October 2020

Oleh: Putri Cakiki

Penulis adalah anggota Tim Jurnalis MTsN 7 Kediri

Khazanah Maulid di Indonesia, momen kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awwal diperingati oleh Muslim di seluruh dunia dengan perayaan Maulid. Tak terkecuali di negara kita Indonesia, peringatan Maulid Nabi SAW dilakukan dengan berbagai ekspresi. Masyarakat Jawa misalnya, merayakan Maulid dengan membaca Manakib Nabi Muhammad dalam Kitab Maulid Barzanji, Diba’, dan acara-acara yang lainnya. Selesai membaca Manakib Nabi Muhammad SAW, biasanya masyarakat menyantap sebuah makanan secara bersama sama yang disediakan secara gotong royong oleh warga. Masyarakat Muslim tidak hanya bergembira merayakan kelahiran Nabi, tetapi juga bersyukur atas teladan, jalan hidup, dan tuntunan yang telah dibawa oleh Nabi muhammad SAW.


Bangsa Indonesia tidak hanya beragam dalam hal agama, suku, bahasa, seni, dan lain-lain, tetapi juga beragam dalam mengekspresikan tradisi keagamaan seperti Maulid. Berikut tradisi unik maulid nabi di berbagai daerah di indonesia.

1. Muludhen.

Tradisi ini ada di Madura, Jawa Timur. Pada tanggal 12 Rabiul Awal, masyarakat akan berkumpul di masjid dan membacakan barzanji atau riwayat hidup Nabi Muhammad SAW. Setelah itu warga akan memakan tumpeng bersama-sama yang sudah dibuat oleh ibu-ibu.

 

2. Bungo Lado.

Tradisi Bungo Lado berasal dari Padang Pariaman, Sumatera Barat. Tradisi ini mengumpulkan pohon hias yang berupa uang. Uang yang dikumpulkan berasal dari warga dan para perantau yang ingin menyumbang. Uang sumbangan itu nantinya digunakan untuk membangun sebuah rumah ibadah. Tradisi Bungo Lado diadakan bergantian di setiap kecamatan.

 

3. Ngalungsur Pusaka.

Peringatan unik Maulid Nabi juga diadakan di Garut, Jawa Barat. Warga biasanya memperingati hari lahir Nabi dengan membersihkan pusaka-pusaka peninggalan Sunan Rohmat (Kian Santang). Selain itu ada juga yang melakukan tradisi ini di Banten. Masyarakat juga berziarah ke makam para wali untuk menunjukkan penghormatan atas perjuangan mereka menyampaikan ajaran-ajaran Islam. 


4. Kirab Ampyang.

peringatan Maulid Nabi juga diadakan di Kudus, tepatnya di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati. Tradisi ini diisi dengan Kirab Ampyang yang membawa arak-arakan gunungan berupa ampyang (nasi) dan krupuk. Selain itu ada juga peragaan tokoh-tokoh yang berjasa dalam pendirian Masjid Wali At-Taqwa. Setelah selesai kirab, gunungan akan didoakan ulama setempat kemudian dibagikan kepada warga.

 

5. Keresen.

Tradisi unik ini datang dari Dusun Mengelo, Mojokerto, Jawa Timur. Warga berebut hasil bumi dan pakaian yang dipasang di Pohon Keres. Pohon Keres dengan banyak buah ini menyimbolkan kelahiran Nabi Muhammad yang membawa berkah untuk masyarakat luas. 


6. Panjang Jimat.

Cirebon juga punya tradisi peringatan hari lahir Nabi. Masyarakat melakukan upacara di beberapa tempat, seperti di Keraton Cirebon, makam Sunan Gunung Jati, dan Keraton Kanoman. Upacara ini tidak hanya didatangi masyarakat Cirebon saja, melainkan ribuan masyarakat dari berbagai daerah. Puncak acaranya adalah upacara Panjang Jimat yang dilakukan di tiga keraton. Untuk di Keraton Kanoman, prosesi acara diawali dengan bunyi lonceng sebanyak 9 kali. Setelah itu diadakan kirab dengan membawa benda-benda pusaka keraton.

 

7. Grebeg Maulud.

Kata 'grebeg' berarti mengikuti. Sehingga Grebeg Maulud diartikan sebagai proses mengikuti Sultan Yogyakarta yang keluar dari keraton untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad. Ya, para sultan dan pembesar keraton keluar menuju Masjid Agung dengan membawa gunungan makanan. Setelah itu akan diselenggarakan doa bersama dan upacara, hingga disusul dengan perebutan gunungan oleh warga.


 8. Maudu Lompoa.

Tradisi Maudu Lompoa datang dari Takalar, Sulawesi Selatan. Tradisi ini diawali dengan mandi pada bulan Syafar yang dipimpin oleh tetua adat. Kemudian pada puncak acara, masyarakat akan berpakaian adat Sulawesi sambil membawa julung-julung yang nantinya akan diperebutkan. Julung-julung ini berisikan telur hias, nasi setengah matang, beras ketan, ayam, dan sebagainya. Uniknya, julung-julung ini ditambahi dengan berbagai kain khas Sulawesi yang berkibar warna-warni.

 

9. Ngumbah Pusaka.

Peringatan kelahiran Nabi Muhammad juga diselenggarakan di Museum Prabu Geusan Ulum, Sumedang, Jawa Barat. Tradisi yang digelar adalah mencuci (ngumbah) pusaka yang ada di museum pada awal bulan Rabiul Awal. Ini adalah tradisi turun temurun yang dilakukan oleh Yayasan Pangeran Sumedang. Sebelum dicuci, koleksi pusaka akan diarak terlebih dahulu mengelilingi kompleks museum dan gedung negara.


 10. Sebar Uang.

Tradisi kali ini lebih unik, yaitu dengan menyebar uang di teras masjid. Tradisi yang sudah dilakukan sejak lebih dari seratus tahun lalu ini adalah tradisi masyarakat Kediri, Jawa Timur, tepatnya di kawasan Masjid Jamsaren. Tujuannya adalah agar anak-anak dapat lebih rajin beribadah di masjid. Peringatan ini pun biasanya dihadiri oleh ratusan orang yang terdiri dari anak-anak hingga orangtua.

Editor: Zar-8i

*Ghost investigation day.* 

Siang ini aku dan mama sedang memasak di dapur, tiba tiba seseorang mengetuk pintu rumah. Siapa itu?, pikirku. Aku pun bergegas ke depan pintu untuk mempersilakannya masuk. Oh ternyata tetangga sebelah, “mamanya ada?” tanya bu Risa. Aku menjawab, ”ada.” Aku pun segera memanggil Mama, "Ma dicariin bu Risa."

“Ada apa bu?” Tanya Mama. Bu Risa pun memberi tahu Mama kalau ada tetangga yang meninggal. Mama panik dan segera menggambil baskom serta beras, “Carla, tolong ambilkan kain buat nutupin berasnya, nak!” pinta Mama. Aku pun mengiyakan dan langsung mencarikan kainnya tanpa pikir panjang. Setelah bersiap-siap, mama bergegas melayat ke tetangga bersama Bu Risa. Lalu Aku meneruskan masakan Mama yang belum jadi tadi. 

“mama pulang,” Seru adik yang menunggu mama di ruang tamu sedari tadi. Aku menyambut mama dengan mencium tangannya, lalu membawakan baskom kosong yang ada di tangan mama. Selagi Mama mencuci tangan dan membersihkan badannya, aku mau mencuci baskom itu dan kain tadi. Setelah mencuci kain Mama, aku segera menjemurnya di luar. "Cuaca hari ini agak mendung, semoga saja kainnya tidak kehujanan," harapku. tes, tes Air yang ada dikain itu menetes di dahiku ketika aku mengangkatnya, secara reflek Aku segera mengusapnya. 

Hari ini Papa nggak pulang, karena masih ada tugas di luar kota. Jadi aku harus menjaga Adik dan Mama, secara aku anak pertama. Karna sudah malam, aku menidurkan adik. Menutup pintu di seluruh rumah, dan jendela-jendela yang masih terbuka. Setelah menyelesaikan tugas-tugasku tadi, aku langsung menuju kekamar, dan tidur.

Saat aku tertidur lelap tiba tiba aku mendengar suara, suara teriakan Bu Risa meminta pertolongan dari warga sekitar karena suaminya, pak Rozak, tiba-tiba kejang-kejang. Wargapun segera menolong Pak Rozak, dan mengantarnua ke rumah sakit. Namun ketika masih dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, beliau menghembuskan nafas terakhirnya. 

Setibanya di rumah sakit, Pak Rozak dinyatakan meninggal. Setelah ditelusuri lagi, ternyata pak Rozak meninggal karena diracuni. Oleh siapa? Sosok hitam, yang memasukkan racun ke dalam makanan pak Rozak. Siapa itu? tiba-tiba aku terbangun dari mimpi. tok tok tok, "loh malam malam begini kok ada yang ngetuk pintu, bukannya mama sama adik udah tidur?", pikirku. Dengan segala keberanian aku pun segera membukakan pintu kamarku. Ternyata adik meminta untuk tidur di kamarku. Oke, deh malam ini aku harus tidur dengan adik. 

Pagi itu aku terbangun oleh suara-suara yang berisik, di dekat telingaku. Suara yang berat namun keras. Siapa itu?, tanyaku dalam hati. Ketika aku membuka mata, aku terkejut, sangat terkejut. Tiba-tiba di dalam kamarku banyak sekali makhluk aneh, sosok hitam, tinggi, dipojokan kamar. Sesuatu yang aneh, lembek, di dinding. Juga ada yang berdiri di pintu kamar. “kak...ayo bangun, papa pagi ini mau pulang loh!” teriak adik dari luar kamar. Adikku berlari kearah kamar, seketika aku menyuruhnya untuk berhenti, dan menyuruhnya agar tidak berlari. Dia tepat di depan pintu masuk kamarku. Bagaimana ini? apa ini? pikirku sedari tadi. Sampai ketika, aku ingat, malam itu aku tidur bersama adik. Setelah kutoleh, ternyata... Sosok Gadis?! Jadi semalam aku tidur bersama sosok ini? S-siapa dia? Dia masih terlelap. Kutanyakan kepada Adikku, namun Adik malah menunjukan wajah kebingungan, dan diam. 

Aku sungguh masih terkejut dan tidak percaya, "Aku? Aku bisa melihat mereka?". Awalnya aku masih takut, namun, aku percaya beberapa waktu lagi pasti aku mulai terbiasa. Sarapan kali ini jadi nggak sepi sama sekali, walaupun papa gak di rumah. Namun, ini sedikit menyeramkan. Beberapa dari mereka ada yang mengganggu makan pagiku. Aku sangat jengkel, tapi aku harus terlihat profesional, apalagi didepan adik, serta mamaku. Pagi setelah sarapan, papa datang. Aku mencium tangan papa, lalu bergegas menuju ke rumah Aria, teman serta tetanggaku. Aku sering bermain dengan Aria. Aria juga menyukai hal-hal mistis, Dia sering menceritakan cerita-cerita mistis kepadaku. Aku rasa, aku harus menceritakan ini kepada Aria, dia pasti percaya. (edit)

“Assalamualaikum, Aria!” salamku dari depan rumah Aria. Mamanya mempersilahkan aku masuk. Ternyata dia sedang ada di kamar. Dia sedang menulis sebuah diary. Saat aku mengintip dari pintu kamarnya, masuklah aku ke kamar Aria. Saat aku membuka pintu, tiba-tiba aku masuk ke sebuah hutan. Perasaan tadi aku ada di rumahnya... saat mengedipkan mata, aku malah masuk ke sebuah ruangan. Ada seorang perempuan, ah.. itu ternyata Aria, ternyata aku sudah kembali, tapi rasanya mual. “eh lu masuk kok gak salam salam sih!?” seru Aria. Aria langsung mempersilahkan aku duduk, aku terlihat sangat pucat waktu itu. Aku tidak bisa berkata apa apa tentang kejadian itu. Lalu Aria memberikan aku teh hangat, dan mengoleskan minyak kayu putih di punggungku. “ah... kenapa kamu dingin sekali? aku khawatir, apa kamu sakit?” tanya Aria mengkhawatirkanku. Seketika aku pun menjawab, dia pasti percayakan. Saat dia mendengarkan ceritaku, wajahnya terlihat biasa saja. Ternyata Aria juga sama seperti aku, hanya saja dia dapat melihat makhluk tak kasat mata sejak dari lahir, diturunkan dari ayahnya. 

Ternyata aku tidak sendirian, syukur lah. Tapi aku masih terkejut juga sekaligus bingung, kenapa Aria gak cerita itu dari dulu. Kan kita close friend, parah sih si Aria. Ternyata dia udah profesional dengan kasus kasus seperti ini, aku pun  menceritakan mimpiku tadi malam kepada Aria. Dia langsung terkejut namun mimik wajahnya terlihat bahagia. Ternyata setelah dia menceritakan semua, kita memiliki mimpi yang berhubungan. Saat itu aku gak mengetahui siapa orang yang meracuni pak Rozak, karena Ia mengenakan baju hitam, celana hitam, pokoknya serba hitam deh. Dan ternyata Aria juga mengalamu mimpi yang sama. Percaya gak percaya, dia adalah tetangga yang berjualan di gang sebelah. Ini seperti pertarungan perdagangan atau apalah. Intinya, karna pak Rozak orangnya taat beribadah, santet dan guna-guna yang diberikan oleh penjual gang sebelah tersebut tidak mempan. Pembeli dari pak Rozak tidak berkurang. Oh ya, aku belum menceritakannya, pak Rozak mewarisi toko kelontong milik ayahnya. Beliau sudah berjualan sangat lama, dan tetangga gang sebelah mulai kehilangan pembelinya. Jadi mereka menggunakan ilmu hitam untuk menyaingi dagangan pak Rozak. Tapi, itu semua gagal, karna pak Rozal tekun beribadah. Akhirnya mereka nekat untuk membunuh langsung pak Rozak, menggunakan racun. Racun itu dicampurkan didalam makan malam pak Rozak. Malam itu Bu Rosa, istri pak Rozak tidak di rumah, melainkan sedang mengaji di mushalla ujung gang. Karna merasa kelelahan dengan pembeli yang tak kunjung habis, Pak Rozak memutuskan untuk memesan makanan lewat via ojek online. Saat makanan tersebut datang, makanan yang dipesannya terlihat  mencurigakan. Namun karena Pak Rozak lapar, Ia tidak menghiraukan dan langsung menyantap makanan tersebut dengan lahap. Setelah makan malam, Pak Rozak akhirnya tidur dan nyawanya sudah tidak dapat diselamatkan. 

Setelah Aria menceritakan itu, Aku bingung harus mengambil langkah bagaimana. Kami hanya dianggap anak kecil yang hanya tau main. Apalagi soal hal-hal mistis, penduduk mesti tidak percaya kepada kita. Kita harus mengumpulkan bukti. Akhirnya aku menemukan ide untuk melihat ponsel Pak Rozak. Aria menyetujui ide ku. Dia juga meminta bantuan Bu Rosa untuk menyelidiki kasus ini. Awalnya bu Rosa menentang, tapi keluarga Pak Rozak tidak. Mereka membenarkan kata kata kami. Kami semakin optimis, orang itu pasti tertangkap. Keesokan harinya polisi dan detektif membantu kami menyelidiki rumah Pak Rozak. Mereka menemukan sampah sisa makanan pak Rozak, ponsel miliknya, dan berbagai barang bukti lainnya. Pihak ojek online juga ikut terlibat dalam kasus ini. Dengan cepat semuanya terungkap, nama baik ojek online mulai terbersihkan. Pelaku pun akhirnya ditangkap dan dikenakan hukuman penjara seumur hidup. Keluarga pelaku tak lagi berdagang. Mereka benar benar menyesal. Setelah kasus ini selesai, aku mulai lega. Aku juga mendapat sanjungan dari warga sekitar atas keberanianku, gak Cuma aku, pastinya Aria juga dong. Lelah setelah menghadapi hari ini, aku memutuskan untuk pulang. Mandi sore adalah aktivitas pertamaku, lalu kulanjutkan dengan makan, menulis diary, belajar dan menonton berita hari ini di televisi tentang kasus tadi. Ah... itu sangat menyenangkan ya, melegakan juga. Mama memberikanku hadiah juga, papa juga berjanji mengajakku keluar kota dan menjajankan aku, aku sangat tidak sabar. Malamnya, aku tertidur lelap tanpa gangguan dari makhluk apapun. Aku bermimpi melihat Pak Rozak tersenyum kepadaku, Ia berterimakasih kepadaku. Keesokan harinya, aku merasa ada yang berbeda. Kok udah nggak ada lagi ya makhluk nya. Hanya satu hari? Syukurlah. Aku juga tak mau meneruskan itu. Sangat menyeramkan kalau dipikir pikir.
Penulis: Rahma 8D
Editor: Dinda 8i

 



Siang ini aku dan mama sedang memasak di dapur, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumah. Siapa itu?, pikirku. Aku pun bergegas ke depan pintu untuk mempersilakannya masuk. Oh ternyata tetangga sebelah, “mamanya ada?” tanya bu Risa. Aku menjawab, ”ada.” Aku pun segera memanggil Mama, "Ma dicariin bu Risa."


“Ada apa bu?” Tanya Mama. Bu Risa pun memberi tahu Mama kalau ada tetangga yang meninggal. Mama panik dan segera menggambil baskom serta beras, “Carla, tolong ambilkan kain buat nutupin berasnya, nak!” pinta Mama. Aku pun mengiyakan dan langsung mencarikan kainnya tanpa pikir panjang. Setelah bersiap-siap, mama bergegas melayat ke tetangga bersama Bu Risa. Lalu Aku meneruskan masakan Mama yang belum jadi tadi. 


“mama pulang,” Seru adik yang menunggu mama di ruang tamu sedari tadi. Aku menyambut mama dengan mencium tangannya, lalu membawakan baskom kosong yang ada di tangan mama. Selagi Mama mencuci tangan dan membersihkan badannya, aku mau mencuci baskom itu dan kain tadi. Setelah mencuci kain Mama, aku segera menjemurnya di luar. "Cuaca hari ini agak mendung, semoga saja kainnya tidak kehujanan," harapku. tes, tes Air yang ada dikain itu menetes di dahiku ketika aku mengangkatnya, secara reflek Aku segera mengusapnya. 


Hari ini Papa nggak pulang, karena masih ada tugas di luar kota. Jadi aku harus menjaga Adik dan Mama, secara aku anak pertama. Karna sudah malam, aku menidurkan adik. Menutup pintu di seluruh rumah, dan jendela-jendela yang masih terbuka. Setelah menyelesaikan tugas-tugasku tadi, aku langsung menuju kekamar, dan tidur.


Saat aku tertidur lelap tiba tiba aku mendengar suara, suara teriakan Bu Risa meminta pertolongan dari warga sekitar karena suaminya, pak Rozak, tiba-tiba kejang-kejang. Wargapun segera menolong Pak Rozak, dan mengantarnua ke rumah sakit. Namun ketika masih dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, beliau menghembuskan nafas terakhirnya. 


Setibanya di rumah sakit, Pak Rozak dinyatakan meninggal. Setelah ditelusuri lagi, ternyata pak Rozak meninggal karena diracuni. Oleh siapa? Sosok hitam, yang memasukkan racun ke dalam makanan pak Rozak. Siapa itu? tiba-tiba aku terbangun dari mimpi. tok tok tok, "loh malam malam begini kok ada yang ngetuk pintu, bukannya mama sama adik udah tidur?", pikirku. Dengan segala keberanian aku pun segera membukakan pintu kamarku. Ternyata adik meminta untuk tidur di kamarku. Oke, deh malam ini aku harus tidur dengan adik. 


Pagi itu aku terbangun oleh suara-suara yang berisik, di dekat telingaku. Suara yang berat namun keras. Siapa itu?, tanyaku dalam hati. Ketika aku membuka mata, aku terkejut, sangat terkejut. Tiba-tiba di dalam kamarku banyak sekali makhluk aneh, sosok hitam, tinggi, dipojokan kamar. Sesuatu yang aneh, lembek, di dinding. Juga ada yang berdiri di pintu kamar. “kak...ayo bangun, papa pagi ini mau pulang loh!” teriak adik dari luar kamar. Adikku berlari kearah kamar, seketika aku menyuruhnya untuk berhenti, dan menyuruhnya agar tidak berlari. Dia tepat di depan pintu masuk kamarku. Bagaimana ini? apa ini? pikirku sedari tadi. Sampai ketika, aku ingat, malam itu aku tidur bersama adik. Setelah kutoleh, ternyata... Sosok Gadis?! Jadi semalam aku tidur bersama sosok ini? S-siapa dia? Dia masih terlelap. Kutanyakan kepada Adikku, namun Adik malah menunjukan wajah kebingungan, dan diam. 


Aku sungguh masih terkejut dan tidak percaya, "Aku? Aku bisa melihat mereka?". Awalnya aku masih takut, namun, aku percaya beberapa waktu lagi pasti aku mulai terbiasa. Sarapan kali ini jadi nggak sepi sama sekali, walaupun papa gak di rumah. Namun, ini sedikit menyeramkan. Beberapa dari mereka ada yang mengganggu makan pagiku. Aku sangat jengkel, tapi aku harus terlihat profesional, apalagi didepan adik, serta mamaku. Pagi setelah sarapan, papa datang. Aku mencium tangan papa, lalu bergegas menuju ke rumah Aria, teman serta tetanggaku. Aku sering bermain dengan Aria. Aria juga menyukai hal-hal mistis, Dia sering menceritakan cerita-cerita mistis kepadaku. Aku rasa, aku harus menceritakan ini kepada Aria, dia pasti percaya. (edit)


“Assalamualaikum, Aria!” salamku dari depan rumah Aria. Mamanya mempersilahkan aku masuk. Ternyata dia sedang ada di kamar. Dia sedang menulis sebuah diary. Saat aku mengintip dari pintu kamarnya, masuklah aku ke kamar Aria. Saat aku membuka pintu, tiba-tiba aku masuk ke sebuah hutan. Perasaan tadi aku ada di rumahnya... saat mengedipkan mata, aku malah masuk ke sebuah ruangan. Ada seorang perempuan, ah.. itu ternyata Aria, ternyata aku sudah kembali, tapi rasanya mual. “eh lu masuk kok gak salam salam sih!?” seru Aria. Aria langsung mempersilahkan aku duduk, aku terlihat sangat pucat waktu itu. Aku tidak bisa berkata apa apa tentang kejadian itu. Lalu Aria memberikan aku teh hangat, dan mengoleskan minyak kayu putih di punggungku. “ah... kenapa kamu dingin sekali? aku khawatir, apa kamu sakit?” tanya Aria mengkhawatirkanku. Seketika aku pun menjawab, dia pasti percayakan. Saat dia mendengarkan ceritaku, wajahnya terlihat biasa saja. Ternyata Aria juga sama seperti aku, hanya saja dia dapat melihat makhluk tak kasat mata sejak dari lahir, diturunkan dari ayahnya. 


Ternyata aku tidak sendirian, syukur lah. Tapi aku masih terkejut juga sekaligus bingung, kenapa Aria gak cerita itu dari dulu. Kan kita close friend, parah sih si Aria. Ternyata dia udah profesional dengan kasus kasus seperti ini, aku pun  menceritakan mimpiku tadi malam kepada Aria. Dia langsung terkejut namun mimik wajahnya terlihat bahagia. Ternyata setelah dia menceritakan semua, kita memiliki mimpi yang berhubungan. Saat itu aku gak mengetahui siapa orang yang meracuni pak Rozak, karena Ia mengenakan baju hitam, celana hitam, pokoknya serba hitam deh. Dan ternyata Aria juga mengalamu mimpi yang sama. Percaya gak percaya, dia adalah tetangga yang berjualan di gang sebelah. Ini seperti pertarungan perdagangan atau apalah. Intinya, karna pak Rozak orangnya taat beribadah, santet dan guna-guna yang diberikan oleh penjual gang sebelah tersebut tidak mempan. Pembeli dari pak Rozak tidak berkurang. Oh ya, aku belum menceritakannya, pak Rozak mewarisi toko kelontong milik ayahnya. Beliau sudah berjualan sangat lama, dan tetangga gang sebelah mulai kehilangan pembelinya. Jadi mereka menggunakan ilmu hitam untuk menyaingi dagangan pak Rozak. Tapi, itu semua gagal, karna pak Rozal tekun beribadah. Akhirnya mereka nekat untuk membunuh langsung pak Rozak, menggunakan racun. Racun itu dicampurkan didalam makan malam pak Rozak. Malam itu Bu Rosa, istri pak Rozak tidak di rumah, melainkan sedang mengaji di mushalla ujung gang. Karna merasa kelelahan dengan pembeli yang tak kunjung habis, Pak Rozak memutuskan untuk memesan makanan lewat via ojek online. Saat makanan tersebut datang, makanan yang dipesannya terlihat  mencurigakan. Namun karena Pak Rozak lapar, Ia tidak menghiraukan dan langsung menyantap makanan tersebut dengan lahap. Setelah makan malam, Pak Rozak akhirnya tidur dan nyawanya sudah tidak dapat diselamatkan. 


Setelah Aria menceritakan itu, Aku bingung harus mengambil langkah bagaimana. Kami hanya dianggap anak kecil yang hanya tau main. Apalagi soal hal-hal mistis, penduduk mesti tidak percaya kepada kita. Kita harus mengumpulkan bukti. Akhirnya aku menemukan ide untuk melihat ponsel Pak Rozak. Aria menyetujui ide ku. Dia juga meminta bantuan Bu Rosa untuk menyelidiki kasus ini. Awalnya bu Rosa menentang, tapi keluarga Pak Rozak tidak. Mereka membenarkan kata kata kami. Kami semakin optimis, orang itu pasti tertangkap. Keesokan harinya polisi dan detektif membantu kami menyelidiki rumah Pak Rozak. Mereka menemukan sampah sisa makanan pak Rozak, ponsel miliknya, dan berbagai barang bukti lainnya. Pihak ojek online juga ikut terlibat dalam kasus ini. Dengan cepat semuanya terungkap, nama baik ojek online mulai terbersihkan. Pelaku pun akhirnya ditangkap dan dikenakan hukuman penjara seumur hidup. Keluarga pelaku tak lagi berdagang. Mereka benar benar menyesal. Setelah kasus ini selesai, aku mulai lega. Aku juga mendapat sanjungan dari warga sekitar atas keberanianku, gak Cuma aku, pastinya Aria juga dong. Lelah setelah menghadapi hari ini, aku memutuskan untuk pulang. Mandi sore adalah aktivitas pertamaku, lalu kulanjutkan dengan makan, menulis diary, belajar dan menonton berita hari ini di televisi tentang kasus tadi. Ah... itu sangat menyenangkan ya, melegakan juga. Mama memberikanku hadiah juga, papa juga berjanji mengajakku keluar kota dan menjajankan aku, aku sangat tidak sabar. Malamnya, aku tertidur lelap tanpa gangguan dari makhluk apapun. Aku bermimpi melihat Pak Rozak tersenyum kepadaku, Ia berterimakasih kepadaku. Keesokan harinya, aku merasa ada yang berbeda. Kok udah nggak ada lagi ya makhluk nya. Hanya satu hari? Syukurlah. Aku juga tak mau meneruskan itu. Sangat menyeramkan kalau dipikir pikir.

Penulis: Rahma 8D

Editor: Dinda 8i

 


Pada hari ini, seluruh warga Indonesia memperingati sebuah peristiwa yang sangat bersejarah dan sangat penting, yaitu Hari Sumpah Pemuda. Puluhan tahun yang lalu, tepatnya pada 28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia sedang mengadakan kongres yang nantinya menghasilkan Sumpah pemuda. Bagaimana kah sejarahnya? Simak lengkap berikut ini.

Dikutip dari Kompas.com. sebelum lahirnya sumpah pemuda, dahulu di berbagai daerah Hindia Belanda terdiri beberapa organisasi pemuda yang nantinya akan mengadakan kongres. Awal mula sumpah pemuda ini berawal ketika Mohammad Yamin menerbitkan sebuah buku yang berjudul tanah air. Lalu dalam masa enam tahun tumbuh berbagai kesadaran baru di kalangan para pemud, yaitu kesadaran tentang musuh yang nyata, yaitu Belanda. Kesadaran tersebut membuat para pemuda Menggalang persatuan dalam sebuah kongres pemuda pertama. Namun sumpah pemuda pada saat itu masih belum lahir. Sumpah pemuda baru lahir 2 tahun kemudian,  ketika diadakan kongres pemuda kedua. Kongres pemuda kedua ini melahirkan sebuah deklarasi yang kita kenal pada saat ini Sumpah Pemuda. Tokoh yang sangat berjasa dalam merumuskan deklarasi tersebut ialah Moh Hatta.

Pada saat kongres berjalan, ia menyodorkan secarik kertas yang berisi gagasan sumpah pemuda. Ia menyodorkan kertas tersebut kepada Soegondo Djojopoespito, yang pada saat itu menjadi ketua kongres. Tak lama kemudian lahirlah sumpah pemuda, yang merupakan langkah awal dari kemerdekaan Indonesia. Untuk pertama kalinya lagu Indonesia Raya diputar di Kongres Kedua oleh WR. Soepratman.

Penulis: Eky 9c

Editor: Dinda 8i


Sumpah pemuda dirumuskan oleh para pemuda-pemudi untuk membangkitkan jiwa nasionalisme pada peristiwa Kongres Pemuda ke-2 di Jakarta tepatnya di Jalan Kramat Raya No.106, yang sekarang telah menjadi Museum Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Keputusan ini menegaskan, adanya anah air Indonesia, bangsa Indonesia, dan bahasa Indonesia. Pemuda Indonesia tidak hadir begitu saja tanpa darah dan air mata perjuangan. Setelah kemerdekaan Indonesia maka tugas pemuda pemudi kedepannya adalah menjaga dan meneruskam perjuangan para pahlawan, seperti yang dikatakan bung karno "perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah tapi perjuangan kalian akan lebih berat, karena melawan bangsa sendiri". Maksudnya adalah dulu para pemuda berperang mempertaruhkan nyawanya demi indonesia maju, sedangkan sekarang sudah banyak teknologi, informasi, budaya-budaya, keadilan berpengaruh besar pada pemuda Indonesia itu sendiri. 

Melihat situasi dan kondisi saat ini harus banyak pergerakan dari para pemuda untuk membuktikan bahwa masih tersimpan semangat sumpah pemuda. Tidak hanya mengingat pada peringatan hari sumpah pemuda saja, tetapi para pemuda juga perlu mengikrarkan kembali kondisi saat ini, serta melanjut kembali hasil-hasil pembangunan dan melakukan kegiatan yang bermanfaat, belajar dengan sungguh sungguh, memperingati hari-hari besar nasional dan menunjukan prestasi membanggakan untuk Indonesia.

Pemuda-pemudi Indonesia memiliki tanggung jawab yang besar seiring berjalannya waktu, oleh karena itu harapan besar kepada pemuda Indonesia harus tangguh dan pantang menyerah. Karena sekarang cendekiawan sudah mulai menunjukan wujudnya, sedangkan moral masih kurang. Para pemuda harus meningkatkan keduanya karena cendekiawan harus seimbang.

Semoga saja para pemuda-pemudi Indonesia bisa melakukan segala sesuatu dengan pemikiran yang maju serta mempunyai sebuah inisiatif baru untuk indonesia maju dari para pemuda seperti yang dikatakan bung karno "Beri kan aku 10 pemuda akan aku guncangkan dunia", jika pemuda bangkit dan bersatu, maka Indonesia akan maju. 

Kami putra dan putri Indonesia mengaku, bertumpah darah satu, tanah Indonesia

Kami putra dan putri Indonesia mengaku, berbangsa yang satu, bangsa Indonesia

Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia

Penulis: kiki 7-d

Editor: Dinda 8i

Ilustrasi : Hala 


Oleh: M. Maghfur Qumaidi

Kangkung sepertinya cukup familier di lingkungan kita.  Tumbuhan yang berdaun segitiga kecil panjang itu dapat kita temui di mana-mana, mulai dari ikatan-ikatan kecil di pasar, hingga restoran mewah di kota metropolitan. 

Saya hobi membudidayakan tumbuhan. Namun, baru kali ini menanam tumbuhan yang bernama latin ipomoea aquantica. Sebenarnya  ini sekedar survive dari serangan tikus yang hampir dua tahun sehingga banyak petani yang gagal panen. Karena hampir semua tanaman dirusak oleh hewan pengerat itu, mulai padi, jagung, dan tanaman lain, bahkan tebu pun juga dipotong batangnya. 

Abaikan dulu tentang tikus, karena sejak dulu tikus memang hewan perusak tanaman, dan pada waktu tertentu juga hilang dengan sendirinya, tiba-tiba lenyap ditelan bumi.

Kembali tentang kangkung, saya tiba-tiba penasaran, adakah manfaat kangkung selain hanya sekadar untuk menemani nasi di dalam piring.

Saya mencoba membaca artikel, ternyata kangkung punya manfaat yang luar biasa. Tumbuhan yang biasa disebut bayam air itu bukan sekedar, menamani gurami bakar saat di restoran. Tapi, ini mengandung manfaat untuk tubuh kita. Seperti membantu sistim pencernahan, menjaga kesehatan ginjal, sumber vitamin, mencegah radikal bebas, kekebalan tubuh, mencegah kangker, dan menyehatkan jantung.

 


Hari ini, Senin, 26 Oktober 2020, sebanyak 20 siswa dari MTsN 7 Kediri terpilih untuk mengikuti Kompetisi Sains Madrasah Online (KSMO). KSM merupakan agenda Kementerian Agama yang dilaksanakan tiap dua tahun sekali. Untuk tahun ini, karena ada pandemi Covid-19, maka KSM dilaksanakan secara online.

Meskipun dilaksanakan secara online, pelaksanaan KSMO tidak dilaksanakan di rumah masing-masing. Namun dilaksanakan di beberapa Titik Penyelenggara Kegiatan (TPK) yang ditunjuk oleh panitia propinsi berdasarkan usulan panitia kabupaten atau kota. Pengerjaan soal KSMO menggunakan PC yang sudah disediakan oleh panitia setempat.



Untuk peserta dari MTsN 7 Kediri, pelaksanaan KSMO berada di dua TPK, yaitu di MAN 2 Kediri untuk mapel Matematika, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Sementara untuk mapel IPA, PAI, dan IPS bertempat di MAN 4 Kediri.


Waktu pelaksanaan KSMO, di bagi kedalam 3 sesi. Untuk sesi pertama, mapel Matematika dan IPA dilaksanakan pada pukul 07.30-09.30 WIB. Dilanjutkan sesi kedua untuk mapel Bahasa Arab dan PAI, yaitu pada pukul 10.30-12.30 WIB. Sementara untuk mapel Bahasa Inggris dan IPS (sesi 3) dilaksanakan pada pukul 13.30-15.30 WIB.



Semua peserta KSMO, akan mendapatkan piagam penghargaan sebagai apresiasi dan motivasi untuk meningkatkan kegiatan belajar dan kegiatan pendidikan lainnya di madrasah. Sementara untuk piagam kejuaraan diberikan kepada juara 1, 2, 3, harapan 1, 2, 3 dan best theory 1, 2, 3, 4 baik tingkat kabupaten/kota maupun tingkat propinsi.



Daftar Mapel, Pembimbing, dan Peserta  KSMO MTsN 7 Kediri Tingkat Propinsi Jawa Timur Tahun 2020 

Mapel : PAI

Pembimbing: Mukhlishotin, S.Ag., M.Pd.I.

Peserta          :   1. Baiq Tuhfatul Unsa

            2. Bita Cahya Rahma Aulia

            3. Dewi Tazkiyatunnisa

            4. Fadilatul Ulya Sari

Mapel : Bahasa Arab

Pembimbing: Nurul Latifatul H., S.S., M.Pd.I

Peserta          :   1. Alma Husna Mafaza

            2. Anisah Najwa Mumtaza

            3. Ayu Azyzatuz Zakhro’

Mapel : Bahasa Inggris

Pembimbing: Syamsuddin, M.Pd.

Peserta          :   1. Dini Afrianti

            2. Intan Syahrani

            3. Piersie Khayya Irfan R

Mapel : Matematika

Pembimbing : Luluk Azizatul Makrifah, S.Pd.

Peserta          :   1. Mochamad Miftahul  Huda

            2. Moh. Hablana Khaq

            3. Tsalasani Zuhroh

Mapel : IPA

Pembimbing : Siti Muthorikah, S.Pd./ Nur Fadhilah, S.Pd 

Peserta          :   1. Dhevi Mufidatul Ilmi

            2. Regza Aulia Metta Poetry Amry

            3. Reza Tri Junius Saputra

Mapel : IPS

Pembimbing : Nurul Asfiyatul Janan, S.E/ Ummu khoiroh, S.E.

Peserta          :   1. Ajeng Afrelina

            2. Ayu Irma Wati

            3. Dania

            4. Derida Hapy Rorensia

Reporter; Richa

Editor  : Dinda

 

Sabtu, 24 Oktober 2020. Meski di Jawa Timur masuk zona kuning dengan penyebaran Covid-19  yang semakin menurun, bukan berarti  abai  terhadap virus tersebut. Semua kegiatan harus tetap mematuhi protokol kesehatan, demikian dalam kegiatan Kompetensi Sain Madrasah Online (SMO) Jawa Timur, tetap mengikuti rambu-rambu untuk mencegah penyebaran virus korona. Kegiatan KSMO diselenggarakan di sembilan madrasah Kabupaten Kediri. Kompetisi tingkat Madrasah Ibtidaiyah diadakan di MTsN 1 Kediri, MTsN 2 Kediri, MTsN 3 Kediri, MTsN 6 Kediri, dan MTsN 7 Kediri. Sementara tingkat Madrasah Tsanawiyah diadakan di MAN 1 Kediri, MAN 2 Kediri, MAN 4 Kediri, dan MAN 5 Kediri. 

Kegiatan tersebut  dilaksanakan selama tiga hari, untuk tingkat MI dilaksanakan pada hari Sabtu, tingkat MTs diadakan pada hari senin, dan tingkat MA pada hari selasa. Materi yang dipertandingkan untuk tingkat MI meliputi 5 mata pelajaran, yaitu Matematika, IPA, Bahasa Arab, PAI, dan Bahasa Indonesia. Tingkat MTs terdapat 6 mata pelajaran yang dilombakan, antara lain MM, IPA, Bahasa Arab, PAI, Bahasa Inggris, dan IPS. Sementara tingkat MA terdiri dari 9 Mata pelajaran yaitu MM, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Geografi, Bahasa Arab, PAI, dan Bahasa Inggris. Dibagi menjadi 3 sesi, Sesi 1 diadakan pada pukul 07.30-09.30 WIB, sesi 2 pukul 20.30-12.30 WIB, dan sesi 3 pukul 13.30-15.30 WIB.

MTsN 7 sebagai tuan rumah telah menyiapkan  lokasi, meski pemberitahuannya sangat mendadak. “Pelaksanaan KSMO di Madrasah khususnya di MTsN 7 Kediri bisa dikatakan sangat mendadak karena baru dikabarkan pada Jum'at dini hari kalau MTsN 7 Kediri dijadikan tempat Simulasi sekaligus tuan rumah Kompetisi Sains Madrasah Online tingkat MI. Kami sangat berterimakasih kepada semua panitia yang telah bekerja keras mewujudkan kegiatan ini hingga lancar dan sukses," pungkas Muhammad Zainuddin, Kepala MTsN 7 Kediri.




Sementara itu, peserta serius mengikuti kompetisi itu, "Tim kami yang berjumlah 3 anak telah mempersiapkan lomba ini secara matang sejak Minggu kemarin dengan dibimbing guru kami," ujar Arisa salah satu peserta olimpiade PAI, siswi MI Bustanul Ulum Tunglur. 

Salah satu peserta dari MI Kandat juga mengatakan, bahwa tadinya sempat ada kendala saat ia mengisi nama, pihak panitia pun segera membantunya. "Saya mendampingi 6 anak didik saya, tiga anak ikut kompetisi sains IPA, dan yang satunya lagi mengikuti kompetisi sains mapel PAI. Namun karena ada pandemi Covid, terpaksa bimbingan kami adakan di rumah masing-masing dengan memberi latihan soal," ungkap Khoirun Nadhifah, salah satu pendamping dari MI Bustanul Ulum tersebut.

Menurut Isrofil Amar salah satu panitia pelaksanaan KSMO dari MTsN 7 Kediri yang berada di lab 1 berkata, "Alhamdulilah semua peserta sesi 1 dan sesi 2 datang dengan tepat waktu dan semua peserta mengerjakan soal dengan jujur." Sebelum diadakannya kegiatan ini para panitia menata ruang lab, menata client atau komputer, dan mengecek kabel jaringan internet. 

Acara tersebut diikuti oleh 55 peserta dari beberapa Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Kediri, bertempat di LAB Komputer 1 dan 2. Kompetisi sains IPA ruang satu 20 peserta, dan ruang dua 13 peserta. Sementara Kompetisi Sains PAI, ruang satu sebanyak 20 peserta dan ruang dua 2 peserta. 

Penulis: Din-8i

Editor: Zar-8i

Foto: Vina-7c & Kiki 7d

 


Kamis, 22 Oktober 2020.

Hari ini di lapangan Kali Uceng yang berada di Dusun Bajirejo, Desa Kasembon, Kecamatan Kasembon, sedang digunakan untuk acara upacara hari santri, dengan panitia KKG se-Kecamatan Kasembon. Kegiatan hari santri dilaksanakan setiap taggal 22 Oktober.



Hari santri tahun ini tidak seperti tahun-tahun lalu karena di tahun ini masih ada wabah Covid-19 jadi upacara hari santri tahun ini di laksanakan harus mematuhi protokol kesehatan seperti, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Upacara hari santri ini seperti upacara-upacara hari nasional Indonesia pada umumnya, tetapi di upacara hari santri ini ditambah dengan pembacaan ikrar santri.



Setelah upacara selesai, para tamu undangan diminta menuju ke pendopo untuk melaksanakan istighasah dan sambutan sambutan. Acara istighosah di pimpin oleh Bapak Muslimin. Setelah acara istighosah  selesai dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, sambutan yang pertama yaitu wakil dari KKG se kecamatan kasembon, yang di wakili oleh Bapak Muhari Abror. Sambutan yang kedua yaitu dari Muspika yang di wakili oleh Bapak Murdiono. Sambutan yang ketiga yaitu dari ketua MWC NU Kasembon yaitu Bapak dr. Taufiqurrohman. Untuk sambutan yang keempat yaitu doa yang dipimpin oleh KH. Yusuf Muhtadi,  beliau adalah syuri'ah NU.  Acara yang terakhir yaitu pemotongan tumpeng secara simbolis yang dilaksanakan oleh ketua MWC NU kasembon yaitu Bapak dr. Taufiqurrohman. setelah acara sambutan sambutan selesai dilanjutkan dengan makan bersama. (Nuril)

Editor: Tim Jurnalistik


 

Pada tanggal 10 Oktober 2020 kemarin telah diadakan kelas menulis majalah literasi IV. Pelaksanaan sesi daring ini dilaksanakan di dalam aplikasi Zoom, dan juga ada pendampingan online [grup WA]  selama 1 bulan. Dan hari ini, pada tanggal 17 Oktober 2020, pukul 13.00 WIB-15.00 WIB telah dilaksanakan sesi ke tiga. Dan narasumber dari kelas menulis ini adalah Eko Prasetyo sebagai Pamred mediaguru dan Abdur Rohman sebagai Redpel media guru. Dan juga pesertanya tidak hanya dari satu daerah melainkan dari seluruh Indonesia. Tadi siang telah dibagikan link zoom di grup WA untuk semua peserta. 



Semua peserta terlihat agak ketakutan karena kemarin mereka telah diberi sebuah tugas untuk membuat sebuah opini atau esai dan tugas memotret wastafel. Dan hasil terbaik akan dimuat di majalah literasi dan akan dipamerkan di saat melaksanakan zoom meeting. Dan hasilnya belum ada yang menunjukan hasil terbaiknya, mereka semua masih disuruh untuk memperbaiki opini atau esai mereka. Begitu juga dengan potret wastafel mereka. Karena masih belum diumumkan pemenangnya, maka para narasumber memberikan sebuah petunjuk cara menulis opini atau esai dengan benar dan cara memotret dengan benar, bagus dan tepat. 



Dan akhirnya ada dua peserta yang layak ditampilkan di majalah literasi tersebut. Dan ada 25 hasil karya peserta lagi yang belum diumumkan hasilnya. Akhir acara mereka berfoto bersama di zoom meeting dan juga semua berdoa dan berharap agar bisa dipertemukan di dunia nyata.

Penulis: kiki-7d

Editor  : zar-8i

 


kepung, 13 Oktobert 2020. Dalam beberapa bulan terakhir ini kementerian Agama melakukan program Penilaian Kinerja Kepala Madrasah.

Program ini dilaksanakan guna menilai kepala madrasah, yang menyangkut 4 aspek antara lain; Usaha Pengembangan Madrasah; Pelaksanaan tugas manajerial; Pelaksanaan tugas pengembangan kewirausahaan; Pelaksanaan tugas supervisi pada guru dan tenaga kependidikan, Sedangkan untuk Hasil Kerja Kepala Madrasah (dinilai hanya pada periode akhir jabatan). 

Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I, selaku kepala Madrasah yang dinilai melakukan presentasi tentang 4 aspek tersebut. Zainuddin memaparkan tentang kepemimpinannya selama setahun sebelumnya. Banyak prestasi yang dipaparkan, diantaranya tentang Gerakan Literasi, Adiwiyata, wasyatiyah, program robotika, dan yang terakhir tentang madrasah reseach. Dia menjelaskan 4 bidang Mayers telah diikutinya, antara lain Ilmu Sosial dan humaniora dibimbing oleh Maghfur, bidang keagamaan dibimbing oleh Arwani, bidang Ilmu pengetahuan Alam dibimbing oleh Muthorikah, dan yang terakhir bahasa Arab dibimbing oleh Abdul kholik. Kepada sekolah yang juga penulis moderasi beragama itu juga  memaparkan tentang buku-buku yang telah ia tulis, di antaranya Buku tentang sampah plastik, wasyatiah, dan buku-buku lain yang ditulis bersama kepala madrasah yang lain. Zainuddin juga menyampaikan, bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di MTsN 7, madrasah telah bekerjasama dengan Komnasdik kab kediri.



Dalam sambutannya, Mch Bachrudin, S.Pd,. M.Pd, menyampaikan bahwa penilaian kepala madrasah bukan untuk mencari-cari kesalahan. Namun, merupakan evaluasi yang bersifat tahunan. Bila ada kesalahan dapat diperbaiki untuk tahun berikutnya, dan bila ada kelebihan dapat ditularkan pada madrasah lain.



Usai sambutan, Bachrudin bersama Nurul Faiqoh, selaku tim penilai melakukan pengecekan data-data yang disiapkan sebelumnya oleh Tim PKKM, yang terdiri dari K.Tu, Waka Madrasah, bendahara, tim Adiwijaya, tim Literasi, koordinator ekstrakurikuler, kepala Lab. serta bapak ibu guru lainnya.

Kegiatan itu ditutup dengan ekspose hasil temuan data yang perlu diperbaiki. (MQ)

Editor:  Tim Jurnalistik

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget