nonton apaan lu sampai nangis kejer gitu?” ternyata itu Cuman makhluk yang biasa manusia temui. 

 Kakak mengaggetkanku saja ah! Haha kirain apaan, gumamku. 

 “Disuruh mama beli beli beras tuh, 15 kilo aja kok!” tambah kak Andre. 

 Buset dah, tu beras mau dimakan apa dibagiin kerakyat, buanyak amat!

  “lu laki kann,, masa gitu doang mikir lama sih!!” katanya meremehkan.

   Huh, siapa bilang aku mudah nyerah, ga akan lahh. 

   “oke! Aku berangkat kok.” Ucapku tegas. 

  Segera ku turun dari kasur nyamanku, merebut masker yang tergeletak di meja, mengambil uang dari tangan kak Andre, lalu berangkat. 

 Astaghfirullah guys, berat bangeet. Keluhku dalam perjalanan pulang, menyeret karung beras seberat itu. Ah tau gini aku chat Diki aja tadi, buat bantuin aku. Panas, ya Tuhan, masih jauh lagii masih 50 meter lagi. Mana disuruh beli pas matahari panas- panasnya, bisa bisa belang nih kulitku sampe ke rumah. Eh kalo dipikir pikir, aneh juga bunda suruh beliin beras sebanyak ini. Oke fine, mungkin kalian udah tau bakal ada acara apa di rumah, secara ini bulan puasa. 

 Abis dari rumah bakal ku tanyain ke bunda lahh. Mau bikin takjil apa hari ini. Em tapi kalo diinget lagi, setiap buka dan sahur, aku sama kak Andre selalu ngabisin nasi sebaskom. Bisa jadi bunda beli beras banya karena alasan itu. Hemm Sabi sih Sabi. 

 “Eh mau dibantuin ga?” tiba tiba seseorang muncul dari belakang pundakku. 

 Waaatt,, siapa lagi inii. Orang itu melangkah maju kedepanku, lalu mengangkat karung berisi beras yang ku bawa, alias seret. Selintas aku melihat wajahnya aku langsung mengenalnya. Wohh Kevin toh, kirain Adi atau Andre, kak maksudnya. 

 “eh iya makasih ya Vin sebelumnya.” “emm boleh nanya ga, ini beras sebuuanyaakk ini mau diapain? Mana elu lagi yang bawa, kan ga ngotak aja gitu elu suruh bawa, secara elu kan,” Kevin menghentikan kalimatnya dengan menatapku sinis dari ujung kepala sampai ujung kakiku. 

 “iye iyee tau gw leroy badannya, yaa aslinya ini kerjaan kka gw sih, Cuma dianya aja yang rese, soal ini berasnya mau diapain,gw ga tau pasti.” Jawabku panjang.

Dia menunjukkan ekspresi seperti memahami perkataan ku. 

 Ga terasa kita udah 5 jam di jalan. Oke udah sampe depan rumah. 

 “Mampir dulu yok Vin, sekalian nunggu adzan Maghrib!” ajakku menawarkan Kevin. 

 “emang ntar kalo gw mampir elu mau kasi gw takjil?” tanyanya rada meremehkan, tapi remehnya bener sih. “ya ngga juga sih.” Jawabku lantang. “yeee!!!” Kevin berteriak sambil berjalan keluar rumahku. Aku tertawa kecil melihat kelakuannya. 

 “Nyalain ga?” “Oke gas!” 

 Duaarrrrrr......

 Hihihi, kalian tau ga apa yang lagi ku lakuin? Aku lagi main petasan sama temen temen. Emng rada kurang ajar lah kita, nyalain petasan pas jam taraweh. Tapi kita nyalainnya rada jauh juga sih dari masjid, tapi tetep aja kita dimarahin kak Fani abis kita main. Kita ga jera sampe situ aja, selepas kak Fani pulang. Aku dan semua menyalakan petasan lagi dalam jangka waktu yang lumayan lama. 

 “eh lu dipanggil bokap lu tuh!” Kevin memanggilku. 

 Waduh pikiranku langsung kemana mana, negatif thinking mulai bermunculan. 

 Waduhh mati gw, pasti bapak mara mara nih, pulang ga ya pulang ga yaa.. pas gw udh sampe depan rumah. Ternyata bapak Cuma mau ngajak aku ke, itu,namanya bayar zakat. Ahhh kirain mau dicambuk gegara main petasan. Akhirnya aku mengiyakan ajakan bapak. Soalnya, ya mau gimana lagi, gabut banget. And this is my first time for ngelihat orang bayar zakat. 

 Habis pulang dari rumah orangnya yang kita kasih zakat tadi. Kita langsung menuju kerumah dong, gak lupa cuci tangan dan kaki biar gak ada kuman yang ikut masuk rumah. Seru juga yaa bisa menolong orang yang membutuhkan. Rasanya tentram dan bikin percaya diri. Enaknya besok nonton film apa yaa.

 Penulis: Rahma-8d

 Editor: Zar-8i



Beberapa negara di dunia memiliki durasi waktu puasa lebih panjang dari indonesia, salah satunya di Islandia dengan durasi waktu puasa hingga 20 jam. Hal ini pernah dialami oleh diaspora Indonesia Asti Tiyas Nurhidayati. Diaspora Indonesia adalah warga asli Indonesia yang menetap di negara lain atau di luar negeri.


Asti Tiyas Nurhidayati sudah tinggal di Reykjavik, Islandia, tepatnya sejak tahun 2016. Asti mengaku sempat berpuasa selama 20 jam. “Jadi lucu sebenarnya pada waktu awal pindah 2016 Juni itu pas puasa sebenarnya, jadi karena masih semangat dong dari Indonesia ke Islandia. Terus di Indonesia pastinya kalau puasa itu Subuh hingga Maghrib, begitu juga aku lakukan di Islandia tapi alhasil adalah Juni 2016 itu aku harus puasa selama 20 jam.” Kata Asti dalam sebuah video yang di aploud di sebuah akun media sosia milik VOA Indonesia.

Saat itu, Asti berpuasa dari jam 2 pagi hingga jam 10 malam Jadi Asti melakukan puasa selama 20 jam dan dengan waktu puasa yang panjang tersebut Asti hanya mempunyai waktu selama 4 jam untuk berbuka, sholat Maghrib, kemudian makan, lalu sholat Isha, sholat Tarawih, sahur, dan sholat Subuh.

Salah satu kunci Asti bisa berpuasa selama 20 jam adalah cuaca yang dingin dan tidak panas seperti halnya di indonesia yang suhu udaranya sungguh sangat ekstrem. Meski harus berpuasa selama 16-18 jam, Asti bersyukur karena cuacanya mendukung. “Alhamdullilah Allah itu maha adil ya, di Indonesia misalnya atau di Timur Tengah kan cuacanya panas gitu bikin haus segala macam, tapi kalau di sini disuruh puasa panjang tapi diberi cuaca yang mendukung, nggak terlalu panas, nggak bikin haus. Memang kita diberikan kekuatan sesuai dengan porsinya.” Jadi ya teman-teman yang berpuasa di tanah air, Selamat menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya. 

Sumber: Voaindonesia


Reporter : Putri Chakiki

Editor      : Zarit Sasabila Azzahro

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget