November 2020



Senin, 30 Desember 2020. Terjadi peristiwa kebakaran truk yang sedang membawa sekam padi di Dusun Pandan, Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. 


Para warga yang berlalu lalang mencurigai adanya truk di pinggir jalan yang mengeluarkan asap. Ternyata truk tersebut dilalap si jago merah. Para pengendara mulai panik dan berhenti agak jauh dari tempat kejadian untuk melihat dan berjaga-jaga agar tidak terkena api jika api tersebut tiba-tiba membesar.


Beruntung api tersebut berhasil dipadamkan dengan cepat oleh kedua orang yang merupakan sopir truk dan salah satu temannya sehingga tidak perlu memanggil pemadam kebakaran. Kebetulan truk tersebut berhenti di tepi kolam milik warga sehingga mereka bisa dengan mudah mencari air untuk memadamkan api. Akhirnya api yang berkobar dapat dipadamkan dengan air dari kolam yang disiramkan ke bagian truk yang terbakar. 


Penulis: Faz-8B

Editor: Zar-8i

 Minggu, 29-November-2020 pukul 09.00WIB Media Guru mengadakan webinar yang terakhir dengan tema Temu Nasional Guru Penulis (TNGP). Webinar ini dilaksanakan secara virtual melalui Metting Zoom dan Live Streaming YouTube yang di ikuti lebih dari 300 partisipan. Peserta dalam webinar ini adalah seluruh guru penulis di Indonesia. Acara dibuka oleh Sri Subekti dan dilanjutkan oleh Mohammad Ihsan selaku CEO MediaGuru. Dalam acara ini terdapat 4 Host :

1. Sri Subekti

2. Nuraeni

3. Andi M. Yasin

4. Eko Prasetio



"Seharusnya acara ini dilakukan di Jakarta, seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, karena pandemi harus dilakukan melalui zoom," Ungkap Mohammad Ihsan dalam membuka acara.



CEO Media Guru tersebut mempaparkan tema TNGP hari ini yakni Guru Indonesia Merdeka Berkarya. 

Selain itu, pria berkulit kuning sawo tersebut juga mengumumkan pemenang lomba menulis bertemakan Guru Indonesia Merdeka Berkarya. 150 pemenang, tulisannya akan diterbitkan menjadi buku antologi.



CEO Media Guru juga mengadakan program baru. Program itu tak jauh beda dari program sebelumnya, yang semula SAGUSABU (Satu Guru Satu Buku) sekarang menjadi SAGUSABU SATU TAHUN (Satu Guru Satu Buku Satu Tahun). Harapannya minimal dalam satu tahun dapat menyelesaikan satu naskah buku.


Usai sambutan dari CEO MediaGuru, acara dilanjutkan oleh Nuraeni dan menampilkan video dari beberapa ikatan guru penulis Indonesia di antaranya, ikatan penulis Bintan, Kepri, Batam, Banyuwangi, Pariaman, cianjur, bogor, dan masih banyak lagi. 


Setelah video ditampilkan, terdapat satu perwakilan dari setiap daerah yang menyampaikan sepatah dua patah kata yang membuat suasana menjadi haru.

Dalam acara tersebut, bapak kepala Kemenag Kabupaten Bintan Kepulauan Riau beserta Istri juga hadir di meeting zoom, dia memberikan semangat kepada para guru untuk tidak berhenti menyebarkan virus literasi di manapun berada. 

Selain itu kepala dinas pendidikan dari kabupaten Grobogan Jawa tengah yang saat itu memberi sambutan singkat karena bersamaan dengan acara lain, juga menyemangati guru penulis untuk tetap semangat menggerakkan literasi.


Disela-sela acara Eko Prasetyo salah satu host diacara ini mengadakan  kuis, peserta diperbolehkan menjawab dari room chat zoom atau klom chat du YouTube. Pemenang adalah orang yang paling cepat menjawab. Hadiah dalam kuis ini akan mendapatkan pelatihan menulis di MediaGuru secara gratis untuk 5 pemenang. Panitia juga menyediakan sertifikat gratis bagi seluruh peserta yang mengikuti acara webinar ini.


Nuraeni juga mengungkapkan hal serupa dengan yang di katakan pria berkulit kuning sawo itu diawal acara bahwa "mungkin mereka naik MRT bareng-barengnya tahun depan, semoga ini terakhir kalinya kita reuni lewat zoom" kata Nuraeni salah satu host diacara ini.


Dalam webinar ini, siswa MTsN 7 KEDIRI antusias mengikuti acara. "saya mengikuti webinar ini karena  penasaran dan ingin menambah ilmu pengetahuan," Kata Putri Chakiki, salah satu anggota jurnalis MTsN 7 Kediri. 

"Semoga covid segera  hilang, saya ingin ikut temu penulis di Jakarta," tambah Isna, yang saat ini juga menyukai kegiatan tulis menulis ini.

Penulis: Isna-8b dan Kiki-7d

Editor: Zar-8i


Sabtu, 28 November 2020, Siswa Tim literasi  7 Kediri mengukuti webinar temu Nasional guru penulis yang bertema temu Nasional siswa penulis. Acara ini dihadiri oleh para peserta dari berbagai daerah, sebanyak 300 lebih peserta yang mengikutinya. Acara ini dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB pada hari Sabtu, 28/11/2020. Diawal acara, dihadirkan 2 host yang mungkin sudah kalian kenal,yaitu Aprilia Susanti dan Saiful Rahman. Dan juga terdapat 6 narasumber keren, yaitu:

1. Syifa Fauziah siswi MAN 1 Bandung Jabar

2. RR Nafillestia G.A siswa SMPN 1 Jetis Bantul Yogyakarta

3. Maura Hasni Nauli Siregar siswi SDIT Islamic Centre Purwodadi, Grobogan,Jateng

4. Amira Azkia, University Teknologi Malaysia

5. Thoriq Achmad Daf Assaili siswa MA Unggulan Darul Ulum Peterongan Jombang Jatim

6. Layla Rohmatul Rizki siswi MTsN 7 Kediri Jatim.

   Dari semua narasumber yang hadir di webinar ini, salah satunya berasal dari luar negeri,  dari negara tetangga Malaysia yaitu Amira Azkia. Cewek berkacamata itu bisa berbahasa Inggris, Arab dan bahasa Indonesia meskipun tidak lancar. Ia lahir di Jakarta, namun diumur 5 tahun, ia pindah ke Saudi Arabia. Dan kini ia berkuliah di negara Malaysia. Amira memberikan motivasi-motivasi agar semua dapat menerbitkan sebuah buku itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Pada awalnya cewek dari negara tetangga tersebut merasa minder karena disaat cewek itu mengikuti pelatihan sasisabu peserta sasisabu banyak yang dari TK dan SD sedangkan Amira sudah berumur lebih tua. 


   Selain itu ada pula narasumber dari MTsN 7 Kediri yang bernama Layla Rohmatul Rizki. Cewek tersebut berada di kelas 9. Cewek tinggi itu menerbitkan sebuah buku yang berjudul 'Amanah Seorang Bapak'. Cewek itu juga memberikan motivasi-motivasi kepada seluruh peserta webinar. Sementara itu dia menulis  karena termotivasi gurunya, Menulislah, suatu saat bukan bukumu yang akan kamu bawa, tapi bukumu yang akan membawaku, saya berada berada dalam acara ini, juga karena dibawa oleh buku yang saya tulis," kata Layla sebelum menutup perkenalannya.

Banyak juga para tim literasi MTsN 7 Kediri yang menyempatkan diri untuk mengikuti acara webinar ini. .

   Diakhir acara dan disela-sela waktu Aprilia Susanti dan juga Syaiful Rahman selaku instruktur media guru memberikan 10 soal untuk kuis yang berhadiah beasiswa pelatihan sasisabu secara gratis. Salah satu siswa dari MTsN 7 Kediri, Zarit Salsabila juga mendapatkan beasiswa pelatihan tersebut. Selain itu acara webinar ini menyediakan sertifikat gratis untuk para peserta yang hadir dalam acara ini. 


Penulis: Zar-8i

Editor: Han-8d

 


Layla Rahmatul Rizki. Sepintas, mungkin tak ada yang menyangka, dengan sosoknya yang kalem dan rendah hati. Siswa kelas 9 ini dulu adalah pemalu. Namun, sejak dia ikut bergiat dalam literasi menulis buku, menjadi sosok yang percaya diri, beragam lomba pun telah diikuti. Dalam ajang putri Batik tahun 2020, dia adalah kandikdat 10 besar.


Amanah Seorang bapak adalah buku pertama yang dia tulis. Buku itu berkisah tentang seorang perempuan yang menjalankan amanah dari suaminya sebelum meninggal dunia.



"Saya di Pesantren. Terus terang agak sulit  karena harus membagi waktu. Saya menulis pada malam hari, suasananya hening sehingga semua inspirasi mengalir," kata gadis yang beranjak remaja itu.



Memang sejak 4 tahun lalu MTsN 7 kediri telah mencanangkan Gerakan Literasi Madrasah, dan berhasil menyabet juara di kanwil Kemenag Jatim kategori Madrasah Literat. Selain itu di Madrasah tersebut juga telah terbit puluhan buku ber-ISBN, baik dari kalangan guru maupun siswa. MTsN 7 Kediri juga mempunyai pembina, yang biasa mengisi Diklat maupun seminar. Guru tersebut peraih juara lomba tingkat nasional di Kemendikbud Jakarta serta menyabet juara nasional di Unsud Solo.






Gerakan literasi di madrasah hingga kini terus berkembang. Bukan hanya buku-buku saja yang terbit di madrasah yang berada di kecamatan kepung itu. Namun, berita-berita jurnalistik juga hampir tiap hari berseliweran secara online.


Dari kegiatan literasi juga menyabet beberapa kejuaraan di antaranya lomba jurnalist blog Radar 2020 dan menulis karya ilmiah siaga kependudukan pada bulan November tahun ini. (Muhammad Zainuddin).


Editor; Maghfur


Layla Rahmatul Rizki. Sepintas, mungkin tak ada yang menyangka, dengan sosoknya yang kalem dan rendah hati. Siswa kelas 9 ini dulu adalah pemalu. Namun, sejak dia ikut bergiat dalam literasi menulis buku, menjadi sosok yang percaya diri, beragam lomba pun telah diikuti. Dalam ajang putri Batik tahun 2020, dia adalah kandikdat 10 besar.


Amanah Seorang bapak adalah buku pertama yang dia tulis. Buku itu berkisah tentang seorang perempuan yang menjalankan amanah dari suaminya sebelum meninggal dunia.


"Saya di Pesantren. Terus terang agak sulit  karena harus membagi waktu. Saya menulis pada malam hari, suasananya hening sehingga semua inspirasi mengalir," kata gadis yang beranjak remaja itu.



Memang sejak 4 tahun lalu MTsN 7 kediri telah mencanangkan Gerakan Literasi Madrasah, dan berhasil menyabet juara di kanwil Kemenag Jatim kategori Madrasah Literat. Selain itu di Madrasah tersebut juga telah terbit puluhan buku ber-ISBN, baik dari kalangan guru maupun siswa. MTsN 7 Kediri juga mempunyai pembina, yang biasa mengisi Diklat maupun seminar. Guru tersebut peraih juara lomba tingkat nasional di Kemendikbud Jakarta serta menyabet juara nasional di Unsud Solo.






Gerakan literasi di madrasah hingga kini terus berkembang. Bukan hanya buku-buku saja yang terbit di madrasah yang berada di kecamatan kepung itu. Namun, berita-berita jurnalistik juga hampir tiap hari berseliweran secara online.


Dari kegiatan literasi juga menyabet beberapa kejuaraan di antaranya lomba jurnalist blog Radar 2020 dan menulis karya ilmiah siaga kependudukan pada bulan November tahun ini. (Muhammad Zainuddin).


Editor; Maghfur

Editor; Maghfur



Oleh: Putri Chakiki

Siswa MTsN 7 Kediri

Di saat pandemi Covid-19, segala aktivitas akademik semua siswa dilakukan secara daring di rumah, begitu juga dengan ujian. Bisa jadi animo pelaksanaan ujian daring berbeda dengan ujian yang biasanya dilakukan di ruang kelas tiap sekolah. Tidak sedikit dari para murid yang merasa malas dalam mempersiapkan ujian daring ini.

Selain itu, peraturan selama ujian daring juga akan berbeda dengan biasanya. Oleh karena itu, berikut ini saya membagikan beberapa tips  cara menghadapi ujian daring dan apa saja yang perlu kamu persiapkan untuk mengikuti ujian daring selama pandemi ini.

*Belajar dan pahami*

Jadwal ujian biasanya diberikan satu atau dua minggu sebelum pelaksanaan. Mulailah belajar materi dari awal. Jangan belajar secara dadakan ya, belajar sejak jauh hari sebelum ujian memberimu waktu cukup untuk belajar dan menambah waktu untuk mengulang materi yang kurang kalian pahami.

Catat dan pahami seluruh materi. Dengarkan kembali audio atau video rekaman pemaparan materi yang disampaikan oleh bapak dan ibu guru untuk memudahkan dalam mengingat materi. Tidak lupa untuk menulis poin-poin penting yang terdapat dalam setiap materi pembahasan.

*Kurangi penggunaan media sosial*

Gunakan waktu maksimal 30 menit untuk bermain media sosial sebagai refreshing. Jangan sampai terlewat dari batas yang sudah ditentukan. Ingat, masih ada banyak waktu di luar masa-masa ujian untuk bermain media sosial. Dalam keadaan seperti ini, fokuslah untuk belajar. Kalau kalian tidak bisa disiplin menggunakan waktu, bisa menyesal di kemudian hari, tapi demi hasil ujian yang lebih baik, untuk sementara kurangi waktumu untuk melihat telepon selulermu.


*Cari tempat  nyaman*


Atur meja dan kursi yang nyaman untuk ujian. Pastikan meja tempat mengerjakan ujian bersih. Jangan lupa untuk mengingatkan orang rumah bahwa hari itu kamu akan melaksanakan ujian agar kondisi rumah tidak berisik dan tetap tenang.

*Berdoa*

Satu hal yang tidak boleh ketinggalan adalah berdoa. Berdoalah agar dimudahkan dan diberikan kelancaran selama mengerjakan ujian daring. Karena tanpa izin-Nya, segala sesuatu tidak akan berjalan seperti seharusnya. Selain itu, mintalah doa restu orang tua sebelum mengerjakan ujian. *SEMOGA SUKSES!*

Editor: Tim Jurnalis


Oleh: Oktiana Fitria Candra Vinata


Tiap hari kita sering lupa memakai masker saat keluar rumah. Padahal memakai masker tidak susah.  jika kita sering lupa untuk memakai masker, kita bisa menaruhnya di tas, hangeran baju, dan di jok sepeda motor. Sering kali kita lupa memakai masker di saat masih pandemi Covid-19. Seharusnya  jangan abaikan masker. Walau bentuknya kecil tapi barang tersebut sangat membatu saat kita keluar rumah.Tak kala orang pun lupa untuk memakainya, jika ada polisi atau petugas satgas Covid,  akan didenda sekisar Rp100.000,00. Daripada didenda mending memakai masker saat keluar rumah.


Yang harus dilakukan saat pandemi Covid-19 ini

1. Selalu menjaga kesehatan.

2.Selalu hidup bersih.

3.Tidak memakan-makanan yang dapat membahayakan tubuh kita.

Oleh sebab itu budayakan hidup yang bersih dan tidak kotor karena Islam pun mengajarkan kebersihan sebagian dari iman. 

Hidup bersih itu simple dan tidak ribet, semakin kita hidup bersih semakin kita nyaman untuk ditinggali. Untuk menghindari Covid-19 kita dapat 

1. Berfikir yang positif.

2. Selalu pakai masker saat keluar rumah.

3. Menjaga diri.

4. Jaga jarak.

5. Memakai akai handsanitizer bila mempunyai jika tidak bisa cuci tangan pakai sabun yang bersih. 

Editor: Tim Jurnalis

Rabu, 25 November 2020 MediaGuru mengadakan webinar Temu Nasional Guru Penulis dengan tema Sukses Gurusianer 365 hari. Webinar dilaksanakan secara online dengan menggunakan aplikasi Zoom dan Live Streaming YouTube yang diikuti lebih dari 300 partisipan. Acara dibuka oleh Murman dan nuraeni sebagai host dan dilanjutkan oleh Mohammad Ihsan selaku CEO MediaGuru. Dalam webinar hari ini terdapat 3 narasumber yaitu:

1. Harnieti, M.Pd. dari Luak, Sumatra Barat

2. Saeful Hadi, S.Sos dari Banjar, Jawa Barat

3. Dra. Riful Hamidah, M.Pd. dari Magetan, Jatim.

Mohammad Ihsan mengajak peserta pada webinar hari ini untuk mengikuti tantangan 30 hari menulis di gurusiana. Yang bisa menyelesaikan tantangan menulis 30 tanpa putus berhak menerima piagam biru. Webinar ini bertepatan dengan HGN dan HUT PGRI ke-75.

"Tulisan adalah tabungan naskah, dengan sedikitnya 15 artikel dengan tema sejenis dapat dibukukan menjadi buku antologi" ungkap Ihsan dalam membuka acara.

Ihsan juga mengatakan bahwa gurusianer yang dapat menyelesaikan tantangan sukses gurusiana 365 hari akan mendapatkan kartu pengguna gurusiana yang luncur pada 1 Maret 2020 dan bertepatan dengan Hardiknas. 

Selain itu, ia juga menyatakan bahwa Jawa Timur menempati peringkat pertama dengan pengguna akun gurusiana terbanyak se-Indonesia.


Usai sambutan CEO MediaGuru, setiap narasumber memperkenalkan diri, menyebutkan prestasinya sekaligus menyampaikan pengalaman selama menjadi gurusianer seta tips dan trik menjadi penulis.

"Ketika saya setiap hari menulis, 2 atau 3 hari saya fakum. Seperti terasa ada yang hilang, ada yang tidak melekat dalam hidup saya," kata Harnieti, ketua IGPPL lima puluh kota Sumbar.

Hal diatas senada dengan Riful dan Saeful yang mengatakan bahwa menulis itu membahagiakan.

Diakhir acara diadakan sesi tanya jawab, setiap peserta berkesempatan mengajukan pertanyaan. Mengingat waktu hampir habis masih banyak pertanyaan yang belum sempat terjawab. 


Dalam webinar tersebut juga terdapat kuis dengan hadiah beasiswa pelatihan menulis di MediaGuru untuk 5 peserta. 

Penulis: Isna-8b

Editor: Zar-8i


Madrasah, 25 November 2020. Zona merah Covid-19, tidak menyurutkan guru dan karyawan MTsN 7 Kediri untuk tetap memperingati HGN (Hari Guru Nasional). Acara diselenggarakan secara khikmat, dengan memanjatkan do'a bersama.



Kegiatan tersebut diawali salat Dhuha yang dipimpin oleh ustaz Sofwan Hafiz, dan dilanjutkan doa bersama yang dipimpin ustaz Azmil Amin. Acara berlangsung khikmat.

"kegiatan ini dilaksanakan, sebagai wujud syukur kita kehadirat Allah, hingga hari ini kita masih diberi kesehatan, selain itu kita memohon kepada Allah, agar wabah yang menimpa bangsa kita segera berakhir," ujar Abdul Kholik Waka Humas MTsN 7 Kediri.


Usai kegitan dilanjutkan pembinaan bagi seluruh guru dan pegawai. Pembinaan dilaksanakan oleh Muhammad Zainuddin, kemudian dilanjutkan oleh Zuhri kepala Kementerian Agama Kabupaten Kediri. Dalam pembinaan Zuhri mengatakan, agar kita selalu berlomba-lomba dalam kebaikan, fastabikhul khairat. Selain itu dia juga menyatakan, "Babakan donyo golek  Nomo, lan Babakan akhirat ngolek sing diterimo."



Selepas sambutan Zuhri diberi kehormatan untuk memotong tumpeng, yang kemudian diserahkan kepada Zainuddin, selaku kepala madrasah.

Acara selanjutnya penyerahan buku terbitan terbaru oleh Muhammad Zainuddin, dan Sahroeni. Acara ditutup doa dan makan bersama. Kegitan tersebut tetap menggunakan protokol kesehatan yang ketat. (Muza)

Editor: Mq

 

Penulis: Alma Husna Mafaza 8B


Dibalik topeng indahnya terdapat semburat wajah kesedihan yang tak terbendung, dibalik kebahagiaan yang dia gambarkan terdapat coretan sedih yang disembunyikan, ialah Guru pemberi tanpa meminta, ia memberi ilmu tanpa meminta balasan. Bagai pohon yang walaupun ditebang Ia tidak mengharap untuk kembali ditumbuhkan. Ku lihatnya sebagai sosok yang mempunyai lelah walaupun diri ini bukan darahnya, namun bersedia menjadi orangtua dikala Ia memiliki banyak darah daging, yang bersedia menjadi penuntun dibalik teriakan kita padanya. 


Pantaskah kita sebagai diri yang berdosa padanya untuk mendapatkan suatu bekal untuk kita di masa depan? Dengannyalah kita bisa berprestasi, dengannya pula kita bisa sukses dengan ilmu yang sedia untuk diberikan. Guru yang korban kan waktu, tenaga dan semuanya demi kita yang merupakan biji yang harus diberi air agar tumbuh menjadi bunga yang indah. 


Aku berterimakasih padamu yang memberiku cinta seperti anakmu sendiri walaupun diri ini berlumur salah padamu selalu memberiku nyanyian yang tidak mengenakkan dan tak akan bisa kugantikan walaupun dengan nyawaku sekalipun, tak akan pernah bisa. Hanya satu yang terucap dari bibir yang kecil ini,  "Terimakasih."


Editor: Dinda 8i


Penulis: Isna Ariefatul Muhimmah

Guru adalah pelita disetiap zaman, tanpa guru, niscaya manusia bagaikan buntal kembung. Karena pendidikan adalah suatu upaya untuk menyelamatkan manusia dari sifat kebodohan. Keberadaan guru sangatlah penting, sebab tanpa adanya pendidik maka tidak akan ada pendidikan. Guru adalah orang yang mengajarkan hal baru, hal yang belum diketahui oleh muridnya di jalur pendidikan.

"Aku bisa menulis, karena guru yang gigih melatihku dari belum bisa menjadi bisa,"

"Aku bisa membaca, karena guru yang selalu membimbing,"

"Aku bisa menghitung, karena guru yang sabar mendidik,"

"Aku bisa mengerti banyak hal, karena guru yang senantiasa mengajar,"

"Aku bisa membedakan yang baik dan buruk, karena guru yang tak henti mengarahkan,"

"Dan aku bisa menulis saat ini, juga karena guru yang telaten membimbing dan melatih aku,"

Guru adalah profesi yang behubungan dengan kualitas manusia yang dibimbingnya. Peran guru sangat penting dalam membentuk manusia yang berkualitas. Kualitas juga merupakan kunci kesuksesan, karena semakin berkualitas seseorang, maka semakin besar pula kesempatan orang itu menuju kesuksesan. 

Guru adalah orang pertama dan utama dalam pendidikan untuk meningkatkan pendidikan. Pendidikan adalah alat pencetak generasi bangsa. Guru adalah seorang pemimpin, seorang pemimpin yang cara berpikir, sikap, dan perilakunya baik di dalam dan di luar kelas menjadi panutan bagi murid-muridnya. 

Guru bukan hanya seorang yang berdiri di depan kelas dan kata-katanya di dengar namun, guru juga mendengarkan kesulitan yang dihadapi oleh muridnya. Guru juga memberi jalan keluar dari kesulitan yang dialami muridnya.

Guru tidak selalu dihadapkan dengan murid yang penurut. Terkadang ia juga harus mengahadapi berbagai kenakalan yang diperbuat muridnya, namun segala maaf selalu ia berikan. 

Pengorbanan yang diberikan guru kepada muridnya amatlah besar. Ia rela mengorbankan waktu, tenaga dan pikirannya demi bisa menyalurkan ilmu yang dimilikinya. Seperti apapun keadaannya, beliau selalu berusaha agar tetap bisa sampai di sekolah untuk mengajar muridnya. Kiloan meter ia tempuh, hujan deras dan panas menyengat, ia terjang utuk bisa sampai di sekolah. 

Ketika di masa pandemi Covid-19 seperti ini, peran guru sangatlah penting mengingat proses pembelajaran yang sudah tidak bisa lagi dilakukan dengan tatap muka. Guru tidak hanya mengajar, membimbing, dan mendidik tapi juga menjadi motivator, invator dan evaluator bagi murid.

Sebutan pahlawan bukan hanya untuk seorang yang berjuang mempertahankan negaranya dari serangan penjajah. Tapi juga untuk seorang yang berjuang untuk menyelamatkan manusia dari kebodohan. Beliau adalah guru, pahlawan tanpa tanda jasa. Sebab, sebesar apapun jasa yang ia berikan, tidak ada tanda pangkat bintang 1, bintang 2, dan bintang lainnya yang ia terima. Namun, tidak sedikit orang yang telah berhasil lupa akan jasa orang yang telah membuatnya berhasil. 

Sebagai bentuk apresiasi untuk seluruh insan yang bergelar guru di Indonesia, diperingati Hari Guru Nasional. Peringatan Hari Guru Nasional berhubungan dengan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia pada tanggal 25 November 1945. Kini setiap tangga 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional.

My teacher is my inspiration. Without you what i would be. To my noble teacher, we will always remember your service. Continue to be a lamp for the nation's children, thank you for the teachers who have sincerely guided and educated us to become what we are today. 

Editor: Zar-8i


Oleh: Dra. Ninik Hariyani, M.Pd.I.

 Hari ini, 25 November merupakan hari lahirnya madrasah tercinta ini.  Tepat dihari ulang tahunnya, sudah sepatutnya kami untuk flashback dan berbagi tentang sejarah awal berdirinya madrasah ini. Pada tahun 1973 telah berdiri sebuah lembaga Pendidikan Guru Agama (PGA) Ma'arif Pare Kab. Kediri. Seiring dengan antusiasnya masyarakat semakin banyak, maka pengelola PGA Ma'arif untuk diusulkan menjadi lembaga negeri. Maka, mulai saat itu berubahlah menjadi PGAN 4 tahun. Dalam perkembangannya pada tahun 1978 diubahlah menjadi MTsN 2 Pare kab. Kediri. Karena pada tahun tersebut ada peraturan yang menyebutkan bahwa dalam satu kecamatan tidak boleh berdiri MTsN lebih dari satu lembaga, maka pemerintah merelokasi MTsN 2 Pare ke Kabupaten Gresik.  


Relokasi MTsN 2 Pare tersebut hanyalah untuk lembaganya, sedangkan SDM (Sumber Daya Manusia)-nya tidak ikut pindah dan lokasi bekas madrasah tersebut masih layak digunakan. Mengingat keberadaan sumber daya tersebut, maka dibentuklah MTsN Filial Pare Kab. Kediri, yang di pimpin oleh Bapak. H. Ridlowi, BA, dengan Wakil Kurikulum Bapak  Drs. Imronudin Huda.

Kemudian pada tahun 1994, MTsN Filial diupayakan dengan sekuat tenaga untuk diusulkan penegerian kepada Departemen Agama RI menjadi lembaga negeri yang mandiri. Akhirnya madrasah tersebut, oleh Menteri Agama No.515A tahun 1995, Tanggal 25 November 1995 berdirilah lembaga Negeri dari MTsN Filial Pare Kab. Kediri Menjadi MTsN Jombang Kauman kab. Kediri dengan alamat di Jl. Jombang Gg. II Kauman Pare Kab. Kediri. Untuk pertama kalinya Bapak Drs. Imronudin Huda yang menjadi Kepala MTsN Jombang Kauman tersebut. 

Berkat usaha yang kuat dan ikhlas oleh Bapak Kepala Madrasah pada saat itu, maka tahun 1996 MTsN  Jombang Kauman direlokasikan ke Jln. Kebonsari No.1 Kencong kec. kepung Kab. Kediri. Kemudian berdasarkan keputusan Menteri Agama RI no. 673 Th 2016 ttg perubahan nama MAN, MTsN, dan MIN Provinsi Jawa Timur, maka MTsN Jombang Kauman berubah menjadi  MTsN 7 Kediri.

Untuk diketahui ketahui sejak MTsN Filial hingga berubah menjadi MTsN 7 Kediri, telah 7 kali pergantian kepala Madrasah. Di antaranya, 1. H. Ridlowi: ...s.d 1995 pimpinan MTsN Filial. 2. Drs. Imronuddin Huda: 1995 s.d 2001 kepala MTsN Jombang Kauman. 3. Drs. Muzayin:  2001 s.d  2004,  kepala MTsN Jombang Kuman. 4. H. Muhammad Tarmidi, S.Pd: 2004 s.d 2009. Kepala MTsN Jombang Kauman. 5. Drs. Imam Maksum : 2010 s.d 2011 Kepalal MTsN Jombang Kauman. 6. Drs Jamiluddin, M.Pd.I:  2011 s.d 2015.  7. Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I : 2015 s.d sekarang.

Inilah sekilas sejarah berdirinya MTsN 7 Kediri, yang kam himpun dari berbagai sumber, salah satu di antaranya adalah saksi hidup perjalanan MTsN 7 Kediri, beliau adalah Bapak Drs. Sodiq.

Editor: Maghfur


Oleh: Nova Nur Afifah

Hari guru Nasional diperingati pada tanggal 25 November setiap tahunnya. Hari guru adalah hari untuk menunjukkan penghargaan kepada guru. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Kenapa guru disebut pahlawan? Karena seorang guru sangat memberikan pengaruh bagi kehidupan manusia di muka bumi.

Dulu kita belum mengenal tentang huruf, angka, membaca dan menulis. Dengan adanya guru kita dapat mengetahui tentang itu semua.

Sosok seorang guru berbeda dengan pahlawan yang gugur di Medan perang, yang rela mengorbankan jiwa. Namun, guru adalah orang yang mau membagikan ilmunya, menjadi sosok pengganti orang tua di sekolah, seseorang yang mampu mengubah pola pikir, makna hari guru sebagai bentuk penghormatan kepada guru atau jasa yang telah dilakukannya. Bahwa hari guru bukanlah hari libur nasional karena pada umumnya sekolah tidak akan libur dihari ini. 

Biasanya ketika Hari Guru Nasional, kita akan melaksanakan upacara. Namun karena terhalang pandemi, sekolah pun diadakan di rumah.

Untuk Guruku, Selamat hari guru, tanpamu aku tidak mengerti apapun. Terimakasih Pak, Bu, karena telah mendidik kami dari kecil Hingga kini.

Editor: Dinda

Karya: Niha Hanum

“Assalamualaikum,” ucap salam Nana dan Rizki bersama-sama.

“Waalaikumsalam,” jawab ibunda sembari menghampiri mereka.

Nana dan Rizki langsung mencium tangan sang ibunda dengan santun.

“Bunda, kesel banget deh sama Bu guru. Masak ngasih tugas banyak banget. Dikumpulkan besok lagi, iih. Bu guru nggak mikirin muridnya apa?” keluh Nana kepada ibunda dengan raut wajah sebal.

“Iya, Bunda. Rizki juga kesel,” tambah Rizki.

Rizki dan Nana adalah saudara kembar. Namun Nana yang pertama kali melihat dunia.

“Ayo kita duduk dulu, ada yang mau bunda sampaikan,” pinta ibunda.

Nana dan Rizki mengangguk. Lalu mereka bertiga duduk di sofa ruang keluarga.

“Sebelum bersekolah, kalian sudah bisa menulis belum?” tanya ibunda menatap kedua anak kembarnya dengan penuh kasih sayang.

“Belum bisa, bunda,” jawab Rizki sedikit kebingungan mengapa ibundanya menanyakan hal itu.

“Lalu, setelah sekolah kalian sudah bisa menulis apa tidak?” tanya ibunda lagi.

“Sudah, bunda. Memangnya kenapa?” jawab Nana disertai dengan pertanyaan.

“Hayo, siapa yang buat kalian bisa menulis?” tanya ibunda lagi dan lagi.

“Bu guru dan pak guru,” jawab Nana dan Rizki kompak.

“Dari contoh yang telah bunda berikan tadi, dapat diketahui bahwa guru adalah orang yang paling berjasa dalam kehidupan kita. Kalau tidak ada guru siapa yang mengajari kita membaca dan menulis?” jelas ibunda.

“Iya, bunda. Kalau tidak ada guru, Nana pasti tidak bisa membaca dan menulis. Ternyata jasa guru tak terhingga ya,” ujar Nana.

“Benar, bunda. Pasti berat sekali perjuangan guru mendidik murid-muridnya agar menjadi orang yang pandai. Tapi, Rizki dan Nana sebagai muridnya malah membencinya, benar-benar tidak tahu terima kasih,” lanjut Rizki.

“Wah, anak-anak bunda hebat ya. Jadi, guru itu memberikan tugas kepada murid-muridnya agar mereka menjadi semakin pintar. Menjadi guru itu sangat sulit, karena harus bersabar mengajari murid-muridnya yang tidak semuanya nurut. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, mereka memberikan ilmu mereka yang bermanfaat kepada murid-muridnya. Agar kelak mereka menjadi orang yang sukses, dan dapat mewujudkan cita-cita bangsa,” jelas ibunda.

“Oo, jadi gitu, bunda. Mulai sekarang, Nana janji tidak akan membenci Bu guru dan pak guru lagi,” kata Nana penuh semangat.

“Rizki juga janji,” tambah Rizki.

“Mulai sekarang, kalian harus patuh dan nurut kepada bu guru dan pak guru ya,” ujar ibunda dengan senyumnya.

“Nana dan Rizki janji," jawab Nana dan Rizki kompak.

Ketiga orang yang tengah berbincang-bincang di ruang keluarga itu pun tertawa bersama-sama.

Editor: Zar-8i

 

Oleh: Putri Chakiki

Kebanyakan orang sukses berawal dari belajar. Guru merupakan salah satu tokoh utama dalam kesuksesan di hidup kita. Hampir setiap orang merasakan pendidikan, baik sekolah negeri maupun swasta.  Semua itu berawal dari ajaran guru. Betapa mulianya pekerjaan seorang guru.

“Wahai guruku, aku bisa menulis karena engkau.”   

“Aku bisa membaca juga karena engkau.”    

“Aku bisa memahami sebuah arti kata juga karena engkau.”     

“Banyak yang aku bisa itu semua karena engkau.”    

“Tapi mengapa banyak orang yang tidak menghargai engkau setelah berhasil. Apakah mereka lupa kerelaan dan keikhlasnya?” 

“Apabila tidak ada engkau, seperti apa jadiku sekarang.”      

“Terimakasih banyak atas semua jasa-jasamu yang tak kan pernah teputus,                                             oh guruku....” 

Tapi sayang sekali di negara kita, penghargaan guru masih minim, guru itu masih kurang dihargai dengan baik, pantas dan benar. Walaupun memang sudah ada sertifikasi, namun untuk mendapatkannya dibutuhkan persyaratan yang cukup rumit, terutama untuk guru-guru yang sudah lansia dan sudah waktunya untuk pensiun. Apalagi dengan adanya penyesuaian kemajuan teknologi membuat guru tidak bisa  berbuat banyak. Selain itu pemerintah juga menuntut banyak setelah mendapat sertifikasi.

Padahal betapa beratnya guru menjalankan tugasnya sebagai pengajar, tidak semua siswa baik dan rajin belajar. Para siswa itu mempunyai ragam sifat dan karakter. Banyak siswa yang rajin dalam mengerjakan tugas dan taat pada peraturan sekolah. Namun, tidak sedikit siswa yang nakal tidak mau diatur, mereka tidak mau mengerjakan tugas-tugas guru, apalagi di masa pandemi Covid-19, ketika belajar di rumah mereka tidak mau belajar bahkan handphone yang diberikan orangtuanya digunakan untuk bermain game, media sosial, dan lain-lain. mereka tidak mau mengerjakan tugas yang diberikan guru. mereka mengabaikan E-Learning yang disiapkan sekolah. Dalam situasi normal sebelum pandemi Covid-19 juga malas beragkat ke sekolah, mereka suka nongkrong di warung kopi dengan fasilitas wifi. 

Selain itu, ada masalah lain yang sangat memprihatinkan, terdapat anak usia sekolah. Namun, oleh orangtuanya tidak boleh berangkat ke sekolah, karena orangtuanya berpikir dari pada sekolah lebih baik mencari makanan atau mengurusi ternak, misalnya memberi makan kambing, sapi, dan lain-lain. Katanya itu lebih menghasilkan, dari pada sekolah tidak dapat uang. Namun, situasi pendidikan yang seperti itu, guru tetap dengan sabar berusaha menyelasaikan permasalahan tersebut. 

Belum lagi untuk daerah terpencil, guru benar-benar dituntut atas  kerelaannya, karena selain permasalahan disekolah guru juga harus berhadapan dengan alam, yang tidak bersahabat, jarak tempuh yang sangat jauh, mendaki bukit, berkawan dengan lumpur di kala hujan, dan masih banyak lagi tantangan untuk guru di daerah perbatasan. Belum lagi sarana dan prasarana pendidikan di sekolah yang kurang memadai, semakin menyulitkan guru untuk menyalurkan ilmunya. 

Dalam situasi sebagaimana di atas, guru tetap rela untuk anak didiknya yang juga bersemangat meraih ilmu untuk masa depan diri dan bangsanya. Namun, ini sangat disayangkan, pemerintah daerah yang kurang memperhatikan. Itulah mengapa menjadi guru di daerah terpencil sangat minim. 

Gaji tidak menjadi halangan dalam menebarkan pengetahuan miliknya. Upaya untuk membuat sistem mengajar yang lebih baik lagi merupakan cita-citanya sebagai seorang guru. Berperan sebagai guru bukanlah perkara yang mudah, ada banyak tugas yang harus dilaksanakan. Mendidik bukan hanya sekedar untuk mencerdaskan anak didiknya lewat prestasi akademik saja. Sikap, akhlak, dan perilaku termasuk kedalam paket tugas yang harus dijalankan oleh seorang guru. Oleh karenanya, kita sudah sepatutnya menghormati dan memahami beban berat yang dipikul oleh seorang guru. Perlakukanlah guru dengan baik dan sopan karena mereka merupakan orang tua kita di dalam lingkungan pendidikan.

Sebutan pahlawan bukan hanya untuk para pejuang yang melawan penjajah, tapi ada mereka yang dengan sabar dan tabah memberikan jasa sekuat tenaga demi mencerdaskan anak-anak bangsa, dia adalah guru, orang dengan gelar memberi ilmu dengan biaya ikhlas tanpa kenal waktu.

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang mengorbankan pikiran dan tenaganya demi mencerdaskan anak bangsa. Majulah terus pahlawan tanpa tanda jasaku, kami menghormatimu, kami menghargaimu, dan kami sangat berterima kasih kepadamu. Mungkin keperdulianku belum seberapa dibanding jasa-jasa dan perjuangan yang telah engkau berikan untukku. Terimakasih Guruku, Semoga samudera ilmumu bermanfaat bagi kami.

Penulis: Kiki-7d

Editor: Zar-8i



Oleh: Putri Cakiki

Dikarenakan adanya pandemi covid-19, Indonesia menerapkan sistem bekerja,  belajar, dan beribadah dari rumah. Seluruh kegiatan dianjurkan untuk dilakukan di rumah karena virus ini dengan cepat dapat menginfeksi banyak orang sehingga dapat menyebabkan kematian. Begitu juga dengan kegiatan belajar mengajar, mulai dari siswa maupun kalangan mahasiswa dianjurkan untuk belajar dari rumah secara daring.


Sudah banyak tugas yang diberikan oleh guru dan semua murid mengerjakan satu per satu kemudian mengumpulkannya. Walaupun diberi waktu untuk mengumpulkan, tetap saja ada tugas yang terlewatkan dikarenakan kurang teliti dalam mencatat tugas-tugas dari guru. Setelah selesai mengerjakan, sudah ada tugas baru lagi yang diberikan. Tugas yang diberikan ada yang melalui aplikasi belajar dan ada juga yang melalui Whatsapp.  Apabila saya tidak bisa mengerjakan atau belum faham, biasanya saya melihat internet dan membaca buku paket yang telah diberikan sekolah. Saat mengerjakan tugas, saya kadang meminta bantuan kakak saya untuk menjelaskan karena ada materi yang kurang saya mengerti. 

Tetapi jika kita tahu rumusnya, kita dapat mudah mengerjakannya. Terkadang contoh soal dan soal latihan itu berbeda, saat mengerjakannya kita harus lebih teliti karena jika salah tanda atau salah hitung, jawaban yang di dapat akan berbeda. Belajar di rumah lumayan menyenangkan karena dapat mengerjakannya sambil bermain. Tetapi kadang juga membosankan karena banyaknya tugas yang diberikan. Awalnya kebijakan work from home hanya ditetapkan 2 minggu, tetapi diperpanjang dikarenakan wabah virus ini semakin parah.

Dikarenakan virus ini saya dan keluarga jadi sering menghabiskan waktu bersama dan kadang juga saya meminta bantuan dalam mengerjakan tugas. Setelah mengerjakan tugas yang sudah diberikan biasanya saya langsung menonton tv atau bermain hp. Banyak orang yang mengeluh karena sekolah online dikarenakan banyaknya tugas yang diberikan dan waktu yang dikumpulkan terlalu cepat. Setiap hari selalu ada tugas baru yang diberikan. Saya biasanya tidak langsung mengerjakannya karena saya masih mengerjakan tugas yang sebelumnya.



Proses belajar-mengajar tatap muka di ruang kelas yang kini menjadi pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan internet, menciptakan banyak cerita dan pengalaman baru, termasuk di antara siswa - siswi yang saat ini telah menjalaninya kurang lebih selama delapan bulan. Dari berbagai kota di  Indonesia, sosmed mendapati banyak siswa yang ternyata merindukan interaksi langsung dengan gurunya. Interaksi lewat layar telepon pintar atau komputer membuat para siswa-siswi menyadari betapa pentingnya kehadiran guru dalam hidup mereka ternyata guru lebih dari sekedar pengajar materi saja.


Jauh di atas kecanggihan teknologi, kehadiran guru sebagai panutan dan pembimbing karakter tidaklah dapat digantikan. Sosial Media yang sekarang menjadi teknologi pendidikan di Indonesia, mengajak para siswa bercerita mengenai inovasi dan dedikasi guru yang memberikan inspirasi dan semangat bagi mereka selama masa pembelajaran jarak jauh ini.

Di saat mereka tidak dapat bertatap muka dengan para siswanya, guru dituntut untuk memberikan inovasi dan berdedikasi untuk tetap memberikan informasi yang penuh kepada siswanya meski dengan cara komunikasi yang berbeda. Jujur saja, sepanjang masa pandemi saya merasa sulit untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran, terlebih dengan sistem pembelajaran daring yang dinilai jauh dari kata efektif. saya Ingin  sekali protes tentang hal ini, tetapi ketika mendengar cerita salah satu guru saya, beliau tidak pernah menyangka pembelajaran akan dilaksanakan secara daring. 


Lalu terjadilah pandemi Corona yang menyebabkan adanya Pembelajaran Jarak Jauh sehingga mau tak mau beliau harus beradaptasi dengan kenyataan yang terjadi. Banyak kendala yang terjadi ketika beliau melangsungkan pembelajaran, mulai dari koneksi internet yang tidak stabil, candaan murid ketika pembelajaran berlangsung dan koneksi hati yang terbatasi. Tetapi, beliau kerjakan semua itu tanpa keluh kesah, dan tetap bertekad bulat untuk menyampaikan materi pembelajaran dengan maksimal.

Guru Juga Mau Belajar dan Beradaptasi Demi Kepentingan Anak Didiknya

“Ketika pandemi ini datang, sistem belajar-mengajar pun ikut berubah secara mendadak. Awalnya saya lumayan mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan cara mengajar dari jarak jauh seperti ini. Terlebih, saya memiliki ratusan siswa yang harus saya ajar setiap harinya dan saya harus membagi waktu," ungkap Bu Ninik Wali Kelas 7D.

Inovasi dan adaptasi menjadi kunci agar dapat membangkitkan semangat. Agar belajar tidak menjelaskan teori saja dan membuat para siswa bosan, berbagai perangkat kerja aplikasi untuk mengajar dari rumah telah dicoba oleh seorang guru. Secara mandiri, guru mencari tahu bagaimana cara menggunakannya. Bukan hanya itu, Ia juga memanfaatkan media chat group seperti Whatsapp untuk memberikan tugas, dan meminta anak didiknya mengerjakan dengan tulisan tangan agar tidak ada aksi saling mencontek. Untuk menjaga semangat para siswanya, beliau berharap dengan mengikuti berbagai webinar, Ia dapat memberikan apresiasi dan perhatian yang cukup dan tidak pernah mengacuhkan siswanya. Di satu sisi, inovasi dan keinginan belajar yang ditunjukkan oleh guruku ini, membuat ku bangga dan terinspirasi agar tidak mengeluh menjalani pembelajaran jarak jauh. Saya bangga memiliki guru seperti pak Magfur dan seluruh guru di penjuru nusantara yang berjuang di garda terdepan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.


Teknologi Yang Dapat Dimanfaatkan

Beberapa teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di antaranya dengan menggunakan E-learning. E-learning merupakan inovasi yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, tidak hanya dalam penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga perubahan dalam kemampuan berbagai kompetensi peserta didik. E-learning adalah suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet  yang bisa diakses kapan pun dan di mana pun. E-learning digunakan oleh pendidikan SMP, SMA dengan harapan proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.

Para peneliti mempelajari kemampuan Negara dan penduduknya beradaptasi dengan pemggunaan teknologi  pembelajaran jarak jauh, penggunaan kerangka kerja aplikasi yang tersedia dengan dukungan pemerintah, seperti aplikasi portal online, sekolah TV serta penggunaan aplikasi yang tawarkan di internet seperti Zoom, dan Google Meet. Hasilnya terkonfirmasi bahwa transisi cepat ke bentuk pendidikan online berjalan dengan sukses dan pengalaman yang diperoleh dapat digunakan di masa depan.

Seiring dengan perkembangan teknologi pembelajaran ini, pembelajaran jarak jauh berbasis internet semakin disukai oleh anak–anak zaman sekarang. Generasi ini sering disebut juga generasi internet atau perkembangan teknologi, merupakan anak anak yang lahir pada tahun 1995 – 2009, generasi ini lahir pada jaman teknologi yang sudah semakin canggih sehingga gaya belajarpun berbeda. 

Gaya belajar anak zaman sekarang yaitu menyukai format audio visual, bergantung pada teknologi, mudah memahami contoh yang lebih akurat, konkret, fakta dan bermanfaat sehingga agar tujuan dari pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik maka salah satu inovasi yang dapat dilakukan menggunakan media pembelajaran yaitu video pembelajaran. Selain itu sudah banyak sekali penelitian yang mengatakan bahwa video pembelajaran efektif digunakan dalam proses pembelajaran bagi anak -anak.

kami...

yang dahulu setiap pagi pergi ke sekolah untuk belajar, kini tidak.

yang dulu selalu berkumpul, mengobrol, bahkan bercanda dengan teman-teman, kini tidak lagi.

kini...

hari-hari kami lalui dengan menatap layar ponsel.

mengerjakan tugas daring dari bapak ibu guru.

dan belajar tanpa bertatap muka permasalahan yang dihadapi siswa selama menggunakan cara ini. (Kiki 7D)

Editor: Din-8i



Minggu,  22 November 2020. Secara mendadak Bapak Ka. Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur berkunjung ke Pondok Pesantren Fathul 'Ulum', yang diasuh K.H. Moh. Khanan. kunjungan ke Pondok Kwagean tersebut dengan maksud untuk menjenguk keponakannya yang kebetulan menjadi santri dari Romo Kiyai Haji  Khanan. Keponakan Bapak Moh Jayadi bernama Marzuki Bin  Abdul Ghani yang berasal dari  Lohsari Brebes Jawa Tengah.  

Saat berkunjung ke Pondok Pesantren yang dekat dengan MTsN 7 Kediri, Bapak Ka Kanwil Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd. yang di dampingi kepala kantor kemenag kab Kediri Dr. H. Zuhri, M.Si, Kasi Penma  Drs. Enim Hartono, M.Pd,  Humas kantor kemenag kab Kediri Paulo dan dari MTsN 7 Kediri  Muhammad Zainuddin ( Kamad),  Abdul Kholik (waka Humas) dan Indra Wahyu Kurniawan ( Ka Tu). 

Pertemuan yang singkat Ka kanwil dengan pemilik PP Fathul 'Ulum' kwagean yang di iringi hujan yang sangat deras, selain silaturahim dengan Romo Kiyai H. Khanan, beliau juga bertemu langsung dengan keponakannya. Usai berbincang di ruang tamu Romo Kyai Khanan , bliau berpamitan dan melanjutkan perjalanan kembali ke surabaya. (Muza)

Editor: Mq

 


21 November 2020 pukul 09.00 WIB. MediaGuru mengadakan webinar yang bertema Strategi membumikan literasi. Webinar  live di Zoom dan YouTube ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta. Acara dibuka oleh  Febri Suprapto sebagai host, dilanjutkan  Mohammad Ihsan sebagai CEO Mediaguru. Dalam acara tersebut terdapat 7 pembicara yaitu :

1. Bundo Yasmi - Sumatra Barat

2. Dewi Sri - Sumatera Utara.

3. Magfur Qumaidi - Jawa timur

4. Prawiro Sudirjo - Jawa barat

5. Titik Soertirahajoe - Grobogan-Jawa Tengah

6. Alphian Sahrudin - Sulawesi Selatan

7. Agusrida Rida - Sumatra Barat

Muhamad Ihsan memaparkan tentang kegiatan MediaGuru selama beberapa waktu ke depan yang sudah terjadwal. Webinar tersebut untuk menyambut HGN.



"Acara ini seharusnya diadakan di Jakarta. Namun, karena situasi covid-19 maka acara menggunakan webinar melalui zoom dan yaoutobe,' ungkapnya dalam membuka acara.

usai sambutan CEO MediaGuru, Semua pemateri satu persatu memperkenalkan diri,  sekaligus menyampaikan tentang kiprahnya dalam organisasi yang digelutinya. 

"Gerakan literasi harus dimulai dari dari sendiri kemudian ditularkan kepada orang lain, dengan cara mengajak semua pihak," kata Yasmi, perempuan yang biasa disapa Bundo.

Demikian pula Dewi juga menyatakan hal senada, bahwa untuk mengerjakan literasi harus melibatkan semua pihak.

Maghfur mengatakan, untuk bergerak harus berasal dari diri kita sendiri, karena perubahan akan terjadi bila setiap orang mau berubah. "Semua komponen penting, namun yang penting adalah kemauan untuk berubah itu sendiri." Pungkasnya saat menutup pembicaraannya.

Peserta diberi kesempatan untuk bertanya kepada para pembicara. Mengingat waktu yang sangat terbatas banyak pertanyaan yang belum sempat dijawab. Namun, pemateri memberi kesempatan kepada peserta untuk menghubunginya melalui melalui WhatsApp.

Dalams webinar tersebut juga terdapat Kuis yang berhadiah Beasiswa pelatihan Mediaguru. Peserta  juga mendapatkan sertifikat gratis.

Selama kegiatan berlangsung,  siswa-siswi MTsN 7 Kediri pun tak terlewatkan. Siswa yang tergabung dalam Gerakan menulis buku, antosias mengikuti acara tersebut. Selain mendapat tugas meliput acara, pembina Literasi, Maghfur juga merupakan salah satu pemateri acara tersebut. 

 "Saya senang mengikuti webinar, karena semakin banyak pengetahuan yang kami dapat, kata Putri Cakiki, anggota Tim jurnalis.

"Selain senang, saya mendapat tugas untuk meliput acara tersebut untuk dimasukan di Teropong Madrasah, ujar Zarit, wakil ketua tim jurnalistik.

Penulis: Zar-8i Kiki-7d

Editor: Tim Jurnalis

 


Assalamu'alaikum wr.wb

Shalom

Om Swastiyastu

Sotthi Hottu

Wei De Dong Tian

Halo teman-teman ^_^

Kalian tahu nggak, kalau sebenarnya Malaysia dan Indonesia dulu mau jadi satu negara lho... bukan hanya Malaysia, bahkan Singapura dan Brunei Darussalam. Namun karena terjadi suatu masalah, akhirnya persatuan negara-negara tersebut tidak jadi dilakukan. Mau tau kisah lengkapnya? Simak terus ya ^_^


Dikutip Dari Chanel Hipotesa : 

Sebenarnya sejak negara Indonesia masih berupa kerajaan-kerajaan atau bisa disebut Nusantara, Indonesia dan Malaysia sudah menjalin hubungan sangat erat dengan Malaysia melalui Kerajaan Sriwijaya dari Indonesia dan Melaka dari Malaysia. Di Nusantara kerajaan-kerajaan ini tidak menghitung kekuasan melalui wilayah, namun melalui pengikut. Maka terjadilah hubungan yang sangat dekat antara kerajaan Sriwijaya Dan kerajaan Melaka, lalu terjadilah penjajahan. 

Pada zaman penjajahan, mereka mulai mengenal konsep batas wilayah. Konsep batas wilayah ini terjadi karena Inggris ingin menandingi Belanda yang mempunyai pusat perdagangan di Batavia (Sekarang menjadi Jakarta), karena pada saat itu Batavia menjadi wilayah kekuasaan Belanda. Lalu kedua negara ini menandatangani perjanjian yang di sebut Anglo Dutch Treaty pada 1824. Hal Inilah yang menyebabkan mulainya konsep perbatasan wilayah, Inggris di Malaysia dan Belanda di Nusantara. Lalu seorang warga Inggris bernama James Brooke menjadi raja di Wilayah yang kita kenal sekarang sebagai Sarawak dan sabah di kuasai oleh perusahaan North Borneo Company.  

Tahu kah kalian mengapa banyak etnis India dan China di Malaysia? Karena pada masa itu Inggris mendatangkan Kuli dan pekerja asing dari Tiongkok dan India yang berjumlah jutaan. Hal ini membuat bangsa Melayu semakin ditindas penjajah Inggris. Lama kelamaan para pribumi Melayu mulai curiga kepada pendatang India dan Tiongkok. Mereka merasa bahwa pendatanglah yang diuntungkan dalam penjajahan ini. 

Setelah beberapa kerajaan di Nusantara dan Melayu runtuh, pemuda Melayu dan Indonesia menjalin hubungan yang membuat Solidaritas antara pemuda pemuda melayu dan indonesia semakin erat dengan ditambahnya ideologi Nasionalisme serta aliran pemikiran anti imperialisme atau anti penjajahan. Para pemuda Malaysia dan Indonesia pun menjalin organisasi bersama di Universitas Al- Azhar (Kairo) dan Universitas Sultan Idris Training College (Malaysia). Disana banyak pemuda Indonesia dan Melayu yang menjalin organisasi bersama. Kemudian tumbuhlah gagasan-gagasan persatuan dan ide-ide lainnya. Ada yang menghendaki persatuan atas dasar Agama Islam, sampai persatuan dibawah Sosialisme dan Nasionalisme. 


Ibrahim Yacob pendiri dari Organisasi Persatuan Muda Melayu menginginkan  bukan hanya kemerdekaan dari inggris, namun juga menginginkan bersatu dengan Indonesia atas dasar kejayaan kerajaan Kuno seperti Sriwijaya dan atas dasar Nasionalisme. Kemudian pada 12 Agustus 1945, bertemulah Ibrahim Yacob dengan Soekarno - Hatta. Mereka Bertemu di BPUPKI dan di pertemuan yang singkat itu mereka menyetujui kemerdekaan yang diberikan oleh Jepang mencakup Indonesia, Malaya, dan bahkan sampai Borneo Utara lho... Wow! Namun karena kekalahan Jepang pada Perang Dunia ke 2, mimpi itupun Kandas. Terjadilah Vacum kekuasaan dan kekacauan di Nusantara. Sebenarnya Soekarno berpegang teguh kepada janji Jepang yang akan memberikan kemerdekaan Indonesia, tetapi kelompok pemuda mendesak agar kelompok tua segera memproklamasikan kemerdekaan. Inilah yang menyebabkan persatuan antara kedua bangsa ini tidak dapat di capai. Jepang belum sempat mengatur persatuan antara Malaysia dan Indonesia. Jadi jangan kira proklamasi yang terburu-buru hanya memunculkan dampak positif, negatifnya juga ada. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia diumumkan, Malaysia pun tertinggal. 


Sangat disayangkan sekali, padahal apabila Rencana persatuan sudah disusun dengan matang, mungkin kita sekarang bisa bersatu dengan Malaysia, Eits... belum tentu. Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, Indonesia harus berhadapan dengan agresi militer Belanda dan ditambah pula dengan kekalahan Kepang. Kemungkinan Setelah Jepang kalah, Indonesia akan dijajah penjajah lama kita, yaitu Belanda. 


Terima kasih ya sudah membaca artikel ini ^_^


Tetap berada di rumah dan apabila ingin pergi jangan lupa cuci tangan dan memakai masker. 


Wassalamualaikum wr.wb

Shalom

Om Swastiastu

Sotthi Hotu

Wei De Dong Tian


Sumber : Chanel Youtube Hipotesa. Judul Sejarah Ganyang 

Malaysia part 1

Daftar pusaka :

A Short History of Malaysia Penulis : Virginia Matheson Hooker Nusa dan Bangsa Melayu Penulis : Ibrahim Yaacob Indonesia and Malay Students in Cairo in the 1920’s Penulis : William R, Roff The Politics of Indonesia-Malaysia Relations Penulis : Joseph Chunyong Liow

Penulis artikel: Eky-9C

Editor: Din-8I

 


Kepung, 19 November 2020. Tim Jurnalis MTsN 7 Kediri mengadakan diklat interen, pemilihan pengurus Tim Jurnalis, dan juga syukuran atas kemenangan dalam lomba penyusunan karya tulis kependudukan. 



Acara tersebut dimulai tepat pukul 08:00-11:30 WIB. Narasumber dalam acara tersebut, Mukhsin Zeni Supraba dan M Maghfur Qumaidi selaku pembina Tim Jurnalistik. Agenda ini dihadiri sebanyak 17 peserta anggota Tim Jurnalis.

Maghfur Qumaidi menjelaskan tentang produk-produk jurnalistik, yang terdiri dari penulisan berita, opini, cerpen, essay, kolom, dan tajuk. Selain itu peserta juga dibekali cara mengedit naskah berita. Maghfur juga memberikan motivasi kepada Tim Jurnalis agar semangat menulis dan tidak takut dalam menulis. "Tulis saja apa yang ingin kamu tulis, tapi perhatikan rambu-rambu menulis. Tahun kemarin saya hanya mengenalkan tentang penulisan berita, dan editing. Namun, tahun ini dan ke depan harus lebih ditingkatkan, semua jenis tulisan jurnalistik harus dikuasai," ujar maghfur.  



"Acara ini diadakan untuk melatih penulisan artikel para siswa-siswi, dan untuk mempererat hubungan anggota Tim Jurnalis MTsN 7 Kediri karena sebelumnya mereka belum pernah bertemu karena terhalang pandemi," sambung Maghfur saat diwawancarai di depan kelas 8A. 

Putri Chakiki siswi kelas 7D juga mengatakan bahwa ia sangat terinspirasi mengikuti diklat ini karena dapat menambah ilmu pengetahuan di bidang kepenulisan.

Setelah selesai, dilanjutkan acara kedua yaitu Pemilihan Ketua Tim Jurnalistik. Ke empat kandidat yaitu Dinda Aulya Zuli Astari kelas 8I, Niha Hanum Salsabila kelas 8D, Zarit Salsabillah Azzahro kelas 8I, dan Hafid Zuyyinarahmah kelas 8D maju satu persatu untuk membacakan visi misi. Setelah selesai membaca visi misi, dilanjutkan dengan voting. Mukhsin Zeni membagikan kertas yang didalamnya digunakan untuk memvote para kandidat Ketua Ekstrakulikuler Jurnalistik. Hasil suara terbanyak diperoleh Dinda Aulya Zuli Astari dengan perolehan 8 suara, lalu Zarit Salsabillah Azzahro dengan perolehan 7 suara, Hafid Zuyyinarahmah dengan perolehan 2 suara, dan Niha Hanum Salsabilla dengan perolehan 0 suara. Kandidat yang mendapatkan suara terbanyak akan menjadi ketua Tim Jurnalis di tahun 2020-2021. 

Muksin Zen, mengatakan bahwa kegiatan jurnalistik jangan hanya monoton menulis berita saja. Tapi juga menulis apa yang sudah di Diklatkan hari ini. Dia juga menyampaikan agar semua aktif menulis, agar kegiatan jurnalistik ini bermanfaat bagi siswa MTsN 7 Kediri, baik untuk Tim Jurnalistik sendiri, madrasah, maupun masyarakat. Dan harus ingat tim harus tetap kompak, pungkasnya.


Setelah acara selesai mereka mengadakan tasyakuran, makan bersama di Bakso dan es jeruk di Bakso Maryam Kebonsari Kencong. (Din_8i)

Editor: Tim Jurnalistik


 MEMPERINGATI HARI AYAH NASIONAL


Hari ayah nasional jatuh pada tanggal 12 November, sedangkan sejumlah negara diperingati setiap bulan juni tanggal 12. Hari ayah nasional adalah momen yang paling tepat untuk mengungkapkan rasa sayang dan hormat kita kepada ayah. Hari ayah dilaksanakan pada tanggal 12 November karena untuk menghormati ayah. Ayah merupakan sosok pahlawan dalam keluarga yang melindungi dan memberikan kekuatan. Selain itu, ia juga merupakan sosok yang sangat tangguh, dan tak pernah mengenal lelah untuk menafkahi keluarganya. Berikut kata kata mutiara untuk ayah: selamat hari ayah 12 November 2020"Ayah, karena dirimulah aku mengerti kehidupan".

Terimakasih ayah atas pengorbananmu, ilmu serta kasih sayang. Posisi ayah sejajar dengan ibu, tetapi ayah berperan sebagai kepala keluarga yang memberi nafkah sekaligus sebagai pelindung keluarga. Hari ayah dinyatakan pertama kali tahun 2006 di balai kota solo. Jangan pernah membandingkan apa yang anda rasakan ketika mengucapkan kata cinta dan manis pada ayah. Biasanya ungkapan ini dimulai dengan mengingat jasa jasa ayah dan mengenang momen indah bersamanya. (Nova_7k)

Editor: Jurnalistik




Kediri, 12 November 2020.  Acara penyerahan hadiah lomba Penulisan Karya Ilmiah, yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemerintah Kabupaten Kediri berlangsung lancar. Acara tersebut merupakan tindak lanjut dari pengumuman resmi pada Jum’at Oktober 2020 oleh dewan juri, bahwa peserta dari MTsN 7 Kediri meraih juara dua. 

Dalam kompetisi ini, madrasah menurunkan tim SSK madrasah yang terdiri dari Dinda Aulya Zuli Astari kelas 8i, Zarit Salsabillah Azzahro kelas 8i, dan Harir Azka Ramadhani kelas 8b. Mereka telah menyusun makalah selama 2 bulan lebih, dengan dibimbing oleh M Maghfur Qumaidi, salah satu guru IPS di MTsN 7 Kediri. Pembimbingan dilakukan di rumah melalui daring maupun secara langsung melalui tatap muka, datang seminggu dua kali ke madrasah. Dalam perlombaan ini, Tim dari MTsN 7 Kediri mengangkat tema, "Pembelajaran Life Skill dalam Menyongsong Bonus Demografi." 



“Awalnya kami kesulitan mencari tema yang tepat, karena sulit menemukan kasus yang mengancam bonus demografi, seperti pernikahan dini, pembulian, putus sekolah, dan lain-lain. Akhirnya kami bersama tim dan guru pembimbing, berdiskusi tentang tema yang akan diangkat,” ujar Dinda.

“Iya, hasil diskusi kami justru mendapatkan sesuatu yang sebaliknya, madrasah telah menyiapkan pendidikan kecakapan hidup (life skill) dalam menghadapi bonus demografi, yang mungkin saat ini tanpa disadari oleh siswa,” kata Azka. “Ternyata dari pengumuman itu kami dapat juara dua, rasanya tak percaya, kami mendapatkan hadiah pembinaan  sebesar 3 juta Rupiah dan piagam penghargaan,” lanjutnya.

Tim SSK MTsN 7 Kediri terkejut, sekaligus senang mendengar bahwa Tim mereka berhasil memenangkan perlombaan.  Sebelumnya sempat ragu akan memperoleh juara, karena Tim lawan begitu hebat saat mempresentasikan hasil karya mereka. Presentasi dilaksanakan pada Kamis, 22 oktober lalu, tepatnya pukul 08.30 WIB melalui aplikasi Zoom. Namun, setelah hasil diumumkan mereka sangat senang dan terkejut karena tidak menyangka akan memperoleh juara. 



"Kami sangat senang dan bahagia. Tak lupa kami berterimakasih kepada orang tua, Bapak Kepala Madrasah, Bapak Waka Kesiswaan, Bapak Maghfur, dan semua guru serta karyawan yang selalu berdoa, memberi semangat, dan mendukung kegiatan lomba ini," ujar Harir Azka Ramadhani Tim SSK MTsN 7 Kediri.

Hadiah langsung diserahkan oleh Moh. Malik  selaku kabid,  DP2KBP3A.  “Sebenarnya kami ingin mengundang siswa dan pihak sekolah  untuk hadir di kantor, tapi karena kondisinya masih seperti ini, Covid-19, maka kami langsung mengantar hadiah tersebut,” kata Malik. “Lomba karya tulis ini dilaksanakan dalam rangka untuk menumbuhkan semangat bagi siswa agar lebih termotivasi dalam belajar terutama dalam kegiatan Sekolah Siaga Kependudukan. Ibaratnya agar anak-anak ini tidak hanya berlatih saja, namun juga bertanding,” sambungnya. 

“Madrasah literasi dengan berbagai program, sebenarnya dalam upaya menyiapkan itu, tentunya juga untuk program-program yang lain. Intinya di Madrasah kami adanya persiapan menghadapi bonus demografi, dan isyallah tidak ada kasus yang melemahkan produktifitas sumber daya manusia, menyiapkan generasi muda dalam menghadapi permasalah hidup,” ujar Muksin Zeni menambahkan.



Selain itu Muhammad Zainudin juga menyampaikan bahwa madrasah untuk saat ini menggalakkan reseach atau penelitian. “Bukan berarti program literasi dan program-program lain berhenti. Program Adiwiyata, Madrasah Washatiyah, Madrasah digital, dan lain-lain tetap kami pacu untuk meningkatkan prestasinya. Dan penelitian adalah pengembangan program dari program-program yang sudah ada,” ujarnya bersama-sama menerima hadiah dan piagam penghargaan dari pihak DP2KBP3A.


Setelah usai acara, pihak madrasah menyerahkan dua buku yang ditulis oleh Zainuddin, yang berjudul Madrasah Anti Sampah plastik, dan Maghfur menyerahkan buku non fiksi yang berjudul Menyingkap Rahasia Bumi Literasi, dan novel yang berjudul ‘Tergoda kiamat.” ( Zar_8I).

Editor: Din_8I


   Dalam memperingati hari pahlawan tanggal 10 November 2020. Kita mengenang pembelaannya pada zaman penjajah dulu, betapa besar rasa cinta meraka sampai berani menaruhkan nyawanya untuk negara ini. Para pahlawan yang tidak mengenal lelah dan tidak mudah menyerah untuk mengusir para penjajah dari negeri tercinta ini.

   Indonesia dikenal dengan negara agraris karena sebagian besar penduduknya bertani dan bercocok tanam. Indonesia mempunyai rempah-rempah yang melimpah sehingga para penjajah memiliki hasrat untuk mencurinya. Orang-orang dipaksa bekerja tanpa dikasih upah (gaji), bahkan sampai meninggal karena kelaparan. Para pahlawan pun tak sanggup melihat penderitaan masyarakat.

  Para pahlawan nasional dan revolusi berjuang agar negara Indonesia maju dan merdeka setelah beribu-ribu tahun hidup dalam penjajahan. Kita sebagai penerus bangsa sebaiknya belajar dengan rajin serta selalu bangga dengan keanekaragaman Indonesia. Serta lebih baik kita membeli barang didalam negeri saja, karena barang dalam negeri lebih memiliki makna serta harganya pun terjangkau.

  Disetiap ibadah, harus kita selingi dengan mendoakan para pahlawan kita. Walaupun rumah kita dekat atau jauh, kita usahakan bisa mengunjungi makam para pahlawan dan mendoakannya. Semua rakyat Indonesia jangan sampai lupa untuk meniru perilakunya yang selau gigih, tidak mudah putus asa, dan pantang menyerah. Semua itu hanya untuk negara ini agar maju dan merdeka selamanya. Serta agar rakyat dapat hidup dengan nyaman, tentram, dan damai sepanjang masa.Tetap ingat dan jangan lupakan pengorbanan para pahlawan negara Indonesia. 


Penulis: Vin 7c

Editor:Git 8i-Han 8d


   Selasa/10 November/2020. Pagi hari ini, kurang lebih pukul 08.15 di Pure  Besowo  Kec. Kepung Kab. Kediri telah dilaksanakan Baksos  (Bakti Sosial). kegiatan tersebut merupakan program Kemenag Kab. Kediri. Rombongan dari Kemenag merupakan pelaksana acara Baksos

 Covid-19 ini. Mereka  memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok masyarakat bagi warga yang kurang mampu. 

Dalam acara tersebut turut hadir sebagai perwakilan dari Satker wilayah utara dan timur. Antara lain Kepala Kantor, Kasubag, Kasi Pendma, Kasi Haji serta jajaran Kankemenag lainnya. Dalam kegiatan tersebut turut hadir  Kamad MIN 3 kediri, Kamad MTsN 1 kediri, Kamad MTsN 6 kediri, Kamad MAN 3 kediri, Kamad MAN 4 Kediri, serta tidak ketinggalan kamad MTsN 7 Kediri . Acara dimulai pada pukul 08.30 WIB, dengan sambutan dari Zuhri selaku Kepala Kankemenag, sekaligus penggagas ide tersebut yang dikemas dalam bentuk Baksos dan Moderasi beragama. Dalam pemberian bantuan tersebut, secara simbolis diberikan kepada Kepala Satker masing-masing. Acara tersebut selesai pada pukul 10.00 WIB dan dilanjutkan dengan melangsungkan agenda rutin yakni Rapat Koordinasi dan Rakor DWP yang bertempat di MTsN 7 Kediri.

Dalam kegiatan tersebut tetap dilaksanakan protokol kesehatan. Di depan gerbang Madrasah pun telah disiapkan tempat mencuci tangan dan semprotan disinfektan guna memutus rantai penyebaran Covid-19. 

      Seluruh peserta yang akan mengikuti agenda rutin ini diwajibkan memakai masker dan juga menjaga jarak sesuai dengan protokol kesehatan yang harus ditaati. 

Persiapan yang telah dilakukan oleh MTsN 7 Kediri antara lain berupa ruang untuk kegiatan yang baru pertama kalinya terlaksana berbarengan dengan Baksos lintas agama yang dilaksanakan sebelumnya. Acara Rakor yang dilaksanakan di MTsN 7 Kediri ini selesai pada pukul 12.00 WIB.

Penulis: zar-8i- Kiki-7d

Editor  : Git-8i-Han-8d

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget