February 2021

Kamis, 11 Pebruari 2021.  KKM MTsN 7 KEDIRI telah menyelenggarakan kegiatan Bimtek dan pendampingan EDM dan RKM offline pada hari Rabu, 10 Februari 2021.

Bimtek di jadwalkan  sejak pukul 08.00  sampai pukul 12.00 WIB bertempat di gedung aula MTsN 7 KEDIRI dengan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Acara ini dimulai dengan  sambutan dari Kepala Madrasah MTsN 7 Kediri, Mohammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I. kemudian dilanjutkan materi inti. 

Peserta bimtek sejumlah 21 orang yg  berasal dari 7 madrasah anggota KKM. Masing-masing madrasah mengirim 3 orang utusan terdiri dari kepala madrasah,  bendahara, dan operator. 

Dalam bimtek ini menghadirkan narasumber pengawas PAI Kabupaten Kediri, Mch Bachrudin. Dia menyampaikan langkah-langkah pengisian aplikasi yg dimulai dari input data profil madrasah,  kemudian dilanjutkan pengisian  EDM yg meliputi 5 aspek budaya mutu,  rekomendasi hasil EDM, pengisian program dan jadwal RKJM.

Setelah merampungkan langkah-langkah di atas berikutnya penyusunan pendanaan yang terdiri dari sumber dana, pengembangan 8 SNP, dan biaya operasional. 

Sesuai dengan time line pendampingan ini akan dilanjutkan dengan penyusunan EDM dan RKM oleh Tim Penjamin Mutu Madrasah pada tanggal 15 - 20 Pebruari 2021 , pengesahan oleh Kemenag Kab/Ko dan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur pada tanggal  22-27 Pebruari 2021.

Reporter: Eni

Editor.     : Zarit

 


Rabu, 10 Februari 2021 tepat di MTsN 7 Kediri

Madrasah Adiwiyata Nasional. Siang itu,  kedatangan tamu yang luar biasa, SMKN 1 Trenggalek sekolah Adiwiyata provinsi jauh-jauh berkunjung ke MTsN 7 Kediri. 

Pertemuan disambut kepala MTsN 7 Kediri yaitu Muhammad Zainuddin, ketua Tim AW  yaitu  Tri Lestari, sekretaris AW  Abdul Kholik dan beberapa  anggota tim yaitu  Septi muvitasari dan Tutut Handayani, hanya sedikit anggota tim yang mengikutinya, karena di masa pandemi ini pembatasan karyawan dan guru juga pembatasan jam kerja dilakukan untuk mengurangi penyebaran wabah Covid-19 sehingga jumlah tim yang hadir di batasi untuk menghindari kerumunan. Dalam kunjungannya Tim AW SMKN 1 Trenggalek terdiri dari Daniek Tertiana, Isnari, Agus Lestiyono dan Yoga menyampaikan keinginannya untuk menjadi sekolah Adiwiyata Nasional,  bagaimana kiat-kiatnya.



Lain ladang lain belalang, konsep MTsN 7 Kediri belum bisa digunakan di SMKN jika dilihat jumlah siswa dan jumlah guru karyawannya luar biasa 2 atau 3 kali lipat dari MTsN 7, tentu membawa dampak dan problem yang berbeda apalagi  berhubungan  pembiasaan atau berbudaya lingkungan.  Justru kami yang tercengang , tentu kami pun belum tentu bisa mengelola siswa sebanyak 2500 dan GTK 150 orang. Hal yang tidak gampang untuk memotivasi untuk berperilaku atau berbudaya lingkungan. Perlunya statemen khusus bagi orang yang notabennya tidak perduli terhadap lingkungan atau program Adiwiyata. Bagaimana mengajak seseorang untuk peduli Adiwiyata tetapi tidak mereka sadari?,  perlu ada program program khusus yang hasilnya bisa mendukung program Adiwiyata. 

Sebelum berpisah kepala MTsN 7 Kediri menyerahkan buku karya beliau yang berjudul Madrasah Anti Sampah Plastik. Buku ini bercerita tentang Adiwiyata dan pengelolaan sampah organik maupun anorganik dan madrasah sehat. Semoga dapat menginspirasi walaupun kecil, semua guru karyawan dan siswa siswi SMKN 1 Trenggalek meraih Adiwiyata Nasional. Semoga pandemi Covid-19 segera berlalu sehingga kami tim AW MTsN 7 Kediri bisa berkunjung ke SMKN 1 Trenggalek untuk membantu, mendukung sepenuhnya dan sekuatnya menjadi sekolah Adiwiyata Nasional.

Penulis: Muza

Editor: zar-8i


 Pada pukul 10.00 WIB nampak sebagian siswa-siswi SMAN  1 Puncu mengadakan kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan pada tanggal 02,Februari,2021 kemarin tepatnya di  dusun Kenteng barat Desa Besowo, kecamatan Kepung kab Kediri. Saat 3 Minggu yang lalu terjadi hujan lebat sehari semalam tidak kunjung terang. Dari hujan tersebut mengakibatkan bendungan yang berada disebelah desa tersebut  tersumbat kayu dan sampah-sampah sehingga air-air yang didalam bendungan meluap dan timbullah banjir.

    Menurut Farisha salah satu anggota PMR dari SMA Satata Mastaka "Setelah banjir tersebut surut  air disekitar desa Besowo tidak mengalir lagi, jika mengalir airnya pun kotor dan keruh, akhirnya membutuhkan donatur air bersih dari pemerintah sekitar.

     Jadi sekitar 1 bulanan bantuan berupa air bersih akan dikirim secara  terus menerus di desa tersebut " ujar Farisha mengenai tujuan mengadakan kegiatan bakti sosial. 

   Kakak pendamping dari kegiatan ini adalah Robby dari KSR PMI UNIT UTM (UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA). Dan pembina dari ekstrakulikuler PMR tersebut adalah  Wawan Kuswantoro dan Meka Setya Utama. Persiapan yang telah disiapkan oleh para tim hanyalah 2 torn air bersih untuk kebutuhan masyarakat yang membutuhkan dan disaat pandemi ini para warga juga akan membutuhkan beberapa masker agar tidak terpapar virus dari luar.  



   Setelah memberikan sejumlah air bersih Tim PMR dari SMA Satata Mastaka tersebut membagikan beberapa masker kepada warga sekitar karena nampak banyak  warga sekitar  disaat keluar rumah tidak menggunakan masker. Medan yang ditempuh lumayan curam, karena tempat itu berada di daerah Kenteng barat dan jalan disana berlika liku dan juga sempit menjadi kendala disaat tim akan memberikan bantuan. Kata Farisha"Manfaat yang bisa dirasakan oleh para tim saya utamanya kan dapat membantu sesama disaat ada yang sedang kesulitan  dan salah satu warga yang dibantu merupakan keluarga dari ekstrakulikuler PMR. Tujuan dari organisasi  PMR tidak hanya ekstra saja kan organisasi sosial jadi memang sebuah kewajiban untuk melakukan hal seperti ini." Kata cewek berkacamata tersebut. 

    Kegiatan bakti sosial ini sudah terlaksana sesuai rundown jadwal pula jadi dapat dibilang ekstrakurikuler tersebut berhasil karena, benar-benar terlaksana tugas-tugasnya sesuai rencana. Tugas-tugas tersebut bukanlah sebuah perintah dari guru melainkan ekstra tersebut lah yang ingin mengadakanya dan sudah termasuk dalam agenda ekstrakurikuler tersebut. Para tim kembali pulang ke sekolah sampai pukul 12.30 WIB. Dan kini harapan para anggota PMR desa tersebut menjadi desa yang bersih dan asri lagi. 


Penulis: Zar-8i

Editor: Vin-7c

 Sumbernya timredaksi.com

Oleh: Putri Chakiki

Sebagai upaya pencegahan Covid-19 yg sudah mencapai lebih dari satu juta jiwa, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan Instruksi Menag No 1/2021 tentang Gerakan Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan 5 M. Gerakan ini ditujukan kepada seluruh jajaran Kemenag pusat dan daerah serta lembaga pendidikan.


Dari instruksi tersebut, jajaran kementerian diminta menerapkan protokol kesehatan di lingkungan termasuk menjadi teladan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan 5M.

Kelima protokol tersebut yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan. Instruksi tersebut menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo dari hasil rapat terbatas pada pekan lalu.

“Ini bagian dari upaya kita untuk menekan laju paparan Covid-19 dan tentu saja ini bagian dari tugas kemanusiaan kita,” ujar menag dalam keterangan Selasa (2/2/2021)

Secara spesifik, instruksi ini ditujukan kepada tujuh kelompok, yaitu Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Pusat, Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, Kepala Kanwil Provinsi dan Kankemenag kabupaten/kota, Kepala Madrasah, Kepala KUA, Penyuluh Agama, dan seluruh Aparatur Sipil Negara Kemenag.

Selain itu, ASN Kemenag harus aktif dalam sosialisasi dan penerapan disiplin protokol kesehatan di lingkungan satkernya, termasuk dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat. ASN Kemenag juga diminta meminimalisir kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan banyak orang.

Instruksi lainnya terkait keharusan para pihak untuk melaporkan secara berkala terkait kemajuan gerakan sosialisasi penerapan protokol kesehatan (5 M) kepada Tim Tanggap Darurat Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kemenag melalui laman lapor5m.kemenag.go.id. Laporan dalam bentuk foto atau video,” terangnya.

Menag menerapkan sistem pemberian penghargaan bagi sosok yang menerapkan instruksi dengan baik. Sementara itu, kementerian juga akan memberikan sanski bagi pejabat yang tidak melaksanakan instruksi tersebut.

"Kita sudah membuat sistem pelaporan secara online day by day. Saya pun memiliki akses dashboard untuk memantau laporan tersebut langsung dari handphone saya.”

Instruksi Menag ini melengkapi sejumlah ketentuan dan pedoman dalam penyelenggaraan layanan keagamaan di masa pandemi yang telah diterbitkan sebelumnya oleh Kementerian Agama.

Ketentuan itu antara lain terkait penyelenggaraan ibadah di rumah ibadah, serta pembelajaran di lembaga pendidikan agama dan keagamaan pada masa pandemi.

“Seluruh ketentuan prokes yang diterbitkan sebelumnya masih tetap berlaku. Bahkan harus ditingkatkan dan diperkuat pelaksanaannya melalui koordinasi dan pelaporan,” terangnya.

"Semoga ikhtiar ini bisa dilaksanakan secara optimal dan indonesia terjaga  dan segera terbebas dari Covid 19", harapnya.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget