June 2020


Kab. Kediri (Inmas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri Zuhri, Rabu (24/6) secara resmi membubarkan panitia Rehabilitasi Pembangunan Masjid Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri. Acara pembubaran yang berlangsung di masjid Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri ini,di hadiri seluruh pejabat esselon IV, Kepala Madrasah Negeri, ASN Atap Pamenang di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri serta  beberapa tamu undangan lainnya.


Kepala Kantor dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, kepada panitia yang telah bekerja keras sehingga dalam waktu kurang lebih dua tahun, mampu menyelesaikan rehabilitasi pembangunan masjid Al-Ikhlas. Semoga semua usaha dan kerja keras seluruh panitia sebagai amal ibadah dan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT, harapnya. Lebih lanjut Ia mengatakan, membuat SK dan mengupayakan dana pembangunan merupakan tugas yang tidak terlalu berat. Namun, memakmurkan masjid merupakan tugas yang paling berat.


“Karena saya mendapatkan amanah untuk memakmurkan Masjid, maka saya mohon pertisipasi dan kerja sama dari semua elemen di Kankemenag Kab. Kediri, terutama seksi Bimas Islam, untuk menggerakan seluruh Penyuluh Agama Fungsional guna menghidupkan kegiatan di masjid Al-Ikhlas dengan berbagai kegiatan keagamaan” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Suwarno dalam laporannya, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri serta para donator, atas partisipasi dan bantuannya, sehingga rehabilitasi pembangunan yang memakan dana sekitar Sembilan Ratus Juta Rupiah lebih dapat terlaksana. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota panitia atas Kerjasama dan kerja ikhlasnya, sehingga mampu mengembang tugas mulia dan nan berat ini dengan baik, ujarnya
Rehabilitasi pembangunan Masjid Al-Ikhlas mempunyai cerita yang sedikit unit dan menarik. Hal ini di karenakan, rehabilitasi yang berlangsung selama dua tahun lebih ini, melibatkan tiga Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri secara bergantian. Berawal dari Kepala Kantor Suryat yang membentuk panitia dan menerbitkan SK Rehabilitasi Pembangunan Masjid pada bulan November 2017. Lalu di lanjutkan dalam masa jabatan Amir Sholehuddin yang membangun dan meresmikan Masjid Al-Ikhlas pada tanggal 30 April 2019 dan saat masa jabatan Zuhri, mendemisionerkan panitia tanggal 24 Juni 202, serta memakmurkan Masjid Al-Ikhlas. (Paulo/Syaiful)
Editor; Maghfur


Kamis, 11 Juni 2020. Pejabat dari kantor Kemenag yaitu Achmad Zuhri (Kepala Kemenag Kab.Kediri) dan Enim Hartono (Kasi Pendma) datang ke MTsN 7 Kediri untuk memberikan arahan tentang dimulainya ajaran baru di tengah pandemi corona. Rapat ini diadakan di ruang Tata Usaha sekitar pukul 09:00 WIB pagi dan dipimpin oleh, Enim Hartono selaku Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Kediri.

"Memang sekolah belum bisa, Prekdiksinya kan sampai Januari 2021. Murid baru kan butuh masa pengenalan atau matsama. Tetapi masih belum bisa dimasukkan pak, asalkan nanti dibuat bergelombang. Jadi nanti waka kesiswaan menyusun kelompok kelas. Kelas 7A,7B, 7C nanti masuk dan memperoleh materi pramatsama dan matsama. Tetapi dimasukkan saja diluar, sehingga mudah. Tidak usah lama-lama, yang penting anak-anak sudah mengenal teman-temannya dan mengerti sekolahnya," ujar pria yang tengah duduk di kursi ruang Tata Usaha tersebut.


Kemudian ada dua skenario jika pemerintah membuka sekolah adalah siswa masuk sekolah bergantian. Jadi nanti ada alternatifnya, alternatif satu siswa 1 sampai nomor sekian masuk sekolah sampai jam seperempat. Kemudian yang berikutnya,diisi siswa berikutnya sampai sekian. Tetapi ini resikonya, ketika terjadi proses bergantian mesti akan terjadi akumulasi anak. Kemudian skenario kedua konsepnya sama dengan masuk bergilir, tapi yang kedua ini adalah misalnya siswa kelas 7A berjumlah 40 anak, nanti siswa absen 1-20 masuk hari senin, lalu yang nomor 21-40 masuk hari selasa. Yang hari senin nanti menerima pelajaran hari senin sama selasa sehingga pelajaran senin dan selasa dijadikan satu. Tetapi tatap mukanya setengah menit. Jadi mereka tetap mendapatkan haknya. Nanti akan diterangkan materi-materi inti, pendalamannya dilakukan dirumah. Kemudian anak-anak membawa bekal sendiri dari rumah, jadi ketika istirahat diusahakan tetap berada di dalam kelas. Anak boleh keluar dari kelas jika mereka mau ke toilet, kata Enim yang tengah menerangkan skenario ajaran baru kepada para guru MTsN 7 Kediri.

Rapat yang berlangsung selama 30 menit ini pun berakhir pada pukul 10:00 WIB. Achmad Zuhri dan Enim Hartono pun kembali melaksanakan tugasnya.

Kita doakan semoga pandemi Covid-19 ini cepat berakhir dan siswa bisa masuk kembali seperti biasa,aamiin..
Penulis:Din-7I
Editor:Zar-7I

 

MTsN 7 Kediri- Jatim(12/6).  Saat ini semua instansi pendidikan menunggu, kapan titik terang berhentinya wabah penyakit menular sehingga proses pendidikan bisa berlangsung seperti sediakala. Berbagai kebijakan pendidikan telah ditempuh dalam upaya memutus mata rantai wabah covid 19. Apalagi, kabupaten kediri masuk zona merah, dan kecamatan kepung dalam data positif masuk dua orang, tentu harus lebih waspada terhadap virus mematikan tersebut.

Pulul 08.30 WIB, Kepala Kantor Kemenang, Dr. Zuhri, M.Si., bersama Kasi Pendma Kemenag, Enim Hartono, M.Pd., mengadakan monitoring dan evaluasi ke madrasah yang berada di jalan kebonsari Desa Kencong tersebut, untuk melihat kesiapan New Normal. Harapanya semua madrasah yang berada di wilayah kerja kabupaten kediri sudah melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Karena guru dan Staf atau pegawai merupakan sebagai pelayan masyarakat yang berada di garda terdepan.


Hari ini kepala MTsN 7 Kediri, Muhammad Zainuddin secara simbolis menyerahkan 1 bungkus masker dan 13 botol Handsanitizer. Sebelumnya sebelumnya Kepala Kantor Ahmad Zuhri juga memasangkan Face Shield pada 5 orang Tenaga non kependidikan MTsN 7 Kediri. Dalam kesempatan itu, Muhammad Zainuddin menyampaikan kepada seluruh jajaran keluarga besar MTsN 7 Kediri, agar selalu mematuhi protokol kesehatan baik di Madrasah, di rumah maupun ketika keluar rumah.


Kepala Kemenag juga berpesan, layani wali murid ataupun siswa dengan sebaik mungkin dengan cara yang sopan dan santun sekaligus agar menjadi contoh kesadaran bagi semua pendidik, bahwa kementerian Agama sebagai suri tauladan oleh seluruh umat.
Tepat pukul 10.15 WIB, Kepala KanKemenag bersama Kasi Pendma melanjutkan tugas sebagaimana aktifitas sebagai pelayan publik di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri. (MZS/AK)
Editor: Maghfur


Kab. Kediri (Inmas) Menjelang para santri kembali ke pondok pesantren yang tersebar di seluruh Kabupaten Kediri, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Selasa (9/6) melakukan pertemuan dengan perwakilan pengasuh pondok di wilayah Kabupaten Kediri. Pertemuan yang digelar di aula atas Kankemenag Kabupaten Kediri ini, dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri Zuhri, Kasi PD. Pontren Sugeng Prasetyo, Ketua Covid 19 Kabupaten Kediri Slamet, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Bambang, Kebag Kesra Ari, Kabag Bakesbangpol Iwan serta perwakilan Dinas Kominfo dan Dinas perhubungan.
 Kepala Kantor selaku pimpinan pertemuan berharap agar peserta pertemuan dapat menghasilkan keputusan yang terbaik terkait pencegahan covid 19 di pondok pesantren, karena sebentar lagi semua pondok pesantren di Kediri akan kedatangan para santri yang berasal dari berbagai daerah bahkan dari luar luar negeri, ujarnya. Beliau meminta, agar pondok pesantren menyediakan tempat karantina bagi santri, terutama mereka yang berasal dari Zona merah.

Sementara itu Ketua Gugus Covid 19 Kabupaten Kediri menyampaikan bahwa Covid 19 merupakan bencana non alam, sehingga untuk menghadapinya perlu mengenal virus ini. Covid 19 merupakan virus dengan ukuran sangat kecil sehingga tidak dapat di lihat oleh mata, dan penyebarannya sangat mudah dan cepat. Oleh karena itu, Slamet meminta agar seluruh elemen termasuk pengasuh pimpinan pondok pesantren untuk bersatu dan bersama-sama menghadapi covid 19, sehingga mampu menguransi resiko, ujarnya. Dengan gerak bersama-sama mengurangi resiko, maka kita siap untuk selamat, lanjutnya.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan data bahwa, di Kabupaten Kediri telah terkonfirmasi 171 penderita covid 19, dan 80 persen merupakan orang tanpa gejala (OTG). Oleh karena itu Ia berharap, agar pondok pesantren dapat menyelenggarakan protokol Kesehatan dengan baik, terutama menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, sehingga di harapkan tidak muncul klaster-klaster baru di pondok pesantren, ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut diketahui, beberapa pondok pesantren telah mempersiapkan protokol Kesehatan dalam meyambut kedatangan para santri. Bahkan mereka juga melakukan pemetaan wilayah terhadap para santri yang akan Kembali ke pondok. Mereka akan mengutamakan para santri dari zona hijau. Sedangkan santri yang berasal dari Zona mereka, akan di karantina selama 14 hari di tempat yang telah di siapkan.(Paulo)
Editor: Maghfur


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil alamin  segala puji bagi Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, shalawat serta salam kita tujukan kepada Nabi Agung, Muhammad SAW, semoga di hari akhir kita mendapatkan syafaat dari beliau amin

Bapak / ibu guru karyawan MTsN 7 Kediri, bapak ibu wali murid kelas 9 yang sangat saya hormati, anak-anak siswa-siswi kelas 9 yang sangat saya banggakan,
Pada tanggal  5 Juni 2020 kami telah mengadakan rapat pleno kelulusan siswa kelas 9 yang berjumlah sebanyak 383 siswa, dimana semua siswa telah menempuh semua program pembelajaran baik di madrasah maupun di rumah saat pandemi Covid-19 berlangsung, semua nilai telah terakumulasi dengan baik. Oleh karena itu, pada hari ini, tanggal 5 Juni 2020 pukul 12. 00 WIB Saya nyatakan semua siswa kelas 9 MTsN 7 Kediri LULUS  100%.

Selamat anak-anakku selamat dan sukses.
Besar harapan kami anak-anakku tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, selamat jalan menempuh cita-cita mulia, jangan pernah melupakan almamater kalian MTsN 7 Kediri, tetap jalin ukhuwah, paseduluran selawase sesama alumni.  kami mohon maaf kepada bapak ibu  orang tua  atas segala keterbatasan mengantarkan anak-anak mencapai kelululusannya. Kegiatan wisuda atau perpisahan jika tidak mungkin kita laksanakan pada kondisi pandemi Covid-19, maka akan kita ganti dengan Reuni setelah pandemi berakhir, tunggu undangan Reuni dari kami, hal-hal yang berhubungan dengan administrasi segera diselesaikan secepatnya,  terima kasih atas perhatian dan kerjasama selama ini, mohon maaf atas segala kekurangan, wabilahi taufiq wal hidayah wassalamu'alaikum wr wb.

Kediri, 05 Juni 2020
KEPALA MTsN 7 Kediri


Muhammad Zainuddin, S.Pd., M.Pd.I.




Editor: Mag-Zar.

MTsN 7 Kediri-Jatim,  Jum'at, 05-Juni-2020.  Ditengah zona merah pandemi covid-19 madrasah tetap melaksanakan kegiatan, dengan tetap mengikuti standar yang diteyapkan Pagi ini rapat kelulusan dilaksanakan secara online dengan menggunakan aplikasi zoom, dihadiri olehguru dan karyawan MTsN 7 Kediri.

Rapat langsung dipimpin oleh bapak kepala madrasah, yaitu Muhammad Zainuddin. Dalam sambutanya, kepala madrasah menyampaikan, bahwa agenda rapat kelulusan harus tetap dilaksanakan walau dalam kondisi darurat. Untuk itu rapat online merupakan salah satu solusi dalam menjalankan agenda tersebut. Anak-anak untuk tahun ini telah melaksanakan semua persyaratan kelulusan. Bahkan ujian tahun ini lebih berat, karena ujian kelas 9 bersamaan dengan wabah virus  corona. Berdasarkan data-data penilaian siswa selama di madrasah, maka saya nyatakan lulus 100%. pungkasnya.

Sementara itu semua peserta rapat yang hadir menyatakan setuju.
Untuk pengumuman kelulusan, dapat dilihat di web madrasah. Untuk pengisian web diserahkan kepada guru IT, Mohammad Rizal, sedangkan penyebaranya dilakukan oleh Waka Humas, yaitu Abdul kholik.
Sementara sebelum acara berakhir Sri Ambarwati selaku waka kurikulum menyampaikan, agar berita kelulusan itu bisa dipastikan sampai ke siswa. Waka kurikulum tersebut juga menyampaikan tentang kesiapannya dalam mengisi ijasah dan teknis pembagiannya.

Acara berikutnya ditutup doa, yang dipimpin oleh, waka sarana, yaitu Drs. Sodik.
Penulis: Maghfur
Editor.  : Zar-7I

Kamis, 4 Juni 2020 MTsN 7 Kediri telah berhasil melaksanakan Penilaian Akhir Tahun (PAT) ditengah suasana pandemi Covid-19, demi  memutus penyebaran virus covid19, semua harus mematuhi protokol pemerintah yaitu berusaha tidak berkerumun dengan banyak orang. Oleh karenanya Pelaksanaan Penilaian Akhir Semester Genap (PAS Genap) atau disebut juga Penilaian Akhir Tahun (PAT) dilaksanakan secara Online.

PAT kelas 7 dan 8 dimulai tanggal 3 sampai dengan 10 juni 2020. Jika terpaksa tidak dapat mengikuti Ujian, tim teknis menyediakan beberapa cara untuk siswa yang tertinggal pada hari tersebut. Yaitu bisa mengambil jadwal susulan pada tanggal  13 juni 2020.  Dan alternatif lain adalah secara offline yang nantinya naskah soal akan dikirim melalui Whatsapp oleh wali kelas.

Kegiatan Penilaian Akhir Tahun MTsN 7 Kediri, prov. Jatim pada hari kedua kamis, 4 juni 2020 berjalan lancar. meskipun di awali  tgl 1 juni 2020 dengan uji coba link banyak siswa yang belum bisa online, bahkan ada juga siswa yang belum bisa dihubungi. Namun berkat  kerja keras wali jelas 7 dan 8, semua siswa bisa terpantau.

Tentu saja dalam suatu kegiatan pasti ada beberapa kendala masih sering di temukan. Contohnya seperti sinyal atau jaringan yang  jelek, karena  banyak siswa kita yg berdomisili di pelosok sedangkan WiFi yang hanya ada di warung warung karena faktor ekonomi, dan sedikit sulit dalam pengondisian siswa.

Demi mengkondisikan pelaksanaan PAT, Tim IT madrasah tetap membentuk Panitia teknis yang tetap datang ke madrasah, sedangkan para siswa tetap mengerjakan soal dari rumah dengan waktu dan mata pelajaran yang telah terjadwal.

Eits, tapi tak hanya kendala namun juga ada keuntungan dalam pelaksanaan PAT secara online kali ini, salah satunya adalah meringankan Guru mapel, karena tidak perlu susah payah koreksi nilai secara langsung, karena data akan langsung terkirim jadi guru mapel hanya tinggal mengolah. (Mq/Muza)
Editor : Ive - 8b


Kab. Kediri (Inmas) Penundaan keberangkatan Jamaah Haji pada penyelenggaraan ibadah haji  tahun 1441H/2020M bagi Jamaah haji Indonesia, yang disampaikan oleh Menteri Agama RI tanggal 2 Juni 2020 melalui konferens pers di Jakarta, sedikit mengagetkan banyak kalangan, termasuk para CJH Tahun 2020 asal Kabupaten Kediri. Oleh sebab itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri Zuhri, meminta agar para CJH Kabupaten Kediri yang tunda berangkat tahun 2020, untuk menyikapi secara bijak  keputusan Pemerintah Pusat ini.
“ Percayalah bahwa, apa yang telah di putuskan oleh Pemerintah terkait penundaan keberangkatan CJH tahun 2020, merupakan keputusan yang terbaik. Semua itu semata-mata untuk Kesehatan dan keselamatan para Calon Jamaah Haji” ujarnya.


Pernyataan itu di sampaikan oleh Kepala Kantor dalam wawancara dengan berbagai awak media baik cetak maupun elektronik di ruang kerjanya pada Kamis (4/6). Ia menambahkan, pandemi covid 19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, menjadi ancaman serius bagi Kesehatan dan keselamatan jiwa jamaah. Itulah yang menjadi dasar dan alasan utama, mengapa pemerintah memutuskan penundaan keberangkatan CJH Tahun 2020, lanjutnya. Ia menyadarai bahwa, secara psycology pasti ada CJH Kabupaten Kediri yang kaget dan kecewa dengan keputusan ini. Namun beliau percaya, cepat atau lambat CJH Kabupaten Kediri akan menerima keputusan ini dengan bijak. Menjawab pertanyaan wartawan terkait boleh tidaknya para CJH yang tunda berangkat, bisa menarik uang pelunasannya kembali. Pria berkaca mata ini menjelaskan, CJH boleh menarik uang pelunasan kembali, tetapi harus melalui mekanisme yang berlaku. Namun beliau berharap, jika tidak sangat mendesak, agar tahun 2021 para CJH tinggal menunggu pemberangkatan saja. Jika tahun depan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) mengalami kenaikan, maka CJH tinggal menambah saja. Tetapi bila BPIH mengalami penurunan, maka uang kelebihan CJH akan di kembalikan. Karena tidak ada yang menjamin, kalau tahun depan uang itu masih ada untuk melakukan pelunasan, katanya.

Untuk di ketahui, Pemerintah melalui Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 494 Tahun 2020 tentang pembatalan keberangkatan Jemaah haji pada penyelenggara ibadah haji tahun 1441H / 2020 M, menunda keberangkatan CJH tahun 2020 dan di rencanakan akan di berangkatkan tahun 2021 yang akan datang. Dengan keputusan pemerintah ini, maka otomatis sejumlah 1.320 CJH Kabupaten Kediri yang sedianya diberangkatkan tahun 2020 ikut tertunda sampai tahun 2021.(Paulo)
Editor: Maghfur


Kab. Kediri (Inmas) Rapat Koordinasi yang digelar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri di di ruang Rapat Joyo Boyo Pemkab. Kedri Rabu (3/6), sedikit menarik perhatian sebagian peserta Rapat. Hal itu dikarenakan, untuk pertama kalinya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri memimpin rapat koordinasi yang digelar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri dan dihadiri Forkopinda dan Dinas terkait di lingkup Pemda Kabupaten Kediri.  Peristiwa ini bermula dari Bupati Kediri Hariyanti Sutrisno, yang membuka Rapat Koordinasi membahas berbagai hal yang terkait dengan penangganan Covid 19 di Kabupaten Kediri. Setelah membuka acara, orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini, menyerahkan tugas pimpinan Rapat kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri Zuhri. “Karena saya sedang ada tugas lain, maka dimohon Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri untuk memipin Rapat,” kata beliau.

Sebelum meninggalkan rapat, Ia berpesan kepada para tokoh Agama yang hadir untuk mengawal berbagai bantuan social untuk mayarakat kurang terdampak covid 19 yang sudah di salurkan maupun yang akan di salurkan. Bantuan tersebut terdiri dari uang tunai  Rp.600.000 dari Pemerintah Pusat, Rp. 200,000 dari Pemerintah Provinsi, dan bantuan  beras dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri yang akan berlangsung sampai bulan Desember 2020, ujarnya. Sedangkan terkait dengan SE Menag nomor 15 tahun 2020, Ia berpesan agar benar-benar memperhatikan protokol kesehatan penangganan Covid 19, seperti menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan, lanjutnya.


Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri selaku pimpinan rapat menyampaikan bahwa, terkait dengan SE Menag nomor 15 tahun 2020, khusus untuk Kabupaten Kediri masih menunggu SE Gubernur Jawa Timur, karena Kabupaten Kediri masih masuk dalam kategor Zona merah pandemik Covid 19, ujarnya.


Sedangkan dari pihak Polres dan Kodim Kabupaten Kediri mengusulkan, agar beribadah di rumah ibadah untuk sementara tidak di laksanakan dulu, mengingat Kabupaten Kediri termasuk bagian dari Kota dan Kabupaten di Jawa Timur yang masuk dalam Zona merah. Jika di paksakan, di kwatirkan akan terjadi penyebaran dan penularan secara masif yang sulit terkendali, ujarnya.(Paulo)
Editor: Maghfur


Kepala kantor kementerian Agama kabupaten Kediri pada hari selasa tgl 2 Juni 2020 menyerahkan masker face shield kepada kepala KUA, Penghulu dan pegawai PTSP kantor kemenag kabupaten Kediri. Ini merupakan bentuk kepedulian  Dr. Zuhri, M.Pd.I., terhadap bawahannya selaku garda terdepan pelayanan masyarakat. Dalam acara tersebut semua satker negeri, dan pengawas diundang untuk menyaksikan. Turut hadir pula kepala MTsN 7 kediri, Muhammad Zainuddin berserta istri ( Ibu Heni Zainuddin).  Selain penyerahan APD  Bapak kepala kantor memberi sambutan singkat, bahwa kita sebagai pegawai, guru, pejabat baik ASN maupun Non ASN harus bisa berbagi dalam segala hal kepada masyarakat dan menunjukkan kinerja yang baik, hal ini di karenakan timbul kecemburan sosial di masyarakat,  "Enak Guru, PNS Dirumah saja di bayar." Hal semacam inilah yang menurut Dr. Zuhri, M.Pd.I., harus dinetralisir dengan pelayanan yang maksimal, serta memberikan bantuan berupa sembako, dana, masker, APD, dan lain-lain, sehingga tidak ada lagi kesenjangan sosial ekonomi di antara kita dan di masyarakat. (Muza)
Editor: Maghfur



Selasa, 2/Juni/2020 bertepatan di halaman Kantor Kementerian Agama yang beralamat di Jl. Pamenang, Katang, Sukorejo, Kec. Ngasem, Kediri, Jawa Timur 64182. Terdapat banyak perwakilan dari suatu sekolah atau pun Madrasah dari berbagai daerah, berbaris didepan halaman Kantor Kementerian Agama untuk menghadiri acara Penyerahan Alat Pelindung diri (APD) kepada kepala KUA dan penghulu.


Apel pagi dilaksanakan pada pukul 08:00 sampai pukul 09:20 WIB. Tidak menutup kebenaran bahwa acara tersebut digelar di tengah pandemi Covid-19. Apel pagi di hari itu tetap terlaksanakan dengan baik dan lancar, meskipun semua harus secepatnya mengakhiri acara tersebut. Para tamu undangan diwajibkan untuk memakai masker, dan juga berjaga jarak minimal 1 meter untuk menghindari penularan virus.

Dalam sambutannya, Achmad Zuhri Kepala Kemenag Kabupaten Kediri, menyampaikan tentang penggunaan rumah ibadah. "Jadi yang pertama adalah kita kawal sejauh mana kesulitannya, karena kalau kita lihat banyak hal hal yang harus kita pandu dan kita kawal bersama-sama," ujar pria yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut.

"Maka hari ini, tujuan kalian saya kumpulkan adalah untuk mengajak kalian semua mengawal kebijakan kementerian agama terkait masalah-masalah apa saja, karena masih banyak masyarakat diluar sana yang membutuhkan pertolongan dari kita. Ini semua adalah bentuk kita semua untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik. Insyaallah nanti PTSP pun juga nanti akan menggunakan APD sama seperti Petugas KUA. Inilah wujud kepedulian kita bersama dengan donasi selama 3 bulan. Jadi saya berpesan kepada kalian untuk tetap melindungi dan berikan pelayanan yang terbaik di KUA," lanjut Zuhri

Acara ini dihadiri oleh Kepala Madrasah Negeri, Kepala KUA, Pengawas Madrasah, Kepala Urusan Tata Usaha, Penyuluh Agama Fungsional, Ketua IGRA, dan Seluruh Pegawai Atap Pamenang

Setelah upacara selesai para panitia juga menggelar acara makan-makan bersama. Dan semua yang ikut serta dalam kegiatan tersebut wajib mengikuti anjuran yang diberikan oleh pemerintah agar terhindar dari virus Covid-19. Semua peserta wajib mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer yang telah disediakan. (Din-Zar 7i)
Editor: Ive - 8B



Kab. Kediri (Inmas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kediri Zuhri, selasa(2/6) secara simbolis menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Kepala KUA dan petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu(PTSP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri.



Selain Kepala KUA dan Petugas PTSP, APD juga diberikan kepada Seksi Haji dan Penyuluh Agama Fungsional (PAF) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri. Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Gugus Covid 19 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri mereka yang selama ini berada di garda terdepan dalam melayani masyarakat dan dipandang rawan terpapar covid 19.


Saat memberikan sambutan Kepala Kantor mengatakan, setelah hampir tiga bulan kita bekerja dari Rumah (BDR/WFH), maka mulai tanggal 5 Juni 2020, seluruh ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri akan kembali melaksanakan tugas pelayanan dengan kondisi yang agak berbeda, yakni  kondisi new normal, yang berarti bekerja dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan baik, agar kita mampu mencegah dan menghentikan penularan covid 19, ujarnya. Selain itu, saudara-saudara yang selama ini berhadapan langsung dengan masyarakat banyak dan beresiko terpapar virus, diberi  APD supaya dapat menjaga diri dari penularan covid 19, lanjutnya.

Perlu diketahui, untuk melindungi para ASN dilingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, terutama mereka yang selama ini berhadapan langsung dengan masyarakat, gugus Covid 19 Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, memberikan bantuan APD berupa Tameng Wajah serta alat kesehatan seperti  handsanitizer dan masker. Dana pengadaan APD dan alat kesehatan tersebut dari partisipasi seluruh ASN dilingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Kediri (Paulo).
Editor: Maghfur

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget