March 2021


Yoyakarta, 30 Maret 2021. Hari ini merupakan hari ketiga Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, mengadakan kegiatan Penyusunan Panduan Oprasional Penyenggaraan Bimbingan dan Konseling Madrasah 2021 angkatan 1. Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Phonix Yogyakarta ini dilaksanakan  pada tanggal 29 Maret sampai dengan 01 April 2021, dan diikuti secara nasional dari unsur praktisi, dosen, widyaswara, pengawas Madrasah, Kepala Madrasah, dan guru BK berjumlah 32 orang.  Untuk angkatan 1 kali ini meliputi  wilayah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bogor,  Bandung, Banten, dan  Jakarta. 

Acara tersebut dibuka oleh Kasubdit Bina GTK MI dan MTs Ainurraofid melalui Zoom meeting. Dalam sambutanya dia mengatakan, bahwa  POP BK Madrasah harus menunjukkan kekhasan madrasah, dan tidak harus sama dengan sekolah lain. Bahkan, sangat diharapkan berbeda dan benar-benar membawa nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin. Selain itu POP BK madrasah di harapkan memiliki ciri khas madrasah yang seharusnya tidak hanya menggunakan dasar hukum  kemendiknas saja, tapi keputusan menteri agama juga harus bisa mewarnai POP atau modul BK pada madrasah. 

Profesor Moh. Farozin  dosen UNY Yogyakarta, dalam memberikan materi profesi bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan madrasah (berbasis PKB) menyatakan, bahwa Bimbingan dan Konseling untuk peserta didik di madrasah harus bisa bersinergi dengan KMA 184 yang kental dengan penguatan karakter moderasi beragama dan anti korupsi. Oleh karena itu kegiatan  ini di harapkan menciptakan sebuah panduan yang berisi 5 Bab di mana setiap Bab harus mengandung nilai nilai Agama. “Ayat-ayat Al-Qur’an yang mendukung POP BK di masukkan ke dalam panduan, termasuk nilai nilai islam wasathiyyah mewarnai setiap rencana pelayanan bimbingan dan konseling,” dalam paparannya


Mohammad Zainuddin, kepala MTsN 7 Kediri salah satu peserta kegiatan, menyatakan, Keterlibatan saya, sebagai pegiat moderasi beragama, untuk memasukkan penguatan moderasi beragama pada setiap Bab pada panduan tersebut. 11 nilai islam Wasathiyyah diimplementasi ke dalam panduan POP BK madrasah.  “Diharapkan POP BK Madrasah yang baru ini bisa memancing munculnya KMA baru sebagai payung hukum POP BK tersebut,” pungkasnya.



Menurut peserta lain, seorang guru BK,  bahwa Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari akan menelurkan panduan yang bisa digunakan oleh Madrasah dalam penanganan dan pelayanan peserta didik di madrasah, sebuah panduan yang harus digunakan oleh guru BK di madrasah walaupun tetap dituntut untuk berinovasi sesuai dengan kearifan lokal atau karakteristik Madrasah. Panduan BK yang luar biasa sangat berbeda dengan sebelumnya, nilai-nilai agama Islam akan mengalir dalam peserta didik ketika mendapatkan pelayanan bimbingan dan konseling di madrasah.

Kegiatan yang berlangsung salama 4 hari ini rencananya akan ditutup pada besok (1 April 2021) pada pukul 11.30 WIB.

Reporter : Muhammad Zainuddin

Editor     : Tim Jurnalistik



Jumat, 26/Maret/2021. Kemarin 25/Maret/ 2021 pukul 09.00 WIB MTsN 5 Tulungagung mengunjungi MTsN 7 Kediri dalam rangka studi literasi. Kunjungan tersebut dipimpin oleh kapala madrasah Muhammad Dhofir dan diikuti oleh 10 anggota tim Literasi.  Kehadiranya disambut langsung oleh kepada madrasah Muhammad Zainnudin ketua tim literasi di ruang kepala madrasah, kemudian dilanjutkan ke ruang pertemuan.



Muhammad Dofir menyampaikan bahwa kehadirannya ke MTsN 7 Kediri ini ingin menimba ilmu tentang madrasah literasi. Dia ingin agar madrasahnya juga bisa menjadi madrasah literasi dengan menggerakan guru dan siswanya lebih literat. “Kami ke sini ingin tahu bagaimana peta jalan  untuk menjadi madrasah literasi, karena terus terang untuk mengawali kami masih awam, sehingga perlu tahu mulai dari mana kami harus melangkah, dan langkah apa yang harus kami lakukan,” ucap Dhofir. 


Sementara itu Zainuddin menanggapi bahwa Literasi di MTsN 7 Kediri berjalan sejak dicanangkannya gerakan literasi madrasah, diawali dengan membuat tim literasi. Tim tersebut bertugas untuk merumuskan program apa yang akan dilakukan. Selain itu dia menyatakan dengan adanya prestasi lembaga, maka secara tidak langsung prestasi siswa akan terangkat dengan sendirinya, demikian pula prestasi gurunya. Minimal saat ini telah banyak guru  dan siswa yang telah menulis dan menerbitkan buku. “ Saya sendiri awalnya alergi dengan kegiatan menulis. Namun sejak Pak Maghfur membuat koran digital itu, akhirnya saya rajin menulis. Saya juga sudah menulis  dua buku tunggal dan beberapa buku antologi, di antaranya moderasi beragama jilid 1, 4, dan 5, serta antologi lain,” paparnya. “Saat ini kami juga mengembangkan madrasah riset, robotik, dan untuk program-program yang kami canangkan tetap berjalan seperti madrasah Adiwiyata, anti sampah plastik, dan wasyatiah,” lanjut kepala madrasah yang menjabat di MTsN 7 Kediri yang lebih dari 4 tahun itu.



Muksin Zeni ketua tim literasi lebih banyak memaparkan program-progran yang selama ini sudah berjalan. Dia memaparkan kegiatan literasi sebelum pandemi, mulai kegiatan siswa membaca buku non pelajaran, lomba kelas literasi, dan kegiatan literasi yang lain. “Anak-anak ternyata antusiasnya cukup tinggi dalam kegiatan literasi, baik itu membaca, maupun menulis. Ketika kegiatan literasi berjalan banyak bermunculan penulis-penulis dari kalangan siswa,” ujarnya.



Usai pemaparan kegiatan dilanjutkan tanya jawab dari para peserta. Namun sebelum itu M Maghfur Qumaidi juga memaparkan aplikasi program literasi yang selama ini berjalan. Menurutnya Literasi merupakan pembekalan siswa untuk memberi life skill kecakapan hidup. Literasi menyangkut banyak hal, baik kemampuan intelektual, kemampuan bekerjasama, komunikasi dan masih banyak lagi.

Dalam tanya jawab banyak pertanyaan yang di sampaikan oleh para peserta di antaranya tentang motivasi gerakan literasi. Sebuah pertanyaan yang sulit dijawab oleh tim MTsN 7 Kediri, karena literasi di MTsN 7 Kediri berjalan secara alamiah. Namun demikian, bukan tidak ada proses yang direncanakan. Maghfur Qumaidi menjelaskan kronologis tentang literasi di MTsN 7 Kediri mulai dari awal sampai kini, dan pihak mana yang terlibat dalam gerakan literasi tersebut. 

Muksin Zeni, juga menambahkan bahwa gerakan literasi harus dikawal dengan sungguh-sungguh dan semua harus mentaati keputusan kepala madrasah, dalam menjawab salah satu pertanyaan dari ketua tim literasi MTsN 5 Tulunggung. Dia juga menjelaskan dari mana dana literasi diperoleh, ketika menjawab pertaanyaan, tentang anggaran yang dibutuhkan. Jawaban berbeda disampaikan Maghfur, Bahwa literasi tidak sepenuhnya digerakkan oleh uang. Namun, kesadaran untuk mengajar dan memberi pembekalan kepada peserta didik itu yang lebih utama.

Mahfud salah satu peserta meminta lima trik atau kunci untuk membentuk madrasah literasi.  Muksin Zeni menyampaikan 1. Membentuk Tim literasi berdasarkan surat keputusan kepala madrasah, 2. Membagi tugas secara jelas. Maghfur menambahkan, 3. Kesediaan guru untuk membimbing, 4. Tim yang solid dan lengkap. Muthorikah menambahkan perlu adanya fasilitas yang memadai serta adanya duta literasi anak.

Usai kegiatan tersebut kepala MTsN 5 Tuluangagung memberikan penghargaan dari kerajinan marmer yang merupakan ciri khas kota Tulungagung, dan kepala MTsN 7 Kediri juga memerikan kenangan buku-buku terbaru karya siswa dan guru. Salah satu buku yang berjudul “Menyingkap rahasia bumi literasi” diharapkan dapat menjadi peta jalan dalam gerakan literasi di madrasah yang berada di kota marmer itu.

Reporter : Zarit Salsabila Azzahro

Editor      : Putri Chakiki

 


Desa Besowo Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri merupakan daerah rawan bencana. Daerah tersebut berada di wilayah lereng Gunung Kelud sehingga bila terjadi letusan daerah tersebut juga terkena dampaknya. Desa yang terletak di dataran tinggi itu juga rawan terjadinya tanah longsor.  Beberapa waktu yang lalu bencana tanah longsor juga terjadi. Kondisi tersebut karena curah hujan yang cukup tinggi sehingga menggerus tanah pemukiman penduduk. Hingga kini masyarakat masih tetap waspada, karena dikhawatirkan bencana tersebut terulang kembali. 

Bencana ini merupakan bencana terbesar setelah beberapa tahun terjadi letusan gunung kelud, dan enam dusun menjadi korban. Dan total 6700 penduduk juga terancam kekurangan air, akibat rusaknya penampungan air warga, kata kepala desa yang dilansir oleh Tribun Jatim 8 Januari 2021.

Terkait dengan itu DWP Kemenag Provinsi Jawa Timur hari ini (24 Maret 2021) mengadakan kunjungan untuk memberikan bantuan kepada korban bencana alam tersebut. Kunjungan tersebut dipimpin oleh ketua DWP Hj. Liya Yulia Zayadi bersama pengurus wilayah Sri  Widarti, Kun Haniah, Almumtahinah, Ely Maftuhah, Peni Wiluntari dan Wiwik, serta diikuti oleh pengurus DWP Kemenag Kabupaten Kediri Ny  Musyadad, Ny Enim Hartono, Ny Kholiq, Nurohin, Risa Andriani, dan Nurul.

Kehadiran ketua DWP Kemenag Provinsi Jawa Timur, langsung diterima di ruang kerja kepala kantor kemenag kabupaten kediri Dr. Zuhri, S.Ag., M.Si., beserta istri Siti Khoiriyah Zuhri sekaligus ketua DWP kemenag Kabupaten kediri, Kasi Bimas Islam berserta beberapa pejabat atap pamenang. Dalam pernyataanya Zuhri menyampaikan terima  kasih karena diberi kepercayaan dan bantuan bansos di wilayah kerjanya. Karena sebelumnya Kepala kantor Kementerian Agama Ahmad Zayadi juga hadir di wilayah Kabupaten Kediri untuk memberi bantuan kepada masyarakat korban bencana, berupa air bersih dan donasi senilai Rp.10.000.000. sementara itu, Ibu Ketua DWP Kemenag Provinsi Jatim memberi bantuan senilai Rp.5.000.000. “ menurut  penuturan Risa Andriani selaku Sekretaris DWP kemenag kab. Kediri bahwa Dana Bantuan Sosial tersebut merupakan hasil penggalangan dana dari 38 Kemenag se-Jatim.

  Rombongan DWP selain meninjau kondisi lokasi bencana juga langsung menyapa korban bencana yang mengantri untuk mendapatkan bantuan air bersih. selain itu juga langsung berinteraksi dengan para korban bencana yang didampingi penyuluh agama,  perangkat desa, Kepala KUA Kepung dan petugas/ relawan penyalur sumbangan, tokoh tokoh lintas Agama. “Semoga bencana segera terlewati dan keadaan membaik,” harapan Bu Liya di tengah-tengah masyarakat yang antri air bersih.

Reporter : Muhammad Zainudin

Editor      : Tim Jurnalistik

 


Minggu, 21 Maret 2021. Hari ini lomba menulis yang diadakan GSMB telah diumumkan. Tanpa disangka cerita tentang Bhagawanta Bhari menembus nominasi 10 besar Nasional. Tulisan Ika Maulana Styowati bertengger dalam pengumuman. Gadis beezodiak Pisces itu sendiri tak menyangka, "Saya hampir tak percaya, Pak," tulis wapri pada salah satu pembimbing tulisannya. Dia sendiri sebenarnya tidak terlalu optimis bisa memenangkan perlombaan itu, mengingat jumlah pesertanya mencapai ribuan. Di sekolahnya sendiri dia juga harus bertanding dengan sesama temannya sejumlah 50 siswa. Selain itu menulis sebenarnya bukanlah hobinya, karena dia lebih suka menyanyi dan tiktok. "Saya dipaksa Dinda untuk ikut lomba ini," ujarnya sambil mencantumkan emot menangis terharu.



Sedangkan judul tersebut diambil karena terinspirasi oleh sosok Bhagawanta Bhari yang ingin tanah pertanian di sekitar Siman kecamatan kepung agar menjadi lahan yang subur. Hingga ia membuat terobosan dengan mengalirkan sungai Konto ke wilayah tersebut.

Sementara Maghfur megatakan, untuk lomba kali ini mengambil tema wisata lokal, karena saat ini banyak wisata desa yang sedang menggeliat. Banyak desa-desa memugar alam sebagai potensi wisata. "Kita ingin menunjukkan, bahwa Kabupaten Kediri sesungguhnya banyak wisata desa yang layak dijadikan alternatif berwisata. Selain itu juga ingin mengungkap nilai-nilai sejarah yang tumbuh dan diyakini masyarakat, dan itu perlu ditulis. Meski itu cerita, namun semua peserta dari MTsN 7 tetap melakukan riset," ucapnya. "Tapi seperti biasa, saya mudah pesimis, dan tak pernah mikir menang, bahkan kadang enggan melihat pengumuman," Pungkasnya.

Muksin Zeni Waka kesiswaan yang sejak awal terlibat dalam mengakomodasi anak untuk menulis mengatakan, "Masa pandemi ini kami sempat kesulitan mencari peserta sejumlah 50 anak, Karena pihak panitia menetapkan sejumlah itu. Tak boleh kurang, tapi Alhamdulillah, ternyata ada hasilnya, apalagi Ika mampu menyisihkan 3.900 peserta, sebelum dia juga mengalahkan teman-temannya sendiri.

Mohammad Zainuddin kepala MTsN 7 Kediri, mengatakan, " meski dalam masa pandemi, anak-anak harus tetap berprestasi. Alhamdulillah, selain prestasi ini, kemarin tiga siswa kami juga jadi pemenang lomba menulis nasional yang diadakan oleh Media Guru, dan juga menang lomba Qiro'ah yang diadakan MAN 3 Kediri. 

Lomba menulis ini merupakan wadah untuk menyalakan literasi di Indonesia. Manurut Najwa Shihab duta literasi Indonesia, bahwa literasi di Indonesia pada taraf yang sangat menghawatirkan," ucapnya dalam Festival literasi hari pertama.

Lomba tahunan ini juga menghadirkan tokoh-tokoh penggerak literasi nasional.

Reporter dan editor Tim Jurnalistik

Jumat, 19 Maret 2021. Kantor kementerian Agama Kab Kediri kemarin (18 Maret 2021) mengadakan kegiatan bincang pendidikan pendidikan. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Dr. Ahmad Zayadi, M.Pd., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri Dr. Zuhri, S.Ag., M.Si., serta diikuti oleh seluruh kepala Madrasah Negeri, perwakilan pengawas, dan kepala KUA di lingkungan kantor kementerian agama kabupen Kediri. 



Sebelum acara bincang pendidikan Kepala kantor kemenag provinsi Jawa Timur memberikan bantuan pada penduduk yang terkena musibah tanah longsor di Desa Siman Kecamatan Kepung serta masyarakat terdampak pandemi Covid-19 di wilayah kecamatan Papar. Kegiatan pemberian bantuan dipusatkan di Pura Sri Aji Jayabaya di desa Tanon kecamatan Papar. Acara tersebut dihadiri para tokoh lintas agama, baik Islam, Hindu, Budha, dan Kristen. “Kehadiran tokoh-tokoh lintas agama itu merupakan cermin kerukunan dan wujud hidupnya moderasi agama di kabupaten kediri,” kata Zuhri bapak literat dan moderat Kediri. 

Dalam bincang pendidikan yang dipusatkan dipusatkan di MAN 2 Kediri, Zayadi menyampaikan tentang aset-aset kementerian Agama selalu ada penambahan jika dibandingkan dengan kementerian yang lain. Banyak warga masyarakat yang mewakafkan sebagian tanahnya untuk madrasah maupun pondok pesantren. Madrasah banyak terbangun dari masyarakat dan pondok pesantren, memerlukan madrasah untuk memenuhi legalitas pendidikan bagi para santrinya. 

Selain itu, acara yang dipandu oleh Kasi Pendma Kemenag kabupaten kediri Drs. Enim Hartono, M.Pd.,  Ka. Kanwil juga mengingatkan agar satker madrasah tidak melupakan sejarah, bahwa pesantren punya peran besar dalam berdiri dan berkembangnya madrasah.  untuk itu, Entitas di kediri terhadap madrasah dan pondok pesantren luar biasa, dengan sejarah panjang berdirinya madrasah, pastikan  lembaga tersebut tetap jaya dan berkembang terus, menjaga identitas pendidikan agama sebagai substansi unggul pendidikan di madrasah. 

Zayadi juga menandaskan, bahwa Madrasah mendidik arti kehidupan, tidak sebatas menyampaikan ilmu sebagai kognitif saja. Dari mengajarkan tentang mengajarkan, tapi bagaimana mendidikkan, bagaimana beragama. Bagaimana mengajarkan arti kehidupan ini? menjadi sebuah tantangan mempertahankan madrsah tetap eksis, tidak  berubah menjadi bentuk lain. Apa yang perlu kita siapkan untuk murid murid? Sebagai khalifah, Tuhan menghendaki kita sebagai khalifah yang kreatif inovatif yang dilandasi sebagai kepatuhan dan ketundukkan kepasrahan kepada Allah SWT. 

Alumnus UPI Bandung itu juga mengingatkan budaya literasi, tentang minat baca luar biasa tinggi tapi lewat WhatsApp, kelemahannya daya baca rendah, oleh karena itu perlu ditingkatkan budaya membaca dan menulis.  

“Pandemi, merupakan bencana non alam, ada sisi positif terjadi akselerasi literasi IT di Indonesia dan dunia yg luar biasa menyeluruh di segala lapisan masyarakat, sampai ke ibu-ibu rumah tangga, demi membantu anaknya belajar melalui e-learning. Kita perlu bijak, dengan relaksasi pembelajaran tetap berjuang agar aman dari virus Covid, bulan juli tatap muka terbatas. Terbatas siswa dan terbatas waktu.” Urai pria asal Jawa Tengah itu.

Usai acara dilaksanakan sebelum di tutup Zuhri menyerahkan buku Moderasi Beragama di Indonesia Jilid 4 kepada Kepala Kemenag Provinsi Jawa Timur. Buku antologi tersebut ditulis oleh para pakar dan penggiat moderasi asal kemenag kabupaten kediri, di antaranya kepala kantor Zuhri, pengawas Yaqutatun Hamroh, Kamad MTsN 7 kediri M. Zainudin dan Guru MTsN 7 Kediri M. Maghfur Qumaidi. Selain itu Kepala MTsN 7 Kediri Juga menyerahkan buku-buku religi dan moderat karya kamad, guru, dan siswa MTsN 7 Kediri kepada bapak ka kanwil, sebagai wujud tumbuh kembangnya gerakan litarasi dan hidupnya kegiatan literasi yang dimotori oleh penggiat-penggiat moderasi di kabupaten kediri.

Reporter : Muhammad Zainuddin

Editor      : Tim Jurnalistik

 

  

 Minggu, 14/Maret/2021. Media Guru mengadakan webinar, dengan tema 'Anak Indonesia Cinta Buku."  Acara tersebut merupakan webinar yang ke-30.   Acara dimulai pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. Peserta sangat antusias, mereka bukan hanya dari anak-anak. Namun, juga orang tua, guru, bahkan kepala sekolah tempat mereka belajar.

Munurut Muhammad Zainuddin, Kepala MTs 7 Kediri, bahwa pesertanya yang dari Kediri meliputi seluruh kepala Madrasah se-wilker Kediri. "Saya sengaja membagikan brosur serta link zom pada teman-teman se Wilker, agar banyak yang tahu bagaimana program yang digagas mediaguru ini benar-benar dapat menjadi wadah yang baik, untuk membangkitkan literasi. Mediaguru selain mengajarkan anak-anak menulis buku, juga memberi kesempatan untuk tampil di depan umum. Bahkan secara nasional, ungkapnya.

Jumlah peserta kurang lebih mencapai 300 peserta, yang berasal dari seluruh Indonesia. 

Acara tersebut dibuka secara langsung oleh Mohammad Ihsan, CEO Mediaguru. Turut hadir dan memberikan sambutan Arys Hilman, ketua umum IKAPI. Dalam pernyataannya saat ini Indonesia mengalami krisis literasi. Bahkan Indonesia urutan dari bawah no dua. Dia pun sangat mengapresiasi bahkan yang niatnya hanya ingin memberi sambutan, akhirnya mengurungkan diri, dan mengikuti acara hingga usai. "Saya benar-benar terkesima dengan kelima Narsum tersebut, sungguh saya tak menduga, mereka luar biasa," ucapnya sebelum mengakhiri ucapannya.



Acara yang digawangi oleh Narsum Nasional penulis Cilik, Syaiful Rahman dan Aprilia Susanti ini membuat banyak pemirsa yang menyatakan kekagumannya. Melalui cat room mereka banyak menulis ungkapan-ungkapan takjubnya.

Webinar kali ini menampilkan lima narasumber cilik, antara lain:  Magriani Mukti dari MTsN Koto Besar , Zahra Dwi dari SMA 3 Painan Pesisir Selatan, Niha Hanum Salsabila dari MTsN 7 Kediri, Adiksya Rakha dari TKB Islam Ai-Azhar Semarang, Syahida Amalina A’la dari SDIT Isnantama Bogor. 

Narasumber webinar ini merupakan pemenang lomba menulis artikel  yang bertema Anak Indonesia Cinta Buku.

Syahida Amalina menuliskan artikel yang berjudul “Aku dan Buku”.  Dalam tulisannya cewek Bogor tersebut menuliskan ide, sekaligus kritik pada sebuah buku dongeng untuk anak-anak. Syahida berpesan, “Jika buku mencintaimu, maka cintailah buku” motivasi dari Syahida untuk anak-anak Indonesia. Dari karya Syahida, terdapat salah satu peserta webinar ini, Ali Harsojo ingin mengirimkan salah satu buku anak-anak pada narsum kecil tersebut. 

Selain Syahida, ada juga Magriani Mukti yang berasal dari MTsN Koto Besar yang memiliki ide kreatif, yaitu menuliskan sebuah buku sebagai kado ulang tahun sahabatnya yang tidak menyukai pelajaran IPS tentang sejarah-sejarah para pahlawan dan adanya jarak yang sangat panjang antara toko buku dengan daerah tempat tinggalnya. “Kalau cinta indonesia maka cintailah buku juga agar Indonesia maju” pesan dari cewek mungil tersebut. 

Narasumber ketiga, yaitu Niha Hanum dari MTsN 7 Kediri yang dulunya tidak menyukai hal yang berkaitan dengan membaca menjadi seorang penulis aktif dimedia online seperti WattPad dan   media online lain. Cewek dari tim Jurnalistik MTsN 7 Kediri tersebut menuliskan artikelnya dengan judul “Aku Jatuh Cinta Pada Buku Online”. 

Narasumber keempat, Zahra Dwi Annisa dari SMA 3 Painan Pesisir Selatan yang menuliskan artikel tentang dampak game online bagi anak-anak sampai remaja, dan memotivasi para anak yag berhobi bermain game untuk membaca dan menulis. 

Narasumber terakhir dari kelima, Adiksya Rakha dari TKB Islam Ai-Azhar Semarang. Adiksya masih duduk di bangku taman kanak-kanak. namun, dia sudah berhasil menerbitkab buku. "Bukunya masih di penerbit," ucapnya saat ditanya oleh peserta melalui cat zoom. Bocah taman kanak-kanak ini mempunyai kebiasaan menulis

 artikelnya dengan voice note di media online WhatsApp dan dikirimkan pada ibunda, kemudian ibunya  menyalin tulisannya. Rakha mau menulis karena termotivasi oleh Mohammad Aruel yang menulis di blog sasisabu sehingga Rakha ingin menjadi seperti Aurel. 

Di sela-sela acara, Syaiful Rahman yang akrab disapa Kacong, memberikan kuis pada peserta, dan akan diambil 10 orang yang berhasil menjawab pertanyaannya diberi hadiah gratis untuk mengikuti kelas Sasisabu secara gratis. Adapun daftar pemenang dari kuiz tersebut adalah:

1. Susanti

2. Aldi syahrina

3. Zarit Salsabilah Azzahro

4. Alfina Aulia

5. Alfa Hidayat

6. Tiara

7. Muhamad Syafiq Wildan Madani

8. Krisna Milawati

9. Maura

10. Nadia Putri Adisti

Selain hadiah, semua peserta mendapatkan E-Sertifikat webinar. 

Reporter : Zarit Salsabilah Azzahro

Editor      : Putri Chakiki

 

Sabtu, 13 Maret 2021. Hari ini MTsN 7 Kediri melaksanakan diseminasi pembuatan soal HOTS bersama anggota KKM. Acara tersebut diikuti oleh 11 anggota Kelompok Kerja Madrasah, yang terdiri dari Waka kurikulum dan guru mapel fikih. Diseminasi dibuka oleh Muksin Zeni Supraba selaku Waka kesiswaan, sementara Waka kurikulum, Sri Ambar memantau dan mengawal keberlangsungan acara agar berjalan lancar. 

Saat ditemui dalam sebelum acara, Ambar mengatakan, bahwa diseminasi dilakukan secara berjenjang, beberapa hari yang lalu, kegiatan ini sudah dilakukan pada madrasah negeri, MTsN 7 Kediri mengirim 5 guru, yang terdiri dari guru Fikih, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS. Untuk kali ini yang diikutkan dalam kegiatan tersebut berbeda dengan guru yang dikirim kemarin. Tujuannya agar terjadi persebaran pengetahuan. Karena semakin banyak yang diikutkan maka semakin baik. Namun, jangan lupa, mereka juga tanggung jawab, untuk menularkan pada guru yang lain, pungkasnya.

Acara yang digawangi oleh pengawas kementrian Agama ini berlangsung dengan lancar. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan. Banyak pertanyaan kritis yang bermunculan dari peserta.

Meski pesertanya berasal dari berbagai guru mapel. Namun, kali ini lebih terkonsentrasi pada mata pelajaran FIKIH. 

Mch. Bachrudin, M.Pd., menjelaskan secara rinci, mulai dari pembuatan kisi-kisi hingga membuat soal yang siap diujikan.

Azmil Amin Guru Fikih MTsN 7 Kediri mempresentasikan tugas yang diberikan oleh pemateri, dan peserta yang lain mengkaji dan menelaah. Kegiatan tersebut benar-benar diikuti oleh perserta, bahkan telaah soal bukan hanya tentang tata bahasa, namun juga tentang khilafiah dalam fikih.

Abit Darmawan, guru Fikih MTsN 7 Kediri, juga beberapa kali menyampaikan pendapatnya, untuk menengahi perbedaan pendapat yang terjadi pada peserta.

Acara tersebut selesai pukul 11.30 WIB, hal ini mengingat kondisi masih Pandemi dan desa Kencong hingga kini masih zona merah.

Sebelum menutup materi, Bachrudin menegaskan bahwa apa yang didapat dari forum ini harap didiseminasikan pada teman-teman guru yang lain di lingkungan kerjanya masing-masing. Dan satu hal yang terpenting soal-soal Hots harus diawali dari proses pembelajaran yang Hots pula, tukasnya.

Reporte dan editor: Tim Jurnalis


 


Kegiatan  PDWK  Pelatihan Moderasi Beragama dan Nasionalisme bagi ASN berlangsung dilaksanakan mulai tanggal 8 sampai 13 Maret 2021. Acara diikuti oleh 32 peserta yang terdiri kepala madrasah, Ka.TU, dan waka dari MAN, MTsN, dan MIN di lingkungan kemenag kab. Kediri. Acara dibuka oleh Kasubag TU Kementerian Agama, Drs. H. Musyadad, M.M., berlangsung lancar, seluruh peserta antusias mengikuti jalannya kegiatan. Narasumber PDWK widiyaiswara, Dr.H. Abdul Ma’in, S.Ag., S.S., M.Hum., menyampaikan materi pengembangan sumber daya manusia ASN di kementerian Agama. Dalam materi diklat, Abdul Mu’in mengatakan, Nasionalisme adalah pengejawantahan dari wawasan kebangsaan.

Pada hari kedua, diwarnai penyerahan buku moderasi beragama di Indonesia jilid 4 dan Buku Madrasah Wasathiyyah kepada narasumber (widiyaswara) Dr.H. Abdul Ma’in, S.Ag., S.S., M.Hum., Dua judul buku tersebut diserahkan secara langsung oleh penulisnya, Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I, kepala MTsN 7 Kediri sekaligus peserta PDWK. Widiyaiswara dari BDK kemenag Provinsi Jawa Timur itu memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas terbitnya buku tersebut.



Zainuddin, selaku penulis dan penggiat  moderasi menyampaikan, moderasi beragama haruslah memiliki ilmu agama yang tinggi dan pengaruh yang kuat, misal oleh para tokoh-tokoh agama. Jika tidak, maka penggiat moderasi bisa menyampaikannya melalui literasi, seperti menulis buku, di antaranya  menerbitkan  buku moderasi beragama jilid 1,2,3, dan 4, "Isyaallah  jilid 5 yang sebentar lagi akan hadir,” pungkasnya.

Madrasah yang dikelilingi tiga pondok pesantren besar itu telah mengembangkan moderasi beragama melalui program madrasah Wasathiyyah untuk menguatkan 11 nilai-nilai Islam wasathiyyah dengan harapan mencetak lulusan yang moderat. Selain itu untuk mendukung dan meningkatkan sumberdaya manusia unggul MTsN 7 Kediri juga telah meluncurkan program-progaram antara lain, Adiwiyata, Literasi, dan Digital, untuk saat ini sedang mempersiapkan madrasah Riset.

Reporter: Muhammad Zainuddin

Editor : Tim Jurnalistik


Senin, 09 Maret 2021. Kemarin MTsN 7 Kediri mengadakan acara Bimtek dengan tema pengembangan riset dalam mencapai madrasah unggul.


Bimtek di jadwalkan sejak pukul 08.00  sampai pukul 16.00 WIB bertempat di ruangan kelas 8B MTsN 7 KEDIRI dengan aturan protokol kesehatan yang tepat. Sambutan pertama dari Kepala Madrasah MTsN 7 Kediri, M.Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I. untuk awal dari acara tersebut.



Peserta bimtek dihadiri sejumlah 16 orang dan narasumber berasal dari Surabaya, Dr. H. M. Musfiqon, M.Pd. Pria berkacamata tersebut menyampaikan secara terperinci satu persatu yang diawali dengan semangat dan motivasi, kemudian dilanjutkan pengalaman menaungi madrasah dan kontraknya sekaligus pembahasan sesuai tema acara Bimtek.

Selesai membahas perincian hal yang harus disampaikan berikutnya merasa kagum terhadap MTsN 7 Kediri karena madrasah yang mempunyai mimpi besar dan mampu untuk mencapai mimpi besar itu.

Tema dalam acara tersebut menjadikan harapan untuk MTsN 7 Kediri mencapai madrasah unggul. Penulis: Ala-8A

Editor: Zar-8i


Selasa 09 Maret 2021. Kemarin tanggal 08 Maret 2021MTsN 7 Kediri mengadakan sebuah acara yang bertema “Penutupan dan Penyerahan Tropi Milad MTsN 7 Kediri yang Ke-26". 

Acara ini berlangsung dari pukul 10.30  sampai pukul 11.30 WIB bertempat di MTsN 7 di ruang kelas 9J dengan memperhatikan protokol kesehatan 5M yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas. Sambutan pertama dari Kepala Madrasah MTsN 7 Kediri, M. Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I  sebagai awal dari acara tersebut. Kemudian penyerahan tropi di serahkan oleh  Zainuddin selaku kepala madrasah MTsN 7 Kediri, Zuhri selaku kepala Kemenag Kab Kediri,  Mukhsin Zeni Supraba selaku Waka Kesiswaan,  Indra Kurniawan kepala TU MTsN 7 Kediri,  Shodik kepada para pemenang olimpiade.


Acara ini di hadiri oleh para peserta yang memperoleh juara olimpiade Matematika, Sains, PAI, IPS, Cerpen dengan di damping oleh orangtuanya yang berjumlah 27 peserta dan beserta 27 orangtua/wali para pemenang. Setelah penyerahan tropi,  Muhammad Zainuddin mengucapkan terimakasih kepada seluruh hadirin karena telah menghadiri acara milad ini dengan sportif, Kepala Kemenag Zuhri tersebut juga berpesan kepada para peserta agar terus meneruskan sekolah dan jangan putus sekolah serta menjadi anak harus pandai dalam mencari teman, jangan sampai terjerumus narkoba.



Pemenang olimpiade Matematika putra dan putri milad ke-26 MTsN 7 Kediri tahun ajaran 2021/2022 yaitu: 

Juara 1 Eary Cokro Wibowo dari  SDN Kraseman

Juara 2 Rozzaq Wahid dari MI Nurul Ulum Jerukwangi

Juara 3 Ohlarinza Aura Putri. H dari SDN Banaran 2

Pemenang olimpiade Sains putra dan putri milad ke-26 MTsN 7 Kediri pada tahun ajaran 2021/2022 yaitu:

Juara 1 Muizzudin Achmad dari SDN Tretek 2

Juara 2 M. Fahri Adrian Anwar dari MI Taufiqiyatul Asna Bukaan

Juara 3 Mutiara Wilda Labibah dari MI Darul Falah Ngrangkok

Pemenang olimpiade PAI putra dan putri milad ke-26 MTsN 7 Kediri pada tahun ajaran 2021/2022 yaitu: 

Juara 1 Safira Safinatin Naja dari SDNU Pare

Juara 2 Marta Ahlam Gisela dari SDN Damar Wulan 1

Juara 3 Mohamad Nurul Huda dari MI Al Huda Pandan

Pemenang olimpiade IPS putra dan putri milad ke-26 MTsN 7 Kediri pada tahun ajaran 2021/2022 yaitu:

Juara 1 Moch. Furqon Dwi Andika P dari MI Al Huda Pandan

Juara 2 Muhammad Hafidz Bactiar dari MI Miftahul Ulum Karang Tengah

Juara 3 Moh. Zidan Alfiansyah Ali Ramadhan dari SDI Al-Fath Gedangsewu

Pemenang lomba Cerpen putra dan putri milad ke-26 MTsN 7  Kediri pada tahun ajaran 2021/2022 yaitu: 

Juara 1  Oxanderisha Shevannea  Savana Sineri dari MI Nidhomiyah Kencong

Juara 2 Diana Saniya Majida Fauziyah dari SDN Keling 1

Juara 3 Fatimatus Zahra Maulida dari  SDI Sabilil Huda Bukaan

Sebelum menutup kegiatan Diana salah satu peserta lomba menulis cerpen, menyerahkan buku karyanya kepada bapak kepala kemenag kabupaten Kediri.

Reporter : Putri Chakiki

Editor: Zarit Salaabila Azzahro

 






Selasa,02/03/2021. Kemarin  tanggal 01/03/2021 pengumuman hasil test olimpiade Matematika,IPA, IPS, PAI, dan menulis cerpen untuk tahun ajaran 2021/2022  yang dilaksanakan pada tanggal 27/Februari/2021  lalu secara online.  Menurut Mukhsin Zeni Supraba selaku waka Kesiswaan MTsN 7 Kediri dalam olimpiade ini akan diambil 10 peringkat olimpiade MM, dan IPA, 6 peringkat  olimpiade IPS dan PAI untuk kelas unggulan, sedangkan untuk kelas reguler diambil 23 peringkat olimpiade MM, IPA dan 10 peringkat IPS, dan PA. Selain daari olimpiade mata pelajaran, ada juga dari olimpiadae lomba menulis cerpen dan akan diambil 8 peringkat yang akan mendapatkan golden ticket masuk MTsN 7 Kediri tanpa tes. 

    Ditahun lalu test olimpiade dilakukan dengan berbagai acara, namun kali in acara olimpiade di MTsN 7 Kediri, berkaitan dengan pandemi covid-19 test dilakukan secara online dari rumah melalui media sosial cbt (computer based test). Menurut Try Esty salah satu peserta olimpiade dari sekolah dasar Asmorobangun 3 tujuannya untuk mengikuti olimpiade ini agar bisa menjadi salah satu siswa dari MTsN 7 Kediri. Cewek tersebut mengikuti olimpiade bersama dengan ketiga temannya, yaitu Iin dan Zahra. Cewek-cewek berambut panjang tersebut mengatakan "olimpiade ini sangat menarik perhatian ku karena dapat membuatku bisa sekolah di sekolah yang kuinginkan. Aku ingin sekolah di MTsN 7 Kediri karena siswa-siswinya yang sudah banyak menulis dan menerbitkan buku-buku yang menarik perhatian" ujar tiga cewek itu. 



Zahra, Iin, dan Esty merupakan peserta olimpiade IPA. Yang telah lolos mengikuti olimpiade IPA adalah Zahra dan Esty. Menurut Esty saat mengerjakan soal-soal yang telah diberikan saat olimpiade tidak ada sebuah kendala dan admin dari olimpiade tersebut adalah Rizal salah satu guru Informatika MTsN 7 Kediri sangat ramah.



Dari wawancara online yang kami lakukan peserta yang masuk peringkat kini bersiap untuk mendaftarkan melalui form http://daftarulang.mtsn7kediri.sch.id


Selain itu bisa hadir di madrasah sesuai  jadwal dengan protokol kesehatan yang ketat




Reporter; Zarit Salsabila Azzahro

Editor.  : Tim Jurnalistik

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget