July 2020



Kab. Kediri (Inmas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri Zuhri, menjadi saksi acara penyerahan Akta Ikrar wakaf tanah yang berlangsung di aula Kantor KUA Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri. Adalah Ibu Nurhayati. Wanita paruh baya dari Desa Pagu Kecamatan Wates Kabupten Kediri ini, secara ikhlas menyerahkan sebidang tanah seluas 324m yang terletak di Dusun Kartosaro Desa Kandat Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri. Cerita ini berawal dari almarhum suami ibu Nurhayati, yang tahun 2016  mewakafkan sebidang tanah kepada nadir Supinto. Kemudian tanah tersebut di bangun sebuah masjid yang dikelola oleh suami Bu Nurhayati. Namun, setelah suami Bu Nurhayati wafat dua tahun lalu, masjid tersebut tidak terurus. Karena kondisi masjid yang tidak terurus itulah, Bu Nurhayai selaku ahli waris berkonsultasi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri, untuk mencari solusi agar masjid tersebut tetap bermanfaat bagi masyarakat dan umat sekitar. Dari hasil konsultasi itu, bapak Kepala Kantor menyarankan agar  Ibu Nurhayati dan keluarganya, mewakafkan masjid tersebut kepada Yayasan Makhrusiyah Lirboyo, supaya di pergunakan untuk kemaslahatan orang banyak. 

Berdasarkan saran dari Kepala Kantor itulah, akhirnya Selasa tanggal 28 Juli 2020, Ibu Nurhayati dan keluarga mewakafkan sebuah masjid yang berdiri di atas tanah seluas 324 m tersebut kepada Yayasan Al-Makhsrusiyah Lirboyo. Dan penyerahan akta ikrar wakaf tersebut secara simbolis di serahkan ibu Nurhayati selaku wakif kepada ketua Yayasan Al Makhrusiyah Gus Reza, selaku Yayasan Al Makhrusiyah Lirboyo, di saksikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri, Kepala KUA Kecamatan Kandat, para saksi dari pihak keluarga maupun aparat Desa setempat. Saat menyerahkan akta ikrar wakaf tersbut, Ibu Nurhayati berharap agar masjid dan lahan kosong di sekitarnya, dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan umat dan masyarakat sekitar. Sementara itu, Gus Reza selaku Nadir berjanji akan mendirikn lembaga pendidikan berciri khas pondok pesantren di tempat tersebut, agar umat dan masyarakat di sekitarnya dapat merasakan manfaatnya. 

Kepala Kantor selaku pihak yang telah mengupayakan terjadinya penyerahan ikrar wakaf ini berharap, agar niat mulia dari pihak wakif mendapatkan pahala yang berlipat dari Allah SWT, kepada Nadir Ia berharap, agar dapat menjaga amanah pihak wakif dan mempergunakannya untuk kegiatan-kegiatan pendidikan yang mampu megangkat derajat dan tarah hidup masyarakat sekitar. Sedangkan Kepala KUA Kecamatan Kandat Zhudah, selaku PPAIW Kecamatan Kandat berjanji, akan segera berkoordinasi dengan pihak pertanahan Kabupaten Kediri, untuk pengurusan sertifikat, sehingga pihak Nadir segera melakukan kegiatannya.(Paulo/Syaiful)
Editor: Maghfur




Sambutan kepala kantor kemenag kab Kediri setelah pengukuhan 78 CPNS dilingkungan kementerian Agama kab Kediri menjadi PNS , Rabu, 29 Juli 2020 dihalaman kantor Kemenag kab Kediri. Pertama ucapan selamat yang pada hari ini sudah 100 persen menjadi PNS, menjadi satu rumpun  kemenag kab. Kediri. Dengan bersyukur kepada Alloh SWT yang terpenting mempersiapkan hidup ke depan tidak usah mikir mutasi ungkap beliau.  Kedua pahami tentang PP no 53 tahun 2010 yang mengatur displin PNS,  hak, kewajiban,  larangan,  dan sanksi, cuti, jaminan pensiun, jaminan kesehatan dan kenaikan pangkat. Ketiga ada penataan guru, pemerataan guru susuai  kebutuhan dan kekurangan mapel untuk memenuhi syarat 37,5 jam juga pahami kode  etik ASN.  Beliau juga menghimbau selama pandemi, KBM daring jangan sampai beratkan siswa, jangan sampai orang tua marah, berikan yang terbaik untuk kementerian agama kabupaten Kediri, di manapun kita menginjak buminya Allah maka tunjukkanlah yang terbaik, kita bekerja dengan Ikhlas landasi dengan akhlakul karimah.
   
 
 MTsN 7 Kediri dalam kegiatan ini dihadiri oleh kepala madrasah dan 4 guru CPNS yang sudah menjadi PNS yaitu, Samsul Munir, S.Pd.I guru mapel Fikih, Isnaini Rizka Fariyanti, S.Pd guru mapel Bimbingan dan Konseling,  Muhammad Syahrizal Firdaus, S.Pd guru mapel TIK dan Nurul Abid Darmawan, S.H.I guru mapel Fikih.  Kepala MTsN 7 kediri berharap selain bisa mematuhi dan melaksankan amanah dari bapak kepala kantor juga bisa mewarnai dan mengembangkan madrasah menjadi menjadi lebih baik lebih maju dan berprestasi. (Muza).
Editor: Tim Jurnalis




Kab. Kediri (Inmas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri Zuhri, Rabu (29/7) mengambil sumpah atau Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri. Acara pengambilan sumpah berlangsung di halaman depan Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri. Seluruh pejabat Esselon IV serta Kepala Madrasah Negeri dan Ketua Pokjawas turut menghadiri acara ini. 
Sebanyak 78 PNS yang diambil sumpah atau janji ini, merupakan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diangkat sejak tanggal 1 Maret 2019. Setelah melaksanakan masa percobaan CPNS selama satu tahun, dan mengikuti latihan prajabatan secara bertahap  mulai bulan Agustus sampai Desember 2019, mereka dinyatakan lulus dan layak diangkat menjadi PNS. 

Menurut Risa Andriani, Koordinator Up pada Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri, masa percobaan CPNS saat ini hanya dilaksanakan selama satu tahun. Hal ini sesuai dengan UU Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, pada pasal 64 ayat 1. Sedangkan pada ayat 2 dalam pasal 64 UU ASN disebutkan, selama CPNS melaksanakan masa percobaan, maka instansi pemerintah wajib memberikan pendidikan dan pelatihan. Artinya, semua proses yang diamanatkan UU nomor 5 tahun 2014 pada pasal 64 ayat 1 dan 2, telah dilaksanakan para PNS dengan baik, ujarnya.

Kepala Kantor dalam sambutannya, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada para PNS, dan meminta untuk memaknai peristiwa  pengukuhan sumpah dan janji sebagai PNS ini dengan penuh syukur. Rasa syukur kita dapat diwujudkan melalui kerja keras disertai dedikasi, loyalitas, dan disiplin yang tinggi, ujarnya. 
Ia meminta agar PNS yang baru disumpah untuk tidak bersikap arogan dan angkuh. Namun sebaliknya tetap rendah hati dan mau bergaul dengan siapa saja. Di akhir sambutan, beliau mengingatkan tentang hak dan kewajiban PNS sesuai UU nomor 5 tahun 2014 tentang ASN. Dikatakan beliau bahwa, sebagai anggota ASN, para PNS mempunyai hak dan kewajiban yang diketahui  di antaranya, PNS berhak atas gaji, tunjangan dan fasilitas, cuti, dan pengembangan kompetensi. Namun demikian, ASN juga mempunyai kewajiban yang harus dipenuhi, di antaranya, ASN harus setia dan taat pada Pancasila dan UUD Negara RI Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia serta Pemerintahan yang sah, melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kejujuran, kesadaran dan tanggung jawab, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta bersedia ditempatkan di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu, beliau mewanti-wanti para PNS yang di kukuhkan itu, untuk menjadi perekat bangsa, dan jangan sekali-kali menjadi perusak bangsa serta tidak buru-buru minta pindah ke daerah asal, tegasnya.(Paulo/Syaiful)
Editor: Maghfur 
 











      Kamis, 23/Juli/2020 mulai dari pukul 08.30 WIB sampai dengan pukul 11.00 WIB  Perpusda Jatim menyelenggarakan acara bedah buku. Buku yang dibedah adalah karya Dr.Ir.H Abdul Hamid M.Pd yang berjudul "
 "Andai Esok Ramadhan Terakhirku."

 Banyak peserta seminar yang menghadiri acara tersebut kurang lebih  120 peserta. Seminar  dilaksanakan secara gratis. Kegitan itu  dilaksanakan menggunakan  aplikasi zoom secara online, Hal tersebut  dikarenakan adanya covid-19 yang sedang mewabah di Indonesia. 


Namun, banyak juga kendala yang harus dihadapi oleh para peserta seperti sinyal yang tiba-tiba menghilang. Peserta juga mendapat sebuah sertifikat yang tertulis nama lengkap. 

Dua  tokoh perpustakaan provinsi turut memeriahkan acara. Tidor Arif sebagai pembedah buku pertama dan Baris Agusti sebagai pembedah buku kedua.

Banyak pesan pesan moral terkandung dalam buku berjudul "Andai Besok Ramadhan Terakhirku," total ada 115 halaman dengan 90 dalil Al-Qur'an yang mengandung banyak pesan kehidupan. Disertai foto kegiatan sehari hari penulis untuk mengenang masa masa indah bersama keluarga. Harapan Hamid semoga kita dipertemukan dengan ramadhan tahun depan, dan ramadhan tahun ini bukan ramadhan terakhir kita.

Terakhir acara webinar ditutup oleh Luwita ningsari selaku host webinar. Beliau menyampaikan motivasi motivasi yang mendorong para peserta untuk turut unjuk diri dengan menulis minimal 1 buku. "SALAM SEHAT SALAM LITERASI" ujarnya selaku menutup acara webinar kali ini. Pada pukul 11.15 WIB para peserta dengan tertib mulai meninggalkan zoom meeting.

Link absen peserta dibagikan untuk mendapat e-sertifikat tepat setelah webinar berakhir

(Zar 8i - Ive 9B)


Kamis, 23 juli 2020. Monitoring New Normal
Kepala Kantor kementerian Agama Kabupaten Kediri bersama Kasi Penma melaksanakan monitoring ke madrasah- madrasah di wilayah kecamatan kepung kab. Kediri. Dalam kegiatan tersebut, kepala MTsN 7 Kediri mendampingi monev ke MI Nidomiyah yang berada di area pondok deket dengan MTsN 7 Kediri. Kehadiran  mereka langsung diterima oleh kepala  madrasah, Muhammad Big atau yg dikenal dengan Gus Big. Banyak hal yang di tanyakan oleh bapak kasi penma tentang daring, tantangan dan kendalanya. 


Monitoring dilanjutkan ke MI Futuhiyah yang berada di area pondok pesantren kwagean juga dekat dengan MTsN 7 Kediri. Diterima langsung oleh Ibu Sumiati kepala MI Futuhiyah.


Sebelum perjalanan monev new normal ke madrsah madrasah swasta terlebih dulu ke MTsN 7 untuk memetakan rute perjalanan, Bapak kepala kantor langsung masuk ke ruang guru melihat bapak ibu guru sedang KBM daring, ada juga yang mengikuti Webinar moderasi beragama yang di buka oleh bapak Kakanwil.
   

Sementara bapak kasi Penma berkoordinasi dengan kepala madrasah di ruang kepala madrasah. 


Buku moderasi beragama jilad 1,2,3 menjadi koleksi bapak kasi penma. Sebagai pembuka akan diadakannya kegiatan moderasi beragama di tingkat provinsi dan kabupaten oleh tim penggiat moderasi beragama,  Alumni TOT moderasi beragama GTK Pusat. (Moza).
Editor: Maghfur




 Kediri (Inmas) Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri, Selasa (21/7) melakukan kegiatan rukyatul hilal di Markas Rukyatul Hilal MAN 3 Kediri. Kegiatan ini di maksudkan untuk menentukan awal Dzulhijjah 1441 H atau 2020 Masehi.  Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri Zuhri, Perwakilan dari Pengadilan Agama Kab. Kediri, Penyelenggara Syariah, serta beberapa tamu undangan lainnya. Tepat pukul 17.32 wib tim yang beranggotakan beberapa ormas Islam seperti NU dan LDII ini, sudah mulai melakukan pengamatan dengan menggunakan dua buah teleskop. Walaupun pengamatan hilal sudah di lakukan berkali-kali dan secara bergantian oleh yang berkompeten, namun hingga pukul 18.00wib, keberadaan hilal tetap tidak terlihat. Hal ini di sebabkan mendung tebal yang menutup keberdaan hilal sehingga tidak tampak oleh mata. 

Tanda-tanda kegagalan tim BHR sudah mulai terlihat, saat tim akan memulai tugas, karena mendung tebal menyilimuti langit sekitar hilal. Situasi ini terus berlanjut hingga waktu melihat hilal usai, yakni pk. 18.00 WIB.

Kepala Kantor yang melihat situasi ini meminta agar tim BHR tidak perlu kecewa. Karena segala upaya telah di lakukan, dan faktor cuaca tidak bisa kita kendalikan, ujarnya. Namun demikian, dirinya yakin, awal Dzulhijjah akan jatuh pada Hari Rabu tanggal 22 Juli 2020.

Sementara itu, Penyelenggara Syariah Syaiful Bahri mengatakan, kegagalan kali ini merupakn tahun ke tiga bagi tim BHR tidak berhasil melihat hilal. Dan penyebabnya gagalnya juga masih sama, yakni cuaca, katanya. Menurutnya, berdasarkan literatur dan ahli astronot jika hilal berada di ketinggian 5 derajat, maka kemungkinan untuk melihat sangat besar. Jadi seharusnya hari ini kita bisa melihat hilal, namun karena cuaca dan mendung tebal, akhirnya keinginan untuk melihat hilal harus ditunda, lanjutnya. (Paulo/Syaiful)
Editor: Maghfur



     Jum'at, 27/Juli/2020 di MTsN 7 Kediri. Nampak para siswi kelas 8 yang hendak mengambil  obat penambah darah yang disediakan oleh madrasah untuk semua siswi. Hal ini diberikan kepada seluruh siswi dengan adanya covid-19 hal ini dilakukan dengan cara bergilir hari. Pada hari Kamis 26/Juli/2020 kemarin para siswi baru kelas 7 mulai mengambil obat, dan rata-rata bersama orang tua. Hal ini dilaksanakan dengan batas waktu dari pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 11.00 WIB. 

     Meski banyak orang yang mengantri mengambil obat tersebut di MTsN 7 Kediri juga mematuhi protokol kesehatan. Sebelum memasuki madrasah semua siswi dan orang tua atau wali diwajibkan memakai masker dan menggunakan hansanitazer bila punya. Semua siswi memakai baju biasa yang sekiranya sopan dan memakai sepatu. 
     Nampak juga seorang satpam madrasah yang berdiri di depan gerbang masuk  ke madrasah, dia biasa mengingatkan semua siswi dan orang yang hendak memasuki madrasah agar mematuhi protokol kesehatan. Tak lain juga dengan para guru yang berjaga di depan pintu gerbang belakang madrasah untuk mengecek suhu tubuh para siswi, selain itu juga menyediakan sebuah wadah untuk mencuci tangan dengan sabun secara baik dan benar.
Penulis: Zar-8
Editor: Mq



(MTsN 7 Kediri/16/7)
Di masa pandemi ini tidak menyurutkan semua agenda kegiatan yang ada di MTsN 7 Kediri. Di antaranya pada Tahun Pelajaran 2020/2021, tadi pagi telah dilaksanakan pembukaan bagi peserta Matsama dengan sistem Online. Dengan rangkaian acara yang cukup sederhana tapi bisa fokus pada tujuan kegiatan tersebut. Adapun Rundown dimulai pukul 07.00 WIB dengan Master Of Ceremony Nurul Latifah Hidayah sekaligus guru bidang Bahasa Arab MTsN 7 Kediri. Sebelum dibuka resmi secara simbolis  dilantunkan ayat suci Al-Qur'an yang dikumandangkan oleh siswi kelas 8 MTsN 7 Kediri dan dilanjut dengan sambutan dari Muksin Zeni S selaku Wakil Kepala bidang Kesiswaan sekaligus mewakili segenap panitia Matsama menyampaikan beberapa pesan terhadap peserta. Muksin berpesan agar peserta tetep semangat mengikuti kegiatan. Materi yang disampaikan secara daring/Luring supaya dirangkum dalam bentuk word dan dikumpulkan untuk dijadikan sebuah buku. Dia juga berpesan agar para wali siswa untuk selalu memberi motivasi kepada putra putrinya dan harap dimaklumi dengan situasi pandemi saat ini yang sedang menimpa bangsa kita. 

Sementara itu, ditegaskan pula oleh Kepala Madrasah Muhammad Zainuddin dalam sambutan menyampaikan agar selalu tetap menjaga kesehatannya dan selalu tetap memperhatikan protokol Covid-19. Dalam pidatonya kepala madrasah penulis 4 buku itu, menyebutkan  rincian materi yang akan dijadikan bahan bagi peserta Matsama/Masa Ta'aruf Siswa Madrasah selama 3 hari mulai tanggal 16 - 18 Juli yaitu antara lainnara sumber dari DLH (Dinas Lingkungan Hidup) dengan tema Madrasah Adiwiyata, Media Guru Indonesia dengan Gerakan Literasi Madrasah, dari Polsek tentang ketertiban berlalu lintas, BNN kabupaten yang berisikan penanggulangan bahaya Narkoba dan juga dari Puskesmas tentang bahaya penyakit Corona serta cara menghindarinya sekaligus menghadirkan pengawas Ahli dari Kankemenag kabupaten dengan materi penguatan karakter bangsa dan moderasi beragama.
Tepat pukul 08.15 WIB kegiatan Matsama secara Online serentak dibuka oleh Muhammad Zainuddin selaku Kepala MTsN 7 Kediri sekaligus penyematan tanda peserta yang diwakili oleh 2 siswa.  

Selanjutnya sebagai penutup yaitu pembacaan doa dari Wakil Kepala bidang Kehumasan oleh Abdul Kholiq.(Mzs/Ak)
Editor: Tim Jurnalis.



Kab. Kediri (Inmas) Dalam masa Pandemi Covid-19, di mana Kabupaten Kediri masih berstatus Zona merah penyebaran Covid-19, sehingga belum dimungkinkan melaksanakan proses belajar mengajar  di sekolah. Oleh karena itu, para guru di tuntut untuk mulai beradaptasi dengan system pembelajaran melalui daring, sehingga siswa yang belajar dari rumah tetap mendapatkan pelajaran, walaupun tidak semaksimal dengan  tatap muka di kelas. Demikian yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri Zuhri, saat membuka Workshoop Kegiatan Kerja Guru (KKG) Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) Tingkat SD se-Kabupaten Kediri dengan tema “Pembelajaran Pengembangan Daring bagi Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di Masa Kenormalan Baru Pasca Pandemic covid-19” yang berlangsung di aula serba guna Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri, pada Kamis (16/7). 

Kepada 68 GPAI yang hadir, Kepala Kantor mengajak untuk turut membantu pemerintah dan gugus percepatan penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kediri, dengan mensosialisasikan dan menerapkan protokol Kesehatan covid 19 kepada siswa, orang tua dan masyarakat sekitar, sehingga sesegera mungkin Kabupaten Kediri keluar dari zona merah, dan kerinduan siswa, guru dan orang tua untuk melaksanaklan proses belajar mengajar di sekolah segera terwujud.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Kediri Sujud Winarko dalam sambutannya, meminta para GPAI untuk tidak memaksakan ketuntasan belajar pada siswa sesuai dengan kurikulum normal, karena hal itu akan semakin membebani siswa dalam masa pandemi ini. Untuk itu dirinya menghimbau agar para guru mengajak siswa untuk mengamati, mengenal dan mengetahui peristiwa yang terjadi di sekitarnya, termasuk penyebaran dan penularan covid 19, sebagai bagian dari pembentukan karakter anak.  Jika siswa sudah mengetahui bahaya penularan covid 19, maka mereka akan berusaha untuk menghindari penularan dengan memperhatikan protokol Kesehatan covid 19 yang telah di ajarkan oleh orang tua dan guru, ujarnya.

Workshoop GPAI yang akan berlangsung selama dua hari yakni dari tanggal 16 sampai dengan 17 Juli 2020 ini, dihadiri oleh Kasi PAIS Suwarno dan pengawas PAI Kabupaten Kediri dengan nara sumber Masfufah dai Bidang PAIS Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.(Paulo/Syaiful).
Editor: Maghfur



Diawal tahun ajaran baru, tanggal 13 juli 2020, MTsN 7 kediri, jatim mendapat kunjungan dan nonitoring dari Bapak Musyadad, Kepala sub Bagian Tata Usaha kantor kementerian agama kabupaten Kediri. Dalam kujungannya bertemu langsung dengan kepala MTsN 7 kediri, beliau menanyakan kesiapan era New normal dan pelaksanaan Masa Ta'aruf siswa Madrasah. Persiapan New Normal tentang sarana prasarana MTsN 7 Kediri  pemangsangan alat semprot di pintu gerbang, thermogun dan wastafel cuci tangan disetiap ruang dan ruang kelas, hansanitazer dan perlengkapan pelindung diri seperti Face shield untuk karyawan dan guru yang langsung menangani pelayanan publik juga pemberian masker  seluruh guru dan karyawan. Secara akademik sudah disiapkan oleh Waka kurikulum Sri Ambarwati KTSP normal dan darurat. 


Matsama tetap  ddilaksanakan daring dengan mengusung materi dari narasumber yang biasa memberi materi sebelum pandemi diantara  dari puskesmas kepung yang matsama kali ini tema nya Covid-19, BNN  materi narkoba dan P4GN, Polsek kepung materi tertib lalin dan kenakalan remaja dan dari pengawas ahli kemanag kab. Kediri materinya penguatan karakter dan moderasi beragama, semua materi Matsama ini akan kita kemas dalam aplikasi digital melalui website madrasah. Dalam kegiatan matsama hari pertama ini pembukaan secara serentak dilingkungan kementerian agama se-Jawa Timur secara live melalui channel YouTube yang di buka langsung oleh bapak kepala Kantor Wilayah kementerian Agama provinsi Jawa Timur.  

Pembukaan ini di ikuti oleh semua guru dan karyawan MTsN 7 Kediri juga menghadirkan perwakilan wali murid 2 orang dan siswa baru 2 anak sampai selesai.
Diakhir kunjungan dan monitoring bapak Kasubbag memberikan nasehat pertama jangan menghadirkan siswa ke madrasah sebelum ada perintah dari gugus tugas fan selalu berkoordibasi, kedua pembelajaran secara daring harus dikemas senyaman mungkin agar tidak memberatkan semua pihak, terakhir tetap ikuti protokol kesehatan. Kemudian diakhiri perpisahan dengan foto bersama. (Muza).
editor: Tim Jurnalis.


Kab. Kediri (Inmas) Memasuki Tahun Pelajaran Baru 2020/2021 , Senin (13/7) Kepala Kantor Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri Zuhri, memberikan pembinaan kepada tenaga pendidik dan kependidikan di MTsN 2 Kediri. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, mempersiapkan lembaga Madrasah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri menyambut tahun pelajaran baru  dalam masa pandemi covid -19.
Kepala Kantor dalam pembinaannya meminta seluruh guru dan tenaga kependidikan di MTsN 2 Kediri, menyelenggarakan layanan pendidikan sesuai dengan standar protokol covid-19 , guna menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik. Ia juga meminta agar Madrasah secara konsisten menerapkan protokol Kesehatan dengan sungguh-sungguh, sehingga menghindari munculnya klaster-klaster baru di Madrasah. Jika semua protokol Kesehatan telah diterapkan dengan baik, dan siswa-siswi terlindungi dari penularan covid 19, maka niscaya kepercayaan masyarakat kepada Madrasah semakin baik, sehingga image Madarasah sebagai lembaga  yang unggul dan berakter akan terangkat, lanjutnya. Setelah melakukan pembinaan di MTsN 2 Kediri, Kepala Kantor melakukan monitoring di beberapa lembaga Madrasah baik Negeri maupun swasta antara lain, MTsN 5 Kediri, MIN 1 Kediri, MI Ar Rosyaad Kandat, MT dan RA Raden Fatah Kandat dan MPI Cendono Kandat. Di beberapa lembaga Madrasah ini, Kepala Kantor mengecek kesiapannya menyambut tahun ajaran baru dalam kondisi covid 19, dan meminta Kepala Madrasah bersama-sama seluruh komponen Madrasah memperlakukan aturan protokol penangganan Covid 19 dengan baik, guna melindungi siswa dari penularan covid 19.

Sementara itu, Kasi Pendma Kankemenag Kab. Kediri Enim Hartono secara terpisah mengatakan, pihaknya hingga saat ini tetap berpedoman pada SKB empat Menteri tertanggal 15 Juni 2020 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemic virus Disease 2019 (COVID -19). Dalam SKB tersebut antara lain mengatur tentang penetapan zona hijau, kuning, oranye dan merah pada seluruh Kabupaten / Kota di Indonesia, ujarnya. SKB tersbut memberi kewenangan kepada Kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi maupun Kantor Kementerian Agama Kabupaten dan Kota untuk menyelenggarakan pendidikan sesuai denagn status zona yang di miliki daerah tersebut  berdasarkan persetujuan gugus tugas percepatan penanganan COVID 19. Untuk Kabupaten Kediri, karena masih berstatus zona merah, maka proses belajar mengajar dengan tatap muka belum bisa di lakukan. Namun demikian, dirinya memastikan, bahwa seluruh Madrasah di Kabupaten Kediri telah menyiapkan diri dengan baik untuk melakukan proses belajar mengajar dengan on line maupun off line. Khusus untuk siswa yang jauh dari jangkauan internet serta yang tidak memiliki peralatan seperti Hp android dan laptot, Madrasah sudah mempunyai program untuk menghadirkan guru ke rumah siswa yang bersangkutan, sehingga semua siswa tetap mendapatkan layanan pendidikan yang sama, katanya.(Paulo/Syaiful)
Editor: Maghfur
 



Pintu gerbang telah dibuka lebar, berharap siswa hadir ke madrasah, hanya menetap kekosongan sedih terasa, zona hijau belum tercapai. Syarat kehadiran siswa ke madrasah  ditentukan grafik zona paparan virus corona jika zona hijau, ada ijin dari pejabat daerah setempat, gugus covid, dan ijin orang tua maka siswa boleh masuk madrasah. Tanggal 13 juli 2020 hari pertama masuk terasa sepi tiada canda gurau dari anak anak siswa MTsN 7 Kediri.  Namun, bapak/ ibu guru/ karyawan tetap hadir di madrasah untuk menjalan tugas negara, sebagai abdi masyarakat mengemban tugas mengajar di Era New Normal. 



Memang terasa aneh, karena guru mengajar dari madrasah siswa mengikutinya dari rumah. Sistem daring atau E learning sebagai pilihan untuk melancarkan misi mencerdaskan anak bangsa dengan prinsip bahwa belajar boleh di mana saja, di madrasah, di luar madrasah bahkan di rumah juga bisa terjadi tranfer ilmu dari guru ke siswa. Perlu persiapan dan perencanaan pembelejaran dengan kurikulum darurat tahun pelajaran 2020-2021 dengan metode BDR, belajar dari rumah. Kesiapan orang tua juga diharapkan untuk mendukung terciptanya daring antara guru dan siswa meski kendala dan tantangan harus dihadapi demi mensukseskan program pendidikan dan program madrasah. Tetaplah semangat jangan menyerah inilah generasi emas, generasi yang hebat bermartabat.(Muza).
Editor: Tim Jurnalis


     Pada tanggal 10 Juli 2020 bertepatan pada hari Jum’at telah diadakan seminar literasi dengan tema memantik imajinasi menuai literasi. Acara tersebut diadakan pada pukul 19.00-21.00 WIB. Acara ini dilaksanakan menggunakan aplikasi zoomi. Acara tersebut diadakan oleh dangau tuo institue.
   Acara tersebut diisi oleh Mohammad Aliman Shahmi sebagai host, yang merupakan founder dari dangau tuo institue. Acara tersebut juga dibintangi oleh  Iqbal Musa sebagai pembicara, yang merupakan founder dari rumah Nusantara dan Emhaf , yang merupakan seorang penyair dan penulis buku Hamka: Retorika sang Buya. Kedua pembicara tersebut saling memberi motivasi kepada peserta.

   Banyak peserta dari madrasah maupun sekolah lain yang mengikuti acara tersebut. Terdapat sebuah kendala yang dialami oleh salah satu murid dari MTsN 7 Kediri yang tidak dapat mengikuti acara ini ,dikarenakan aplikasi zoom cloud yang  bermasalah. Sebenarnya, anak tersebut  sangat ingin mengikuti acara tersebut.  Sempat kesal karena tidak bisa mengikuti acara tersebut, dan sempat juga complain kepada salah satu admin, namun sudah tak dapat mengikuti acara tersebut.
   Acara seminar tersebut diawali dengan perkenalan terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan pembicara 1 yaitu Iqbal Musa yang memberikan motivasi tentang pengalamannya dalam mengembangkan literasi dari desa ke kota. Setelah  Iqbal Musa selesai memberikan motivasi kepada para peserta, dilanjutkan oleh pembicara 2 yaitu Emhaf memberikan motivasinya dalam menjadikan sebuah imajinasi menjadi literasi. Disini, kita di beri kesempatan untuk menuliskan apakah benda yang kita pegang dan diberikan waktu untuk berimajinasi dan menuliskan sebuah kalimat. Banyak peserta yang menuliskan benda dan imajinasi mereka. Setelah pembicara selesai memberikan motivasinya, dilanjutkan dengan acara tanya jawab, para peserta diperbolehkan memberikan sebuah pertanyaan. Pada saat itu, ada 2 orang pelajar yang menanyakan sesuatu dan dijawab oleh para pembicara. Setelah selesai,  Shahmi mengucapkan maaf dan terimakasih kepada para peserta yang telah bersedia mengikuti acara tersebut. Lalu, para peserta pun diijinkan untuk keluar dari seminar. Sedangkan para pengisi acara melanjutkannya dengan mengadakan reuni.
   Di dalam acara ini, kita diberikan penjelasan apakah arti dari sebuah literasi yang sesungguhnya dan mengajarkan bahwa sebuah imajinasi dapat menjadi sebuah literasi. Banyak sekali motivasi-motivasi yang dapat kita dapatkan dan mendorong kita untuk lebih mencintai dan mengembangkan literasi.
Penulis Han-D’27
Editor Zar-I’27




Kab. Kediri (Inmas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri Zuhri, Jumat (10/7) menjadi salah satu narasumber dalam acara Webinar pendidikan di era New normal dengan tema menyongsong tahun ajaran baru denganyang di selenggarakan Pengurus Cabang (PC) IPNU IPPNU Kab. Kediri. Kegiatan yang di selenggarakan di aula PC NU Kabupaten Kediri ini, selain Kepala Kantor, narasumber lainnya adalah dari Gugus Covid 19 Kabupaten Kediri dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.


Dalam materinya Kepala Kantor menyampaikan bahwa, dalam waktu dekat siswa-siswi Madrasah di Kabupaten Kediri belum dapat melaksanakan proses belajar mengajar di kelas. Hal ini dikarenakan Kabupaten Kediri masih tergolong Zona merah. Sesuai dengan informasi gugus Covid 19, Kabupaten Kediri untuk saat ini belum siap masuk pada fase new normal, karena angka positif covid-19 masih tergolong tinggi, ujarnya. Oleh karena itu, bila nantinya tahun ajaran baru, dimulai sesuai dengan yang tetapkan Kementerian Pendidikan Nasional, yakni tanggal 13 Juli 2020, pihaknya sudah mempunyai persiapan bila siswa-siswa Madrasah harus tetap belajar dari rumah. Ia melanjutkan bahwa, terkait dengan kebijakan Kankemenag Kab. Kediri tentang proses belajar mengajar di kelas, sangat tergantung pada rekomendasi dari gugus Covid 19 Kabupaten Kediri.

Sementara itu, menjawab pertanyaan peserta tentang pelaksanaan protokol Kesehatan di Pondok pesantren, beliau mengatakan bahwa, sebelum para santri kembali ke pesantren, pihknya telah melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan pengurus pondok pesantren, sehingga tidak ada permasalahan dengan protokol Kesehatan penangganan covid 19 di pesantren. Apalagi seluruh pondok pesantren sudah mengantisipasi dengan menyediakan alat pelindung diri, seperti masker, sanitizer, bahkan ruang isolasi sekalipun, katanya.(Paulo/Syaiful) 
Editor: Mahgfur



       Tahun Ajaran Baru 2020\ 2021 kurang beberaapa hari lagi, pemerintah belum membuka kanal dan pintu gerbang masuk sekolah selebar lebarnya karena zona invasi virus covid tidak terbendung dengan baik, bukan salah pemerintah tidak segera membuka pintu pendidikan tapi kesadaran masyarakat sendiri yang tidak berupaya untuk mencegah penyebaran virus covid, buktinya banyak sekali pelanggaran protokol kesehatan  tidak memakai masker,  tidak menjaga jarak aman dan tetap berkerumun hal inilah yang menyebabkan tidak segera menjadi zona hijau, hijau bagi dunia pendidkan sangat lah di harapkan, sudah terlalu lama guru terpisah dengan para muridnya. Bapak Ibu Guru Karyawan, Kepala madarsah  harus tetap sadar bahwa virus Covid belum berlalu dari bumi kita oleh karena itu tauladan dan kampanye mematuhi protokol covid tetap dilaksanakan, jika bapak ibu melanggar apalagi para siswanya, siswa adalah siswa jika diperingatkan kadang tidak menghiraukan, oleh karena itu kita harus ikhlas memperingatkannya dan tentunya tauladan yang baik dan benar tetap kita tunjukkan. Zona Kuning, Orange, Merah, dan Hitam kita lah yang berperan jika kita semua mematuhi protokol kesehatan maka dengan cepat zona hijau pasti tercapai.
       Hasil rapat koordinasi dengan penma kemenag kab. Kediri  yang di pimpin oleh bapak kasi Penma, Drs. Enim Hartono, M.Pd. Menegaskan bahwa kementerian agama belum membuka pendidikan bahkan pemerintah daerah pun belum ada sinyal hijau untuk membuka pintu sekolah padahal tanggal 13 juli merupakan awal masuk tahun ajaran baru. Apabila madrasah ingin memasukkan siswanya khususnya siswa baru yang belum tahu almamater barunya harus punya SOP jelas dan mendapatkan ijin dari camat dan polsek setempat dan bertanggung jawab atas kegiatannya tersebut. Sampai berita ini diturunkan belum ada edaran bahwa siswa  diperbolehkan masuk sekolah atau madrasah.

       Bagaimana menyikapi hal tersebut?  Madrasah dan gurunya harus mempersiapkan pembelajaran secara daring atau E-learning  yang membutuhkan beberapa persyaratan alat elektronik seperti handpone android wajib ada secara minimal, data internet harus lancar, bila tidak terpenuhi harus ada alternatif lain yaitu dengan pendampingan, home visit dengan menunjukkan  vidio pembelajaran, gambar atau pemberian tugas. Bagi siswa lama artinya untuk tingkat Mts siswa kelas 8 dan kelas 9 sudah tidak begitu menjadi halangan walaupun banyak kendala, namun bagi siswa baru yang belum kenal dengan gurunya, madrasahnya  maka perlu wawasan wiyata mandala, perlu sosialisasi program madrasah, sosialisasi pembelajaran daring tetunya menjadi problem tersendiri bagi madrasah guru, siswa dan wali muridnya.  Sedikit bisa menjawab tantangan ini khususnya untuk siswa baru harus sudah terbentuk kelas dan wali kelasnya melalui WEB madrasah  diumumkan agar para siswa baru menghubungi wali kelas masing masing untuk mendaftarkan nomer HP-nya  sebagai salah satu koneksi bagi wali kelas untuk terhubung secara daring dengan siswa maupun wali murid jika nanti awal tahun ajaran baru tetap belum dibuka pinta gerbang pendidikan. Sebagai penutup acara rapat koordinasi ini Bapak Kepala Kantor Dr. Zuhri, M.Si.  menyampaikan sedikit clossing, bahwa belajar boleh dimana saja, bisa dirumah, luar rumah, dimadrasah dan dimana saja, siswa baru ingin bertemu tidak bisa, bukan sekehendak hatinya   menghadirkan siswa tanpa  mematuhi protokol kesehatan dan ijin camat dan polsek setempat, bahkan ijin dari orang tua juga lebih penting. Koordinasi dengan gugus covid tingkat kecamatan, kabupaten, kemenag kabupten dan penma harus selalu tejalin. Wawasan wiyata manadala dan sosiali sasi daring bisa dibuatkan vidio dikirim melalui website, instagram,  youtube atau Whatsapp. Hudup di New Normal harus saling koordinasi sebagai kata penutup dari bapak kepala kantor kementerian agama kabupaten kediri.
       Untuk para siswa semua tidak usah gusar bingung dan gelisah ini lah new normal yang serba digital, oleh karena itu sering seringlah mengunjungi situs situs madrasah untuk mendapat informasi yang uptodate, baik perkembangan covid maupun perkembangan madrasah.  
       Tetap semangat, Jaga kesehatan, wajib memakai masker, sering cuci tangan dengan sabun, jaga jarak aman dan hindari kerumunan jangan lupa tetap bahagia. (muza.mtsn7)
Editor: Tim Jurnalis


Kab. Kediri (Inmas) Kepala Kantor Wilayah Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Ahmad Zayadi, Selasa (7/7) meresmikan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) pada Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri. Kegiatan peresmian di tandai dengan penguntingan pita oleh Bapak Kakanwil, di damping Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri Zuhri dan Gus Makmun dari PP Ploso Mojo Kabupaten Kediri. Turut hadir pada acara tersebut Kasubbag TU, Kasi dan Penyelenggara di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri serta perwakilan dari Bank mitra kerja Kankemenag Kab. Kediri.
Bapak Kakanwil dalam sambutannya, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri beserta jajarannya, yang telah berupaya keras, sehingga mampu menghadirkan sebuh Gedung PTSP yang kokoh dan megah. Hal ini menunjukkan tekad dan komitmen kuat dari segenap keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri, untuk memberikan layanan yang berkwalitas, transparan, akuntabilitas, efektif dan efisien bagi masyarakat Kabupaten Kediri, ujarnya.

Sebelumnya Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri dalam laporannya mengatakan, PTSP Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri merupakan upaya transformasi pelayanan public, guna mewujudkan Kementerian Agama sebagai lembaga yang bersih melayani, dan merupakan bagian dari komitmen Kementrian Agama untuk lebih dekat dengan umata atau masyarakat, ujarnya. Sedangkan tujuan mewujudkan PTSP Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri menurut pria berkaca mata ini antara lain, untuk memberikan proses pelayanan yang mudah, cepat, transparan dan akuntabel. Memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh layanan. Mengurangi beban adminstrasi, menghindari publikasi pendataan dan mencegah terjadinya KKN. Serta membangun citra baik Kementerian Agama.


Sebelum meresmikan PTSP, bapak Kaakanwil memberikan sosialisasi tentang pendidikan Agama dan keagamaan bagi Kepala Madrasah Negeri, Perwakilan Pokjawas, Pokjaluh, Kepala KUA serta perwakilan Pondok Pesantren se-Kabupaten Kediri, yang berlangsung di aula serba guna Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri(Paulo/Syaiful)
Editor; Maghfur

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget