2021

 Rabu 29 desember 2021.  Saatnya menyaksikan pertandingan semifinal perubutan piala aff tahun 2020.

Damarwulan kepung kediri, tepatnya di rt 14 rw4 mengadakan Nobar menyaksikan pertandingan yang selama ini di tunggu-tunggu.

Menonton dengan layar lebar dan duduk bersanding satu Rt, merasakan kehangatan antara tetangga.

Sejak pukuk 15.00 persiapan sudah dilakukan semua sudah di cek dan di kontrol, mulai darinlayar soynd dan tikar.

"Keguatan ini bertujuan untuk, menambah solidaritas dan rasa kebersamaan tetngga," ujar Abu rozak selaku Rt setempat.

Tua,muda, besar, kecil, cewe dan cowo. Duduk bersanding dan meraskan keseruan kebersamaab nobar Tim nas Indonesia, semus datang dan duduk beramai-ramai.

Baru saja mulai, Timnas Indonesia sudah kebobolan duluan. Penonton meresa kecewa.

"wahhh! Penonton kecewa!" seru penonton  ramai-ramai.

Sorak-an penonton memang menjadi cirikhas penontok bola. Apa lagi pertandingan yang sangag sengit begini.

Mendoakan dari jauh untuk timnas indonesia. Pasraj serahkanbsemuanya untuk kejuaraan final Indonesia.

Reporter Erni Kurniawati Editor  : Tim Jurnalistik



 Minggu, 19 Desember 2021, pada pukul 07.30 WIB kegiatan menanam pohon serentak berlangsung di Desa Krenceng Kecamatan Kepung Kab Kediri. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HMPI yang dikenal dengan Hari Menanam Pohon Indonesia 2021. Binaan untuk kegiatan ini ada dari Saka Kalpataru, Tim Pramuka dari beberapa sekolah di Kab. Kediri, Tim Adiwiyata Mandiri dari MTsN 7 Kediri, serta Karang Taruna sewilayah Desa Krenceng.

Pada awal kegiatan, semua peserta mengikuti upacara pembukaan dan setelah itu peserta dari berbagai sekolah masing-masing mulai menanam pohon secara menyeluruh. Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Kab. Kediri, Dinas Lingkungan Hidup. 

Putut Agung Subekti, S.E., M.M. serta Ketua Warcab, Ketua perhutani Kab. Kediri.




Kegiatan HMPI ini telah diizinkan oleh koordinasi dari pihak perhutani juga dari pemerintah Desa Krenceng serta kepala sekolah Adiwiyata.

"Terdapat 250 bibit ditanam oleh kakak-kakak pramuka, Tim lingkungan hidup Saka Kalpataru dan juga adik-adik Adiwiyata," ujar Putut selaku Dinas Lingkungan Hidup Kab. Kediri. 

"Kesan yang luar biasa, senang sekali karena semua ikut kompak dan hadir menanam bibit buah," ujar Nanang Hidayatullah selaku Koordinator Kegiatan HMPI 2021.

Bibit buah-buahan dari tanaman yang produktif bukan tanaman keras. 4 jenis bibit buah yang ditanam pada kegiatan ini, alpukat, nangka, mangga dan kelengkeng. Pohon tersebut dapat di ambil kayunya ataupun buahnya.

Reporter.     : Elhala Nur Habibah

Kameramen: Zarit Salsabila Azahro

Editor.           : Putri Chakiki

 Minggu, 19 Desember 2021, pada pukul 07.30 WIB kegiatan menanam pohon serentak berlangsung di Desa Krenceng Kecamatan Kepung Kab Kediri. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HMPI yang dikenal dengan Hari Menanam Pohon Indonesia 2021. Binaan untuk kegiatan ini ada dari Saka Kalpataru, Tim Pramuka dari beberapa sekolah di Kab. Kediri, Tim Adiwiyata Mandiri dari MTsN 7 Kediri, serta Karang Taruna sewilayah Desa Krenceng.

Pada awal kegiatan, semua peserta mengikuti upacara pembukaan dan setelah itu peserta dari berbagai sekolah masing-masing mulai menanam pohon secara menyeluruh. Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Kab. Kediri, Dinas Lingkungan Hidup. 

Putut Agung Subekti, S.E., M.M. serta Ketua Warcab, Ketua perhutani Kab. Kediri.




Kegiatan HMPI ini telah diizinkan oleh koordinasi dari pihak perhutani juga dari pemerintah Desa Krenceng serta kepala sekolah Adiwiyata.

"Terdapat 250 bibit ditanam oleh kakak-kakak pramuka, Tim lingkungan hidup Saka Kalpataru dan juga adik-adik Adiwiyata," ujar Putut selaku Dinas Lingkungan Hidup Kab. Kediri. 

"Kesan yang luar biasa, senang sekali karena semua ikut kompak dan hadir menanam bibit buah," ujar Nanang Hidayatullah selaku Koordinator Kegiatan HMPI 2021.

Bibit buah-buahan dari tanaman yang produktif bukan tanaman keras. 4 jenis bibit buah yang ditanam pada kegiatan ini, alpukat, nangka, mangga dan kelengkeng. Pohon tersebut dapat di ambil kayunya ataupun buahnya.

Reporter.     : Elhala Nur Habibah

Kameramen: Zarit Salsabila Azahro

Editor.           : Putri Chakiki


Selama satu minggu penulis Ceris MTsN 7 Kediri ngebut, untuk menuntaskan naskahnya. Sabtu 18 Desember 2021 merupakan hari terakhir. Penulisan dan pembimbingan secara maraton tersebut telah membuahkan hasil. Beberapa penulis mampu melampaui  target jumlah halaman yang ditetapkan oleh penerbit, bahkan beberapa penulis melanjutkan menulis buku keduanya. Pembinaan dan pembimbingan kegiatan menulis yang diampu oleh M. Maghfur Qumaidi dan Muhammad Arwani, serta dibantu oleh Tim editor dan layout penerbitan, Suryani, Erri Novia Febianti, Rika Andriani, dan Yunike Claratdiya Fimannora.

"Semoga jerih payah kami mendapatkan hasil," ucap Maghfur di temui oleh tim jurnalistik saat melakukan pembimbingan di lab Komputer Madrasah.

"Dalam pembimbingan seminggu ini, kami banyak memberikan motivasi agar mereka dapat menyelesaikan tulisannya tepat waktu. Meski kami tak mampu mengawal dan berhasil 100 persen, setidaknya kami berusaha untuk mendampingi, 75 persen sudah sangat bagus" sambung Maghfur

"Hari ini mereka saya minta untuk membuat komitmen, untuk menuntaskan, jika hari ini tidak mampu menyesuaikan, tuliskan saya tanggal batas penyelesaian. Berjanjilah pada diri sendiri bahwa tanggal itu tulisan kalian selesai," papar Guru IPS sekaligus penggerak literasi itu.

"Langkah ini saya ambil, karena projek ini sudah berjalan hampir 4 bulan, dan bimbingan online secara intensif telah kami lakukan. Namun hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Seminggu pembimbingan ini, saya anggap sebagai jurus pamungkas, agar tulisan selesai," pungkasnya.

Ungkap senada juga diucapkan Muhammad Arwani yang khusus membimbing bidang keislaman,  anak-anak sebenarnya mampu menulis dengan baik. Namun, terlalu santai bahkan males, sehingga tulisan itu tak kunjung selesai. "Target penyelesaian itu penting untuk memacu terselesaikannya penulisan," ungkap guru sekaligus pengasuh pondok pesantren Mazro'atul Ulum Plumpungrejo Kandangan itu.

"Untuk membantu meningkatkan pemahaman penulis kami juga membuat grup khusus yang berisi konten keislaman," lanjutnya.

Dalam pembimbingan seminggu itu sebanyak 17 Novel Islam telah selesai.  Untuk penulis yang belum mengumpulkan, sesuai dengan komitmennya akan diselesaikan paling akhir 3 hari ke depan.

"Tiga hari lagi, Pak," ucap Okti ketika diminta komitmennya dalam penyelesaian naskahnya.

Zarit Salsabila Azahro, tadi malam telah mengumpulkan tulisannya, demikian pula  penulis-penulis yang lain. "Ngebut, Pak. Saya akan membuat buku novel ke dua," ucapnya.

Demikian pula Azahra, salah satu penulis yang ikut menjadi peserta  paling akhir, juga mampu menyusul bahkan melampaui teman-temannya, dia mampu menyelesaikan naskahnya selama seminggu. "Saya sudah punya tulisan di Wattpad, Pak," ucapnya pada pembimbing.

Hingga hari ini, beberapa penulis masih melanjutkan tulisannya, dan berkonsultasi dengan pembimbing. Annisa yang  sakit sejak beberapa hari yang lalu,  serta tidak bisa masuk, tetap semangat menulis di rumah dan berkomunikasi inten dengan pembimbingnya.

Giyath Muzaki Rahmat, Siswa MAN 4 Kediri yang juga ikut pembimbingan hari ini juga berhasil dan mengumpulkan naskahnya.

Beberapa Naskah, telah selesai edit, dan hari ini dibagi lagi, karena naskah mulai menumpuk, ujar Suryani salah satu anggota tim Editor.

"Untuk naskah yang selesai akan kami layout,  kemudian akan dikoreksi kembali," ucap Yunike guru matematika yang didapuk sebagai petugas layout buku.

Reporter.     : Hafidz Zuzinarahmah

 Editor.         : Niha Hanum Salsabila



Pelatihan dasar kepemimpinan oleh gerakan pemuda Ansor kecamatan Kandangan dilaksanakan di Dusun Jerukgulung kecamatan Kandangan dilaksanakan sejak tanggal 17 hingga 19 Desember 2021. Pelatihan tersebut diikuti 30 pemuda yang merupakan delegasi dari  pengurus Ansor tingkat ranting atau desa di kecamatan Kandangan. Peserta dalam pelatihan itu setelah selesai kegiatan diharapkan dapat menjadi syubanul Wathon yang mandiri, berwawasan luas, berakhlak mulia dan tentu saja menjadi bagian ummatan wasathan *umat yang moderat*.

Hari ini merupakan hari terakhir pelaksanaan PKDi, tepatnya pada hari Ahad 19 Desember 2021, dilaksanakan kegiatan kuliah Subuh bagi seluruh peserta.

Dalam kesempatan tersebut ustadz Muhammad Arwani didapuk menjadi pengisi materi,  beliau merupakan pengasuh pondok pesantren Mazro'atul Ulum Plumpungrejo  yang juga sekaligus berkhidmat di MTsN 7 Kediri, yang mempunyai program madrasah wasathiyah atau madrasah moderat. 


Acara yang berlangsung mulai dari pukul 05:30 -06:30 WIB, Ustaz Arwani, penyampaian 3 nilai pokok dari 11 nilai Islam wasathiyah. "Kenapa kok 3? Ya karena waktunya tidak cukup untuk membahas 11 nilai Islam wasathiyah secara utuh, lebih baik 3 nilai dapat disampaikan dengan utuh dan jelas serta dapat dicerna oleh peserta daripada 11 nilai disampaikan tetapi tidak dapat dipahami dengan baik," ucap Ustaz Arwani.


Peserta yang dalam kegiatan PKD ini mempunyai schedule yang super padat dan melelahkan, ternyata begitu antusias dalam mengikuti kegiatan kuliah subuh ini, ada 5 peserta yang tak lupa menyumbangkan pertanyaan untuk semakin mematangkan pemahaman mereka dalam memaknai moderasi beragama secara akurat dan tepat.. yang paling banyak pertanyaan muncul adalah tentang batasan toleransi yang harus benar-benar dijaga oleh umat Islam terlebih menjelang perayaan Natal yang merupakan ibadah dari umat kristiani, salah satu penanya adalah sahabat Muhaimin dari dusun Urap-urap yang merupakan daerah dataran tinggi di wilayah kecamatan Kandangan. Sahabat Muhaimin adalah teman seangkatan pemateri di IAI Tribakti Lirboyo Kediri.  dalam menjawab pertanyaan terkait hal ini, Ustaz Muhammad Arwani, mewejangkan untuk berhati-hati dalam menyikapinya, jangan terlalu ekstrim dengan mengharamkan segala hal yang berbau Natal dan jangan pula terlalu liberal dengan menghalalkan segala hal berbau Natal seperti mengikuti kegiatan ibadah umat kristiani di gereja yang bagi beliau itu sangat rawan terjadi permurtadan bagi remaja Islam yang akidahnya masih seukuran suket teki.. 

Dalam bagian penutup, ustadz Muhammad Arwani menutupnya dengan sebuah statement *berperilaku moderat itu berat, dibutuhkan keilmuan yang bertingkat, tapi itulah satu-satunya jalan selamat menuju ridla Sang pencipta jagad*


Reporter : M. Maghfur Qumiaidi

Editor.     : Tim Jurnalis

 Sabtu, 18 Desember 2021.MTsN 7 Kediri mengadakan seminar Parenting dengan sasaran wali murid kelas 9 bekerjasama dengan lembaga bimbingan belajar  Air Langga Seminar tersebut dilaksanakan di Aula Madrasah. Acara dimulai pada  pukul 07.30 hingga  12.00 WIB. Karena masih Pandemi kegiatan dilaksanakan dua shif. . Acara ini diadakan untuk mengedukasi orang tua tentang pentingnya parenting untuk kesuksesan anak. 


Parenting adalah seminar untuk orang tua tentang bagaimana cara mengasuh anak secara lebih efektif dan dengan cara yang lebih kekinian. Tidak hanya anak yang belajar, orang tua juga perlu belajar bagaimana cara mendidik anak. 

Menurut Grienny Nuradi, S Pd., S.Si., M.M. parenting ini ditujukan untuk sekolah-sekolah yang punya kemauan untuk mensinergikan antara orang tua siswa dan sekolah. Seminar ini juga diadakan di beberapa sekolah di daerah kediri, contohnya MTsN 6 Kediri, MTsN 8 Kediri, MTsN 3 Kediri dan sekolah di sekitar kediri lainnya.

Nuradi  memaparkan, mulai dari bagaimana cara mengenali ciri-ciri anak. Kepedulian orang tua untuk mendidik anak- anaknya. 

"Setiap anak memiliki tipe kriteria yang berbeda, jadi setiap anak memiliki cara penanganannya sendiri-sendiri.” Ucap kak Eny Suzidatul Laili salah satu pemateri dari Air Langga.


Bu Harni, salah satu wali murid kelas 9,  menyampaikan harapan  kedepannya supaya anaknya belajar dengan lebih giat.

“Bimbil untuk mapel UN walaupun tidak ada lagi UN tetapi ada UAM,  untuk meningkat hasil belajar khususnya mapel IPA dan MM perlu ada bimbingan khusus.  Oleh karena itu MTsN 7 Kediri bekerjasama dengan lembaga bimbingan belajar Air-Langga untuk meningkatkan prestasi hasil belajar, karena saat pandemi keterbatasan belajar secara tatap muka sangat berkurang, untuk menggenjot kemampuan siswa perlu ada usaha dan daya melalui bimbel khusus.” Ujar Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I. selaku kepala madrasah MTsN 7 Kediri.

Selain itu dia juga menyampaikan, bahwa sesuai usulan wali murid, agar anak-anaknya bisa menembus sekolah atau madrasah Favorit perlu adanya bimbingan khusus, agar cita-citanya tercapai 

Sahroeni, S.Pd., M.Si., juga menandaskan bahwa parenting dapat memberi wawasan pada semua pihak untuk memahami potensi yang dimiliki oleh anak-anak dengan demikian prestasi anak akan semakin meningkat.

Reprter : Hafidz Zuzinarahmah

Kameramen: Avansa Syahputra

Editor.   : Putri Chakiki

 Jumat, 17 Desember 2021. OSIM MTsN 7 kediri mengadakan Pengalangan dana untuk Korban letusan Gunung Semeru. Kegiatan tersebut beberapa waktu yang lalu telah diawali oleh bapak ibu guru dan karyawan MTsN 7 Kediri. Hari ini seluruh siswa serentak menyumbang dana untuk bencana tersebut. Untuk menjaga penyebaran Covid-19, kegiatan ini dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Untuk mencegah kerumunan dilakukan  dua shif, Shift satu untuk kelas 7-8 pada pukul  07.00 hingga 08.30 WIB dan shift dua untuk siswa kelas 9 mulai pada 09.00-10.30 WIB. 

“Tujuan diadakannya kegiatan galang dana untuk meringankan beban para korban erupsi gunung semeru di Lumajang," ulas Abdul Kholiq, S.Ag., M.Pd.I selaku Waka sarana dan prasarana sekaligus pembina  kegiatan. 

"Untuk donasi, tidak ada target, semua dilakukan seihlasnya," imbuh pengajar mata pelajaran Bahasa Arab yang biasa Pak Abdul.

Abda Ibad Abadan, salah satu pengurus OSIM, mengatakan, Jumlah dana yang sudah terkumpul kini mencapai Rp 4.051.600( Empat juta lima puluh satu ribu enam ratus rupiah). Rencananya dana akan langsung diberikan kepada warga di lumajang atau dititipkan melalui Lembaga.  

Abda juga mengatakan bahwa penggalangan dana ini atas inisiatif siswa sendiri. "Tujuan kami agar bisa meringankan Beban korban bencana tersebut. Dana tersebut bermanfaat dan barakah," ucap siswa asal kecamatan Kandangan itu.

Hal senada juga disampaikan oleh Waka kesiswaan. "Harapannya dengan kegiatan ini,  supaya anak anak memiliki rasa empati yang tinggi terhadap saudara yang terkena musibah," ujar Muksin Zeni Supraba, S.Ag.

Reporter: Hafidz Zuyyinarrahmah

Kameramen: Avansa Syahputra

Editor.  : Putri Chakiki

 Selasa, 14 desember  2021 para anggota  PMR, MTsN 7 Kediri sangat bersemangat untuk melakukan program PMR akhir tahun.Yaitu: "PSN" (Pemberantasan Sarang Nyamuk), mereka tidak hanya memeriksa di madrasah saja namun, juga disekeliling madrasah dengan radius 500 meter. Kegiatan itu dimulai tepat pukul 08.00 WIB

Ketua PMR membagi anggota PMR menjadi beberapa tim untuk melaksanakan program akhir tahunan. Mereka meneliti satu persatu tempat dimana yang ada airnya. Mereka kompak dan saling bekerja sama mengerjakan tugas Akhir tahun ini.

Tujuan dari pemberantsan dari sarang nyamuk adalah, Memberikan kepada madrasah dan masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan khususnya kamar mandi dan genangan-genangan air yang identik dengan pertumbuhan sarang nyamuk, terutama untuk nyamuk demam berdarah. Bukan hanya itu saja namun, memberanikan para anggota PMR untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

Kendala yang dialami oleh angota PMR adalah pemilik rumah tidak ada di rumah, dan tim tidak bisa mengecek masuk kedalam, ungkap Samsul munir, S.Pd.I selaku pembina PMR.



Harapan yang ingin dicapai dari kegiatan "PSN" (Pemberantasan Sarang Nyamuk) ini bagi JK red croos adalah menambah pengetahuan tentang PSN dan melatih keberanian. Selain itu, untuk memberikan penyuluhan dan pengetahuan kpd warga sekitar tentang bahaya penyakit DBD (demam berdarah) dan juga upaya yang harus dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Kameramen: Ahlika Ilman Al Hafizhu

Reporter.    : Erni kurniawati

Penulis berita:Avansa Syaputra Pratama 

Editor.            : Suryani

Kementerian Agama Kab. Kediri siang ini, selasa 14 Desember 2021 Mengadakan pelantikan Jabatan Pengawas dan Fungsional, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri.

Dalam sambutan kepala kantor kemenag kab. Kediri Dr. H. Zuhri, S Ag. M.Si,  menyampaikan ucapan selamat atas jabatan baru yang diemban, dengan harapan dapan melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan perundang- undangan dan melayani masyarakat dengan hati nurani sepenuh hati. 

Dalam acara tersebut terdapat  9 pejabat yang dilantik,  di antaranya sebagai  Kasi dan kepala KUA.

Dalam pelantikan  itu, yang paling berkesan adalah pelantikan kepala MTsN 2 kediri, yang sekaligus ketua KKKM MTs Kab kediri, Drs H. Abdullah Rosyad, M.Pd.I dilantik menduduki jabatan sebagai Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penma). 

Di sisi lain kami kehilangan ketua dan teman seperjuangan. Namun,  tentunya kami bangga,  karena dari kepala madrasah  naik jabatan sebagai Kasi Penma.

 Semoga Pak Rosyad,  bisa mengayomi dan membina madrasah di lingkungan kantor kementerian agama Kediri.  "Selamat Pak Rosyad, semoga madrasah semakin maju dan terus berprestasi."

Reporter : Muhammad Zainuddin

Editor      :M. Maghfur Qumaidi




Senin, 13 Desember 2021. Para penulis Ceris, MTsN 7 Kediri hari ini bersemangat  menuntaskan novel mereka. Kegiatan dimulai pukul 07.30 sampai dengan 11.30 WIB, bertempat di lab komputer.

  Acara ini direncanakan akan berlangsung samapai tanggal 18 Desember 2021, tujuannya untuk memaksimalkan kinerja siswa-siswi agar novel islami yang mereka tulis secepatnya terselesaikan.

   M Maghfur Qumaidi, pembina penulisan Cerita Islami, menjelaskan, "ini merupakan kegiatan tindak lanjut, setelah beberapa waktu fakum, karena banyaknya kegiatan di madrasah.  pembimbingan ini agar tulisan mereka cepat terselesaikan. Karena seringkali ada beberapa masalah terkait dengan terhentinya tulisan, bingung  kelanjutan ceritanya." 

Guru pembimbing selain untuk mendampingi juga mencarikan solusi agar tulisan para peserta cepat terselesaikan. "Target kita satu Minggu ini tulisan selesai," ujar Maghfur.

Program tindak-lanjut akan terus berjalan selama siswa-siswi memiliki minat untuk menulis.

   Menurut Arwani, dalam novel Ceris ini harus memuat nilai-nilai islami. Yang paling pokok adalah islam rahmatan lil alamin dan dapat mengadopsi dan melebur dengan budaya masyarakat di Nusantara. Novel itupun akan dibumbui dengan beberapa dalil ringan agar kesan keislamannya lebih kental.

   Rika Adriani, salah satu tim editor menerangkan jika kesalahan penulisan kata merupakan salah satu yang banyak ditemukan dalam tulisan para peserta Ceris. Juga beberapa siswa masih kesulitan menarasikan cerita. Beliau berharap agar kedepannya para peserta bisa lebih teliti dalam menulis cerita. Namun sejauh ini sudah bagus. Persiapan tim editor terkait dengan komunikasi dengan penulis, juga memahami seperti apa jalan cerita yang akan mereka perbaiki.

Penulis: Niha Hanum Salsabila

Reporter: Hafidz Zuyyinarrahmah

Senin, 13 Desember 2021. Ekstrakulikuler PMR (Palang Merah Remaja) di MTsN 7 Kediri mengadakan pelatihan para anggotanya. Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 07.00 sampai dengan 10.00 WIB, bertempat di halaman gerbang timur.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan nyanyian khas anak PMR dan diakhiri dengan permainan kucing-kucingan untuk membakar semangat.

   Menurut Istiqomah S.Si. Pembina PMR MTsN 7 Kediri, tujuan pelatihan anggota PMR adalah untuk mendidik anak-anak untuk peduli kepada sesama. PMR dilatih untuk mencintai sesama, saling membantu, dan juga menolong ketika ada teman-teman yang sakit dengan ilmu yang telah diperoleh. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan rutin, penempuan bet, diklat, buka bersama, tadarus Al-Qur'an, juga rujaan. Yang tidak lain bertujuan untuk melatih kekompakan. Dan bila ada suatu kompetensi, pasti akan selalu diadakan latihan bersama sebelum adanya Jumbara PMR.

   Menurut Alma yang merupakan salah satu anggota PMR, tujuan pelatihan PMR adalah untuk melatih para anggota baru agar lebih mengenal lebih dalam apa itu PMR dan apa saja yang dilakukan seorang anggota PMR. Dia berharap materi-materi yang diajarkan dapat bermanfaat untuk yang lain. Juga bisa menangani secara ringan apabila ada kecelakaan ataupun mengenai kebersihan lingkungan. Adapun para anggota senior selalu mengajarkan solidaritas, disiplin waktu, dan selalu tanggung jawab untuk para anggota baru.


Penulis/Reporter: Niha Hanum Salsabila

Kameramen: Putri Chakiki

 Majalah Mimbar Kantor kementerian Agama Wilayah Jawa Timur edisi 48/423/2021 memuat tulisan salah satu siswa penulis MTsN 7 Kediri, yang berjudul "Insan Mulia yang Berjasa Mencerdaskan Anak Bangsa," tulisan itu ia tulis sebagai persembahan di hari guru. Dalam tulisan tersebut dia mengungkapkan terima kasihnya kepada guru yang mengajarinya untuk menulis, dan melalui tulisannya itu, dia dan kawan-kawannya banyak memenangkan kejuaraan dan mulai banyak dikenal.

Saat melihat tulisan itu, sontak kawan-kawannya yang tergabung dalam tim Jurnalis MTsN 7 Kediri, berkata, "Wih... Kiki...," Seperti itulah kawan-kawannya biasa menyapa anak kelas 8D yang bernama Putri Chakiki.

Namun, Gadis pendiam, yang selalu menggerakkan tubuhnya itu menanggapi dengan dingin, "Aku tak ingin terkenal," ucapnya singkat sambil bergurau memukul-mukul Zarit.

"Untuk siapa, Ki, persembahan tulisan itu," tanya Zarit.

"Untuk pembimbing kita lah, siapa lagi kalau bukan pak Maghfur" jawabnya enteng.

Selain menulis di media jurnalistik teropong madrasah, Kiki juga menulis di blog sasisabu.id Mediaguru tulisan-tulisan memenuhi laman blog tersebut. Bahkan, tidak jarang tulisannya dalam posisi tulisan terpopuler.


Apalagi untuk lomba, tidak pernah ketinggalan, sehingga banyak piagam yang ia peroleh. 

"Sebenernya nggak terlalu suka nulis, berhubung saya nganggur jadi saya isi waktu luang saya dengan menulis. " ucapnya sekenaanya, seolah tanpa beban.



Saat ditanya apa aja sih yang membuatnya jadi termotivasi untuk menulis? 

"Saya termotivasi dari Pak Maghfur,  banyaknya bimbingan dan kesabaran dari pak Maghfur membuat saya semangat untuk menulis" ucapnya, sambil tetap bercanda.

"Terus, rahasiamu biar tetap semangat nulis itu apa aja sih?" tanya Zarit.

"Sering nganggur sih, jadi saya mengisi waktu luang untuk menulis. Kenapa bisa menang? Karena saya mencari referensi dari berbagai sumber di internet maupun buku" jawabnya polos.


Penulis  : Zarit Salsabillah Azzahro

Editor.     ; Niha Hanum Salsabila

 Majalah Mimbar Kantor kementerian Agama Wilayah Jawa Timur edisi 48/423/2021 memuat tulisan salah satu siswa penulis MTsN 7 Kediri, yang berjudul "Insan Mulia yang Berjasa Mencerdaskan Anak Bangsa," tulisan itu ia tulis sebagai persembahan di hari guru. Dalam tulisan tersebut dia mengungkapkan terima kasihnya kepada guru yang mengajarinya untuk menulis, dan melalui tulisannya itu, dia dan kawan-kawannya banyak memenangkan kejuaraan dan mulai banyak dikenal.

Saat melihat tulisan itu, sontak kawan-kawannya yang tergabung dalam tim Jurnalis MTsN 7 Kediri, berkata, "Wih... Kiki...," Seperti itulah kawan-kawannya biasa menyapa anak kelas 8D yang bernama Putri Chakiki.

Namun, Gadis pendiam, yang selalu menggerakkan tubuhnya itu menanggapi dengan dingin, "Aku tak ingin terkenal," ucapnya singkat sambil bergurau memukul-mukul Zarit.

"Untuk siapa, Ki, persembahan tulisan itu," tanya Zarit.

"Untuk pembimbing kita lah, siapa lagi kalau bukan pak Maghfur" jawabnya enteng.

Selain menulis di media jurnalistik teropong madrasah, Kiki juga menulis di blog sasisabu.id Mediaguru tulisan-tulisan memenuhi laman blog tersebut. Bahkan, tidak jarang tulisannya dalam posisi tulisan terpopuler.


Apalagi untuk lomba, tidak pernah ketinggalan, sehingga banyak piagam yang ia peroleh. 

"Sebenernya nggak terlalu suka nulis, berhubung saya nganggur jadi saya isi waktu luang saya dengan menulis. " ucapnya sekenaanya, seolah tanpa beban.



Saat ditanya apa aja sih yang membuatnya jadi termotivasi untuk menulis? 

"Saya termotivasi dari Pak Maghfur,  banyaknya bimbingan dan kesabaran dari pak Maghfur membuat saya semangat untuk menulis" ucapnya, sambil tetap bercanda.

"Terus, rahasiamu biar tetap semangat nulis itu apa aja sih?" tanya Zarit.

"Sering nganggur sih, jadi saya mengisi waktu luang untuk menulis. Kenapa bisa menang? Karena saya mencari referensi dari berbagai sumber di internet maupun buku" jawabnya polos.


Penulis  : Zarit Salsabillah Azzahro

Editor.     ; Niha Hanum Salsabila

 Minggu, 12 Desember 2021. Iftina Dika Ainazahra  Jurnalis alumnus MTsN 7 Kediri, hingga saat ini masih aktif dalam kegiatan literasi. Hari ini dia berkesempatan bertemu Najwa Shihab, sang jurnalis dan presenter senior, dan selalu tampil dalam acara Mata Najwa di salah satu stasiun TV swasta, dalam even Indonesia Internasional Book Fair Jakarta.

Kegiatan itu berawal dari adanya rekrutmen anggota KLBI (Komunitas Literasi Bahasa Indonesia) di sekolahnya pada bulan September lalu. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa di bidang literasi, media, serta strategi mencari relasi yang luas.

Suatu ketika, ketua organisasi mendapatkan informasi, bahwa akan ada event IIBF (Indonesia International Book Fair) yang akan terlaksana pada tanggal 8-12 Desember 2021.

Dikarenakan adanya beberapa kendala, tim mereka tidak bisa berangkat pada tanggal 8 Desember. Melainkan berangkat pada hari terakhir terlaksananya event tersebut.

Kelompok mereka berangkat dari Bekasi menuju Jakarta dengan memanfaatkan alat transportasi KRL (Kereta Rel Listrik) dan turun di stasiun Palmerah. Dilanjutkan dengan menaiki ojek online guna menuju tempat terlaksananya event IIBF.

Sampai di tempat acara, Ive beserta teman-teman seorganisasinya menghabiskan waktu kurang lebih satu setengah jam untuk berkeliling membeli berbagai macam buku akibat adanya discout besar-besaran. "Bikin kalap," ucap Ive. Setelah merasa lelah, mereka memutuskan untuk membeli makan keluar. Ketika selesai makan, salah satu teman Ive meminta mereka untuk kembali ke tempat event guna mengantarnya membeli buku. Akhirnya mereka menuju salah satu stand di sana.

Setelah selesai dan akan kembali pulang, lagi-lagi salah satu teman Ive menyadari kehadiran seseorang yang pastinya semua penulis ataupun pejuang literasi tahu beliau siapa. Dan ternyata benar beliau, Najwa Shihab ada di sana. Beliau datang bersama ayahanda Prof Qurais Shihab, dan ibundanya. Dengan keadaan masih setengah percaya, mereka menghampiri beliau untuk di ajak foto bersama. Ternyata Najwa Shihab adalah tipe orang yang sangat ramah. Bahkan setelah selesai berfoto ria, beliau berkata, "Semangat ya." Kepada Ive dan teman-temannya. Sungguh pengalaman yang tak akan pernah bisa dilupakan oleh seorang Iftina Dika Ainazahra.


Penulis: Niha Hanum Salsabila

Editor   : Rofi Nuril Aisy

 12 Desember 2021. Kegiatan Pelatihan Calon Fasilitator berlangsung sejak tanggal 6 hingga 10 Desember yang lalu, bertempat di Golden City Hotel and Convention Center Kota Semarang Jawa Tengah. Kegiatan tersebut diikuti oleh 17 calon Fasilitator dari berbagai daerah, yang berasal dari Propinsi: Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.

Dalam kegiatan tersebut, Syamsudin, M.Pd., guru MTsN 7 Kediri merupakan salah satu peserta.

"Kami tidak hanya mengikuti materi pelatihan, namun sebelum itu juga  pre test pada awal kegiatan," ujar Syamsudin. Menurut pemilik lembaga bimbingan belajar Pratama itu, dalam kegiatan tersebut juga diwajibkan untuk praktik mengajar,  perencanaan tindak lanjut, dan post test pada akhir kegiatan.

Adapun pemateri untuk pelatihan calon fasilitator provinsi tingkat MTs Mata Pelajaran Bahasa Inggris Program PKB guru dan tenaga pendidik madrasah Dirjen Pendis tahun anggaran 2021 ini juga berasal dari berbagai daerah. Terdapat empat pemateri yang merupakan Instruktur Nasional (IN) yaitu: Widayanto dari BDK Surabaya, Nur Hasanah Rahmawati dari MTsN 9 Bantul, Mochamad Zaenuri, dari Kankemenag Mojokerto, dan Khotim Maslikah dari MTsN 1 Kota Kediri.

Sebagai tindak lanjut, guru yang akrab disapa Pak Syam itu akan bertugas memberikan pelatihan PKB kepada Fasilitaor Daerah (Fasda) pada semester genap tahun pelajaran 2021/2022. 

Reporter.  : Siti Muthorikah

Editor.       : M. Maghfur Qumaidi

 

Kediri, 12 Desember 2021. Setelah sukses dengan berbagai program madrasah, untuk tahun ajaran ini MTsN 7 Kediri menyiapkan program Bilingual.  Program ini merupakan tindak lanjut statemen Kementerian Agama yaitu Madrasah Mandiri berprestasi berkelas dunia. Untuk mencapai tujuan tersebut, peserta didik madrasah harus mampu menguasai bahasa- bahasa internasional. Terkait dengan itu MTsN 7 mengadakan kegiatan English Base Camp bekerjasama dengan FEE Center, yang berkedudukan di Kampung Inggris Pare.

“Mengapa harus base camp di kampung inggris? Tujuannya untuk memaksimalkan pembelajaran bahasa inggris khususnya speaking,” ujar Muhammad Zainuddin, Kepala MTsN 7 Kediri. Selain itu kepala madrasah yang sukses meluncurkan program Literasi dan Adiwiyata itu juga punya obsesi untuk menindaklanjuti program tersebut dengan studi banding ke negara-negara Asia, misalnya Tailand, Singapura, atau Malaysia. “Kami berharap siswa kami bisa mengikuti Olimpiade Sains Internasional, yang sudah pernah ikut di Bogor tahun 2019,” kenang Zainuddin.

“Program ini merupakan bagian dari pengembangan kurikulum, yang pelaksanaannya diawali oleh program kelas unggulan. Tentu program ini akan ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan pembelajaran saat di madrasah. Misalnya pada hari tertentu dijadwalkan English Day,  siswa harus bercakap menggunakan bahasa Inggris pada hari tertentu, atau di bentuk club-club. Harapannya, ke depan kegiatan ini juga akan diberlakukan pada semua kelas,” ucap Sahroeni, S.Pd., M.Si, waka kurikulum MTsN 7 Kediri. “Untuk sumberdaya, insyaallah siap, karena guru-guru bahasa Inggris di madrasah cukup punya pengalaman,” imbuhnya.

Luluk Azizatul Makrifah, S.Pd, selaku ketua Program Kelas unggulan menyampaikan, “Bahwa untuk saat ini belum semua diwajibkan,  hanya kelas 7 program kelas unggulan, bagi siswa-siswa yang berminat. Jumlah peserta yang ikut English Base Came, sebanyak 18 anak. Kegiatan ini akan berlangsung selama satu minggu, dimulai tanggal 11 hingga 17 Desember yang akan datang. Untuk kegiatannya, sebagian besar lebih pada praktik speaking.”

Dra. Sri Ambarwati, Waka Humas MTsN 7 Kediri, memaparkan bahwa kegiatan ini berbeda dengan kegiatan ketika pembelajaran di madrasah. “Anak-anak nampak senang dan antusias dengan program ini, mereka bukan hanya diajari tentang berkomunikasi saja, tapi juga diajarkan agar anak-anak bisa hidup mandiri dan kebiasaan beribadah, seperti salat subuh berjamaah, salat sunah, dan lain-lain.” “Di tempat ini lingkungannya bersih dan nyaman, insyaallah anak-anak betah di sini,” ujar perempuan yang akrab disapa Bu Ambar itu.


Sementara itu pada saat acara penyerahan pada hari Sabtu 11 Desember kemarin, Muksin Zeni Supraba, S.Ag., waka kesiswaan MTsN 7 Kediri, yang mewakili kepala madrasah, banyak memberi motivasi kepada para peserta, harapannya anak-anak tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dia juga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak FEE  Future English Education (FEE) Center Pare, Jln langkat no 46 singgahan Pelem Pare untuk melaksanakan pembinaan.

Repoter           : Sri Ambarwati (Waka Humas)

Penulis Berita: M. Maghfur Qumaidi

Editor              : Tim Jurnalistik

 Sabtu, 11 Desember 2021. Setelah kegiatan Penilaian Akhir Semester, dan aktif peliputan, tim jurnalis teropong madrasah MTsN 7 Kediri, melaksanakan refres dengan bermain bulu tangkis.

"Refreshing, Pak, kita badminton," ujar Kiki pada pembina jurnalistik.

Kegiatan badminton dimulai sejak pukul 07.00 sampai 09.00 WIB, bertempat di Aula Madrasah.

"Meski badminton, harus mengerjakan tugas literasi yang agendakan madrasah," pesan pembina jurnalistik di whatsApp grup.

"Siap, Pak," jawab Zarit penggagas kegiatan.

Permainan badminton berlangsung seru, karena tidak hanya diikuti anak-anak Tim jurnalistik saja, namun siswa lainya.

Nampak mereka bersemangat,  bergantian bermain.

"Terinspirasi guru-guru bertanding, di Kemenag," ujar Jibril.

"Baca berita teropong madrasah, guru-guru bertanding seru, ucap salah satu di antara mereka.

Reporter : Tim Jurnalistik

Editor.     : Tim Jurnalis

 Jum'at 10 November 2021. Menyambut Hari Amal Bakti (HAB) kementerian Agama ke 76, Kantor kementerian Agama Kabupaten Kediri menyelenggarakan pertandingan olahraga untuk guru madrasah. Untuk  cabang olahraga yang dipertandingkan antara lain bola voli putri, tenis meja putra , dan bulu tangkis putra.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Dr. Zuhri, S.Ag., M.Si. mengatakan, "Pesertanya dari MI, MTs, dan MA di naungan Kementerian Agama Kabupaten Kediri. Peserta dari berbagai madrasah di Kabupaten Kediri sebenarnya ada 600 lebih, tetapi hanya diambil KKM-nya saja. Pada hari ini kurang lebih ada 36 peserta dalam lomba voli. Untuk sementara lomba kita ambil 3 cabang saja, yaitu voli, bulu tangkis dan tenis meja. Untuk voli kan sedikit mudah dan hanya untuk putri, sedangkan bulu tangkis dan tenis meja dimainkan untuk putra."

 Zuhri juga menyampaikan bahwa, "Di satu sisi kegiatan ini untuk mensyukuri atas hilangnya pandemi covid-19. Tapi tetap memperhatikan protokol kesehatan."

"HAB ke 76 ini harus disambut semeriah mungkin. Kegiatan ini juga bukan bertujuan untuk bersenang-senang atau hura-hura, tapi untuk  kesehatan. Kegiatan pun dilaksanakan dengan waktu santai, tidak dibatasi waktu karena hari ini libur untuk guru-guru," tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut KKM MTsN 7 mengirim kontingen untuk semua cabang olahraga yang dipertandingkan. "Kami akan berusaha semaksimal mungkin, meski tim ini terbentuk 5 hari yang lalu, dengan waktu


berlatih yang sangat singkat," ujar Dra. Sri Ambarwati.

Tim bola voli MTsN 7 Kediri diperkuat oleh para pemain yang terdiri dari Junaidah, Sohroeni, Nur Afifah, Tutut Handayani, Siti Mufarokhah, Umi Sa'adah, Wiwin Khoiriroh, dan  Yunike Claradia V.



Saat pertandingan berlangsung Tim Bola Voli MTsN 7 Kediri berkesempatan bertarung dengan tim KKM MTsN 1 Kediri. Kemenangan tipis diperoleh KKM MTsN 1 dengan silisih 2 angka.

"Persiapanya hanya 3 harian, kelemahan tim pada servis, koordinasi tim kurang padu dan pengaruh angin yang sangat kencang," Ujar Ali Mashar, pelatih tim bola voli putri.

Kegiatan dilanjutkan cabang olahraga bulu tangkis. Untuk cabang ini , KKM MTsN 7 Kediri menurunkan dua pemain, yakni Septa Hendrawan Sugito dan Isrofil Amar. Kali ini MTsN 7 berhadapan dengan MI Ngadiluwih Dan berakhir dua Shet dimenangkan oleh KKM MI Ngadiluwih dengan Skor 12 untuk MTsN 7 Kediri dan 21 untuk MI Ngadiluwih.

"Persiapannya terlalu singkat, sehingga latihannya kurang maksimal tapi ini adalah bentuk partisipasi kita untuk mendukung HAB Kementrian Agama," ungkap kepala MTsN 7 kediri, Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I.

 "Kita masih punya harapan, hari Senin Pak Faqori dan Pak Mashar akan bertanding pada cabang olahraga tenis meja. Mudah-mudahan menang," pungkas Zainuddin.

Sementara itu suporter dari ibu-ibu guru yang dikomandani Luluk Azizah, sejak awal terus memberi semangat hingga detik akhir pertandingan. "Kalah menang yang penting tetap semangat," ujar guru matematika berkacamata itu, sambil memberi komando dengan memukul-mukulkan botol bekas minuman untuk menimbulkan efek suara, agar pemain tetap semangat.

Repoter          : Zarit Salsabila Azzahro, Putri                              Chakiki 

Penulis berita: M. Maghfur Qumaidi

Fotografer.       : Erni Kurniawati 

Editor.               : Erri Novia 











MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget